Language Expo Award 2026: Apresiasi Prestasi dan Pengembangan Kemampuan Bahasa Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Language Expo Award 2026: Apresiasi Prestasi dan Pengembangan Kemampuan Bahasa Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Pembimbing Bahasa Santriwati yakni Language Advisory Council (LAC) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar Language Expo Award pada tahun 2026, sebuah ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Arab dan Inggris sekaligus mendorong kreativitas, kepercayaan diri, serta semangat berkompetisi santriwati.

Rangkaian perlombaan yang berlangsung secara bertahap ini ditutup dengan malam puncak pada Kamis, 15 Oktober 2026/4 Jumadal Awal 1448, bertempat di Gedung Fatimah. Kegiatan ini menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang mengasah keterampilan berbahasa santriwati, mulai dari choral speaking, storytelling, singing like a star, wall magazine, ma huwa, scrabble, washlu kalimah, tasrif competition, fathul mu’jam, fathul qomus, spelling bee, hingga debate competition.

Dalam kompetisi scrabble senior, tiga nama yang tercatat sebagai pemenang ialah Syifa Najwa dari kelas 6E, Nazwa Zaliha dari kelas 6C, dan Azra Alifah dari kelas 6C. Sementara itu, pada kategori scrabble junior, para pemenangnya adalah Nazifa Mahira, Dyah Ayu, dan Khadijah Latifah. Dalam kompetisi Fathul Mu’jam, penghargaan diberikan kepada Balqis Mahira dari kelas 6C, Juwita Rahmi dari kelas 6E, dan Haifa Ananda dari kelas 6C. Adapun pada kompetisi Fathul Qomus, para pemenangnya ialah Zuhra Arifah, Anggita Ramadhani, dan Nur Alfina, yang seluruhnya berasal dari kelas 3XC. Sementara itu, kategori spelling bee dimenangkan oleh Humairo Aulia dari kelas 3C, Aqila Khairina dari kelas 1XC, dan Raisya Namira dari kelas 1C.

Pada kategori singing like a star junior, penghargaan diraih oleh Tiara Zahrani, Afifah Talita, dan Asthree Lumban Gaol, yang tercatat berasal dari kelas 2. Untuk kategori senior, para pemenangnya ialah Khairunnisa Berutu dari kelas 5A2, Melly Penalemen dari kelas 6G, dan Safa Salsabila dari kelas 3XC. Kompetisi ma huwa menghadirkan tiga pasangan pemenang, yaitu Azra Fauza dan Syifa Humayrah, Shifwa Aulia dan Arumi Latifah, serta Naura Putri dan Nazwa Fitria. Sementara itu, kompetisi tasrif dimenangkan oleh Sabika Aufa dan Izzah Maghfirah dari kelas 5A2, serta Arumi Latifah dari kelas 5C.

Dalam kategori storytelling, penghargaan untuk tingkat senior diraih oleh Dinka Shafitri, Saqila Najmi, dan Wafa Irdina, yang berasal dari kelas 3XC. Adapun pada kategori storytelling competition, para pemenangnya ialah Syifa Hammiyah dari kelas 3C, Qisya Elfatiha dari kelas 3I, dan Naura Aizara dari kelas 1XC.

Pada kompetisi choral speaking, kategori antarkelas 1 dan 1INT diikuti oleh perwakilan kelas 1O, 1XC, dan 1XE. Sementara itu, kategori antarkelas 2 dan 3 mencantumkan kelas 2C, 3C, 3G, 2E, dan 2G sebagai peserta yang tercatat dalam daftar pemenang. Pada kompetisi washlu kalimah, penghargaan diberikan kepada Ruqayyah 3rd A yang menempati kamar keenam, Ruqayyah 3rd B dari kamar keempat, dan Ruqayyah 3rd C dari kamar keenam. Adapun kompetisi wall magazine dimenangkan oleh Ruqoyyah 2B, Ruqoyyah 3A, dan Ruqoyyah 3C.

