Kepala BPOM RI Periode 2001-2006 Silaturahmi dan Sampaikan Pembekalan Integrasi Sains dan Spiritual di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kepala BPOM RI Periode 2001-2006 Silaturahmi dan Sampaikan Pembekalan Integrasi Sains dan Spiritual di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan menerima kunjungan silaturahmi dari mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Dr. Drs. Apt. H. Sampurno, MBA, pada Ahad, 2 Juli 2026 bertepatan dengan 17 Muharram 1448 Hijriyah. Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Wakil Direktur Pesantren, serta diikuti oleh seluruh Ustaz dan Ustazah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Selain mempererat tali silaturahmi, Dr. Sampurno juga memberikan kuliah umum bertajuk “Misteri Al-Qur’an Dalam Penciptaan dan Kisah Sunyi Pejalan Ruhani: Integrasi Iman dan Sains” yang menyajikan pencerahan ilmiah berbasis nilai-nilai spiritual.

Dalam pemaparannya, Dr. Sampurno menguraikan harmoni mendalam antara temuan sains modern dengan petunjuk suci Al-Qur’an terkait penciptaan alam semesta. Beliau menjelaskan bagaimana Teori Big Bang dan fenomena meluasnya kosmos selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 30 dan Surah Adz-Dzariyat ayat 47. Lebih lanjut, beliau menekankan adanya keteraturan presisi tinggi (fine-tuning) di alam semesta—seperti jarak Bumi ke Matahari, komposisi atmosfer, hingga rotasi dan pencahayaan Bulan—yang membuktikan keberadaan Sang Maha Pencipta, sebagaimana diisyaratkan dalam Surah Al-Qamar ayat 49, Surah Ar-Rahman ayat 7, dan Surah Yunus ayat 5.

Tak hanya membahas alam raya, Dr. Sampurno juga membedah keajaiban biologi tubuh manusia mengenai rahasia jantung sebagai pusat kesadaran spiritual. Sains menemukan keberadaan ribuan serabut saraf pada jantung (Intrinsic Cardiac Nervous System) yang membuktikan bahwa jantung bukan sekadar pemompa darah, melainkan tempat bersemayamnya qalbu.

Beliau menegaskan bahwa jika qalbu disucikan melalui tazkiyatun nafs, ia akan menjadi cermin jernih yang memantulkan kebenaran Ilahi. Keharmonisan antara ritme jantung dan otak inilah yang menuntun intuisi serta batin manusia.

Sesi pembekalan ditutup dengan penjelasan mengenai hakikat tasawuf sebagai laku spiritual para pejalan sunyi. Dr. Sampurno meluruskan pandangan bahwa tasawuf bukanlah bentuk pelarian dari kehidupan nyata, melainkan metode penataan batin agar Allah SWT tetap menjadi pusat dari seluruh aktivitas duniawi. Laku sufi ini berakar dari keteladanan Rasulullah SAW serta para Sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, Umar bin Khattab r.a, Utsman bin Affan r.a, dan Ali bin Abi Thalib r.a.

Kunjungan dan pemaparan materi bernas dari Dr. Sampurno ini disambut hangat oleh seluruh civitas akademika Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai momentum berharga dalam memperluas wawasan keilmuan dan mengokohkan keimanan.

Pembukaan Muhadharah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Pembukaan Muhadharah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Setelah sempat diberhentikan sementara waktu, kegiatan latihan berpidato atau yang dikenal dengan muhadharah kembali dibuka pada Kamis, 30 Juli 2026/16 Safar 1448. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1 hingga kelas 6 KMI, dan dilaksanakan secara terpisah antara putra dan putri.

Acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan penampilan orator-orator pilihan dari santri/wati yang menyampaikan pidato dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Penampilan ini bertujuan untuk memotivasi peserta sekaligus memberi gambaran nyata mengenai teknik berpidato yang baik dan benar.

Muhadharah merupakan salah satu program unggulan pesantren yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yaitu:

• Kamis siang untuk pidato bahasa Arab,

• Kamis malam untuk pidato bahasa Indonesia,

• Ahad malam untuk pidato bahasa Inggris.

