Gali Potensi Santri dan Santriwati, PORSEKA 2026 Wadahi Bakat Olahraga hingga Seni Islami

Gali Potensi Santri dan Santriwati, PORSEKA 2026 Wadahi Bakat Olahraga hingga Seni Islami

RAUDHAH – Pekan Olahraga dan Seni Khutbatul ‘Arsy (PORSEKA) 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian perlombaan olahraga dan seni yang diikuti santri dan wati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selesai dilaksanakan. Upacara penutupan digelar pada Jum’at, 14 Agustus 2026, di Lapangan Sepak Bola Pesantren untuk santri putra dan Lapangan Belakang Gedung Khadijah untuk santri putri.

Prosesi penutupan berlangsung sebagaimana pembukaan PORSEKA beberapa hari sebelumnya pada tanggal 7 Agustus 2026. Penurunan bendera dan pemadaman api PORSEKA menjadi simbol berakhirnya salah satu agenda dalam rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy.

PORSEKA tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan santri. Melalui berbagai pertandingan dan perlombaan, para santri dilatih untuk memiliki sikap sportif, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta menghargai hasil perjuangan orang lain.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Al-Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM., menyampaikan bahwa PORSEKA memiliki nilai pendidikan yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter.

Usai upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Para juara berasal dari berbagai asrama dan kategori, baik dalam cabang olahraga maupun kesenian.

Berakhirnya PORSEKA 2026 menjadi penanda selesainya rangkaian kompetisi, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan selama kegiatan diharapkan tetap melekat dalam kehidupan para santri dan santriwati.

Sportivitas, kejujuran, kerja sama, disiplin, keberanian, kreativitas, serta ukhuwah menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang berlangsung di balik setiap pertandingan.

Adapun hasil lengkap cabang olahraga putra senior adalah sebagai berikut:

Tenis Meja:

Juara 1: ASAATIDZ

Juara 2: SAUDI 2

Juara 3: JIHAD 3

 

Badminton:

Juara 1: ALL STAR 3 & 1INT

Juara 2: JIHAD 3

Juara 3: SAUDI 2

 

Sepak Takraw:

Juara 1: SAUDI 2

Juara 2: MAKKAH 1B

Juara 3: JIHAD 1

 

Voli:

* Juara 1: SAUDI 2

* Juara 2: MAKKAH 1B

* Juara 3: MAKKAH 1A

 

Basket:

Juara 1: SAUDI 2

Juara 2: ASAATIDZ

Juara 3: MAKKAH 1A

 

Sepak Bola:

Juara 1: JIHAD 1

Juara 2: ASAATIDZ

Juara 3: SAUDI 2

 

Sementara kategori junior menghasilkan sejumlah juara dari berbagai asrama.

Tenis Meja:

Juara 1: SAUDI 3

Juara 2: MAKKAH 3B

Juara 3: RAMADHAN 2

 

Badminton:

Juara 1: RAMADHAN 1

Juara 2: RAMADHAN 3

Juara 3: RAMADHAN 2

 

Sepak Takraw:

Juara 1: RAMADHAN 1

Juara 2: MAKKAH 2A

Juara 3: MAKKAH 3A

 

Voli:

Juara 1: SAUDI 3

Juara 2: MAKKAH 3A

Juara 3: RAMADHAN 3

 

Basket:

Juara 1: MAKKAH 3A

Juara 2: RAMADHAN 3

Juara 3: SAUDI 3

 

Sepak Bola:

Juara 1: MAKKAH 2A

Juara 2: MAKKAH 3B

Juara 3: RAMADHAN 1

 

Pada cabang kesenian, para santri menunjukkan kemampuan melalui kaligrafi, sketsa, handycraft, dan kaligrafi dekorasi.

Kaligrafi Murni:

Juara 1: Hanafi Ansari — 4F — JHD 2

Juara 2: Asfa Raihan — 1xB — S3

Juara 3: Ray Naufal — 5J — JHD 3

Harapan 1: Saltan Taqi — 2D — MKH 2B

 

Kaligrafi Kontemporer:

Juara 1: M. Reda — 5D

Juara 2: Mustaqim Sihotang — 5F

Juara 3: Angga Tri — 5F

Harapan 1: Hafiz Yuhan — 5D

 

Sketsa:

