Raudhah (26/10/19). Dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan santri terhadap Al-Quran, Seksi Jam’iyyatul Huffaz Wal Qurra’ (JHQ) dengan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kegiatan bertajuk Haflah Tilawah Santri dengan melibatkan bagian Takmir Masjid dan beberapa bagian organisasi santri (OPRH) lainnya dalam kepanitiaan.
Kegiatan ini diisi dengan eksibisi bacaan dan hafalan Al-Quran, dan berbagai perlombaan meliputi atas pemahaman Al-Quran, dan hafalan Al-Quran 1 juz untuk tingkat junior, serta 3 dan 5 juz untuk tingkat senior.
Haflah Tilawah Santri dilaksanakan di gedung serbaguna setelah shalat Isya selama 4 hari, santri putri pada tanggal 17 dan 18 Oktober 2019, sedangkan santri putra pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2019.
Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tampil dalam Haflah Tilawah Musabaqah Fahmil Quran di Gedung Serba Guna (17/10)
Berikut ini nama-nama santri putri berprestasi beserta kelasnya dalam perlombaan Haflah Tilawah 2019 secara berurutan dari juara 1;
Hafalan 1 juz; Adella Afrita (5E), Durratul Hayati Lubis (4A2), Fitri Azkia (1E), Mutia Azzahra (3XA2). Hafalan 3 juz; Eka Cahyati (3XA2) Ghina Raudhatul Jannah (1 Int C) A. Hafalan 5 juz; Nur Salsabila Annas (1XG) dan Lathifatun Nabila (6I).
Fahmil Quran Tingkat Junior; Inayah Khairani (3C), Aznina Khumaira (3C), Mita Risky (3C), Ulfa Dwi (2C), Nafisah Syafiqah (2C), Nadia Suci (2C), Nazwa Aqila (3K), Zaskia Nazirum (3E), Aida Riskani (3E), Nadyne Faiza (2C), Raisa Arbubini (2C), dan Hanisiya (1C).
Tilawah Tingkat Junior; Elsa Reqita Siregar (1C), Aldilla Khairani (1 INT C), Wafiq Azizah (1C), dan Cindy Awaliyah (3G).
Tilawah tingkat senior;Dian Tri Murwani (4A2), Huwaina Rabitha (5A2), Adisti Larasati (4A3), dan Dini Prawisti (4E).
Syarhil Quran Tingkat Junior;Fatihul Yadya (3C), Paula (3M), Ira Annisa (3E), Ayu Melisa (1 INT C), Alma Zahwa (1 INT E), Bayne Rise (1 INT C), Muzayyana (2C), Intan Nur Aini (2C), Sausan Rona (2C), Chairunnisa (1 INT C), Nina Annisa Cibro (1 INT C), Ardita Syahputri (1 INT C).
Syarhil Quran Tingkat Senior;Hafiza Zahra (4A2), Dian Tri Murwani (4A2), Monalusia (4A2), Rizkhotul Mawaddah Nst (6K), Siti Hajar Amanah (6C), Fathimah Nasution (6C), Khairan Nur (4G), Yasifa Hazkia (4A2), Dewi Fauziah (3 INT C), Annisa Aminullah (5E), Shoofy Jasmien (5E), Silvia Wati (5A2).
Para pemenang putra;
Tahfizh 1 Juz;Ibrahim Mahmud (5J), Abdul Haris As-Sauri (3B), Heru Budiansyah (3 INT A1), Muhammad Riski (3 INT A1).
Tahfizh 3 Juz; Khodri Azizi (1 INT B), Rahim Tahajjadan Zahir Haq (5B), Abdan Maulana (1 INT B), Mujahid Zinky (4A1).
Tahfizh 5 Juz;Sabiq Imaroh (3 INT B) dan Abdul Rizki (5A1).
Fahmil Quran tingkat junior dan senior;Alqan Syuraihan (6A1), Hafaz Assufy (6B), Akmal Al-Hasyimi (6B), Abil Arqom (5A1), Abdul Rizki (5A1), Evan Dana (5D), Syahrul Halim (6B), Safaruddin (6B), Hatta Lubis (6F), Fakhrurrazi (3H), Haris (3), Bintang (3B)
Tilawah Junior; Miftah Anwar (1 INT B), M. Alfarizi Siregar (3N), Abdul Haris As-Sauri (3B). Tilawah Senior; M. Ihsan kamil (6A1), Zulfan Siddik (3 INT B).
Syarhil Quran Tingkat Senior; M. Fauzan (6D), Sayyid Al-Umam (6B), Buchori (6A1), A. Zeni Azima (6A1), Roby Wanda (6B), Rayhan Azhari Sagala (6B), Rizki Pardomuan (4A1), M. Sarkawi (4H), Syaiful Reza (4D), Dikri Alba (5B), Evan Dana (5D), Putra Selian (5H).
Segenap Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut berbelasungkawa atas wafatnya Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng., Presiden Republik Indonesia yang Ketiga pada 11 September 2019/11 Muharram 1441 H di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan Rahmat dan Maghfirahnya serta menempatkannya ke dalam Surganya, Aamiin.