Dilaksanakan di kelas-kelas yang telah ditentukan, kegiatan ini bukan hanya melatih keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga membina kemampuan santri/wati menjadi pembawa acara yang andal dan siap tampil dalam berbagai agenda resmi pesantren.

Dengan kembalinya muhadharah, diharapkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta penguasaan bahasa para santri/wati semakin terasah dan siap digunakan dalam berbagai kesempatan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.

Pembukaan Kegiatan Pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Pembukaan Kegiatan Pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Memasuki tahun pelajaran baru 2026–2027, Koordinator Gugus Depan 06-195/06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali membuka kegiatan Pramuka sebagai salah satu program unggulan pengembangan karakter santri/wati.

Upacara pembukaan kegiatan Pramuka dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026/16 Safar 1448 H, dan digelar secara terpisah di dua lokasi. Para santri melaksanakan upacara di Lapangan Sepak Bola Pesantren, sementara santriwati menggelarnya di Lapangan Hijau Khadijah.

Bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan kepramukaan, di lokasi santri adalah al-Ustadz Dr. H. Andi Wahyudi, MA sedangkan di lokasi santriwati adalah al-Ustadz H. Fathurrahman, S.Ag., MM.

Kegiatan pembukaan ini menjadi momentum awal yang baik bagi para adika untuk mengasah kembali keterampilan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan dalam kepramukaan. Selain itu, kepramukaan juga menjadi wadah untuk membentuk pribadi yang lebih tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.

Pembacaan Buku Diktat Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy

Pembacaan Buku Diktat Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy

RAUDHAH – Setelah kuliah umum berlangsung, agenda berikutnyanya adalah pembacaan buku diktat pekan perkenalan khutbatul ‘arsy bagi seluruh santri/wati yang dibimbing oleh para wali kelas dan Ustaz/ah lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026/ 16 Safar 1448.

Bagi kelas 1-4 KMI, pembacaan buku diktat pekan perkenalan khutbatul ‘arsy dilaksanakan di ruangan kelas. Sedangkan kelas 5 dan 6 KMI diadakan di Gedung Serbaguna (putra) dan Gedung Fatimah lantai 3 (putri).

Tujuan diadakan pembacaan diktat pekan perkenalan khutbatul ‘arsy adalah untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan mengenai kepesantrenan terkhusus Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Seluruh judul yang termaktub dalam buku tersebut dibacakan dalam 5 sesi. Di antaranya yaitu hakikat Pesantren; mengapa disebut Pesantren, panca jiwa dan moto Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, ke Raudhah apa yang engkau cari, disiplin dan bahasa, cara hidup di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, dan lainnya.

Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy 2026

Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy 2026

RAUDHAH – Selepas pelaksanaan Apel Tahunan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melanjutkan rangkaian kegiatan awal tahun dengan mengadakan Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27–29 Juli 2026 atau bertepatan dengan 13–15 Safar 1447 H.

Kuliah umum ini merupakan agenda wajib yang diikuti oleh seluruh ustadz/ustadzah serta santri/wati kelas 1 hingga 6 KMI, dan dilaksanakan terpisah antara putra dan putri. Untuk santri putra, kegiatan dipusatkan di Gedung Serbaguna, sedangkan santri putri bertempat di Gedung Fatimah Lantai 3.

Mengangkat berbagai tema penting seputar kehidupan dan visi pesantren, kuliah umum ini bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sejak awal tahun pelajaran. Beberapa materi yang disampaikan antara lain: Mukaddimah Khutbatul ‘Arsy, Pesantren dan Sejarah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Panca Jiwa dan Panca Jangka Pesantren, Pendidikan dan Pengajaran, Ke Raudhah, Apa yang Kau Cari?, Disiplin dan Bahasa, Cara Hidup di Pesantren (Pergaulan dan Berpakaian), Kesadaran Berorganisasi, Administrasi, dan Keuangan Pesantren.

Salah satu istilah sentral yang digaungkan dalam kegiatan ini adalah “Khutbatul ‘Arsy”, yang secara harfiah berarti khutbah yang agung dan bernilai tinggi. Istilah ini mengandung makna bahwa penyampaian visi, misi, dan aturan hidup di pesantren adalah sesuatu yang sangat penting dan fundamental, agar seluruh warga pesantren memiliki arah yang sama dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian Khutbatul ‘Arsy ini tidak berhenti pada kuliah umum semata, tetapi akan terus berlanjut hingga akhir Agustus 2026 mendatang.

Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah: Dari Raudhah, Membina Insan, Mencerahkan Peradaban

Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah: Dari Raudhah, Membina Insan, Mencerahkan Peradaban

RAUDHAH — Mengusung tema “Dari Raudhah, Membina Insan, Mencerahkan Peradaban”, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sukses menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy pada Ahad (26/7/2026), yang bertepatan dengan 12 Safar 1448 H.

Perhelatan akbar ini dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf Bapak Drs. H. Muhammad Ilyas Tarigan beserta pengurus, Pimpinan Pesantren Bapak Ir. H. Ahmad Prana Rulianto Tarigan, Direktur Pesantren Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur Ust. Carles Ginting, M.I.Kom., Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Ust. Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin Bina, M.A., hingga para Kepala Bidang, ustaz, dan ustazah. Tak ketinggalan, seluruh mahasantri STIT, santri dan santriwati, murid PAUD serta MIS Tiga Binanga, hingga tamu undangan turut memadati lapangan, mempertegas kokohnya ukhuwah dan semangat kolektif di bumi wakaf tersebut.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., menyampaikan amanat mendalam mengenai pentingnya menjaga nilai, membangun budaya, dan mewariskan perjuangan. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy bukan sekadar seremoni pembukaan tahun ajaran baru, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan kembali jati diri serta cita-cita besar pesantren.

“Ar-Raudlatul Hasanah meyakini bahwa kekuatan sebuah pesantren tidak terletak pada megahnya bangunan, banyaknya santri, ataupun besarnya kekayaan, melainkan pada tegaknya nilai-nilai yang menjadi ruh perjuangan. Selama nilai-nilai tetap hidup, pesantren akan tetap hidup,” tegas Ustadz KH. Miftakhuddin di hadapan ribuan peserta apel.

Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi tiga prinsip fundamental yang menjadi pilar Ar-Raudlatul Hasanah: berdiri di atas dan untuk semua golongan (bebas dari afiliasi politik/ormas), murni diwakafkan kepada umat Islam tanpa ada kepentingan pribadi atau keluarga, serta menjadikan seluruh aktivitas santri selama 24 jam sebagai media pendidikan dan kaderisasi berbasis kurikulum KMI yang holistik. Untuk mewujudkan cita-cita mencerahkan peradaban, beliau memaparkan rumus formulasi 5K + 1P, yaitu Keteladanan, Kekuatan, Komunikasi, Konsisten, Keikhlasan, serta Panduan yang terwujud dalam tata tertib dan sistem yang baku.

Sebagai bentuk komitmen dalam memacu mutu pendidikan dan iklim kompetisi yang sehat, pihak pesantren memberikan penghargaan berupa beasiswa kepada santri dan santriwati berprestasi di setiap tingkatan kelas. Peraih peringkat pertama berhak atas pembebasan SPP selama 6 bulan, sedangkan peraih peringkat kedua mendapatkan pembebasan SPP selama 3 bulan. Apresiasi serupa juga dianugerahkan oleh STIT Ar-Raudlatul Hasanah kepada para mahasantri dengan capaian akademik terbaik.

Kemeriahan acara kian memuncak saat para santri dan peserta didik MIS Tiga Binanga menampilkan beragam atraksi spektakuler. Decak kagum penonton pecah menyaksikan kebolehan grup marching band, kolaborasi jurus seni bela diri pencak silat dan karate, hingga demonstrasi keterampilan dari berbagai cabang olahraga. Penampilan ini menjadi bukti nyata dari kedisiplinan, bakat, serta kebersamaan yang terpatri dalam diri para santri.

Sebagai penutup, perhelatan diakhiri dengan pawai barisan santri dan santriwati yang melangkah rapi dan penuh percaya diri. Pawai dikelompokkan berdasarkan daerah asal—mulai dari Belawan, Medan Kota, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Riau, Jambi, Jabodetabek, hingga Aceh — menegaskan kebhinekaan yang menyatu hangat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Chat Via WhatsApp