Raudhah (19/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan Pekan Olah Raga Khutbatul Arsy selama seminggu dari tanggal 19 hingga 26 Juli 2019.
Selain menanamkan semangat berolahraga dan berkompetisi, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan seluruh cabang-cabang olah raga yang ada di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kepada santri baru.
Pembukaan POR Khutbatul ‘Arsy dilakukan di lapangan depan masjid yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati serta guru.
Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc,. berkesempatan menjadi inspektur pada upacara pembukaan PORSENI tahun. Dalam pesan dan amanatnya beliau menyampaikan bahwa kegiatan upacara pembukaan POR merupakan bagian dari proses pendidikan. Segala yang ada di dalamnya, mulai dari berbaris, komandan upacara, inspektur upacara, pengibaran bendera, semuanya memiliki nilai pendidikan yang tidak bisa diabaikan.
Di akhir amanatnya, bapak wakil direktur menyitir satu hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”. Dan POR merupakan wadah awal agar seluruh santri gemar berolahraga.
Upacara pembukaan diakhiri dengan penyalaan api POR sebagai bentuk simbolis dimulainya POR Khutbatul Arsy 2019 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Selama sepekan, seluruh asrama berkompetisi dalam POR melalui perwakilan mereka di setiap cabang olah raga, seperti badminton, futsal, bola kaki, takraw, voli, basket, dan atletik.
Raudhah (21/7/19). Salah satu muatan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah membekali santri dan santriwati dengan ilmu pendidikan, keguruan, dan praktek mengajar.
Ilmu pendidikan, keguruan, dan mengajar diberikan kepada seluruh santri dan santriwati yang duduk di kelas 5 mulai awal semester ganjil hingga akhir kelas 6.
Seluruh santri dan santriwati kelas 5 di awal semester genap telah mendapatkan tugas melakukan praktek mengajar di kelas 1, 2, dan 3 pada les kedelapan.
Ahad malam (20/7/19), santri kelas 6 mengikuti pembekalan mengajar pelajaran Bahasa Arab dan Fiqih. Pembekalan mengajar pelajaran bahasa Arab disampaikan oleh Ust. Amman Lingga di masjid, sedangkan materi fiqih oleh ustad H. Muhammad Mughni Siregar, Lc di aula multimedia gedung Mina 1 lantai 2.
Selanjutnya, seluruh santri yang akan bertugas mengajar setiap harinya harus mendapatkan pemeriksaan persiapan mengajar oleh guru pembimbing yang telah ditentukan oleh kantor KMI 2 hari sebelumnya.
Raudhah (20/7/2019). Dalam rangka membangun komunikasi dan memperkenalkan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Seluruh wali santri baru tahun ajaran 2019/2020 mengikuti kegiatan silaturahim bersama keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang dilaksanakan di gedung serbaguna pada Sabtu pagi 20 Juli 2019. Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif.
Selain memperkenalkan lebih jauh dan mendalam tentang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah beserta seluruh aturan yang berlaku di dalamnya, pertemuan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang intensif antara wali murid dengan wali kelas yang bertanggungjawab mengawal perkembangan santri dan santriwati yang ada di kelasnya baik dari sisi akademik maupun disiplin sehari-hari.
Dalam sambutannya di hadapan seluruh wali santri baru, Bapak Direktur K.H Solihin Adin, S.Ag., MM memaparkan sejarah dan perkembangan Pesantren. Beliau juga menjelaskan arah dan tujuan serta program pendidikan dan disiplin yang berlaku di Pesantren. Di akhir sambutannya, bapak direktur memperkenalkan satu per satu seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif kepada wali santri baru.
Setelah pertemuan di gedung serbaguna, acara dilanjutkan dengan tatap muka dan silaturahim antara wali santri dengan wali kelas yang dilaksanakan di dalam ruang belajar, putra di gedung Al-Azhar dan putri di gedung Rabiah Adawiyah.
Raudlah (18/7/19). Setelah diberhentikan sementara selama beberapa bulan menjelang ujian semester genap tahun ajaran 2018/2019, kegiatan latihan berpidato atau dikenal dengan istilah muhadharah kembali berjalan. Hal ini ditandai dengan acara pembukaan yang bertajuk ‘Grand Opening of Public Speaking’ yang dilaksanakan pada Kamis malam 18 Juli 2019.
