by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 3, 2026 | Berita
RAUDHAH – Mulai Sabtu, 28 Februari 2026 bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Ulangan Umum Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026.
Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung di dua lokasi terpisah. Upacara untuk santri putra dilaksanakan di halaman depan masjid pesantren, sementara santri putri mengikuti upacara di halaman Gedung Rabi’ah Adawiyah.
Dalam pelaksanaan ulangan umum ini, para peserta didik diuji dalam dua hingga tiga mata pelajaran setiap harinya. Setiap ruang ujian diisi oleh 38 hingga 40 santri dari berbagai jenjang kelas, dengan pengawasan ketat dari dua sampai tiga ustadz atau ustadzah.
Setiap sesi ujian berlangsung selama satu jam. Pengaturan ini dirancang untuk menjaga efektivitas pengerjaan soal sekaligus melatih kedisiplinan waktu para santri dalam menyelesaikan tugas akademik.
Guna mendukung kelancaran dan kekhusyukan pelaksanaan ujian, setiap malam para santri diwajibkan mengikuti sesi belajar terstruktur di zona yang telah ditentukan oleh Bidang Pendidikan. Dalam sesi tersebut, para guru hadir memberikan bimbingan dan pendampingan, sehingga santri dapat langsung mengajukan pertanyaan apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
InsyaAllah, rangkaian ulangan umum ini akan berlangsung selama sembilan hari, terhitung sejak Sabtu, 28 Februari 2026/10 Ramadan 1447 H hingga Senin, 9 Maret 2026/19 Ramadan 1447 H. Melalui pelaksanaan ujian ini, diharapkan para santri dapat menunjukkan capaian akademik terbaik, Aamiin.

by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 28, 2026 | Berita
RAUDHAH – Ramadan 1447 H kembali menghadirkan suasana khidmat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Sekitar 3.400 santri dan santriwati menghidupkan tradisi tadarus Al-Qur’an dengan formasi melingkar yang memenuhi area Masjid Pesantren.
Dalam setiap lingkaran, 10 hingga 11 santri/wati duduk berhadapan, membaca dan menyimak ayat suci secara bergantian. Pola ini bukan sekadar kebersamaan simbolik, melainkan metode pembelajaran yang terstruktur. Setiap bacaan yang salah langsung dikoreksi, sehingga proses tadarus menjadi ajang perbaikan (ishlâh) sekaligus penguatan hafalan dan tajwid.
Salah seorang pengasuhan putra, Ust. Edi Sumardi, menjelaskan bahwa skema tadarus tahun ini dirancang bukan hanya berorientasi pada qira’ah (membaca), tetapi juga islahat atau perbaikan kualitas bacaan. “Di setiap kelompok ditempatkan satu santri kelas 6 KMI yang telah fasih membaca Al-Qur’an. Mereka berperan membimbing dan memastikan tajwid serta makhraj berjalan dengan baik,” ujarnya.
Tradisi tadarus melingkar ini menarik perhatian publik dan mendapat liputan dari berbagai media nasional, seperti ANTARAFOTO, Detik.com, Kompas TV, Tribun Medan, serta sejumlah media daring lainnya. Dokumentasi visual dan pemberitaan yang tersebar luas memperlihatkan kekompakan ribuan santri dalam satu hamparan lingkaran tadarus yang rapi.
Setiap hari, para santri menargetkan membaca satu juz Al-Qur’an. Dengan ritme tersebut, mereka diharapkan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an satu hingga dua kali selama Ramadan. Edy Febrianto Gaja, salah satu peserta tadarus, mengaku metode ini sangat membantu menjaga konsistensi bacaan. Hingga memasuki hari ke-10 Ramadan, ia telah menyelesaikan 19 juz dan menyisakan 11 juz untuk menuntaskan khatam pertamanya.
Kegiatan tadarus ini berlangsung setiap hari selepas salat Zuhur. Melalui program yang terstruktur dan penuh semangat kebersamaan, Raudhah terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani—santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 26, 2026 | Berita
RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Multi Pihak Dalam Pengelolaan Sampah Menuju Sumut Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USU tersebut, Ust. Carles Ginting secara resmi diundang sebagai pemantik diskusi pada sesi paralel bertema “Potensi Pengembangan TPST di Kawasan Pendidikan.”
FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, akademisi dan peneliti, perwakilan sektor swasta, pengelola kawasan perumahan, asosiasi hotel dan restoran, komunitas lingkungan, hingga mitra internasional. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk merumuskan model sinergi multipihak dalam menghadapi persoalan persampahan yang semakin kompleks di Sumatera Utara.
Dalam sesi pembahasan, peserta menyoroti meningkatnya volume sampah, keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta masih dominannya pola kumpul–angkut–buang. Penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis kawasan dinilai sebagai salah satu solusi konkret yang dapat diterapkan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Pada sesi paralel kawasan pendidikan, diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Kawasan pendidikan, termasuk pesantren, dipandang memiliki potensi besar dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri karena didukung struktur kelembagaan yang jelas, kedisiplinan warga, serta nilai-nilai pembinaan karakter yang kuat. Integrasi edukasi lingkungan ke dalam kurikulum dan budaya keseharian menjadi salah satu gagasan yang mengemuka.
Sebagai pemantik diskusi, Ust. Carles Ginting mengarahkan pembahasan pada empat aspek utama, yakni potensi timbulan sampah di kawasan pendidikan, sistem pengelolaan yang telah berjalan, peluang pengembangan TPST mandiri, serta berbagai kendala teknis dan sosial yang perlu diantisipasi. Hasil diskusi diharapkan berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan serta penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas TPST USU sebagai contoh implementasi pengelolaan sampah terpadu. Melalui partisipasi aktif tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menegaskan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 26, 2026 | Berita
RAUDHAH — Momentum Ramadhan kembali menjadi ruang pertemuan penuh makna antara ulama dan umara. Kali ini, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama para kiai, ulama, serta pimpinan pesantren dari berbagai daerah bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, di Widya Chandra, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Sekitar 75 pimpinan pesantren hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar organisasi, di antaranya Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), FKPM, RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah), pesantren salafiyah, pesantren ‘asriyah, hingga unsur Muhammadiyah.
Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi agenda berbuka puasa, tetapi juga ruang dialog strategis. Dalam diskusi yang berlangsung, para ulama menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara pesantren dan negara. Sejarah mencatat, berbagai persoalan kebangsaan kerap melibatkan pandangan ulama sebagai penentu arah kebijakan umat.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh isu pengembangan wakaf berjangka, peluang kerja sama pendidikan dan sosial, serta penguatan kepemimpinan forum pesantren ke depan.
Dalam kesempatan tersebut juga, KH. Miftakhuddin juga berkesempatan berbincang langsung dengan Ahmad Muzani. Beliau menyampaikan undangan agar Ketua MPR RI berkenan berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Medan. Alhamdulillah, undangan tersebut disambut positif dan akan diagendakan pada April mendatang.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan dan terjalinnya kerja sama yang lebih kokoh antara pesantren dan negara.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 18, 2026 | Berita
RAUDHAH — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah menyelenggarakan Program Tarhib Ramadhan 1447 H yang dirangkaikan dengan pembagian paket sembako di Gedung Serba Guna, pada Selasa, 17 Februari 2025 bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini merupakan agenda sosial tahunan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.
Program Tarhib Ramadhan 1447 H dilaksanakan oleh UPZ Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan dukungan penuh dari zakat, sedekah dan infak para muhsinin yang disalurkan melalui rekening resmi UPZ. Total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai Rp 168.599.401 sebagai bentuk amanah umat yang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
Sebanyak 435 orang menerima paket sembako dalam program ini. Penerima berasal dari kalangan internal, seperti karyawan, staf, pekerja bangunan, serta tenaga pendidik pada unit PAUD, MDTA, dan penitipan anak. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar pesantren, khususnya wilayah Gang Rimta, Jalan Paya Bundung, Pancur Siwah, dan kawasan Pokok Mangga.
Paket sembako yang diberikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yaitu beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, sarden, susu, kecap, serta teh. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga menjelang Ramadhan sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz H. Miftakhuddin, SS., S.Pd., M.M. kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.T.H., yang menekankan pentingnya peningkatan ibadah dan kepedulian sosial sebagai bekal menjalani bulan suci Ramadhan
Diharapkan setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang berlipat ganda, membawa keberkahan rezeki, kemudahan hidup, serta perlindungan Allah SWT bagi para muhasinin dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.