Peringatan 100 Tahun Gontor; Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Ikuti Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah

Peringatan 100 Tahun Gontor; Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Ikuti Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah

RAUDHAH – Ketua Umum Badan Wakaf dan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan Muballigh Alumni Gontor yang digelar dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada 19–21 Juni 2026.

Kegiatan yang mempertemukan para kiai, pimpinan pesantren, akademisi, dan tokoh pendidikan Islam dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, mempererat jejaring antarpesantren, serta merumuskan arah pengembangan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.

Sarasehan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., bersama Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. Dalam sambutannya, Wamenag menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Gontor yang mampu bertahan dan berkembang selama satu abad.

Wamenag menambahkan, bahwa Gontor telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang melahirkan kader-kader umat di berbagai bidang pengabdian. Ia berharap Gontor terus berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Memasuki sesi utama yang mengangkat tema Membedah Peta Jalan Pesantren untuk Masa Depan Bangsa, para peserta mendapatkan berbagai gagasan strategis mengenai pengembangan pesantren di abad kedua. Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Dr. K.H. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pesantren modern memiliki tiga kekuatan besar, yaitu pendidikan yang holistik dan berimbang, kemampuan membangun perguruan tinggi berbasis pesantren, serta keberhasilan melahirkan tiga pilar peradaban: pemimpin (ulul amri), cendekiawan (ulul albab), dan wirausahawan (ulul amwal).

Pada hari berikutnya, peserta juga mengikuti sosialisasi dan deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Pesantren yang membahas pengembangan universitas berbasis wakaf sebagai model pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.

Salah satu pesan yang paling menginspirasi dalam sarasehan ini disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Beliau menegaskan bahwa perjalanan satu abad Gontor bukanlah momentum untuk berbangga diri, melainkan sarana untuk mensyukuri nikmat Allah sekaligus memperkuat komitmen dalam melayani umat melalui pendidikan.

“Gontor bukan melayani konsumen, tetapi membangun dan menawarkan sistem pendidikan yang dirintis hingga bertahan selama 100 tahun,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan agar para kiai dan pengelola pesantren agar senantiasa menjaga nilai keikhlasan dalam setiap perjuangan.

“Kiai harus ikhlas apa adanya. Jangan terlalu takalluf. Takalluf adalah memaksakan yang tidak penting. Kiai harus lillah, karena lillah itu tinggi,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, K.H. Hasan Abdullah Sahal turut mengisahkan perjalanan panjang Gontor yang bertransformasi dari sebuah kawasan yang dahulu dipandang sebelah mata menjadi salah satu pusat pendidikan Islam modern yang berpengaruh di Indonesia. Menurutnya, peringatan 100 tahun Gontor bukanlah perayaan semata, melainkan pengingat agar seluruh keluarga besar pesantren tidak melupakan nikmat Allah dan tetap menjaga amanah perjuangan para pendiri.

Keikutsertaan delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam forum bersejarah ini menjadi kesempatan berharga untuk menyerap berbagai pemikiran strategis, memperluas jejaring kerja sama antarpesantren, serta memperkuat komitmen dalam mengembangkan pendidikan pesantren yang unggul dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian.

Di sela-sela rangkaian kegiatan, Ketua Umum Badan Wakaf dan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga bersilaturahmi dengan salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan di kantor Pimpinan PMDG, sekaligus menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan kelembagaan, mengambil nasihat, serta memperkuat sanad perjuangan pendidikan pesantren yang telah diwariskan para pendiri Gontor.

“Do the best → Kerjakan setiap amanah dengan sungguh-sungguh dan profesional. Be the best → Terus memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang unggul dalam akhlak, ilmu, dan amal. You have the best → Sadari bahwa Allah telah memberikan banyak nikmat, potensi, dan kesempatan yang berharga; jangan merasa rendah diri atau putus asa.​” Nasihat K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Melalui keikutsertaan dalam Sarasehan Nasional 100 Tahun Gontor ini, diharapkan semangat perjuangan, keikhlasan, dan visi besar para pendiri Gontor dapat terus menginspirasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat untuk umat, bangsa, dan agama.

Kunjungan Pesantren Darunnajah, Panipahan, Riau

Kunjungan Pesantren Darunnajah, Panipahan, Riau

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Pesantren Darunnajah Panipahan, Riau, pada Senin, 22 Juni 2026 bertepatan dengan 7 Muharram 1448 H.

Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut terdiri dari 7 santri dan 4 ustaz, dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Haris Yusuf selaku pimpinan pesantren yang juga merupakan alumni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tahun 2013.

