by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 13, 2026 | Berita
RAUDHAH — Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar agenda tahunan berupa kegiatan cross country bagi seluruh adika pramuka santriwati, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter yang terintegrasi dengan nilai kedisiplinan dan kepedulian sosial.
Cross country merupakan aktivitas kepramukaan yang dilaksanakan di luar lingkungan utama pesantren. Para peserta diajak menyusuri rute yang telah ditentukan, meliputi kawasan kompleks pesantren hingga perkampungan di sekitarnya. Tidak sekadar berjalan kaki, kegiatan ini dirancang sebagai sarana tadabur alam latihan bersosialisasi dengan masyarakat.
Sejak siang hari, para santriwati telah dibagi ke dalam beberapa regu yang masing-masing terdiri dari 8–9 orang. Setiap regu dipersiapkan untuk menempuh rute secara bergiliran. Untuk menentukan urutan keberangkatan, pengurus koordinator kepramukaan memberikan pertanyaan kepada perwakilan tiap kelompok. Regu yang mampu menjawab dengan tepat dan tercepat berhak memulai perjalanan lebih dahulu.
Skema ini tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, tetapi juga menguji kesiapan mental serta daya tanggap peserta. Di sepanjang perjalanan, para adika pramuka belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menjaga adab, serta menunjukkan sikap santun sebagai representasi santriwati Raudhah.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Cross country tahun ini diharapkan semakin memperkuat mental dan membentuk kepribadian tangguh dalam diri setiap santriwati.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 11, 2026 | Berita
RAUDHAH — Alhamdulillah, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali dipercaya sebagai tujuan studi organisasi pelajar. Pada Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026 bertepatan dengan 22–23 Sya’ban 1447 H, Raudhah menerima kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda, Aceh Tengah, dalam rangka memperdalam sistem pengelolaan pengasuhan dan organisasi santri.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 22 santri, 22 santriwati, 4 ustadz, dan 2 ustadzah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari satu malam. Sejak tiba di lingkungan pesantren, rombongan langsung merasakan suasana nan islami dan disiplin yang menjadi ciri khas bumi wakaf ini.
Kegiatan resmi diawali dengan penyambutan dan ramah tamah bersama Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., di Gedung Hafsah lantai 3. Dalam suasana hangat dan komunikatif, dipaparkan perjalanan sejarah Raudhah dan perkembangannya, hingga peran strategis Pengasuhan serta Organisasi Pelajar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).
Tidak berhenti pada pemaparan teori, Ar-Raudlatul Hasanah membuka ruang observasi langsung. Para pengurus Organisasi Santri/wati Maqamam Mahmuda berdialog dengan OPRH, menyimak sistem kerja, pola koordinasi, hingga praktik lapangan yang berjalan dalam keseharian.
Sore harinya, kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan riyadhah (olahraga) bersama. Malamnya, sesi temu ramah dengan bidang pengasuhan menjadi momentum pendalaman wawasan tentang pentingnya organisasi sebagai sarana pendidikan karakter dan kepemimpinan santri/wati.
Rangkaian kunjungan ditutup pada Rabu pagi dengan penyerahan cinderamata. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga dan mempererat tali silaturahmi. Aamiin.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 11, 2026 | Berita
RAUDHAH – Suasana Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berubah menjadi lautan semangat pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Gemuruh tepuk tangan dan sorak dukungan para santri mengiringi gelaran Grand Final Raudhah Art Expo yang dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2026.
Malam puncak tersebut menjadi klimaks dari rangkaian panjang kompetisi yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Para finalis tampil penuh totalitas, menampilkan harmoni suara, kekompakan gerak, serta penghayatan yang matang. Setiap penampilan seolah menjadi pernyataan bahwa seni dan sportivitas tumbuh subur di lingkungan pesantren.
Sorot mata penuh bangga dari para asatidz turut menguatkan mental para peserta. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para finalis untuk memberikan performa terbaik. Ghirah yang terpancar dari panggung menjalar ke seluruh penjuru ruangan, menciptakan atmosfer yang hidup dan berkesan.
Penampilan yang paling menyita perhatian malam itu adalah lomba folksong antarasrama. Empat asrama—Ramadan 1, Saudi 3, Makkah B, dan Makkah A—tampil memukau dengan lagu-lagu sarat makna yang dibalut aransemen apik dan harmonisasi yang kuat. Nuansa haru, bangga, bahagia, hingga kagum menyatu dalam hati para penonton, menjadikan sesi ini sebagai salah satu momen paling emosional sepanjang acara.
