Raudhah, 22/12/09. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mendapatkan kunjungan ulama kharismatik dan pemimpin tertinggi tarekat Naqsabandiyah sekaligus anggota dewan fatwa Suriah Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb pada Ahad pagi 22 Desember 2019 setelah sebelumnya pada tahun 2013 orang tua beliau almarhum Syeikh Rajab Dieb juga telah melakukan kunjungan yang sama. Dalam kunjungannya, Syekh Dr. Muhammad Rajab Dieb didampingi Syeikh Mahmud Syahadah dan Syeikh Umar Muhammad Dieb.
Kedatangan para tamu mulia tersebut disambut oleh Ketua Umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, Direktur Pesantren K.H. Solihin Adin, S.Ag., MM., dan beberapa guru senior di ruang direktur. Selanjutnya Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb menyampaikan ceramah umum di hadapan guru serta santri dan santriwati kelas akhir di masjid.
Dalam ceramahnya, Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb menyampaikan; “Kita harus dapat merealisasikan ilmu dengan dunia dan akhirat, dan semua guru kita adalah pewaris Nabi Muhammad SAW, dan Rasulullah SAW adalah sosok yang diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi seluruh makhluk di dunia ini”. Beliau juga menegaskan; “Anda semua adalah seorang pengajar yang dinanti oleh para generasi yang akan datang, seorang guru harus memiliki sifat kasih sayang kepada muridnya karena semua muridnya harus dilihat seperti anaknya sendiri.” Dr Syekh Muhammad Rajab Dieb menuturkan, tasawuf itu sebenarnya akhlak Rasulullah SAW. Agama hakikatnya dalam tasawuf adalah akhlak Nabi Muhammad SAW. Salah satu indikasi orang sudah merasakan kedekatan akhlak dalam dirinya adalah selalu merasa dilihat Allah dan takut serta cinta kepadaNya baik dalam segala kondisi.
Guru-guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berfoto bersama Syeikh Muhammad Rajab Dieb, ulama tertinggi Tareqat Naqsabandiyah usai menyampaikan ceramah di Masjid Pesantren (22/12/19).
Di akhir tausiahnya beliau berpesan kepada seluruh guru dan santri dan santriwati kelas akhir yang berjumlah 459; “Kalian semua adalah guru-guru yang gagah, dan tujuan kita semua adalah mencari ridho Allah Ta’ala”.
Seusai pertemuan dengan seluruh guru dan santri di masjid, para tamu mulia bersama ketua umum Badan Wakaf, Direktur, dan guru senior bersantap siang bersama di kantor direktur sebelum akhirnya meninggalkan bumi wakaf Ar-Raudlatul Hasanah.
Raudhah (13/12/19). Jum’at pagi (13/12/19) seluruh santri putra dari kelas 1 hingga 6 berkumpul di gedung serbaguna, dan santriwati di masjid lantai dua guna mendengarkan arahan etiket dari Bapak Direktur dan wakil direktur.
Sudah menjadi sunnah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjelang liburan, santri-santriwati diberikan kuliah umum tentang etiket terkait liburan.
Etiket merupakan bahasa serapan yang telah dibakukan dari Bahasa Inggris yaitu etiquette, yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah tata cara atau adat sopan santun dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia.
Dalam arahannya, Bapak Direktur KH. Solihin Adin, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa santri harus mampu menjaga etika selama masa liburan, baik kepada keluarga, masyarakat, dan juga lingkungan, serta tidak menjadi tamu di kampung halaman dan rumah sendiri.
Bapak Wakil Direktur bertanya pada santri kelas 6 KMI dalam etiket dan nasihat menjelang Liburan pertengahan semester
Kuliah umum etiket berlibur diisi dengan berbagai materi, antara lain; sikap bijak dalam menggunakan gawai elektronik (gadget) selama liburan, adab bertamu dan menerima tamu, adab berpergian serta cara melaksanakan shalat ketika safar, dan adab perpakaian dan bermasyarakat. Seluruh materi kuliah umum etiket ditutup dengan peragaan langsung di hadapan seluruh santri tata cara bertamu dan menyambut tamu.
Raudlah (9/12/12). Salah satu institusi ekonomi Islam yang dahsyat selain zakat adalah wakaf (jamak: awqaf). Universitas Darussalam Gontor mengembangkan ICAST (International Center for Awqaf Studies), dan kali ini menyelenggarakan International Executive Training on Waqf Management selama dua hari (3-4 Desember 2019) dengan pelatih utama Prof. Dr. Monzer Kahf, guru besar pada Islamic Finance and Economics, Universitas Sabahattin Zaim University Istanbul, Turki.
Dalam rangka penguatan sistem wakaf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang telah berjalan semenjak diresmikannya wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada tahun 1986 hingga saat ini, Pesantren mengutus Ustad Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si guna mengikuti IETWM di Unida.
Guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si dalam Seminar International Executive Training Waqf Management with Prof. Dr. Monzer Kahf in UNIDA Gontor
Diharapkan, dengan keikutsertaan utusan Pesantren dalam pelatihan ini dapat mengembangkan gagasan dan lembaga wakaf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sehingga dapat lebih maju dan berkembang demi kejayaan Islam dan muslimin.
Adapun materi yang disampaikan pada training internasional ini antara lain; (1) Introduction to Fiqh and Awqaf Management; Overview of Islamic social finance, Introduction to the Fiqh on Awqaf, History of Waqf Civilization. (2) Management of Awqaf for Poverty Alleviation; Introduction to the Concept of Awqaf and its Importance, Awqaf Understanding and its Jurisprudence, Socio-Economic Impact of Awqaf on Poverty Alleviation, Developmental Aspects of Waqf, Experiences of some Muslim Countries in Implementing Awqaf Productive. (3) Risk Management in Awqaf Institution; An Overview of the Development of waqf, Good Nadzir Governance in Waqf Institution, Experience of Selected Nadzir in Waqf Institution.
