Dengan berkembangnya teknologi mudah bagi seseorang untuk mengakses berbagai informasi yang ada di dunia melalui internet, baik yang berisi pendidikan maupun sebaliknya. Namun, sangat disayangkan penyalahgunaan internet dalam mengakses informasi yang tidak bernilai pendidikan maupun moral bukan hal biasa lagi bagi mereka. Terkhususnya bagi anak-anak yang masih sangat membutuhkan pendidikan. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak memakai akhlaq dan moral dalam menjalankan segala aktivitasnya.

Dengan hal ini, tidak sedikit dari orang tua yang mengambil tindakan untuk memasukkan anaknya kesekolah-sekolah islami, terkhusunya pesantren. Karena dengan cara tersebutlah yang dapat menjauhkan seorang anak dari segala perilaku buruk yang ada dilingkungan luar pesantren. Dengan adanya pesantren, para anak-anak dapat dididik untuk menggunakan  akhlaq dan moral disetiap aktivitasnya.

Seiring berjalannya waktu, maka semakin banyak pula orangtua yang memasukkan yang di kepesantren. Sehingga pesantren membutuhkan tempat yang lebih luas untuk menampung para santri-santrinya yang ingin menuntut ilmu dan pendidikan.

PP.Ar-Raudlatul Hasanahberdiri pada tahun 1982, pesantren tersebut merupakan salah satu contoh yang telah berusaha untuk mendidik para santri-santrinya menjadi lebih baik. Karena semakin banyaknya santri yang ingin menuntut ilmu dan pendidikan dipesantren tersebut, maka pada tahun 2011 didirikanlah PP.Ar-Raudlatul Hasanah 2 yang terletak di Lumut.

Namun, apakah hanya sampai disini? Tentunya tidak, hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya santri yang ingin menuntut ilmu dan pendidikan di pesantren. Maka dari itu, pesantren tersebut mengmbil tindakan untuk membangun cabangnya dalm mengatasi masalah tersebut.

Akan tetapi tidak semudah yang dibayangkan, dana merupkan suatu hal yang utama dalam membangun pesantren. Tanpa dana, maka hal tersebut sulit untuk dicapai. Namun dari manakah dana tersebut didapatkan?

Banyak cara untukmembantu pesantren dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satunya ialah dengan cara berwaqaf. Menurut Ust.Abdul Somad Lc.MA dalam ceramahnya yang bertemakan waqaf, “Waqaf merupakan hal yang diberhentikan dan tidak dapat ditarik lagi, dan waqaf merupakan suatu ibadah yang pahalanya tetap mengalir kepada pewaqif-pewaqifnya”. Maksud dari hal yang diberhentikan dan tidak dapat ditarik lagi ialah bahwasannya harta yang sudah diwaqafkan tidak dapat ditarik lagi dan harta tersebut telah menjadi milik Allah SWT.

Maka dapat disimpulkan bahwasannya, seorang mu’min harus mewaqfkan hartanya guna membantu pesantren dalam mengatasi masalahnya. Karena dengan berwaqaf, sama halnya membantu pesantren. Dan barang siapa yang membantu pesantren, sama halnya membantu umat islam dalam mendidik karakter para muslimin. Ed.Asgal