Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh khidmat bersama Da’i Nasional asal Papua Barat, KH. Fadlan Garamatan, serta anggota DPR RI, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks pesantren pada pukul 10.00 hingga 12.25 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh santri dan santriwati, dewan ustaz dan ustazah, serta jajaran pimpinan pesantren; Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, dan para Kepala Bidang.
Dalam tausiahnya, KH. Fadlan Garamatan membagikan kisah penuh haru dan motivasi tentang perjalanan dakwahnya di pelosok pedalaman Papua (Nuu Waar). Julukan khas “Ustaz Sabun” melekat padanya karena cara dakwahnya yang unik dan menyentuh hati masyarakat pedalaman. Di wilayah tempat masyarakat suku lokal belum mengenal cara membersihkan diri, Ustaz Fadlan memulai dakwahnya dengan penuh kesabaran; mengajari para kepala suku dan warga mandi menggunakan sabun serta keramas dengan sampo.
Pendekatan kemanusiaan dan kebersihan yang menyegarkan tubuh tersebut berbuah manis. Melalui kelembutan, perjumpaan dakwah, dan dialog seusai shalat berjamaah, sebanyak 3.712 warga pedalaman beserta para kepala sukunya tergerak hati untuk memeluk agama Islam dan bersyahadat bersama di atas panggung dakwah. Perjuangan ini bukannya tanpa halangan, beliau pernah dipanah, ditombak, hingga beberapa kali mendekam di penjara demi memperjuangkan hidayah bagi masyarakat pedalaman.
Ustaz Fadlan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat pada masa itu yang telah memberikan bantuan pembangunan hingga 300 masjid di Papua serta memfasilitasi keberangkatan haji bagi para kepala suku. Lebih lanjut, beliau mengumumkan pergerakan dakwah bersama Yayasan H. Anif yang menargetkan pembangunan 99 masjid, di mana pembangunan masjid ke-70 dijadwalkan berdiri kokoh di tanah Papua. “Kami akan melanjutkan terus pergerakan dakwah ini, terkhusus di daerah-daerah minoritas Muslim,” tegas beliau.
Sementara itu, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan dapat berjumpa langsung dengan sang Da’i Nasional Papua di Medan. Beliau menegaskan bahwa kisah perjuangan Ustaz Fadlan di daerah pelosok yang sulit dijangkau harus menjadi pelecut semangat dakwah bagi generasi muda.
“Dunia ini hanya sementara. Kami berharap seluruh santri dan santriwati siap meneruskan estafet dakwah Islam hingga masa depan. Kalian tentu menjadi harapan besar orang tua untuk sukses, baik di dunia maupun di akhirat,” pesan Musa Rajekshah kepada seluruh santri.
Acara diakhiri dengan doa bersama, menyatukan harapan agar pesan kebaikan dan semangat dakwah yang disampaikan hari ini terus bergema dalam jiwa seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.