Juara 1: Dzaki Adli — 4J — JHD 3

Juara 2: Rifqi Fattahillah — 5F — MKH 3A

Juara 3: Irfan Fakhri — 5N — JHD 2

Harapan 1: Ersya Afandi — 6N — MKH 1A

Harapan 2: Atar Huda — 5J — MKH 3B

Harapan 3: Athalariq Syach — 4D — JHD 2

 

Handycraft:

Juara 1: MAKKAH 2A

Juara 2: AL JIHAD 3

Juara 3: AL MAKKAH 2B

 

Kaligrafi Dekorasi:

Juara 1: MAKKAH 3A

Juara 2: SAUDI 3

Juara 3: AL JIHAD 3

 

Sementara itu, PORSEKA putri berlangsung dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan kesenian. Pada cabang olahraga, perlombaan meliputi pecah piring, basket, hadang, badminton tunggal, badminton ganda, senam, dan voli.

Pecah Piring:

Juara 1: Ruqayyah 1B

Juara 2: Khadijah 1

Juara 3: Ruqayyah 3A

Juara 4: Ruqayyah 2A

Juara 5: Ruqayyah 2B

 

Basket:

Juara 1: Khadijah 1

Juara 2: Ruqayyah 3A

Juara 3: Ruqayyah 3C

Juara 4: Khadijah 3

Juara 5: Khadijah 2

 

Hadang:

Juara 1: Ruqayyah 3A

Juara 2: Khadijah 1

Juara 3: Ruqayyah 2C

Juara 4: Khadijah 3

Juara 5: Khadijah 3

 

Badminton Tunggal:

Juara 1: Ruqayyah 3C

Juara 2: Khadijah 2

Juara 3: Ruqayyah 2A

Juara 4: Ruqayyah 3A

Juara 5: Khadijah 3

 

Badminton Ganda:

Juara 1: Ruqayyah 1B

Juara 2: Khadijah 3

Juara 3: Khadijah 1

Juara 4: Khadijah 2

Juara 5: Ruqayyah 3B

 

Senam

Juara 1: Ruqayyah 3C

Juara 2: Ruqayyah 2A

Juara 3: Ruqayyah 3B

Juara 4: Ruqayyah 3A

Juara 5: Ruqayyah 2C

 

Voli:

Juara 1: Khadijah 1

Juara 2: Ruqayyah 3A

Juara 3: Ruqayyah 2C

Juara 4: Khadijah 3

Juara 5: Ruqayyah 3C

 

Pertandingan juga melibatkan para ustadzah melalui cabang pecah piring dan badminton tunggal.

Pecah Piring Ustadzah

Juara 1: Tim Pengasuhan

Juara 2: Tim Najihah

Juara 3: Tim KMI

Juara 4: Tim STIT

 

Badminton Tunggal Ustadzah

Juara 1: Ush Dwi Ayu

Juara 2: Ush Nadya Rizky

Juara 3: Ush Elais Guineensis

Juara 4: Ush Dila Sari

Juara 5: Ush Cintia Dewi

Juara 6: Ush Fitri Randia

 

Pada cabang kesenian, kreativitas wati ditampilkan melalui nasyid, tari, kaligrafi kontemporer, menjahit, handycraft, memasak, dan karaoke.

Nasyid:

Juara 1: Ruqayyah C

Juara 2: Ruqayyah B

Juara 3: Ruqayyah A

Juara 4: Khadijah

 

Tari:

Juara 1: Ruqayyah B

Juara 2: Ruqayyah C

Juara 3: Ruqayyah A

Juara 4: Khadijah

 

Kaligrafi Kontemporer

Juara 1: Mesra Kezia

Juara 2: Cut Zahra

Juara 3: Naura Aizara

Juara 4: Romilja Zulfa

Juara 5: Diah Ayu

 

Menjahit

Juara 1: Aisyah

Juara 2: Khadijah

Juara 3: Ruqayyah B

Juara 4: Ruqayyah C

 

Handycraft:

Juara 1: Ruqayyah A

Juara 2: Ruqayyah B

Juara 3: Ruqayyah C

Juara 4: Khadijah

Juara 5: Aisyah

 

Memasak:

 

Juara 1: Aisyah

Juara 2: Ruqayyah C

Juara 3: Khadijah

Juara 4: Ruqayyah A

Juara 5: Ruqayyah C

 

Karaoke

Juara 1: Tiara Zahraini

Juara 2: Bunga Syakila

Juara 3: Adelia Maharani

Juara 4: Nurul Lathifa

 

 

Aneka Ria Nusantara, Pemersatu Ragam Budaya Santri

Aneka Ria Nusantara, Pemersatu Ragam Budaya Santri

RAUDHAH — Panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali sukses menggelar acara tahunan megah bertajuk Aneka Ria Nusantara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pagelaran seni ini menjadi panggung khusus bagi para santri dan santriwati untuk menampilkan kekayaan warisan budaya bangsa melalui ragam tarian daerah, lagu tradisional, serta unjuk kebolehan berbahasa daerah dari berbagai penjuru Nusantara.