Kehadiran rombongan disambut dengan hangat oleh keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Kunjungan tersebut juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman serta memperkuat jalinan komunikasi antarlembaga pendidikan Islam.

Bagi Ustadz Muhammad Harus Yusuf, kunjungan ini memiliki makna tersendiri. Sebagai alumni tahun 2013, beliau berkesempatan kembali mengunjungi almamater yang telah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter dirinya.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara serta memberikan manfaat dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarlembaga pendidikan pesantren.

 

 

Yudisium Kelas 5 KMI, Melangkah Menuju Kelas Akhir

Yudisium Kelas 5 KMI, Melangkah Menuju Kelas Akhir

RAUDHAH – Sebanyak 479 santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengikuti yudisium dan pengumuman hasil evaluasi belajar Tahun Pelajaran 2025–2026. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 234 santri putra dan 245 santriwati.

Kegiatan yudisium dilaksanakan pada Kamis malam, 21 Juni 2026 bertepatan dengan 6 Muharram 1448. Untuk santri putra, kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Gedung Indonesia Lantai 3, sedangkan santriwati mengikuti yudisium di Aula Pertemuan Gedung Hafsah Lantai 3. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Pesantren, para Kepala Bidang, serta wali kelas 5 KMI.

Yudisium merupakan tahapan penting dalam proses evaluasi pendidikan yang menentukan kelayakan santri untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sebelum pelaksanaan yudisium, seluruh wali kelas telah melaksanakan sidang hasil evaluasi belajar semester genap selama tiga hari guna membahas capaian akademik, kedisiplinan, dan perkembangan masing-masing santri.

Dalam pelaksanaannya, santri dan santriwati dipanggil secara bergantian berdasarkan kelompok untuk menerima hasil evaluasi akhir. Suasana berlangsung tertib dan penuh perhatian, mengingat hasil yang diumumkan menjadi penentu langkah mereka menuju kelas akhir di jenjang Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pesantren menyampaikan arahan dan nasihat kepada seluruh peserta yudisium. Beliau menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan muhasabah dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek akademik, ibadah, maupun kedisiplinan. Selain itu, para santri juga diingatkan agar mempersiapkan diri dengan lebih sungguh-sungguh dalam menghadapi tantangan dan amanah yang lebih besar di tahun pelajaran mendatang.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh santri dan santriwati yang dinyatakan naik ke kelas 6 menandatangani surat permohonan untuk dapat duduk di kelas 6 serta surat pernyataan kesiapan menaati seluruh aturan dan disiplin pesantren. Melalui penandatanganan tersebut, mereka juga menyatakan komitmen untuk menjadi teladan yang baik bagi adik-adik kelas serta menjaga nama baik Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Rihlah Guru PLP: Keberkahan dalam Kebersamaan

Rihlah Guru PLP: Keberkahan dalam Kebersamaan

RAUDHAH – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antarpendidik, guru-guru Pendidikan Luar Pesantren (PLP) yang terdiri dari guru MIS Tiga Binanga, MDTA, dan PAUD Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kegiatan rihlah ke Parapat pada 19–20 Juni 2026/4-5 Muharram 1447.

Mengusung tema “Keberkahan dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para guru untuk memperkuat ukhuwah dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Rombongan berangkat pada Jumat pagi menuju Parapat. Setibanya di lokasi, para peserta menikmati berbagai kegiatan kebersamaan yang telah disiapkan panitia. Pada sore hari, suasana semakin meriah dengan pelaksanaan berbagai permainan dan perlombaan yang melibatkan seluruh peserta. Gelak tawa dan semangat kebersamaan tampak menghiasi setiap rangkaian acara.

Menjelang malam, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat berjamaah dan makan malam bersama. Momen yang paling berkesan adalah sesi silaturahmi bersama Wakil Direktur Pesantren yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Dalam kesempatan tersebut, para guru mendapatkan arahan, motivasi, serta penguatan tentang pentingnya menjaga semangat pengabdian dalam dunia pendidikan.

Keesokan harinya, Sabtu pagi, kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah dan sarapan bersama. Setelah itu, para peserta menikmati agenda family time yang memberikan kesempatan untuk mempererat hubungan antar guru dan keluarga besar Pendidikan Luar Pesantren melalui berbagai aktivitas santai dan penuh keakraban.