Sementara itu, dalam debate competition, Club 6 yang terdiri atas Aisyah Azhari, K.M Aisyah, dan Qinsha Salsabila tercatat sebagai tim oposisi. Club 1 yang beranggotakan Alfath Arrizka, Najiha Balqis, dan Tengku Latifah merupakan tim pemerintah. Adapun Club 2 yang terdiri atas Keisya Althafunnisa, Chaira Nabila, dan Isma Nawa juga tercatat sebagai tim oposisi.

Melalui penyelenggaraan Language Expo Award ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus berupaya membangun lingkungan kebahasaan yang aktif dan kompetitif. Ajang ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi santriwati, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.

Pesantren Huda Wan Nur Lakukan Kunjungan Studi dan Observasi ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Pesantren Huda Wan Nur Lakukan Kunjungan Studi dan Observasi ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Pesantren Internasional Tahfizh Qur’an (PITQ) Huda Wan Nur melakukan kunjungan studi dan observasi ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan yang berlangsung dari waktu Subuh hingga pukul 22.00 WIB ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta mempelajari sistem pendidikan, pembinaan santri, dan manajemen kepesantrenan yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari pimpinan, para ustaz, dan ummi PITQ Huda Wan Nur tersebut disambut hangat oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. KH. Miftakhuddin, MM. Agenda utama kunjungan mencakup observasi lapangan secara langsung, diskusi interaktif, serta pertukaran pengalaman dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.

Selama berada di lokasi, rombongan mengamati berbagai aspek kehidupan pesantren, mulai dari pelaksanaan ibadah, aktivitas pendidikan, kedisiplinan santri, hingga sistem pengelolaan lingkungan. Observasi ini memberikan gambaran langsung mengenai dinamika kegiatan harian dan tata kelola yang mendukung keberlangsungannya.

Selain peninjauan lapangan, rombongan PITQ Huda Wan Nur menggelar sesi diskusi dan sharing session bersama para ustaz dan ustazah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Forum ini menjadi ruang bertukar informasi seputar pelaksanaan tugas musyrif, pola pembinaan, penerapan disiplin, serta pengalaman praktis dalam mendampingi santri sehari-hari.

Sinergi dan silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik sekaligus menjadi bahan evaluasi positif bagi pengembangan sistem kepesantrenan di PITQ Huda Wan Nur. Melalui kolaborasi semacam ini, kedua lembaga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter islami.

Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Relay Silaturahmi Pesantren Binaan Bank Indonesia, AMDK Raudhah Turut Disajikan

Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Relay Silaturahmi Pesantren Binaan Bank Indonesia, AMDK Raudhah Turut Disajikan

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri kegiatan Relay Silaturahim Pesantren Binaan Bank Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan pesantren binaan Bank Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia melalui Zoom Meeting serta pertemuan langsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Medan.

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah diwakili oleh Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026, yang mengangkat tema “Transformasi dan Inovasi Pesantren untuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Berkelanjutan.”

Sejumlah pesantren dari Sumatera Utara dan sekitarnya turut diundang dalam kegiatan ini, di antaranya Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Pesantren Hidayatullah, Pesantren Mawaridussalam, Pesantren Al Hidayah, Pesantren Tahfidz Taruna Al Qolam, Pesantren Darularafah Raya, Pesantren Darul Ilmi Murni, Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu, Pesantren Al Uswah, dan Pesantren Al Habib. Turut tercantum pula Pesantren Darussalam, Pesantren Zakiyun Najah, Pesantren Al Hasyimiyah, Pesantren Dairi, Pesantren Taman Pendidikan Islam (TPI) Darul Hikmah Medan, serta Pesantren Tarbiyah Islamiyah Amrullah Akbar.

Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus mendorong transformasi dan inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Melalui forum ini, pesantren diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring kerja sama, serta mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki untuk mendukung kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Hal menarik dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara tersebut adalah penyajian AMDK Raudhah, air minum dalam kemasan yang diproduksi oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, sebagai air minum bagi para peserta. Kehadiran produk pesantren ini menjadi salah satu wujud nyata pengembangan unit usaha yang dimiliki pesantren sekaligus memperkenalkan produk Raudhah dalam forum silaturahmi antarpesantren dan pemangku kepentingan ekonomi syariah.