Dalam kompetisi tersebut, Saudi 3 berhasil meraih Juara 1, disusul Makkah B sebagai Juara 2, Makkah A di posisi Juara 3, dan Ramadhan 1 sebagai Juara Harapan 1. Penghargaan Best Manager Folksong among Hostels diraih oleh M. Zahid Zuhair Lubis, atas kontribusinya dalam mengoordinasikan tim secara maksimal.
Tak hanya seni, Porseni 2026 juga menghadirkan persaingan sengit di berbagai cabang olahraga. Pada cabang sepak bola, Syuhada FC keluar sebagai Juara 1, sementara Imtiyaz FC harus puas di posisi kedua. Di cabang basket, Tim Intifadhah meraih gelar juara, disusul Tim Executive sebagai runner-up. Cabang voli dimenangkan Tim Snowbear, dengan Tim Farewolf di posisi kedua. Sementara pada takraw, Tim Mujahid tampil sebagai Juara 1 dan Tim Galaxy sebagai Juara 2.
Di cabang tenis meja junior, Guna Rizky (1XB) berhasil meraih Juara 1 dan Rifky Astilla (1P) sebagai Juara 2. Untuk kategori senior, Ibnu Munthe (4B) keluar sebagai Juara 1 dan Dimas Sutanto (4B) sebagai Juara 2.
Persaingan tak kalah menarik terjadi di cabang badminton. Pada kategori Strongknight, pasangan Abdullah Umar (3F) dan M. Adin Al-Farizi (3B) meraih Juara 1, sementara Muhammad Azzam Afandi (4J) dan M. Zidan Zhakwan (3XB) menempati posisi kedua. Pada kategori Strombreaker, Juara 1 diraih Al-Aslam Ali (4F) dan Daffa Baha (3XD), sedangkan Juara 2 diraih Hanif Sukri (2D) dan Nusantara Ikhwanul (2B).
Sementara itu, dalam ajang Raudhah Art Expo 2026, kreativitas santri juga mendapat panggung apresiasi. Pada lomba sketsa, Juara 1 diraih Hafiz Yuhan, Juara 2 Dzaki Adli, Juara 3 M. Fahkrezi Ramadhan, dan Harapan 1 M. Alif .
Pada kategori handicraft, Juara 1 diraih Rizvan Syah dan Lutfi El Zain, Juara 2 M. Boriq Osama dan Khalil Amal, Juara 3 Hanif Khadafi dan Muhaimin, serta Harapan 1 Ar-Ridho Alifta dan Rafa Dartana .
Di cabang kaligrafi kontemporer, Fasjan Afrello meraih Juara 1, disusul Muhammad Reda sebagai Juara 2, Angga Tri sebagai Juara 3, dan Mustaqim Sihotang sebagai Harapan 1. Adapun pada kaligrafi naskah, Juara 1 diraih Ridho Aulia, Juara 2 Hanafi Ansari Pangat, Juara 3 Guna Rizky, dan Harapan 1 Ray Naufal Gayo .
Grand Final Raudhah Art Expo sekaligus penutupan Porseni 2026 bukan sekadar seremoni penghujung acara. Lebih dari itu, ia menjadi ruang aktualisasi potensi, ajang mempererat ukhuwah, serta panggung pembuktian bahwa pesantren merupakan ladang tumbuhnya kreativitas, sportivitas, dan jiwa kompetitif yang sehat.


by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 11, 2026 | Berita
RAUDHAH – Sebanyak 146 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ke Malaysia. Kegiatan yang merupakan bagian dari kurikulum KMI ini berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jum’at, 3–6 Februari 2026, dengan peserta terdiri dari 66 santri dan 80 santriwati.
Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada santri di luar lingkungan pesantren, sekaligus memperluas wawasan pendidikan, keislaman, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan ini, santri diarahkan untuk memahami praktik pendidikan Islam di tingkat internasional serta dinamika kehidupan masyarakat modern.
Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini merupakan bagian penting dari pembinaan santri Akhir KMI sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kemandirian, kedewasaan, serta kesiapan santri dalam melanjutkan studi maupun pengabdian di tengah masyarakat.
Selama di Malaysia, santri dan santriwati melaksanakan kunjungan akademik ke sejumlah lembaga pendidikan Islam, di antaranya Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai sistem pendidikan Islam modern, manajemen perguruan tinggi, serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Yayasan Al-Hijrah (Perkampungan Al-Hijrah) untuk mempelajari integrasi pendidikan Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan.
