Ujian Tulis Semester Genap Tahun Pelajaran 2025-2026

Ujian Tulis Semester Genap Tahun Pelajaran 2025-2026

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026 pada Sabtu, 13 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 30 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati serta para ustaz dan ustazah sebagai tanda dimulainya rangkaian evaluasi pembelajaran semester genap.

Upacara pembukaan dilaksanakan secara terpisah antara santri dan santriwati. Para santri mengikuti upacara di halaman Masjid Pesantren, sedangkan santriwati melaksanakannya di halaman Gedung Rabiah Adawiyah.

Dalam amanatnya, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan pesan agar para santri senantiasa mengiringi ikhtiar belajar dengan doa. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kesungguhan dalam belajar, tetapi juga oleh kedekatan kepada Allah SWT melalui doa dan tawakal. “Dengan usaha dan doa, insyaAllah hasil yang diperoleh akan menjadi keberkahan,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan keberkahan ilmu dan hasil belajar sangat erat kaitannya dengan adab yang baik, sedangkan segala bentuk kecurangan dapat menghilangkan keberkahan tersebut. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti ujian dengan penuh kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Usai upacara pembukaan, seluruh peserta ujian langsung menuju ruang ujian masing-masing. Setiap ruang ujian diisi sekitar 40 peserta dari berbagai tingkatan dan diawasi oleh 2 hingga 3 orang ustaz atau ustazah. Pelaksanaan ujian berlangsung selama kurang lebih tiga jam setiap hari dengan alokasi waktu 90 menit untuk masing-masing mata pelajaran yang diujikan.

Ujian tulis semester genap ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 30 Mei hingga 11 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB.

Melalui pelaksanaan ujian ini, diharapkan seluruh santri dan santriwati dapat menunjukkan kemampuan terbaik sebagai hasil dari proses belajar selama satu semester penuh.

 

Raudhah Sambut Kunjungan Silaturahmi Dayah Darul Falah Az-Zamzamiyah

Raudhah Sambut Kunjungan Silaturahmi Dayah Darul Falah Az-Zamzamiyah

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari Pondok Pesantren/Dayah Darul Falah Az-Zamzamiyah, Aceh Singkil, pada Sabtu, 13 Dzulhijjah 1447 H/ 30 Mei 2026. Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Abi Salman, S.Pd.Gr. selaku pimpinan pesantren dan didampingi Ustadz Amril Faiza sebagai guru pendamping serta 11 orang santri yang tergabung dalam Organisasi Santri Darfazah.

Sejak tiba di lingkungan pesantren, rombongan diajak mengenal lebih dekat berbagai aspek kehidupan santri, mulai dari sistem pendidikan, kegiatan pembinaan, organisasi santri, hingga budaya disiplin yang menjadi ciri khas Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Bagi para santri peserta studi banding, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan di pesantren yang telah berkembang dan memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan generasi muslim. Berbagai diskusi ringan yang berlangsung selama kegiatan menambah wawasan dan menjadi bekal pengetahuan bagi para tamu rombongan yang berhasil tersebut.

Kunjungan ini menjadi ruang belajar bersama yang diharapkan mampu memberikan inspirasi dan semangat baru dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta pembinaan karakter santri kedepannya.

 

Grand Opening Kantin Putra, Pesantren Gelar Doa Bersama dan Tasyakuran

Grand Opening Kantin Putra, Pesantren Gelar Doa Bersama dan Tasyakuran

RAUDHAH – Pesantren menggelar kegiatan Grand Opening Kantin Putra yang dirangkaikan dengan doa bersama pada Jumat, 12 Dzulhijjah 1447 H/29 Mei 2026 M. Kegiatan yang berlangsung di Kantin Putra, tepat di depan masjid pesantren, dilaksanakan usai Shalat Jumat dan dihadiri oleh para asatidz, ustadzah, serta tamu undangan.

Acara dibuka oleh Ust. Mar’an Sabuki, S.Fil.I., M.Pem.I. selaku pembawa acara. Selanjutnya, para peserta mengikuti dzikir bersama yang dipimpin oleh Ust. Abdul Hamid Adam, S.E., S.Pd.I., M.M. Suasana penuh kekhusyukan terasa ketika seluruh hadirin larut dalam lantunan dzikir dan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan Kantin Putra.

Memasuki inti kegiatan, Ust. Rasyidin memimpin doa bersama untuk memohon keberkahan, kemudahan, dan kemanfaatan atas beroperasinya kantin yang baru. Dalam doa tersebut, seluruh peserta berharap agar Kantin Putra dapat menjadi fasilitas yang memberikan pelayanan terbaik bagi para santri serta menjadi sarana penunjang yang mendukung proses pendidikan dan pembinaan di lingkungan pesantren.

