Raudhah (20/7/2019). Dalam rangka membangun komunikasi dan memperkenalkan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Seluruh wali santri baru tahun ajaran 2019/2020 mengikuti kegiatan silaturahim bersama keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang dilaksanakan di gedung serbaguna pada Sabtu pagi 20 Juli 2019. Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif.
Selain memperkenalkan lebih jauh dan mendalam tentang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah beserta seluruh aturan yang berlaku di dalamnya, pertemuan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang intensif antara wali murid dengan wali kelas yang bertanggungjawab mengawal perkembangan santri dan santriwati yang ada di kelasnya baik dari sisi akademik maupun disiplin sehari-hari.
Dalam sambutannya di hadapan seluruh wali santri baru, Bapak Direktur K.H Solihin Adin, S.Ag., MM memaparkan sejarah dan perkembangan Pesantren. Beliau juga menjelaskan arah dan tujuan serta program pendidikan dan disiplin yang berlaku di Pesantren. Di akhir sambutannya, bapak direktur memperkenalkan satu per satu seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif kepada wali santri baru.
Setelah pertemuan di gedung serbaguna, acara dilanjutkan dengan tatap muka dan silaturahim antara wali santri dengan wali kelas yang dilaksanakan di dalam ruang belajar, putra di gedung Al-Azhar dan putri di gedung Rabiah Adawiyah.
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kegiatan berbuka puasa bersama seluruh masyarakat Paya Bundung dan sekitarnya pada Selasa 23 Ramadhan 1440 bertepatan dengan 28 Mei 2019 di masjid Pesantren.
Kegiatan tahunan ini dilaksanakan sebagai wujud kesyukuran Pesantren serta silaturrahim keluarga besar Pesantren yang terdiri dari badan wakaf, guru-guru, staf, dan karyawan, dengan penduduk sekitar Pondok serta pengungsi muslim yang berasal dari berbagai negara yang menetap di sekitaran jalan Jamin Ginting. Sebanyak 800 orang mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama.
Acara ini diawali dengan sambutan oleh bapak Pimpinan Pesantren H. Abdul Aziz Tarigan, Lc., MA. Dalam sambutannya, Pimpinan mengajak seluruh keluarga besar Pesantren serta penduduk Paya Bundung dan sekitarnya untuk terus bersama-sama membantu, menjaga, dan memperjuangkan Ar-Raudlatul Hasanah yang merupakan aset dan kebanggaan umat Islam.
Sebelum waktu berbuka, seluruh jamaah mendengarkan tausiah agama yang disampaikan oleh ust. H. Qosim Nursheha, Lc, M. Ud.
Acara diakhiri dengan ta’jil, shalat Maghrib berjamaah, dan makan malam yang sudah disiapkan dalam bungkusan kotak. []
Sabtu (11/5), Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah beserta Direktur Pesantren menghadiri peresmian renovasi Masjid dan Madrasah Baitul Makmur Desa Kutambelin, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Peresmian tersebut sekaligus pembukaan kegiatan Pesantren Intensif Ramadhan (PIR) yang diselenggarakan di 11 masjid di Kabupaten Karo mulai 6 sampai 27 Ramadhan 1440 H yang melibatkan sebanyak 26 guru pengabdian KMI tahun ajaran 2019-2020.
Masjid Baitul Makmur di kaki Gunung Sinabung sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup berat dampak letusan gunung Sinabung pada 2016.
Masjid mulai direnovasi total sejak Agustus 2018, berkat bantuan dari sejumlah donatur perusahaan dan perorangan yang diprakarsai oleh Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah H.M. Ilyas Tarigan dan Ir. Ikhsan Sembiring dari Bandung.
Cukup lama masyarakat tidak berani memanfaatkan Baitul Makmur karena semua tiangnya mengalami keretakan.
Alhamdulillah, akhirnya pada 6 Ramadhan 1440 H renovasi total mesjid dan madrasah rampung dan diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajekhsah yang diwakili Kepala Bagian Pembinaan Sosial Pemprovsu Drs.H.Muhammad Yakub Hasibuan.
Acara peresmian turut dihadiri Kepala Desa, Muspika Kec. Namanteran, Pesantren Sirajul Huda Tigabinanga, dan majelis pengajian setempat dan desa lain.
Di penghujung acara menjelang waktu berbuka puasa, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah K.H. Solihin Adin menyampaikan tausiah. Dalam tausiahnya, Bapak Direktur menekankan kepada jamaah kewajiban melaksanakan shalat dan keutamaan mengerjakannya secara berjamaah.
Sebanyak 26 orang guru pengabdian tahun ajaran 2019-2010 diterjunkan dalam kegiatan safari dakwak Pesantren Intensif Ramadhan (PIR) 1440 H. Peserta safari Ramadhan dilepas keberangkatannya dalam acara pelepasan dan pengarahan pada Jumat pagi (10/5) di depan masjid Pesantren oleh Ketua Umum Badan Wakaf H. M. Ilyas Tarigan, Sekretaris Badan Wakaf H. M.Amin Tarigan, Wakil Direktur Pesantren Ust. Carles Ginting, dan Kepala Bidang Pendidikan Ust. H. Andi Wahyudi. Selama 21 hari dari tanggal 10 hingga 31 Mei 2019 para guru pengabdian yang baru saja menamatkan pendidikan KMI di bulan April 2019 bergabung bersama 50 dai lainnya guna melaksanakan kegiatan dakwah ini di 11 mesjid di 5 kecamatan Kabupaten Karo secara bergiliran, antara lain; di Kecamatan Tiga Binanga; Masjid Amanah Desa Simpang Pergendangan, Masjid Sirajul Huda Desa Kuala Baru. Kecamatan Juhar; Masjid Al-Muslimin Desa Mbetong dan Masjid Al-Huda Desa Pernantin. Kecamatan Munte; Masjid Nurul Muttaqin Desa Munte dan Masjid Al-Mukhlisin Desa Simpang Selakar. Kecamatan Namanteran; Masjid Baitul Makmur Desa Kutambelin dan Masjid Al-Ikhlas Desa Sukandebi. Kecamatan Simpang Empat; Masjid Al-Falah Desa Lingga Julu dan Masjid Al- Hidayah Desa Beganding.