Rangkaian rihlah turut diisi dengan kunjungan ke berbagai situs keislaman dan bersejarah, seperti Masjid Negara Kuala Lumpur dan Masjid Putrajaya. Di tempat-tempat tersebut, santri/wati memperoleh pemahaman mengenai sejarah pembangunan masjid, fungsi sosial-keagamaan, serta perannya sebagai pusat peradaban Islam. Kunjungan ke Nashrul Qur’an atau Percetakan Al-Qur’an Malaysia juga memberikan wawasan tentang proses pencetakan Al-Qur’an, mulai dari penulisan hingga distribusinya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap Al-Qur’an.
Selain itu, santri dan santriwati mengunjungi kawasan bersejarah Melaka, termasuk Gedung Merah (Red Square), guna mengenal sejarah penyebaran Islam dan dinamika sosial masyarakat. Destinasi wisata edukatif seperti Menara Kembar Petronas dan Genting Highlands turut menjadi bagian dari kegiatan, memberikan pengalaman tentang kemajuan teknologi, pengelolaan pariwisata, serta keteraturan sistem kota modern.
Aspek iqtishadiyyah diperkenalkan melalui kunjungan ke pusat-pusat UMKM dan produk lokal, sehingga santri memperoleh pemahaman tentang kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan inovasi. Pengalaman edukatif lainnya diperoleh melalui pembelajaran penggunaan transportasi umum, seperti Light Rail Transit (LRT), yang melatih kedisiplinan, kemandirian, serta kepatuhan terhadap aturan publik.
Selama seluruh rangkaian kegiatan, santri dan santriwati tetap dibina dalam aspek tarbiyah, meliputi kedisiplinan waktu, tanggung jawab, adab, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah. Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini diharapkan mampu memperluas cara pandang santri, memperkaya pengalaman pendidikan, serta membentuk kesiapan santri Akhir KMI untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.


by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 10, 2026 | Berita
RAUDHAH – Sebanyak 330 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah di Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 ini diikuti oleh 170 putra dan 160 putri sebagai bagian dari kurikulum pendidikan KMI.
Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan program pendidikan dalam sistem Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah yang dirancang untuk memperluas wawasan santri, sekaligus melatih mereka mengintegrasikan nilai ilmu, adab, dan pengalaman hidup sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan santri Akhir KMI.
“Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan bagian dari kurikulum Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah. Tujuannya adalah menambah wawasan santri serta membawa mereka terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan di Medan diawali dengan kunjungan edukatif ke Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan. Kunjungan ini bertujuan membuka wawasan santri tentang dunia pendidikan tinggi serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi akademik dan keilmuan.
Pada hari yang sama, santri juga mengikuti kunjungan ke Rumah Produksi Roti Ris One dan UMKM Kripik Iwan sebagai bagian dari rihlah iqtishadiyyah. Melalui kegiatan ini, santri diperkenalkan pada konsep kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan produktivitas dalam dunia usaha.
Selain menambah wawasan, rihlah di Medan juga menekankan pembinaan tarbiyah. Santri dilatih untuk menjaga disiplin, kemandirian, serta adab dalam setiap aktivitas, baik selama perjalanan maupun saat mengikuti agenda kunjungan.
Rangkaian Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlanjut ke Kabupaten Samosir pada Rabu hingga Jum’at, 4–6 Februari 2026.
Perjalanan menuju Samosir ditempuh melalui Pelabuhan Ajibata menuju Ambarita. Setibanya di Samosir, santri/wati mengikuti kunjungan edukatif ke Huta Siallagan dan Tomok. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan sejarah dan budaya lokal, tetapi juga mengajak santri mengambil ibrah dari nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pada malam hari, agenda diisi dengan ramah tamah bersama alumni. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan tarbiyah, di mana santri Akhir KMI mendapatkan motivasi, nasihat, serta gambaran nyata tentang kehidupan dan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Salah satu pembimbing rihlah, Ustadz Doko Prasetyo, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan rihlah berjalan dengan baik. Para santri juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap agenda, baik kegiatan tarbiyah, edukasi, maupun pembelajaran lapangan,” tuturnya.
Agenda rihlah dilanjutkan pada Kamis (5/2) dengan kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif dan alam, di antaranya Ulos Huta Raja, Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung, serta Waterfront City Pangururan. Dalam setiap kegiatan, santri tetap dibiasakan menjaga disiplin, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah sebagai bagian dari pembinaan ruhiyah.
Pada hari terakhir, Jum’at (6/2), rombongan mengunjungi kawasan Tomok sebelum kembali menyeberang menuju Parapat dan melanjutkan perjalanan pulang ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada malam hari.
Melalui Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini, santri dan santriwati Akhir KMI diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu, pengalaman lapangan, serta nilai-nilai kehidupan sebagai bekal penting dalam melanjutkan pengabdian di tengah umat dan masyarakat.