Acara yang berlangsung semarak ini diselenggarakan secara terpisah di dua lokasi utama, yaitu Gedung Serbaguna untuk santri putra dan Gedung Fatimah lantai 3 untuk santriwati. Seluruh santri dan santriwati mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) antusias mengikuti dan menyaksikan jalannya acara. Kemeriahan pagelaran ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Pesantren, Wakil Direktur, para Kepala Bidang, serta seluruh ustadz dan ustadzah yang turut memberikan dukungan moral dan apresiasi penuh.

Mengusung tema besar Khutbatul ‘Arsy 2026, yaitu “Dari Raudhah, Membina Insan, Mencerahkan Peradaban”, Aneka Ria Nusantara tahun ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan sebuah kegiatan edukatif yang kaya akan makna penanaman karakter.

Para hadirin yang memadati ruangan dibuat terpukau oleh penampilan para peserta yang anggun dan gagah dalam balutan pakaian adat khas daerah masing-masing. Setiap gerak tari, alunan musik, hingga artikulasi pidato berbahasa daerah dibawakan dengan penuh kesungguhan dan kebanggaan.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara khusus berfokus pada tiga tujuan utama. Pertama, mengenal budaya, yakni memperkenalkan secara mendalam seni, tarian, dan lagu-lagu tradisional kepada generasi muda santri.

Kedua, demonstrasi bahasa, di mana para santri tidak hanya memamerkan estetika pakaian adat, tetapi juga aktif berkomunikasi menggunakan bahasa daerah masing-masing sebagai bentuk pelestarian kebahasaan.

Ketiga, sebagai ajang persatuan, acara ini menjadi sarana nyata dalam mengajarkan nilai-nilai ukhuwah, saling menghargai keberagaman, serta menanamkan semangat Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan pesantren.

Melalui pagelaran Aneka Ria Nusantara, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berhasil membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada keilmuan agama dan akademis, tetapi juga aktif memelihara keindahan seni, memperkuat rasa cinta tanah air, dan menumbuhkan kebanggaan mendalam terhadap warisan budaya bangsa.

Raudhah Gelar Pelatihan Tajwid dan Tahsin Tilawah Al-Qur’an Bagi Tenaga Pendidik

Raudhah Gelar Pelatihan Tajwid dan Tahsin Tilawah Al-Qur’an Bagi Tenaga Pendidik

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sukses menyelenggarakan Pelatihan Tajwid dan Tahsin Tilawah Al-Qur’an yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 10–11 Agustus 2026. Kegiatan yang bertempat di Gedung Hafsah Lantai 3 ini dilaksanakan setiap pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.

Pelatihan ini ditujukan secara khusus bagi seluruh Ustaz dan Ustazah pengampu mata pelajaran Tajwid dan Tahsin Tilawah Al-Qur’an, serta para wali kelas 1 dan 2 (putra dan putri). Langkah ini diambil sebagai komitmen pesantren dalam menjaga dan meningkatkan mutu pengajaran Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadirkan dua pakar di bidangnya sebagai narasumber, yaitu Ush. Ovi Ramadhani, S.Q., S.Pd.I. dan Ush. Rika Agustina, Lc. Fokus utama pembahasan mencakup penguatan pemahaman makharijul huruf (tempat keluar huruf), sifatul huruf (sifat-sifat huruf), serta pendalaman kaidah ilmu tajwid.

Pada akhir sesi pelatihan, seluruh peserta mengikuti evaluasi komprehensif yang meliputi ujian qira’ah* secara langsung (praktik membaca) dan ujian tulis. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman teori sekaligus ketepatan penerapan bacaan Al-Qur’an para pengajar.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap para tenaga pendidik memiliki standar bacaan yang seragam dan akurat, sehingga mampu membimbing dan mencetak generasi santri/wati yang mahir serta tepat dalam bertilawah.

