by Ar-Raudlatul Hasanah | May 8, 2026 | Berita
RAUDHAH — Menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2025/2026, seluruh santri dan santriwati kelas 1 hingga kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan melaksanakan kegiatan perfotoan kelas bersama wali kelas masing-masing. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan, sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan kebersamaan selama satu tahun ajaran.
Kegiatan perfotoan dibagi menjadi dua hari, yakni untuk santriwati pada Jumat, 1 Mei 2026 / 14 Dzulqa’dah 1447 dan untuk santriwan pada Jumat, 8 Mei 2025 / 21 Dzulqa’dah 1447. Agenda dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi foto bersama Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ustaz H. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ar-Raudlatul Hasanah – Ustaz Assoc. Prof. KH. Rasyidin, MA., dan diikuti oleh para kepala bidang serta beberapa asatidzah. Setelah itu, para santri melanjutkan sesi foto bersama wali kelas dan rekan-rekan sekelas mereka.
Untuk memperindah hasil dokumentasi, setiap kelas mempersiapkan latar belakang (background) sebaik mungkin. Beberapa lokasi strategis di lingkungan pesantren dimanfaatkan sebagai titik pengambilan gambar. Pada bagian putri, lokasi yang digunakan diantaranya depan Gedung Fatimah, Gedung Rabiah Adawiyah, Gedung Ruqayyah, Gedung Hafsah. Sementara itu, santri putra melakukan pengambilan foto di sisi barat dan timur Masjid Pesantren, depan Gedung Al-Azhar, Gedung Serba Guna dan Lapangan Sepak Bola.
Momen perfotoan ini bukan hanya sebagai bentuk dokumentasi, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali kebersamaan di antara santri dan wali kelas. Seperti sebuah ungkapan bijak mengatakan, “Foto adalah cara di mana kita merasa, menyentuh, dan mencintai. Apa yang telah ditangkap oleh kamera akan mengingatkan kita tentang hal-hal kecil setelah kita lupa segalanya.”
by Ar-Raudlatul Hasanah | May 8, 2026 | Berita
RAUDHAH – Mulai Senin hingga Sabtu, 4–9 Mei 2026 M bertepatan dengan 17–22 Dzulqa’dah 1447 H, seluruh santri kelas 3 KMI yang setara dengan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) tengah menjalani Ujian Asesmen Madrasah Berbasis Komputer (UAMBK) secara nasional.
Sebanyak 11 mata pelajaran diujikan dalam asesmen ini, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Aqidah Akhlak, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Al-Qur’an Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqih, dan Matematika. Ujian ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi akademik, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan santri dalam menghadapi sistem pendidikan berbasis digital.
Pelaksanaan ujian berlangsung di dua ruang laboratorium komputer yang berada di samping Gedung Cordoba, yaitu Lab I Putra dan Lab II Putri. Lab I diikuti oleh 30 santri, sedangkan Lab II diikuti oleh 20 santri. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan pengawasan langsung dari para Ustaz dan Ustazah guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Ujian dilaksanakan dalam lima sesi setiap harinya. Sesi I berlangsung pukul 07.30–08.45 WIB, Sesi II pukul 09.00–10.15 WIB, Sesi III pukul 10.30–11.45 WIB, Sesi IV pukul 12.00–13.15 WIB, dan Sesi V pukul 13.45–15.00 WIB. Para santri dan santriwati mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi sebagai karakter khas pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | May 7, 2026 | Berita
RAUDHAH – Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu agenda ekstrakurikuler rutin yang dilaksanakan setiap pekan di Pesantren Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Melalui kegiatan ini, para santri dan santriwati dibina dalam nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, keterampilan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan.
Setelah rangkaian kegiatan kepramukaan berjalan selama semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026, serta dalam rangka mempersiapkan para santri menghadapi ujian semester, maka kegiatan kepramukaan dinonaktifkan sementara melalui upacara penutupan yang dilaksanakan pada Kamis siang, 7 Mei 2026 M bertepatan dengan 20 Dzulqa’dah 1447 H.
Upacara penutupan dilaksanakan secara terpisah antara santri dan santriwati. Upacara santri berlangsung di lapangan sepak bola sedangkan upacara santriwati dilaksanakan di Lapangan Khadijah.
Adapun yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menutup secara resmi kegiatan kepramukaan ialah Wakil Kepala Bidang Pengasuhan Putra, Ustaz Amman Lingga untuk santri, dan Kepala Bidang Pengasuhan Putri, Ustadz H. Fathurrahman untuk santriwati.
Dalam amanat keduanya disampaikan bahwa berakhirnya kegiatan kepramukaan bukan berarti berhenti menjadi pribadi pramuka yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan. Penonaktifan kegiatan ini bertujuan agar para santri dan santriwati dapat lebih fokus dan meningkatkan konsentrasi dalam menghadapi ujian semester genap yang akan datang.
by Ar-Raudlatul Hasanah | May 6, 2026 | Berita
RAUDHAH – Dalam upaya menjaga kualitas pendidikan dan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Bidang Pendidikan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk menyelenggarakan Ujian Kompetensi Guru di kajian ilmu Matematika dan Bahasa Arab pada Senin – Selasa, 4 – 5 Mei 2026 M bertepatan dengan 16 – 17 Dzulqa’dah 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh para guru bidang studi terkait dengan penuh antusias.