Sebagai simbol rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng pertama dilakukan oleh KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., disusul oleh Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., dan Ush. Eli Marni, S.H. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan rasa syukur seluruh keluarga besar pesantren atas hadirnya fasilitas baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini menjadi wujud sinergi dan kekompakan keluarga besar pesantren dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan diresmikannya Kantin Putra, diharapkan fasilitas tersebut dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para santri sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pesantren dalam meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh warganya.

 

Semarak Hari Raya Idul Adha 1447 H di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Semarak Hari Raya Idul Adha 1447 H di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 H di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlangsung penuh khidmat dan semarak. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti antusias oleh para santri, asatidz, dan civitas pesantren sebagai bentuk syiar serta penghayatan terhadap makna pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Swt.

Kegiatan diawali pada Selasa, 9 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 26 Mei 2026 melalui pelaksanaan puasa sunnah Arafah oleh para santri dan santriwati. Menjelang malam Idul Adha, gema takbir mulai berkumandang dari Masjid Jami’ Ar-Raudlatul Hasanah. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema menambah suasana haru sekaligus menghadirkan nuansa malam raya yang penuh keberkahan.

Pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H/27 Mei 2026, para santri turut menggelar pawai Idul Adha di sekitar lingkungan pesantren. Dengan penuh semangat, mereka menyuarakan takbir sambil mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadiri Sholat Idul Adha berjamaah di pesantren. Kehadiran pawai tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.

Puncak kegiatan berlangsung melalui pelaksanaan Sholat Idul Adha berjamaah di Masjid Jami’ Ar-Raudlatul Hasanah. Sholat dipimpin oleh Ustadz Marnang Saing, S.Pd.I., sebagai imam, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustadz H. Jainal Abidin, Lc., M.Pd. Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan pentingnya meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim as serta Nabi Ismail as dalam menjalankan perintah Allah Swt.

Momentum Idul Adha di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tidak hanya menjadi perayaan hari besar Islam, tetapi juga sarana menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat kebersamaan di tengah kehidupan pesantren.

Semangat berkurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tampak begitu kuat melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung penuh kebersamaan dan gotong royong. Tahun ini, pesantren berhasil menghimpun sebanyak 19 ekor lembu dan 22 ekor kambing yang berasal dari partisipasi para Ustaz dan Ustazah, Bank Syariah Indonesia KCP Iskandar Muda, BMT Raudhah, wali santri, serta masyarakat sekitar.

Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana pendidikan bagi para santri. Mereka turut dilibatkan secara aktif dalam berbagai proses pelaksanaan kurban.

Terdapat sejumlah hikmah yang terus ditanamkan kepada para santri. Pertama, memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui semangat kebersamaan dan kerja sama dalam pelaksanaan kurban. Kedua, melatih kemampuan mengendalikan hawa nafsu sebagai simbol penaklukan sifat hewani demi meraih ketakwaan kepada Allah SWT. Ketiga, menumbuhkan pendidikan kepatuhan dan pengorbanan sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Dengan rangkaian kegiatan yang sarat nilai keislaman tersebut, perayaan Idul Adha di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga menjadi momentum pembelajaran yang bermakna dalam membentuk karakter santri sebagai generasi penerus Islam yang memiliki jiwa pengorbanan, kepedulian, dan ketakwaan.

 

 

Ujian Lisan Semester Genap Jadi Sarana Penguatan Kompetensi Santri

Ujian Lisan Semester Genap Jadi Sarana Penguatan Kompetensi Santri

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali melaksanakan Ujian Lisan Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung selama sepekan, mulai Rabu–Selasa, 20–26 Mei 2026 bertepatan dengan 3–9 Dzulhijjah 1447. Pelaksanaan ujian ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran sekaligus pembinaan karakter bagi seluruh santri dan santriwati.

Materi yang diujikan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ibadah, serta Qira’ah Al-Qur’anu-l-Karim. Setiap materi disesuaikan dengan tingkat dan jenjang kelas santri/wati sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara proporsional, objektif, dan sesuai dengan capaian kompetensi yang telah ditetapkan. Para penguji dapat mengukur kemampuan santri dalam memahami dan menguasai materi secara langsung, khususnya dalam aspek keterampilan berbahasa, pemahaman ibadah, dan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Lebih dari sekadar evaluasi akademik, ujian lisan juga menjadi sarana pembentukan mental, keberanian, dan kepercayaan diri santri/wati. Dalam suasana ujian yang formal, setiap peserta dipanggil secara bergiliran untuk memasuki ruang ujian dan berhadapan langsung dengan para penguji yang terdiri dari ustadz dan ustadzah. Para peserta kemudian diberikan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab dalam waktu yang telah ditentukan sesuai dengan materi yang diujikan.

Santri/wati dilatih untuk berpikir cepat, menyampaikan jawaban dengan baik, serta tetap tenang dalam menghadapi tekanan. Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan percaya diri, sehingga para santri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kesiapan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah kehidupan masyarakat.

Chat Via WhatsApp