 

Kepala BPOM RI Periode 2001-2006 Silaturahmi dan Sampaikan Pembekalan Integrasi Sains dan Spiritual di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kepala BPOM RI Periode 2001-2006 Silaturahmi dan Sampaikan Pembekalan Integrasi Sains dan Spiritual di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan menerima kunjungan silaturahmi dari mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Dr. Drs. Apt. H. Sampurno, MBA, pada Ahad, 2 Juli 2026 bertepatan dengan 17 Muharram 1448 Hijriyah. Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Wakil Direktur Pesantren, serta diikuti oleh seluruh Ustaz dan Ustazah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Selain mempererat tali silaturahmi, Dr. Sampurno juga memberikan kuliah umum bertajuk “Misteri Al-Qur’an Dalam Penciptaan dan Kisah Sunyi Pejalan Ruhani: Integrasi Iman dan Sains” yang menyajikan pencerahan ilmiah berbasis nilai-nilai spiritual.

Dalam pemaparannya, Dr. Sampurno menguraikan harmoni mendalam antara temuan sains modern dengan petunjuk suci Al-Qur’an terkait penciptaan alam semesta. Beliau menjelaskan bagaimana Teori Big Bang dan fenomena meluasnya kosmos selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 30 dan Surah Adz-Dzariyat ayat 47. Lebih lanjut, beliau menekankan adanya keteraturan presisi tinggi (fine-tuning) di alam semesta—seperti jarak Bumi ke Matahari, komposisi atmosfer, hingga rotasi dan pencahayaan Bulan—yang membuktikan keberadaan Sang Maha Pencipta, sebagaimana diisyaratkan dalam Surah Al-Qamar ayat 49, Surah Ar-Rahman ayat 7, dan Surah Yunus ayat 5.

Tak hanya membahas alam raya, Dr. Sampurno juga membedah keajaiban biologi tubuh manusia mengenai rahasia jantung sebagai pusat kesadaran spiritual. Sains menemukan keberadaan ribuan serabut saraf pada jantung (Intrinsic Cardiac Nervous System) yang membuktikan bahwa jantung bukan sekadar pemompa darah, melainkan tempat bersemayamnya qalbu.

Beliau menegaskan bahwa jika qalbu disucikan melalui tazkiyatun nafs, ia akan menjadi cermin jernih yang memantulkan kebenaran Ilahi. Keharmonisan antara ritme jantung dan otak inilah yang menuntun intuisi serta batin manusia.

Sesi pembekalan ditutup dengan penjelasan mengenai hakikat tasawuf sebagai laku spiritual para pejalan sunyi. Dr. Sampurno meluruskan pandangan bahwa tasawuf bukanlah bentuk pelarian dari kehidupan nyata, melainkan metode penataan batin agar Allah SWT tetap menjadi pusat dari seluruh aktivitas duniawi. Laku sufi ini berakar dari keteladanan Rasulullah SAW serta para Sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, Umar bin Khattab r.a, Utsman bin Affan r.a, dan Ali bin Abi Thalib r.a.

Kunjungan dan pemaparan materi bernas dari Dr. Sampurno ini disambut hangat oleh seluruh civitas akademika Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai momentum berharga dalam memperluas wawasan keilmuan dan mengokohkan keimanan.

Pembukaan Muhadharah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Pembukaan Muhadharah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Setelah sempat diberhentikan sementara waktu, kegiatan latihan berpidato atau yang dikenal dengan muhadharah kembali dibuka pada Kamis, 30 Juli 2026/16 Safar 1448. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1 hingga kelas 6 KMI, dan dilaksanakan secara terpisah antara putra dan putri.

Acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan penampilan orator-orator pilihan dari santri/wati yang menyampaikan pidato dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Penampilan ini bertujuan untuk memotivasi peserta sekaligus memberi gambaran nyata mengenai teknik berpidato yang baik dan benar.

Muhadharah merupakan salah satu program unggulan pesantren yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yaitu:

• Kamis siang untuk pidato bahasa Arab,

• Kamis malam untuk pidato bahasa Indonesia,

• Ahad malam untuk pidato bahasa Inggris.

Dilaksanakan di kelas-kelas yang telah ditentukan, kegiatan ini bukan hanya melatih keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga membina kemampuan santri/wati menjadi pembawa acara yang andal dan siap tampil dalam berbagai agenda resmi pesantren.

Dengan kembalinya muhadharah, diharapkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta penguasaan bahasa para santri/wati semakin terasah dan siap digunakan dalam berbagai kesempatan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.

Chat Via WhatsApp