Rangkaian acara meliputi registrasi peserta, salat dan makan malam bersama, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, laporan, sambutan Ketua Umum MUI, keynote speech oleh ADG 6 Bank Indonesia, penampilan hadrah, penayangan video, hingga sesi talkshow. Sesi diskusi tersebut menjadi salah satu ruang untuk membahas transformasi dan inovasi pesantren dalam pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi berkelanjutan.

Keikutsertaan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan Bank Indonesia serta pesantren-pesantren lainnya. Di sisi lain, penyajian AMDK Raudhah turut memperlihatkan potensi unit usaha pesantren dalam mendukung kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam.

Melalui semangat kolaborasi, transformasi, dan inovasi, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.

Guru Besar Universitas Al-Azhar, Kairo Bagikan Kunci Seni Berpidato di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Guru Besar Universitas Al-Azhar, Kairo Bagikan Kunci Seni Berpidato di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar ceramah umum bertema “Seni Berpidato dan Berorasi (Al-Khithabah wa Al-Ilqa’)” pada Selasa, 13 Oktober 2026/ 2 Jumadil Awal 1448.

Acara tersebut menghadirkan pakar dakwah sekaligus Wakil Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah untuk Pascasarjana dan Penelitian Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Dr. Shalah Mahmud Al-Bajuri.

Di hadapan ratusan santri kelas 4 hingga 6 Kulliytul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Syekh Shalah membedah secara mendalam tentang hakikat retorika dan seni olah vokal di atas panggung. Ia menegaskan bahwa orasi bukan sekadar keterampilan berbicara di depan khalayak, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyentuh kedalaman jiwa pendengar.

“Khutbah itu adalah sebuah seni—seni berhadap-hadapan secara langsung dengan khalayak ramai, meyakinkan argumentasi mereka, serta menarik dan memikat hati mereka,” ujar Syekh Shalah di awal paparan tausiyahnya.

Dalam mengulas anatomi pidato yang ideal, Syekh Shalah menekankan pentingnya bagian pendahuluan (mukaddimah). Untuk mempermudah pemahaman para santri, ulama asal Mesir ini mengibaratkan struktur panggung dakwah layaknya susunan gerbong kereta api.

“Apakah kalian tahu kereta? Kereta terdiri dari rangkaian gerbong, dan bagian paling depan tempat masinis mengemudikannya disebut kepala kereta. Kepala kereta itulah analogi dari mukaddimah dalam sebuah khotbah,” tuturnya.

Menurutnya, bagian pembuka harus dirancang secara matang karena menentukan keberhasilan keseluruhan isi ceramah. “Mukaddimah itu harus kuat, fasih, dan berkaitan erat dengan topik utama. Manfaat utamanya adalah untuk memantik perhatian dan mengunci fokus pendengar sejak awal,” tegas Syekh Shalah.

Ia juga membeberkan dua pilar utama agar seseorang bisa menjadi orator yang handal. Menurutnya, bakat alami perlu disempurnakan dengan latihan yang konsisten.

“Rāsul khithābah at-thab’u wa ‘amūduhā ad-durbah—inti dari khotbah adalah tabiat atau bawaan jiwa, namun tiang penyangganya adalah latihan yang terus-menerus,” kata ulama lulusan Al-Azhar tersebut.

Sesi pencerahan semakin hidup ketika Syekh Shalah membagikan resep bagi orator muda yang kerap merasa cemas atau takut saat berada di mimbar panggung. Ia mengingatkan agar santri senantiasa menyandarkan ikhtiar pada kekuatan ilahi.

“Kuncinya adalah memohon pertolongan kepada Allah Jalla Jalaluh, lalu basahi lidah dengan berdoa: ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku’,” ucapnya mengutip doa Nabi Musa A.S.

Tidak hanya membekali santri dengan teknik retorika, Syekh Shalah menuturkan pesan mendalam mengenai konsistensi dan kewajiban hidup sesuai peran masing-masing.

