Menjadi Guru yang Sukses!
Guru adalah pejuang tulus tanpa jasa dalam mencerdaskan Anak Bangsa. Guru- guru yang sukses dalam mendidik dan memberi pengajaran ada karakteristiknya, (more…)
Guru adalah pejuang tulus tanpa jasa dalam mencerdaskan Anak Bangsa. Guru- guru yang sukses dalam mendidik dan memberi pengajaran ada karakteristiknya, (more…)
Ujian semakin dekat
Ujian pada (13/05) di pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bukanlah ujian biasa, terlebih pada tahun ini ujian dibarengi dengan puasa ramadhan.Santri/Wati harus pandai pandai membagi waktu antara belajar dan beribadah yang biasanya ditingkatkan pada bulan puasa.Maka dari itu, dianjurkan bagi santri/wati untuk belajar segiat mungkin minimal 2 minggu sebelum ujian berlangsung.Demi mendukung proses belajar ini, pesantren turut memberhentikan kegiatan kegiatan seperti muhadarah, pramuka, serta club-club aktif lainnya.
Ujian akhir tahun ini berjalan selama 3 minggu.Ujian lisan dan tulisan.Ujian lisan selama 1 minggu terbagi menjadi 3 pelajaran yaitu: bahasa arab, bahasa inggris, dan ibadah.Bahasa arab mencakup pelajaran (nahwu, shorof, muthalaah, insya’, mahfuzat). Bahasa inggris mencakup (conversation, grammar, reading). Dan ibadah mencakup (surah pendek, doa-doa, serta sholat sunnah dan fardhu) ujian ini biasanya diuji oleh 2/3 ustad pada setiap ruangan.Sedang 2 minggu sisanya,untuk ujian tulisan yang terdiri lebih dari 20 pelajaran dengan pengawas yang berjumlah 2 orang pada setiap kelas.
Pada malam-malam ujian, santri/wati diwajibkan belajar malam pada tempat yang telah ditentukan dari jam 20.30 sampai jam 21.30.Para ustad/ustazah juga berkeliling pada malam itu untuk menjawab dan menjelaskan pelajaran yang belum dimengerti maupun terlupakan oleh mereka.Setelah belajar malam dengan waktu yang telah diwajibkan, santri masih boleh belajar diluar asrama dengan batasan waktu jam 23.00 karena setelah itu santri/wati diwajibkan untuk memasuki asrama dan beristirahat.
Seakan mengetahui banyaknya pelajaran yang harus dihafal dan difahami, banyak dari santri/wati membuat kisi kisi setiap pelajaran.Ada yang membuat perkelas dan ada juga yang membuat secara individual.Untuk perkelas biasanya satu orang ditunjuk untuk membuat kisi-kisi satu pelajaran sehingga hasilnya bisa dijilid dan terkumpullah kisi-kisi seluruh pelajaran.Sementara individual biasanya membuatnya di kertas maupun catatan kecil, hal ini sering dilakukan bagi mereka yang tidak suka membawa banyak buku kemanapun mereka pergi.Sungguh banyak perujangan yang dikerahkan untuk menghadapi ujian akhir tahunini.Namun tak usah khawatir, karena siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.ed.yoona
Berkunjung ke Museum
Tepat pada tanggal 28 April 2017 santri dan santri wati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengunjungi Museum RAHMAT GALERY yang di ikuti oleh kelas 4 dan 3 intensive, kunjungan ini dilaksanakan setiap tahunnya atas tanggung jawab madrasah aliyah.Untuk mengikuti study tour ini,setiap santri diwajibkan untuk membayar sebesar Rp.40.000 per individu.Santriwati berangkat pagi hari jam 07.00 dengan menggunakan 8 buah angkot dan pulang pada jam 11.30 sedangkan santri berangkat setelah shalat jum’at dan kembali pada sore hari.Tidak hanya santri, wali kelas dan guru pelajaran biologi juga mengikuti study tour ini, mereka adalah Ustazah Jawarni,Ustazah Khairul Akmal, Ustazah Nurliani, Ustazah Halimah, Ustazah Irma Handayani,Ustazah Sri Wahyuni Bangun, dan Ustad Ilyas Museum ini didirikan oleh bapak DR. H.RAHMAT SHAH, beliau berasal dari jalan perdagangan, Simalungun. Museum tersebut terdapat di medan baru, dan memiliki kurang lebih 2000 hewan yang di awetkan. Museum ini sangat terkenal di INDONESIA, karena museum ini banyak di kunjungi oleh para pengunjung dari anak sekolahan sampai orang – orang terkenal. Di dalam museum terdapat (more…)
Kehidupan di Pesantren diliputi oleh suasana persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah) yang akrab, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama dengan adanya perasaan keagamaan yang kuat. Ukhuwah Islamiyah tidak jauh dari kata persahabatan. Karena adanya jalinan persahabatan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah. Ini tidak hanya didapatkan selama di pesantren, tetapi juga sepulangnya dari pesantren kelak, yang terhimpun dalam Ikatan Keluarga Ar-Raudlatul Hasanah (IKRH). Ukhuwah Islamiyah ini adalah Panca keempat dari lima Panca Jiwa Pesantren Ar- Raudlatul Hasanah. (more…)

Santriwati Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Melaksanakan Gotong Royong Bersama Menyambut Hari Ke 100 OPRH dan GUDEP
Perkumpulan bersama yang mempunyai cita-cita yang sama/tertentu di alam modern ini disebut “ORGANISASI”. Suatu perkumpulan /organisasi sering didirikan karena terdorong oleh hasrat untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi Pelajar Raudlatul Hasanah didirikan pada tanggal 1 muharram 1413 bertepatan dengan tanggal 2 Juli 1992 di Medan Indonesia. Disingkat OPRH beraqidah Islamiyah dan bersumber dari Al-qura’n dan Sunnah.
