Masjid Baitul Mughni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut


Raudlah 2 Lumut. 22/02/19. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut dalam upaya pembangunan serta peningkatan sarana dan prasarana mendapatkan zakat mal (harta) dari bapak Iqbal Pane (putra dari pendiri HMI) sebesar Rp. 5.000.000,- dan juga Infak atas nama Alm. Lafran Pane dan Alm. Marha Dewi (ayah dan ibu bapak Iqbal Pane dan juga orang tua angkat bapak Muhammad Ilyas Tarigan semasa tinggal di Jogja) sebesar Rp. 5.000.000,-, dikirimkan melalui rekening Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut.
Menurut perencanaannya Pesantren ingin membangun asrama putri, dapur putri, kelas putri, kelas putra, Gedung serbaguna pesantren, perkantoran pusat administrasi, pembebasan tanah, pemerataan tanah dan pembangunan sarana prasarana pesantren seperti: Lapangan bola kaki, lapangan bola basket, lapangan takraw, dan lain sebagainya.
Berdasarkan program dan cita-cita pembangunan pesantren yang lebih baik, kiranya masih membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka dari itu pesantren siap menjadi ladang amal bapak/ibu/saudara/i dalam hal menyalurkan wakaf, zakat mal, dan infaq terbaik Antum demi Pembangunan yang lebih baik lagi di tanah wakaf murni Allah swt ini.
Semoga setiap barang/rupiah yang diwakafkan/zakatkan/infaqkan mendapatkan balasan yang terus mengalir hingga akhir zaman dan harta yang ditinggalkan senantiasa diberikan keberkahan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Raudhah (19/02/2019). Dua santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris dalam even Smart Fest 2019 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sukma Medan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Februari 2019 di Kampus Universitas Sukma di Jalan Sisingamangaraja Medan.
Dalam even ini Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus tiga santri, yaitu Tengku Muhammad Luthfi (VF asal Serdang Bedagai), Muhammad Javier (II B asal Medan), dan Dirki Arba Albana (3 Intensif B asal Medan). Ketiganya merupakan anggota klub pidato ‘Orator Kontemporer Ar-Raudlatul Hasanah’ (ORISKORH) yang fokus pada pengembangan skill di bidang public speaking.
Dua gelar juara berhasil disabet oleh tim Ar-Raudlatul Hasanah yang dibimbing oleh Seksi Bahasa dan Muhadharah ini, yaitu peringkat I diraih oleh Muhammad Javier dan peringkat II diraih oleh Dirki Arba Albana. Ed. HS
Mulai bulan September 2018 proses pemasakan nasi di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan berubah dari menggunakan gas kepada penggunaan kayu bakar. Perubahan sistem ini berawal dari banyaknya pembongkaran gedung semi permanen yang diganti dengan bangunan permanen. Bagian kayu dari bangunan tersebut yang sudah tidak layak pakai dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak nasi. Selain dari sisa pembongkaran bangunan semi permanen, kayu bakar juga dihasilkan dari pemangkasan dahan dan ranting pohon-pohon yang ada di dalam Kampus Pesantren. Oleh sebab itulah dibangun sebuah tempat memasak nasi yang menggunakan bahan bakar kayu di dekat ruang makan guru di sebelah utara kampus Pesantren.
Sebanyak 4 orang karyawan setiap harinya memasak tidak kurang dari 900 kg beras guna menyiapkan nasi bagi seluruh santri dan santriwati yang berjumlah 3302 orang, dan guru sebanyak 236 orang, serta karyawan dan staf sebanyak 172 orang. Alhamdulillah, dengan perubahan sistem penggunaan bahan bakar kayu, Pesantren mampu menghemat ± Rp.40.000.000,- setiap bulannya bila dibandingkan dengan sebelumnya menggunakan gas yang menghabiskan sebanyak 540 tabung ukuran 12 kg dalam satu bulan.
Gedung Hafsah dibangun menyatu tepat di belakang gedung Zainab dengan bagian depan gedung menghadap Timur bersebelahan langsung dengan gedung Ruqayyah dengan ukuran dan jumlah lantai yang sama dengan gedung Zainab yaitu 11x63m. Proyek yang menelan biaya ± Rp. 3.000.000.000 ini mulai dikerjakan pada bulan Juli 2018 dan berakhir pada bulan Desember 2018. Lantai 1 gedung Hafsah difungsikan sebagai Toko Pelajar dan Santri Mart, sedangkan lantai 2 sebagai ruang belajar santriwati, dan lantai 3 seluruhnya merupakan ruang pertemuan yang mampu menampung sebanyak 400 orang.
Lahan pembangunan gedung Zainab dan gedung Hafsah baru awalnya merupakan gedung Rabiah Adawiyah lama berbentuk bangunan semi permanen yang telah dirobohkan dan diganti dengan gedung Rabiah Adawiyah Baru berlantai 3 yang dibangun mulai tahun 2012 hingga 2013.
Gedung ini dinamakan dengan gedung Hafsah sebagai pengganti dari gedung Hafsah lama yang terbuat dari kayu yang dibangun pada tahun 1993 dan berakhir masa penggunaannya pada bulan April 2019.
Gedung Zainab merupakan bangunan permanen berlantai tiga dengan luas bangunan 11x 63m yang dibangun di kampus Putri tepat berada di depan gedung Rusunawa dengan bagian depan gedung menghadap barat. Gedung ini difungsikan sebagai ruang belajar santriwati yang terdiri dari 18 lokal belajar dan dilengkapi dengan fasilitas ruang guru berukuran 7x24m di lantai 1, dan 7 unit toilet santriwati di setiap lantainya. Pembangunan gedung Zainab dilaksanakan dalam 2 tahap, tahap 1 dimulai pada bulan Januari hingga Juni 2018, dan tahap 2 pada bulan Juni hingga November 2018. Proyek ini menelan biaya ± Rp. 3.000.000.000,-.