Raudlah (2/12). Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ir. H. A. Prana Rulianto Tarigan didampingi Wakil Direktur Pesantren Ust. Carles Ginting, BHSc menghadiri kegiatan Indonesia Sharia Econonic Festival ke-6 (ISEF 6th) di Jakarta. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mengundang 110 pondok pesantren se-Indonesia untuk ambil peran di ISEF 6th. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah merupakan salah satu pesantren dari wilayah Sumatera Utara. ISEF 6th berlangsung 12–16 November 2019 di JCC Jakarta yang diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan ekonomi syariah dan pengembangannya.
Menjelang pembukaan ISEF 6th dilakukan pertemuan para Kiyai dan pimpinan pondok pesantren di Hotel Sultan Jakarta dan melahirkan kesepakatan untuk membentuk holding bisnis pesantren yang dipimpin oleh KH. Moh Hasib Wahab Chasbullah dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang. Holding bisnis pesantren tersebut dideklarasikan pada 11 Nopember 2019 dan dinamai dengan Deklasasi Jakarta. Isi dari pada deklarasi tersebut untuk membangun sinergi bisnis antar pondok pesantren sebagai wujud kontribusi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri undangan BI dalam acara ISEF 6th (Indonesia Sharia Economic Festival ke-6) di Jakarta
Dalam kepengurusan holding bisnis pesantren di bawah pimpinan KH. Moh Hasib Wahab Chasbullah tersebut, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ir. H. A. Prana Rulianto Tarigan mendapat amanah mewakili wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Pada hari berikutnya Pimpinan mengikuti pembukaan ISEF 6th yang dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dilanjutkan dengan kunjungan pameran produk-produk syariah dan produk-produk pesantren di JCC Jakarta.
Raudhah (8/11).
Dalam rangka meningkatkan kualitas bahasa Arab dan Inggris santri dan
santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pembimbing bahasa santri—dikenal
dengan Language Advisory Council (LAC)—dibantu oleh bagian bahasa OPRH
melaksanakan expo bahasa (language expo) dari 25 Oktober hingga 7 November
2019.
Selain peningkatan kualitas bahasa Arab dan Inggris, expo
bahasa juga merupakan wadah untuk memotivasi santri agar terus menggunakan
bahasa resmi dalam percakapan sehari-hari dan upaya meningkatkan percaya diri
serta menumbuhkan semangat berkompetisi.
Language Expo terdiri atas beberapa cabang
perlombaan, antara lain; naqlul jumlah, first rank, choral speaking, qawa’id
Olympiad, scrable, debat, ma huwa, wall magazine, singing, dan language
ambassador, Miss Language, Short Story, Fathul Mu’jam.
Penampilan Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam Language Expo 2019 kategori lomba Choral Speaking (26/10)
Setelah melalui babak seleksi, final perlombaan expo bahasa digelar
di dalam gedung serbaguna setelah shalat Isya, santri pada tanggal 6 November, dan
santriwati pada 7 November 2019.
Berikut nama para pemenang santri putra setiap kategorinya
secara berurutan dari juara 1;
Naqlul Jumlah: Kelas 1B, Kelas 1F, Kelas 1J,
Kelas 1 Int B.
First Rank: Muhammad Javier (3B), Faisal Lesa
(6F), Dimas Aryo Sigit (4A1).
Choral Speaking: Kelas 3 Int B, Kelas 4B, Kelas
4A1.
Raudhah (3/11). Hampir empat bulan berlalu sejak peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah pada tanggal 5 Juli 2019, gedung Khadijah Baru masih dalam proses pembangunan dan kini sudah mencapai 40% dari seluruh pengerjaan.
Kepada Bidang Kesejahteraan Ustadz Dermawan, S.E., S.Pd.I., M.M. menyatakan bahwa pembangunan gedung Khadijah Baru ini menelan biaya hingga Rp 7,5 Milyar. Gedung permanen berbentuk letter U ini terdiri atas tiga lantai, setiap lantainya memiliki 11 kamar berukuran 7×8 m.
Dengan kapasitas sebanyak 33 ruang, direncanakan gedung baru ini difungsikan sebagai asrama santri putri yang dapat menampung hingga 660 santri.
Tampak dari depan Gedung Khadijah Baru yang masih dalam tahap pembangunan
Sesuai rencana awal, gedung Khadijah Baru akan dapat ditempati pada Februari 2020 oleh santri putri lama yang saat ini menghuni gedung Khadijah lama dan gedung Fatimah. Namun rencana tersebut diperkirakan sedikit mundur hingga pertengahan Juni 2020 melihat kondisi pengerjaan pembangunan yang baru mencapai 40%. “InsyaAllah, mudah-mudahan bulan Juni 2020 proyek pembangunan gedung Khadijah Baru dapat diselesaikan, sehingga seluruh santri putri baru bisa menempati gedung ini”, demikian ungkap Ustadz Dermawan.
Ketika ditanya tentang kendala pembangunan, Ustadz Dermawan mengaku alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala yang cukup besar dalam pelaksanaan pembangunan gedung Khadijah Baru. “Ya paling hanya kendala alam saja”, kata beliau. Hal tersebut cukup beralasan dikarenakan beberapa minggu ini intensitas hujan di Kota Medan dan sekitarnya cukup sering.
Gedung Khadijah Baru ini akan dilengkapi dengan kamar mandi dan jemuran pakaian di setiap lantainya sehingga diharapkan dapat mempermudah santri dalam melaksanakan aktifitas hariannya di asrama.