Santri Kelas 5 KMI Laksanakan Kursus Mahir Dasar

Santri Kelas 5 KMI Laksanakan Kursus Mahir Dasar

Raudlah (10/9/19). Santri dan santriwati kelas 5 KMI mengikuti kegiatan KMD (Kursus Mahir Dasar). Acara yang dilangsungkan selama sepekan sejak tanggal 2 hingga 8 September 2019 ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan dan bumi perkemahan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Desa Sugau Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.

Secara terpisah dan bergantian, selama 3 hari, santriwati putri terlebih dahulu melakukan kegiatan KMD di bumi perkemahan Sugau, di waktu bersamaan, santri putra melaksanakan KMD di dalam kampus 1 Ar-Raudlatul Hasanah.
Jumlah peserta KMD pada tahun ini sebanyak 433 peserta, 179 putra dan 243 putri, dan 11 peserta dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kampus 2 Lumut.

Kursus Mahir Dasar merupakan kegiatan rutin tahunan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk membekali para calon pembina pramuka pengetahuan dasar pendidikan kepramukaan serta garis besar pembinaan dan pengelolaan satuan pramuka di gugus depan. Kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi santri kelas 5 yang telah mencapai pangkat bantara. Peserta yang telah menyelesaikan pendidikannya di KMD nantinya akan diamanahi menjadi pembina pramuka, menggantikan pembina sebelumnya dari kelas 6

1 Muharram 1441H Raudlah 2 Diperingati Dengan Khataman Al-Qur’an

1 Muharram 1441H Raudlah 2 Diperingati Dengan Khataman Al-Qur’an

Raudlah 2. Malam tahun baru 1 Hijriah 1441 yang bertepatan dengan malam Ahad, 31 Agustus 2019 diperingati dengan  khataman Al-Qur’an oleh seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 di masjid Jami’ Pesantren dibawah bimbingan Kepala Bidang Ibadah dan pengurus OPRH bidang Ta’lim. 

Keesokan paginya di adakan upacara Peringatan 1 Muharram, yang langsung di pimpin oleh bapak Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2, dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa: “Tahun baru hijriah ini merupakan tahun penuh arti bagi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2, selain hari ini adalah Hari lahirnya pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan juga sebagai Hari peringatan hijrahnya Rasulullah saw dari kepungan kafir Quraisy Makkah ke Yastrib (Madinah Munawwarah). Dalam upaya tersebut perlu di pahami bahwa hijrah ini tidak dinamakan lari akan tetapi semata-mata taat pada perintah Allah swt, sehingga menjadikan moment hijrah tersebut, sebagai hijrah terbanyak pertama ummat muslim ke Yastrib ketika itu, dan Disanalah Islam memberikan warna dan peradaban baru sehingga menjadikan penduduk Madinah menjadi masyarakat madani, berakhlak, beradab dan berbudi pekerti yang tinggi. Seperti itu jugalah yang selalu kami do’akan dan kami harapkan agar anak-anak kami dapat, berhijrah dari zaman jahiliyah menuju zaman terang benderang, dari zaman kebodohan menuju zaman kepintaran, dari kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik dan semoga anak-anak kami selalu di ridhoi Serta lindungan Allah dalam segala bentuk hiruk pikuk semangat perjuanganmu belajar di Pesantren ini, Aamiin.”

Usai upacara, santri menyantap makanan menu khusus Bersama wali kelasnya di dapur umum pesantren. Merupakan wujud kesyukuran berakhirnya rangkaian Apel Tahunan dan juga masuknya tahun baru Islam 1441 Hijriah. Menciptakan keakraban di balik momen tahun baru hijriah, pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 adakan banyak kesyukuran. 

Muhadharah Akbar; Raudlah 2 Tampilkan Santri & Santriwati Terbaik Sebagai Contoh

Muhadharah Akbar; Raudlah 2 Tampilkan Santri & Santriwati Terbaik Sebagai Contoh

Raudlah 2 Lumut, Pembukaan latihan pidato 3 Bahasa di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 dimulai dengan menampilkan santri/santriwati terbaik dari ruangan muhadarahnya tahun lalu. Acara berlangsung di masjid Baitul Mughni Pesantren dengan dihadiri bapak-bapak kepala bidang, para ustadz dan ustadzah serta seluruh santri-santriwati dari kelas 1 hingga kelas 6, kamis malam, 11/07.

Dalam Muhadarah Akbar ini pesantren ingin menunjukkan contoh yang baik bagi seluruh santri/santriwatinya terkhusus bagi santri/santriwati baru, berharap dengan melihat kakakannya bisa, mereka akan termotivasi juga menjadi lebih baik. 

Selain sebagai percontohan, pesantren juga melatih mental keberanian mereka untuk berbicara di depan orang banyak, dengan tutur kata yang teratur, bahasa yang sopan, serta sikap penuh rasa percaya diri dan tidak arogan.

Dan terakhir tujuan dari pidato ini adalah agar Anak kami tahu dan tidak tertipu oleh karena bahasa. Sebagaimana pepatah arab yang sering kita dengar, “Man ‘arofa lughota qoumin salima min makrihim”: Barang siapa memahami bahasa suatu kaum maka dia akan selamat dari tipu daya kaum tersebut. Sampai kesanalah kira-kira upaya pidato 3 bahasa ini di laksanakan. 

Besar keinginan kami, santri raudlah 2 Lumut bisa piawai dalam berbahasa dan berorasi. Tinggi cita-cita kami terhadap kalian, kelak akan lahir dari santri-santriwati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut ini singa-singa podium, seperti Alm. Ust. KH. Zainuddin MZ, Ustadz Abdul Somad dan santriwatinya seperti Mama dedeh atau usth. Oki Setiana Dewi. Aamiin ya Rabbal’alamiin. Sambutan Kepala bidang pengasuhan Al-Ustadz Jainal Abidin, Lc, ketika membuka acara  Muhadarah Akbar tersebut.

Selanjutnya ada sebuah pantun sebagai penutup: 

Pergi ke pantai bersama ayah

Membawa apel, jangan sampai jatuh

Wabillahit taufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ed. Irhas