PIR yang dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan Armefi Ichanie dan Pesantren Sirajul Huda ini diisi dengan beberapa kegiatan antara lain; tadarussan Alquran, ceramah agama, pelatihan praktek ibadah, bakti sosial, dan lainnya.*
Raudhah (27/04/2019). Patah Tumbuh, Hilang Berganti. Itulah salah satu filosofi kehidupan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang bermakna bahwa Pondok akan selalu konsisten melakukan estafet regenerasi santri-santriwatinya.
Pada tahun ini, Raudlah melaksanakan resepsi khataman alumni ke-28 di gedung serbaguna Pesantren pada Sabtu pagi 27 April 2019. Resepsi Khataman dihadiri oleh pengurus badan wakaf, pimpinan, direktur, ustadz-ustadzah, serta wali santri-santriwati kelas akhir KMI.
Acara dimulai dengan penampilan dari tim akustik pesantren, acara ini juga diisi dengan penyampaian kata sambutan oleh Pimpinan, Direktur, perwakilan wali santri kelas akhir, dan perwakilan santri kelas 1 sampai dengan 5. Salah satu momen yang dinantikan santri-santriwati dalam kegiatan resepsi ini adalah penyampaian khutbatul wada’ (khutbah perpisahan) dengan menggunakan bahasa Arab dari salah seorang calon alumni yang sudah mengikuti proses seleksi. Pada tahun ini, khutbatul wada’ disampaikan oleh Fikri Haikal Ramadhan, santri kelas akhir KMI 6A1 asal Siantar. Dalam pidatonya, ia merefleksikan proses pendidikan, kebersaman, nilai-nilai kehidupan, suka duka, hingga hal-hal unik yang tidak terlupakan yang dialami selama nyantri di pesantren, tak lupa, mewakili seluruh santri dan santriwati kelas akhir, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh orang tua dan guru atas segala jerih payah mereka selama ini dalam mengantarkan mereka menyelesaikan pendidikannya di bumi wakaf Ar-Raudlatul Hasanah. Di penghujung khutbahnya, ia mengajak seluruh santri kelas akhir untuk terus menjaga dan memelihara keberlangsungan bumi wakaf Ar-Raudlatul Hasanah.
Direktur Pesantren KH. Solihin Adin, S.Ag., MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat berjuang dan mengabdi bagi 419 calon alumni ke-28 di tengah-tengah masyarakat pasca menuntaskan pendidikan di pesantren, beliau juga mengingatkan bahwa tujuan dari pendidikan pesantren adalah membentuk kader-kader umat yang mundzirul qaum (pemberi peringatan kepada umat).
Dalam resepsi ini juga diumumkan tiga alumni terbaik angkatan ke-28 KMI, mereka adalah:
Terbaik I : Fathiyah Nabila, 6C, asal Medan Marelan
Terbaik II : Endah Lakona Sitakar, 6A2, asal Dairi
Terbaik III : Abdulhafit Bueraheng, 6A1, asal Thailand. Ed.HS
Raudhah (24/04/2019). Sebelum meuntaskan masa nyantri di pondok, santri-santriwati kelas akhir Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti beragam kegiatan sebagai bekal kelak di masyarakat, baik di tempat mengabdi maupun di perguruan tinggi nantinya.
Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah Rihlah Ilmiah-Iqtishadiyah, yang merupakan kunjungan sekaligus studi lapangan ke dua destinasi kunjungan, yaitu Sumatera Barat dan Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim KMI telah mempersiapkan kegiatan ini sejak enam bulan sebelumnya dengan meninjau lokasi, membentuk panitia dan menyurvei minat santri-santriwati untuk memilih dua destinasi tersebut. Ini merupakan kali pertama rihlah di dua lokasi berbeda, 115 santri-santriwati di Kuala Lumpur, dan 303 santri-santriwati ke Sumatera Barat.
Rihlah ini dilaksanakan pada 19-23 April 2019, adapun agenda selama kegiatan ini adalah kunjungan ke institusi pendidikan, industri lokal, destinasi wisata dan acara-acara keakraban. Untuk di Sumatera Barat, santri-santriwati berkunjung ke Pondok Pesantren Thawalib Padang Panjang, Pesantren Nurul Ikhlas, Masjid Raya, Universitas Negeri Padang, dan spot-spot wisata. Sedangkan di Kuala Lumpur, yang menjadi tujuan kunjungan adalah Universitas Antar Bangsa Malaysia, Universitas Teknologi Malaysia, Komplek Pencetakan Alquran ‘Nasyrul Quran’ Shah Alam, dan beberapa lokasi-lokasi wisata di negeri jiran tersebut.
Keberangkatan santri-santriwati kelas akhir ini didampingi oleh para wali kelas, panitia, serta direktur dan wakil direktur pesantren. Kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan wawasan bagi santri kelas akhir yang merupakan calon alumni ke-28 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang diwisuda pada 28 April 2019. Ed.HS