RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut berpartisipasi dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) dengan tema “Optimalisasi Peran Nazhir Wakaf Sumut melalui Integrasi Sistem yang Transparan dan Profesional” yang diselenggarakan pada Senin, 24 Agustus 2026, di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.

Dalam kegiatan tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus Ustaz H. Joko Kuncoro, S.H., S.Pd.I., M.Kn., sebagai perwakilan pesantren. Kegiatan yang diikuti oleh 70 nazhir wakaf se-Sumatera Utara ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan wawasan dalam pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, serta berorientasi pada produktivitas dan kebermanfaatan.

Kegiatan TOT diawali dengan registrasi peserta, pembagian materi dan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, laporan ketua panitia, serta sambutan dan arahan dari penyelenggara. Agenda berikutnya diisi dengan keynote speech mengenai penguatan ekosistem perwakafan Sumatera Utara.

Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah kebijakan, regulasi, dan tata kelola wakaf yang transparan yang disampaikan oleh Ir. Arief Rohman Yulianto, M.M. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan aset wakaf secara produktif sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam materi disebutkan bahwa pengelolaan harta benda wakaf diarahkan untuk dilakukan secara produktif sebagaimana amanah regulasi perwakafan nasional.

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai profesionalisme nazhir dan optimalisasi pengelolaan wakaf yang disampaikan oleh Dr. Mayurida, M.Pd. Materi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memperdalam pemahaman terhadap pengelolaan wakaf.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi tentang integrasi sistem pengelolaan wakaf yang transparan dan profesional yang disampaikan oleh Ali Fahmi Perwira Negara. Materi kemudian diperdalam melalui praktik dan simulasi implementasi sistem nazhir serta pelaporan wakaf melalui aplikasi Wakaf Sumut Berkah.

Dalam pemaparan materi, peserta juga diperkenalkan dengan konsep wakaf produktif yang diarahkan untuk menghasilkan surplus secara berkelanjutan. Pengembangan wakaf produktif dapat dilakukan melalui berbagai sektor, di antaranya pendidikan, kesehatan, pertanian, ritel, serta sektor riil lainnya.

Kegiatan ini turut menekankan pentingnya transformasi kapasitas nazhir. Nazhir tidak hanya dituntut mampu menjaga dan mengelola aset wakaf, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kemampuan sebagai asset and investment manager sehingga aset wakaf dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Keikutsertaan Ustaz Joko Kuncoro sebagai utusan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah diharapkan dapat menambah wawasan dan kapasitas dalam bidang pengelolaan wakaf, khususnya terkait tata kelola yang transparan, profesional, dan terintegrasi. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pengelolaan aset wakaf di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Chat Via WhatsApp