Raudlah (10/9/19). Santri dan santriwati kelas 5 KMI mengikuti kegiatan KMD (Kursus Mahir Dasar). Acara yang dilangsungkan selama sepekan sejak tanggal 2 hingga 8 September 2019 ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan dan bumi perkemahan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Desa Sugau Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Secara terpisah dan bergantian, selama 3 hari, santriwati putri terlebih dahulu melakukan kegiatan KMD di bumi perkemahan Sugau, di waktu bersamaan, santri putra melaksanakan KMD di dalam kampus 1 Ar-Raudlatul Hasanah.
Jumlah peserta KMD pada tahun ini sebanyak 433 peserta, 179 putra dan 243 putri, dan 11 peserta dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kampus 2 Lumut.
Kursus Mahir Dasar merupakan kegiatan rutin tahunan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk membekali para calon pembina pramuka pengetahuan dasar pendidikan kepramukaan serta garis besar pembinaan dan pengelolaan satuan pramuka di gugus depan. Kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi santri kelas 5 yang telah mencapai pangkat bantara. Peserta yang telah menyelesaikan pendidikannya di KMD nantinya akan diamanahi menjadi pembina pramuka, menggantikan pembina sebelumnya dari kelas 6
Raudlah (31/8/19). Sepekan usai berakhirnya pagelaran Drama Arena, berdiri kembali panggung megah di tempat yang sama. Rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy ditutup dengan pagelaran seni Panggung Gembira yang ditampilkan oleh santri dan santriwati kelas 6 KMI.
Sebagaimana pelaksanaan Drama Arena, Panggung Gembira juga digelar secara terpisah antara putra dan putri selama dua hari di gedung serbaguna, yaitu 29 dan 30 Agustus 2019.
Panggung Gembira tahun ini mengusung tema ‘Ineffable Dedication’ secara bahasa berarti pengabdian yang tak terungkapkan dengan kata-kata. Secara filosofi, tema ini mengggambarkan bahwa santri kelas 6 KMI siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan pondok tercinta.
Di antara acara yang ditampilkan pada Panggung Gembira adalah; nasyid, tari, english theater, drama musikal, shalawat, phantomim, puisi, folksong, dan lain-lain.
Raudlah (24/8/19). Mengusung tema “Man Ana Lau Laakum”, santri dan santriwati kelas 5 KMI sukses menggelar maha karya seni Drama Arena yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada 22 Agustus 2019 untuk santri putri dan 23 Agustus 2019 untuk santri putra. Drama Arena merupakan bagian akhir dari kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang ditampilkan oleh santri dan santiwati kelas 5 KMI.
Tema “Man Ana Lau Laakum” (siapalah aku tanpa kalian) merupakan sebuah ungkapan syukur seluruh santri kepada orang tua, guru, dan sahabat, yang berjasa dalam membentuk diri menjadi pribadi yang baik.
Dalam sambutannya, Bapak Direktur Ustadz KH. Solihin Adin berpesan bahwa Drama Arena bukan hanya sekedar tontonan, namun juga sarat dengan nilai pendidikan. Karena setiap yang kita lihat, dengar, dan rasakan di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah semuanya adalah bagian dari pendidikan.
Beberapa acara yang ditampilkan dalam Drama Arena adalah; tarian, drama, musik, salawat, puisi, akrobat, drama kabaret, pantomim, dan Folk Song.
Raudhah (20/7/19). Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyerahkan secara simbolis mesin produksi air minum kemasan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam kunjungannya ke Pesantren pada Sabtu pagi 20 Juli 2019 yang didampingi oleh Kepala Kantor Perwakilan BI wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Departemen Regional BI Dwi Pranoto, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, dan Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Suhaedi.
Kedatangan rombongan tamu disambut oleh Ketua Umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, Pimpinan Pesantren Ir. H. Prana Rulianto Tarigan, serta pengurus Bidang Usaha Milik Pesantren di kantor administrasi pusat. Acara ramah tamah dilanjutkan di aula Hafsah lantai 3 yang turut diikuti oleh santriwati kelas 6 KMI, sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis
Penyerahan bantuan sarana produksi air minum kemasan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerjasama Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan BI setelah sebelumnya pada tahun 2017 BI juga telah memberikan bantuan mesin suci untuk loundry dan pada tahun 2018 memberikan bantuan mesin pemanggang roti yang dinilai cukup berhasil dikelola dan dimanfaatkan oleh Pesantren. Acara ini merupakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai wujud dukungan bagi penguatan ekonomi syariah dengan kemandirian pesantren.
Dody Budi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian bantuan sarana produksi air minum kemasan ini diharapkan dapat menguatkan kemandirian pesantren sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat sekitar, serta menjadikan pesantren berkembang mandiri, memiliki usaha profesional, sehingga Pesantren dapat menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan dan pengangguran di tengah-tengah masyarakat.