Raudlah (18/7/19). Setelah diberhentikan sementara selama beberapa bulan menjelang ujian semester genap tahun ajaran 2018/2019, kegiatan latihan berpidato atau dikenal dengan istilah muhadharah kembali berjalan. Hal ini ditandai dengan acara pembukaan yang bertajuk ‘Grand Opening of Public Speaking’ yang dilaksanakan pada Kamis malam 18 Juli 2019.

Pembukaan muhadharah dilaksanakan di masjid yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati dan dibuka oleh bapak wakil direktur Pesantren Ustad Carles Ginting.

Dalam sambutannya, bapak wakil direktur menyampaikan bahwa kegiatan muhadharah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Beliau mengajak seluruh santri dan santriwati menjadikan muhadharah sebagai kegiatan yang menyenangkan dan variatif guna meningkatkan skil dalam berbicara dan mengutarakan ide dan gagasan kepada orang lain, tidak hanya dalam bahasa Indonesia, tapi juga dalam bahasa Arab dan Inggris.

Di penghujung kalimatnya, bapak wakil direktur memberikan contoh orator ulung yang pernah dimiliki oleh Indonesia, yaitu bapak proklamasi kemerdekaan Indonesia Sukarno. Sang singa podium tersebut dengan orasinya yang membara mampu menggoncang semangat pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

Acara diakhiri dengan penampilan orator-orator pilihan dari santri dan santriwati yang menyampaikan pidato dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, guna memberikan motivasi dan contoh kepada santri dan santriwati lainnya.

Muhadharah merupakan kegiatan luar kelas yang wajib diikuti oleh seluruh santri dan santriwati yang dilaksanakan 3 kali dalam seminggu; Kamis siang pidato bahasa Arab, Kamis malam pidato bahasa Indonesia, dan Ahad malam pidato bahasa Inggris.[]