Setelah dipergunakan selama 26 tahun sebagai asrama dan ruang belajar santriwati, pada Desember 2018 gedung Aisyah lama yang terbuat dari kayu dan berlantai dua yang dibangun pada tahun 1992 ini dibongkar. Sebagai penggantinya, pada tahun 2017 dibangun gedung permanen berlantai 3 dengan 21 kamar berukuran 7x8m. Gedung ini pun dilengkapi dengan gedung kamar mandi 2 lantai dan jemuran 1 lantai seluas 6×43,5m yang dibangun di belakangnya. Gedung Aisyah baru dibangun dalam bentuk letter U menghadap utara di kampus santriwati dan menelan biaya ± Rp.2.800.000.000,-. Gedung baru ini diperuntukkan bagi pusat organisasi santriwati di lantai 1 dan asrama santriwati lama di lantai 2 dan 3.
Raudhah (02/03/2019). Dalam rangka evaluasi hasil kegiatan belajar-mengajar selama dua bulan di dalam kelas, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan ulangan umum di setiap tengah semester.
Sebanyak 23 guru dilibatkan dalam kepanitiaan pelaksanaan ulangan dan ujian semester genap tahun ajaran 2018/2019. Panitia ulangan umum dan semester genap bersama Seksi Evaluasi dan Akademik Santri bertanggungjawab atas pelaksanaan ulangan umum dan ujian semester genap. Di antara tugas utama yang dilaksanakan oleh kepanitiaan ujian dan seksi evaluasi dan akademik santri antara lain; penentuan guru pembuat soal, pengoreksian soal oleh majelis supervisor mata pelajaran, pencetakan soal, pengadaan lembar jawaban, penulisan nilai hasil ulangan dan ujian, hingga pencetakan rapor hasil ulangan dan ujian.
Sejak beberapa tahun terakhir, nilai akhir semester santri adalah gabungan dari nilai ulangan semester dan ujian akhir semester, oleh karenanya seluruh santri-santriwati diharapkan untuk dapat bersungguh-sungguh mengikuti ulangan umum.
Ulangan umum semester genap tahun pelajaran 2018-2019 diadakan selama 9 hari dari tanggal 2 sampai dengan 10 Maret 2019 diikuti oleh seluruh santri dan santriwati kelas 1 sampai dengan 5. Dengan durasi waktu 60 menit setiap pelajaran, sebanyak 2 hingga tiga pelajaran diujikan setiap harinya. Dalam setiap satu ruang ulangan umum diisi 30 santri dengan tingkat kelas yang beragam. Masing-masing ruang diawasi oleh dua hingga tiga guru dan di setiap lantai gedung diawasi oleh seorang guru senior pengawas zona.
Seminggu sebelum ulangan hingga masa ulangan berakhir, seluruh kegiatan ekstrakurikuler santri-santriwati diberhentikan untuk sementara waktu agar semuanya mempersiapkan diri dan fokus menghadapi ulangan. Selain itu, di setiap malam seluruh santri-santriwati wajib belajar di zona yang telah ditentukan oleh Bidang Pendidikan di bawah pengawasan guru, sehingga jika ada hal-hal yang kurang difahami oleh mereka dapat langsung ditanyakan.
Dalam upacara pembukaan ulangan umum semester di hadapan santriwati, Direktur Pesantren KH. Solihin Adin berpesan kepada santri untuk serius dan fokus dalam menghadapi ulangan umum dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran. Ed.HS
Raudhah (16/02/2019). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus guru untuk mengikuti Program Kaderisasi Mudarris Ilmu Mawarits (PKM-IM) di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur. Guru KMI Ar-Raudlatul Hasanah yang mengikuti kegiatan ini adalah KH. Solihin Adin dan Ustadz Abdul Hamid Adam.
PKM-IM merupakan program dari Mawarits Center Universitas Darussalam Gontor, lembaga yang fokus dalam bidang kajian keilmuan Mawarits.
Tidak hanya mengikuti kegiatan PKM-IM, Bapak Direktur Pesantren KH. Solihin Adin juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahim dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus menyampaikan perkembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan meminta masukan dan arahan bagi kemajuan Ar-Raudlatul Hasanah.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12 sampai dengan 16 Februari 2019 ini diikuti oleh guru-guru pesantren seluruh Indonesia melalui undangan yang disebar oleh UNIDA Gontor. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan seputar perkembangan ilmu mawarits dan juga metode-metode pembelajarannya. Direncanakan, pelaksanaan PKM-IM selanjutnya akan dilaksanakan di luar UNIDA dan harapannya Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dapat menjadi pelaksana kegiatan bagi seluruh pondok pesantren yang ada di wilayah Sumatera dan Aceh.
Dalam rangkaian renovasi dan pengalihfungsian gedung, pada hari Sabtu (2/3/2019) satu ruang gedung Indonesia sebelah timur yang tepat berada di depan mesjid dibongkar mulai dari lantai satu hingga lantai 3. Hal ini ditujukan untuk melebarkan akses jalan menuju area kawasan asrama santri putra. Diharapkan, setelah dilakukannya pembongkaran sebahagian gedung ini, akses jalan dari dan menuju kawasan asrama santri putra dapat lebih luas, begitu juga jalan masuk dan keluar mesjid yang dilalui oleh santri putra dan para tamu.