Pembukaan muhadharah dilaksanakan di masjid yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati dan dibuka oleh bapak wakil direktur Pesantren Ustad Carles Ginting.
Dalam sambutannya, bapak wakil direktur menyampaikan bahwa kegiatan muhadharah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Beliau mengajak seluruh santri dan santriwati menjadikan muhadharah sebagai kegiatan yang menyenangkan dan variatif guna meningkatkan skil dalam berbicara dan mengutarakan ide dan gagasan kepada orang lain, tidak hanya dalam bahasa Indonesia, tapi juga dalam bahasa Arab dan Inggris.
Di penghujung kalimatnya, bapak wakil direktur memberikan contoh orator ulung yang pernah dimiliki oleh Indonesia, yaitu bapak proklamasi kemerdekaan Indonesia Sukarno. Sang singa podium tersebut dengan orasinya yang membara mampu menggoncang semangat pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
Acara diakhiri dengan penampilan orator-orator pilihan dari santri dan santriwati yang menyampaikan pidato dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, guna memberikan motivasi dan contoh kepada santri dan santriwati lainnya.
Muhadharah merupakan kegiatan luar kelas yang wajib diikuti oleh seluruh santri dan santriwati yang dilaksanakan 3 kali dalam seminggu; Kamis siang pidato bahasa Arab, Kamis malam pidato bahasa Indonesia, dan Ahad malam pidato bahasa Inggris.[]
Raudhah (18/7/19). Bersamaan dengan kegiatan lainnya, memasuki tahun ajaran baru 2019-2020, Koordinator Gugus Depan 06-195/06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali membuka kegiatan Pramuka.
Upacara pembukaan dilaksanakan di lapangan depan masjid pada Kamis siang 18 Juli 2019 dipimpin oleh ustad Fathurrahman, S.Ag., M.M dan diikuti oleh seluruh santri dan santriwati. Dalam sambutannya, ustad Fathurrahman berpesan bahwa kegiatan pramuka bukan hanya sekedar bersenang-senang, namun juga bertujuan sebagai wadah untuk meningkatkan kreatifitas dan mental santri dan santriwati.
Kegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan luar kelas yang wajib diikuti oleh seluruh santri dan santriwati yang dilaksanakan sekali dalam seminggu, yakni pada Kamis siang setelah shalat Zuhur.
Raudlah 2 Lumut, Pembukaan latihan pidato 3 Bahasa di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 dimulai dengan menampilkan santri/santriwati terbaik dari ruangan muhadarahnya tahun lalu. Acara berlangsung di masjid Baitul Mughni Pesantren dengan dihadiri bapak-bapak kepala bidang, para ustadz dan ustadzah serta seluruh santri-santriwati dari kelas 1 hingga kelas 6, kamis malam, 11/07.
Dalam Muhadarah Akbar ini pesantren ingin menunjukkan contoh yang baik bagi seluruh santri/santriwatinya terkhusus bagi santri/santriwati baru, berharap dengan melihat kakakannya bisa, mereka akan termotivasi juga menjadi lebih baik.
Selain sebagai percontohan, pesantren juga melatih mental keberanian mereka untuk berbicara di depan orang banyak, dengan tutur kata yang teratur, bahasa yang sopan, serta sikap penuh rasa percaya diri dan tidak arogan.
Dan terakhir tujuan dari pidato ini adalah agar Anak kami tahu dan tidak tertipu oleh karena bahasa. Sebagaimana pepatah arab yang sering kita dengar, “Man ‘arofa lughota qoumin salima min makrihim”: Barang siapa memahami bahasa suatu kaum maka dia akan selamat dari tipu daya kaum tersebut. Sampai kesanalah kira-kira upaya pidato 3 bahasa ini di laksanakan.
Besar keinginan kami, santri raudlah 2 Lumut bisa piawai dalam berbahasa dan berorasi. Tinggi cita-cita kami terhadap kalian, kelak akan lahir dari santri-santriwati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut ini singa-singa podium, seperti Alm. Ust. KH. Zainuddin MZ, Ustadz Abdul Somad dan santriwatinya seperti Mama dedeh atau usth. Oki Setiana Dewi. Aamiin ya Rabbal’alamiin. Sambutan Kepala bidang pengasuhan Al-Ustadz Jainal Abidin, Lc, ketika membuka acara Muhadarah Akbar tersebut.