Menjelang siang, seluruh peserta melakukan proses check out sebelum kembali ke tempat masing-masing dengan membawa kesan dan pengalaman yang berharga. Rihlah ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga wahana untuk memperkuat sinergi, meningkatkan semangat kerja, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kebersamaan yang Allah SWT anugerahkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru Pendidikan Luar Pesantren semakin solid dalam menjalankan amanah pendidikan dan terus menghadirkan keberkahan melalui kebersamaan yang terjalin erat di lingkungan Ar-Raudlatul Hasanah.

 

UPZ Raudhah Lumut Resmi Dibentuk, Perkuat Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial

UPZ Raudhah Lumut Resmi Dibentuk, Perkuat Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah melalui kegiatan sosialisasi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para petugas yang telah ditetapkan pada Kamis, 11 Juni 2026. Pembentukan UPZ tersebut menjadi langkah strategis pesantren dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih terorganisir, transparan, dan amanah.

Kegiatan yang berlangsung tidak hanya menjadi momentum administratif, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para santri mengenai pentingnya peran UPZ Raudhah dalam kehidupan bermasyarakat. Para santri diajak memahami bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjadi salah satu solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi umat.

Lebih dari sekadar pengelolaan dana, UPZ Raudhah Lumut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada seluruh warga pesantren. Pendidikan karakter melalui praktik filantropi Islam ini menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi santri yang dermawan, empati terhadap sesama, dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan pentingnya membangun budaya berinfak secara rutin di kalangan guru dan santri. Kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak masa pendidikan di pesantren diharapkan dapat terus melekat dan menjadi bekal berharga ketika para santri terjun ke tengah masyarakat nantinya.

Sebagai bentuk legalitas dan penguatan kelembagaan, Surat Keputusan (SK) diserahkan kepada para petugas UPZ Raudhah Lumut yang akan mengemban amanah dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana umat. Dengan struktur kepengurusan yang jelas, pengelolaan dana ZIS diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, serta tepat sasaran sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dan tata kelola yang baik.

 

 

 

Santri KMI Ar-Raudlatul Hasanah Memasuki Liburan Semester, Saatnya Menebar Nilai-Nilai Pesantren di Tengah Masyarakat

Santri KMI Ar-Raudlatul Hasanah Memasuki Liburan Semester, Saatnya Menebar Nilai-Nilai Pesantren di Tengah Masyarakat

RAUDHAH — Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Ujian Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026, santri dan santriwati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memasuki masa liburan semester. Masa liburan tersebut dimulai pada Ahad, 14 Juni 2026/28 Dzulhijjah 1447.

Suasana kepulangan para santri sebenarnya telah terasa sejak Sabtu malam (13/6). Sebagian santri dan santriwati lebih dahulu kembali ke kampung halaman melalui rombongan konsulat daerah, sebagaimana sistem perpulangan yang telah diterapkan pada liburan Ramadhan sebelumnya. Gelombang pertama ini melibatkan beberapa konsulat, di antaranya Asahan, Labuhan Batu, Aceh Tenggara, Tapanuli Selatan, Aceh, Aceh Singkil, Dairi, dan Siantar.

Pada keesokan harinya, Ahad (14/6), halaman Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dipadati oleh kendaraan para wali santri yang datang untuk menjemput putra-putri mereka. Meskipun terjadi peningkatan arus kendaraan, proses perpulangan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, diiringi suasana penuh kebahagiaan dari para santri dan keluarga.

Pihak pesantren juga telah menetapkan jadwal kembalinya santri dan santriwati untuk memulai aktivitas pendidikan pada semester berikutnya. Santri kelas 5 KMI dijadwalkan kembali pada 20 Juni 2026. Sementara itu, santri yang akan naik ke kelas 5 akan kembali pada 1 Juli 2026. Adapun santri yang naik ke kelas 2, 3, 3 Intensif, dan 4 dijadwalkan masuk kembali ke pesantren pada 5 Juli 2026.

Lebih dari sekadar masa beristirahat, liburan semester merupakan bagian dari proses pendidikan di pesantren. Momentum ini diharapkan menjadi sarana bagi para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mempererat hubungan dengan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam etiket liburan yang telah disampaikan oleh pihak pesantren, seluruh santri dan santriwati diingatkan agar senantiasa menjaga ibadah, menghormati orang tua dan keluarga, berakhlak mulia, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang bernilai positif dan bermanfaat.

Sebagaimana pesan para asatidz, liburan bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan kesempatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepesantrenan, memperkuat karakter, dan menunjukkan jati diri sebagai santri Ar-Raudlatul Hasanah yang senantiasa menjadi teladan dan menebarkan kebaikan di mana pun berada.

Chat Via WhatsApp