Adapun materi yang diujikan meliputi beberapa komponen utama dalam disiplin ilmu Matematika, seperti konsep dasar matematika, aljabar, geometri, serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving). Aspek-aspek tersebut dipilih sebagai indikator penting dalam mengukur pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif guru dalam proses pembelajaran di kelas.
Sedangkan materi yang diujikan meliputi empat komponen utama dalam disiplin ilmu bahasa Arab, yaitu Bahasa Arab dasar, Nahwu (tata bahasa), Sorof (ilmu bentuk kata), dan Insya’ (kemampuan menyusun tulisan dalam bahasa Arab). Keempat aspek ini dipilih karena merupakan fondasi penting dalam pengajaran bahasa Arab di tingkat pesantren.
Pelaksanaan ujian ini merupakan program yang digagas oleh Bidang Pendidikan sebagai wujud nyata komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para guru yang memegang peran sentral dalam keberlangsungan pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Selama ujian berlangsung, suasana tampak kondusif, di mana para peserta mengerjakan soal dengan serius, teliti, dan penuh konsentrasi.
Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan, Ust. H. Dermawan, SE., MM., dan Wakil Kepala Bidang Pendidikan Ust. Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, baik Ust. H. Dermawan ataupun Ust. Muhammad Ilyas menyampaikan bahwa ujian kompetensi ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur capaian akademik semata, tetapi juga sebagai sarana evaluasi diri dan refleksi bagi para guru. Mereka menegaskan pentingnya sikap terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan terselenggaranya program ujian kompetensi ini, diharapkan akan tumbuh budaya akademik yang kuat, sehat, dan berkelanjutan di kalangan tenaga pendidik. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus mendorong peningkatan mutu dan profesionalisme guru di berbagai bidang keilmuan.

by Ar-Raudlatul Hasanah | May 4, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Pesantren Modern Al-Zahrah, Bireuen, Aceh, pada Ahad, 3 Mei 2026. Rombongan yang dipimpin oleh Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., hadir bersama 6 guru dan 65 santri dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. KH. Miftakhuddin, M.M., menyampaikan secara langsung profil, arah perjuangan, serta sistem pendidikan pesantren. Beliau menegaskan bahwa Ar-Raudlatul Hasanah merupakan lembaga wakaf umat yang “berdiri di atas dan untuk semua golongan”, serta berfungsi sebagai lapangan perjuangan, bukan sekadar tempat mencari penghidupan.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter secara menyeluruh. “Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan,” menjadi salah satu prinsip utama dalam pembinaan santri.
Dalam penjelasannya, Beliau juga menekankan pentingnya sistem Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) yang mengintegrasikan 100% pelajaran agama dan 100% pelajaran umum. Sistem ini telah terbukti mampu melahirkan alumni yang unggul, berakhlak, serta siap berkhidmat di tengah masyarakat.
Pihak rombongan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sambutan hangat dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, serta berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan di lembaga mereka. Kemudian, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol ukhuwah dan kebersamaan.
by Ar-Raudlatul Hasanah | May 2, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat kunjungan K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs, pada Selasa, 28 April 2026. Kehadiran beliau dalam rangka menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Tata Kelola Pesantren Berbasis Nilai dan Profesionalisme.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut diikuti oleh Direktur, para Kepala Bidang, dan Ustadz/ah lainnya. Dalam pemaparannya, K.H. Hadiyanto Arief yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, menekankan pentingnya tata kelola pesantren yang kokoh, adaptif, dan berorientasi pada nilai.
Beliau menjelaskan bahwa kestabilan pesantren bertumpu pada tiga inti utama, yaitu tujuan yang harus tetap sama dan tidak berubah, keterbukaan dalam pengelolaan, serta kepemimpinan yang konsisten. Ketiga aspek ini menjadi fondasi dalam menjaga arah dan keberlangsungan lembaga pendidikan pesantren
Lebih lanjut, beliau menyoroti bahwa Kurikulum KMI Pesantren Modern merupakan kurikulum yang sangat bernilai karena mampu membentuk karakter sekaligus kapasitas intelektual santri secara seimbang.
Dalam perspektif keilmuan, beliau menguraikan tiga pilar penting dalam membangun intelektual santri, yaitu:
Nahwu Shorof sebagai dasar memahami makna (grammar), Mantiq sebagai sarana berpikir lurus (logic), dan Balaghah sebagai kemampuan berkomunikasi secara elegan (rhetoric).
Selain konsep inti, beliau juga menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan melalui konsep “tepi”, yaitu faktor-faktor pendukung yang dinamis. Di antaranya adalah sumber daya manusia yang terus berganti dan membawa semangat baru, pertumbuhan organik yang terkontrol bukan ekspansi tanpa kendali, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan perubahan atau disruptive accident.
Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting dalam memperkuat wawasan dan komitmen pengelola pesantren terhadap tata kelola yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat menjadi pijakan dalam pengembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.