“Jika kamu seorang penuntut ilmu, maka kewajiban utamamu adalah terus belajar, belajar, dan belajar hingga kamu menemui Allah. Begitu pula jika kamu kelak menjadi kepala keluarga, kewajibanmu adalah mengurus anak-anakmu dan mendidik mereka,” pukasnya penuh penekanan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dari Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang menyampaikan apresiasi atas kedatangan Syekh Shalah. Setelah pemaparan materi, suasana menjadi kian interaktif saat beberapa perwakilan santri maju ke panggung untuk mempraktikkan langsung gaya berorasi.

Syekh Shalah menyimak dengan cermat setiap penampilan santri, lalu memberikan penilaian langsung (feed forward), evaluasi teknik vokal, hingga koreksi struktur pidato secara mendetail. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syekh Shalah Al-Bajuri, dan ditutup oleh pembawa acara.

Silaturahmi dan Tajammu’ FPAG Sumut di Asahan: Perkuat Sinergi, Kemandirian, dan Komitmen Menjaga Nilai

Silaturahmi dan Tajammu’ FPAG Sumut di Asahan: Perkuat Sinergi, Kemandirian, dan Komitmen Menjaga Nilai

RAUDHAH — Rombongan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melawat ke Pesantren Darul Hikmah, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, pada Ahad, 11 Oktober 2026/29 Rabi’ul Akhir 1448.

Kunjungan yang dipimpin Direktur Pesantren, Ustaz KH. Miftakhuddin, M.M., dan Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Assoc. Prof. Dr. H. Rasyidin, M.A., tersebut berlangsung dalam rangka menghadiri ajang silaturahmi dan tajammu’ Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) Sumatra Utara. Pertemuan berkala ini digagas untuk merawat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergi pendidikan antarpesantren alumni Gontor di wilayah Sumatera Utara.

Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti kedatangan rombongan. Sebelum agenda resmi dimulai pukul 14.00 WIB, para Pimpinan Pesantren dan Asatidz yang hadir menyempatkan diri makan bersama.

Acara kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul pemutaran video profil Pondok Pesantren Darul Hikmah sebagai pengetahuan gambaran umum lembaga tuan rumah.

Dalam sambutannya, Direktur Pondok Pesantren Darul Hikmah, Ustaz H. Yahya Ishak, M.A. menyampaikan ucapan selamat datang (ahlan wa sahlan) sekaligus memaparkan rekam jejak sejarah serta perjalanan dinamika pesantren yang dipimpinnya.

Gubernur FPAG, Ustaz H. Abdul Wahid Sulaiman, Lc., M.M. menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta konsolidasi sistem kemandirian ekonomi pesantren—mengadopsi jaringan pesantren yang telah berkembang pesat di Yogyakarta.

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Miftakhuddin, menegaskan bahwa kurikulum Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) merupakan inti (core), ruh, dan jati diri pendidikan pesantren yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“KMI bukan sekadar kurikulum akademik, melainkan sistem pendidikan integral selama 24 jam yang membentuk keilmuan, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan jiwa pengabdian santri.”

Menurutnya, mempertahankan KMI tidak berarti mengabaikan masa depan santri. Pesantren harus tetap memperkuat kompetensi akademik dan keterampilan agar lulusannya mampu bersaing melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Prinsip kami jelas: KMI tetap menjadi inti pendidikan, sementara penguatan akademik menjadi pendukung untuk mempersiapkan masa depan santri. Pendidikan pesantren harus tuntas, pendidikan lanjutan harus dipersiapkan.”

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur FPAG Ustaz H. Sulaiman Harahap mengajak seluruh pengasuh pesantren untuk berefleksi atas nilai-nilai kepesantrenan, terutama jiwa besar. Jiwa besar ini dinilai sebagai bahan bakar utama untuk memupuk semangat juang dan pengabdian dalam mengelola lembaga.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama. Silaturahmi lintas pesantren alumni Gontor se-Sumatra Utara ini disepakati akan diselenggarakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Chat Via WhatsApp