by Irwan Haryono Sirait | Jul 11, 2019 | Berita, Berita RH 2, Blog, Kegiatan Santri/wati RH 2
Raudlah 2 Lumut, Pembukaan latihan pidato 3 Bahasa di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 dimulai dengan menampilkan santri/santriwati terbaik dari ruangan muhadarahnya tahun lalu. Acara berlangsung di masjid Baitul Mughni Pesantren dengan dihadiri bapak-bapak kepala bidang, para ustadz dan ustadzah serta seluruh santri-santriwati dari kelas 1 hingga kelas 6, kamis malam, 11/07.
Dalam Muhadarah Akbar ini pesantren ingin menunjukkan contoh yang baik bagi seluruh santri/santriwatinya terkhusus bagi santri/santriwati baru, berharap dengan melihat kakakannya bisa, mereka akan termotivasi juga menjadi lebih baik.
Selain sebagai percontohan, pesantren juga melatih mental keberanian mereka untuk berbicara di depan orang banyak, dengan tutur kata yang teratur, bahasa yang sopan, serta sikap penuh rasa percaya diri dan tidak arogan.
Dan terakhir tujuan dari pidato ini adalah agar Anak kami tahu dan tidak tertipu oleh karena bahasa. Sebagaimana pepatah arab yang sering kita dengar, “Man ‘arofa lughota qoumin salima min makrihim”: Barang siapa memahami bahasa suatu kaum maka dia akan selamat dari tipu daya kaum tersebut. Sampai kesanalah kira-kira upaya pidato 3 bahasa ini di laksanakan.
Besar keinginan kami, santri raudlah 2 Lumut bisa piawai dalam berbahasa dan berorasi. Tinggi cita-cita kami terhadap kalian, kelak akan lahir dari santri-santriwati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut ini singa-singa podium, seperti Alm. Ust. KH. Zainuddin MZ, Ustadz Abdul Somad dan santriwatinya seperti Mama dedeh atau usth. Oki Setiana Dewi. Aamiin ya Rabbal’alamiin. Sambutan Kepala bidang pengasuhan Al-Ustadz Jainal Abidin, Lc, ketika membuka acara Muhadarah Akbar tersebut.
Selanjutnya ada sebuah pantun sebagai penutup:
Pergi ke pantai bersama ayah
Membawa apel, jangan sampai jatuh
Wabillahit taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Ed. Irhas
by Irwan Haryono Sirait | Jul 7, 2019 | Berita, Berita RH 2, Blog, Kunjungan Tamu RH 2
Raudlah
2 Lumut. “Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut bukan bengkel,
bukan tukang sulap yang mampu merubah sesuatu dari buruk menjadi baik dalam
waktu sekejab, perlu ada waktu yang panjang dalam mendidik, perlu ada kesabaran
lebih mendalam ketika mengajar dan dibutuhkan pemikiran mendasar untuk
memberikan pencerahan dan terobosan agar pesantren dan santri/santriwatinya dapat
menjadi lebih baik.” Sambut pewakif Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2
Lumut, Drs. H. Abdul Aman Nasution saat mengucapkan kalimat selamat datang dalam
acara “Silaturrahim Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Dengan
Wali Santri/Wati Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut.” di Masjid
Pesantren. Ahad, 7/7.
Selain
silaturrahim, pesantren juga menerangkan bagaimana arah, kiprah, serta visi-misi
pesantren dan juga cita-cita pesantren ke depannya. Diantaranya terangkum dalam
sambutan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Al-Ustadz Supriadi,
M.Pd.I bahwa: “Pesantren ini adalah wakaf, milik kita bersama, harus
sama-sama kita jaga, kita kembangkan dan kita perjuangkan bersama. Dalam upaya
menjaganya bapak-ibu kami harapkan bisa memahami pesantren dan ikut serta dalam
menjalankan disiplin serta aturan yang berlaku di pesantren, saat waktu shalat
biarkan anak shalat berjama’ah jangan di panggil, di saat anak masuk kelas,
tunggu hingga waktu istirahat atau usai pulang sekolah baru di jumpai, intinya
jangan merusak aturan pondok, sebab kami sebagai guru-guru di sini juga benar-benar
berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anak kami dengan sepenuh hati,
memantau shalat mereka, makan mereka, bahasa mereka serta perkembangan keilmuan
mereka. Mendidik mereka menjadi diri yang mandiri dengan jiwa kesederhanaan adalah
terget utama kami saat ini.
Bapak-bapak
dan Ibu-ibu yang kami hormati, Raudlah tidak pernah membeda-bedakan anak-anak
kami dari status sosial orang tuanya, siapapun dia tetap di perlakukan sesuai
dengan porsinya masing-masing, tetap tinggal dalam kamar yang sama, makan dan
minum di dapur yang sama, mandi di kamar mandi yang sama, hingga belajar di
kelas dan guru yang sama, tidak ada pengkotak-kotakan menurut strata sosial
orang tuanya, seperti yang terangkum dalam semboyan pesantren, Raudlah Di Atas
Dan Untuk Semua Golongan.”