Jum’at (05/05) pengurus-pengurus OPRH dan Gugus Depan 06-196 melaksanakan kegiatan dalam rangka Acara Syukuran mengingat hari ke-100 OPRH dan GUDEP. (more…)
Raudlah. Latihan pidato 3 bahasa atau yang biasa disebut Muhadharah merupakan salah satu dari banyaknya ekstrakurikuler di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kegiatan ekstrakurikuler ini di koordinir oleh pembimbing-pembimbing bahasa, bagian bahasa, dan bagian pengajaran. Muhadharah telah dilaksanakan sekitar satu bulan lebih semenjak ulangan semester akhir selesai. Maka mulai hari kamis, 27 April yang lalu kegiatan muhadharah diberhentikan untuk semantara waktu. Penutupan kegiatan ini dilaksanakan di mesjid lantai 2 oleh bagian pengajaran dengan membacakan surat keputusan dengan di hadiri oleh seluruh santriwati dari kelas 1 sampai kelas 5 bahkan pembimbing-pembimbing bagian bahasa seperti Ush. Lamea Deareni dan Ush. Susi Rezkita turut menghadiri acara ini.
Muhadharah dilaksanakan 3 kali seminggu, yaitu hari Minggu malam untuk Bahasa Inggris, Kamis siang untuk Bahasa Arab dan Kamis malam untuk Bahasa Indonesia. Kegiatan muhadharah di berhentikan untuk sementara waktu guna mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Akhir Tahun Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei mendatang. (more…)
Raudlah. Ush. Sarmadiani Rambe adalah seorang guru yang terkenal akan kepeduliannya terhadap sampah. Beliau sangat anti dengan sampah yang berserakan di selokan atau dijalan. Jika beliau melihat sampah mulai tidak terkendali maka beliau akan menggerakkan santriwati untuk kerja bakti. Membersihkan Raudlah sampai tidak ada satupun sampah yang kelihatan. Beliau juga tidak segan untuk terjun langsung ketika proses kerja bakti berlangsung. Ustadzah tersebut bahkan merasa biasa saja ketika memungut sampah yang berada di selokan kamar mandi putri. Bagi beliau kebersihan Raudlah adalah sesuatu yang harus tetap dijaga, walaupun liburan sedang berlangsung. Karena dari kebersihan Raudlah itulah akan mewakili bagaimana orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Sampah jika tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak lingkungan. Mengakibatkan pencemaran baik pada tanah, air atau pun udara. Akan tetapi jika dikelola dengan baik, sebenarnya sampah-sampah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan baik dalam bentuk aslinya ataupun melalui proses pengolahan atau daur ulang. Agar sampah tidak merusak lingkungan maka lebih baik memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti: (more…)
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa salah satu rasahia kesuksesan adalah public speaking. Public Speaking adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan gagasan, argumen, khutbah ataupun ceramah di depan banyak orang. Untuk itu Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah telah mendidik santri/watinya untuk public speaking sejak tahun pertama masuk pesantren.
Di Pesantren public speaking adalah salah satu ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1-6 KMI. Public Speaking dilaksanakan dengan membagi santri/wati dalam beberapa kelompok yang terdiri dari + 30 orang santri/wati yang dikelomokkan secara acak. Dalam ekstrakulikuler ini santri/wati kelas 1-5 dibimbimbing oleh santri/wati kelas Akhir KMI. Dan setiap santri/wati akan mendapat gilirannya dalam menyampaikan khutbah paling tidak 1 kali dalam dua minggu. (more…)
Setiap yang lahir, setiap yang berjumpa, setiap yang bertatap muka, setiap yang bersahabat, pun setiap yang bermusuh pastilah akan berpisah.Hanya sang Maha Kuasa dan waktulah yang mengetahuinya.Begitu pula dirasakan oleh santri akhir KMI kini. Setelah enam tahun lamanya melalui lika -liku kehidupan pesantren nan penuh rintangan dan kini mereka menggapai puncaknya.Menikmati momen terakhir kebersamaan, mereka mengadakan study tour ke danau toba ditemani wali kelas serta ustad/ustazah lainnya.

Santri/wati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah diutus sebagai perwakilan Kota Medan dalam rangka Seleksi MQK antar kabupaten/kota
Musabaqah Qiraatil Kutub( MQK ) adalah kompetisi membaca kitab turats/ kitab kuning antara santri – santri dari berbagai pesantren atau sekolah berpendidikan islam. Dimana MQK pada tahun ini dalam rangka mencari santri berbakat sebagai utusan dari provinsi Sumatera Utara pada lomba MQK Nasional di Jepara, Jawa Tengah Bulan Agustus nanti. Acara Seleksi Musabaqah Qiraatil Kutub Provinsi Sumatera Utara ini dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam. Penyeleksian diselenggarakan pada tanggal 30 April s/d 01 Mei bertempat di Aula Hotel Grand Jamee Jl. Gagak Hitam No. 92, Medan. Dalam seleksi MQK kali ini diikuti oleh beberapa kabupaten seperti Kab. Deli Serdang, Mandailing Natal, P. Sidempuan, Asahan, Pematang Siantar, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, dan Binjai. (more…)