Selain
menjelaskan tentang aturan, disiplin, perkembangan pesantren dan juga
memperkenalkan wali kelas 1 dan 1 Intensif kepada orang tua/wali
santri/santriwati baru, bapak direktur juga menekankan bahwa segala bentuk
pekerjaan anak-anak kita di pesantren ini tidak lepas dari nilai-nilai
kepondokmodernan. Semboyannya: “Apa yang kamu lihat, apa yang kamu
dengar dan apa yang kamu rasakan adalah pendidikan” begitulah pola
pendidikan di pesantren modern ini. Maka dari itu, jangan pernah mengira piket
rayonnya anak-anak, membuang sampah, piket kelas, diajak gotong royong oleh
ustadz dan ustadzahnya adalah memanfaatkan tenaga mereka, tidak…. bukan….
sama sekali tidak demikian, akan tetapi ini adalah upaya mendidik mereka
tentang bagaimana hidup dan kehidupan, bagaimana arti kebersamaan dan pola
gotong royong di masyarakat, begitulah pesantren mengajarkan trilogi pendidikan
melalui praktek lapangan langsung.
Di akhir sambutannya, bapak direktur menjelaskan bahwa
seluruh guru (ustadz/ustadzah) yang ada di sini bukan pekerja tapi pejuang fi
sabilillah, yang berfokus mencetak, mendidik dan mengajarkan santri/wati agar
bisa menjadi santri yang memiliki potensi apa saja sehingga dapat terjun dan
siap penjadi pejuang dimanapun dia berada, sebab dibumi manapun dia berpijak,
maka dialah yang bertanggungjawab akan keislamannya.”
Tepat ketika MC menutup acara, di sambut dengan bergeraknya
Direktur menyalami orang tua wali di dampingi bapak pewakif, bapak-bapak kepala
bidang dan seluruh wali kelas, ustadz dan ustadzah yang dilanjutkan dengan temu
akrab orang tua bersama wali kelas anaknya di dalam masjid pesantren
Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut. Ed. Irhas.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jul 2, 2019 | Blog
Raudhah (2/7/19). Setelah melaksanakan liburan semester genap dan Idul Fitri 1440 selama 43 hari, seluruh santri dan santriwati kelas 2 sampai dengan 4 kembali ke Pesantren pada Selasa (2/7/19).
Seluruh santri kelas 6 KMI pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) terlibat dalam penyambutan santri yang kembali dari masa liburan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan barang bawaan, pembersihan asrama, hingga pengaturan kendaraan.
Sesuai dengan jadwal kegiatan Pesantren, seluruh kegiatan belajar-mengajar akan berjalan efektif pada Kamis (4/7). Adapun pada Rabu pagi (3/7), seluruh santri dan santriwati akan mengikuti kegiatan pembukaan tahun ajaran baru 2019/2020 sekaligus halal bihalal di masjid.
by admin | Dec 14, 2017 | Blog

irhas bersama orang tua, kakak, dan adiknya
Tidak banyak yang menyangka seorang santri yang bernama M. Irhaz Rizko ini berhasil meraih cita-citanya dengan usaha dan doanya. Sikap optimis santri yang lahir pada 20 juli 2000 ini membuat orang berpikir bahwa kesuksesan yang diraihnya ia dapatkan dengan cara yang mudah, namun banyak hal yang sudah dilewatinya berupa sebuah pengalaman sehingga santri pesantren Ar-raudlatul hasanah ini dapat meraih prestasi-prestasi yang diimpikannya. (more…)
by admin | Nov 27, 2017 | Blog
Dengan berkembangnya teknologi mudah bagi seseorang untuk mengakses berbagai informasi yang ada di dunia melalui internet, baik yang berisi pendidikan maupun sebaliknya. Namun, sangat disayangkan penyalahgunaan internet dalam mengakses informasi yang tidak bernilai pendidikan maupun moral bukan hal biasa lagi bagi mereka. Terkhususnya bagi anak-anak yang masih sangat membutuhkan pendidikan. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak memakai akhlaq dan moral dalam menjalankan segala aktivitasnya. (more…)
by admin | Nov 21, 2017 | Blog
Sejak dilahirkan kedunia manusia telah dihadapkan oleh 2 pilihan , yaitu kesuksesan dan kegagalan , ini dibuktikan bahwa manusia telah

ar-raudlatul hasanah sukses
mengalahkan sekitar 250 juta sel sperma untuk menjadi sang juara. Hidup dimasa muda, sangat penting untuk menentukan jati diri seseorang, dalam hal mengembangkan sifat, karakter dan akhlak. Waktu muda mempunyai waktu yang begitu banyak, terhitung bisa mencapai 10 tahun, mulai dari umur 14 tahun sampai 25 tahun. (more…)