Raudlah (9/12/19). Bapak Direktur Pesantren K.H. Solihin Adin, S, Ag., MM didampingi Ust. Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si mewakili Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti Silaturahim Nasional Forum Pesantren Muadalah yang dilaksanakan pada 1 hingga 2 Desember 2019 di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur.
Di antara materi yang dibahas pada pertemuan para pimpinan pondok pesantren se-Indonesia ini antara lain; pengenalan Undang-undang Pesantren yang baru saja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, kebijakan pendidikan pesantren, serta nilai kepesantrenan dan tantangan modernisasi.
Di antara hal-hal penting yang dihasilkan dari pertemuan ini antara lain; bahwa tujuan Undang-undang Pesantren bertujuan untuk menjaga kemandirian dan kekhasan pesantren. Disebutkan juga bahwa UU Pesantren tidak menginduk pada UU Mendiknas, sehingga surat izin operasional pesantren berbasis muadalah tidak sama dengan surat izin operasional madrasah, dan izin operasional tersebut tidak perlu diperpanjang, cukup dengan proses akreditasi.
Di antara kekhasan lainnya dari pesantren muadalah adalah bahwa proses akreditasi pesantren muadalah lebih sederhana dibandingkan dengan satuan pendidikan tingkat menengah, di mana setiap pesantren muadalah minimal wajib memiliki 3 rombongan belajar (rombel) untuk kelas 1-3, dan 3 rombongan belajar untuk kelas 4-6 dengan jumlah santri minimal 20 santri setiap rombelnya.
Ketua FKPM yang juga rektor Universitas Darussalam K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasy, MA dengan tegas menghimbau seluruh Pimpinan Pesantren Alumni (PPA) Gontor untuk mengikuti program Muadalah. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa FKPM siap untuk membantu dan memfasilitasi seluruh administrasi yang berkaitan dengan proses muadalah
Raudlah (2/12). Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ir. H. A. Prana Rulianto Tarigan didampingi Wakil Direktur Pesantren Ust. Carles Ginting, BHSc menghadiri kegiatan Indonesia Sharia Econonic Festival ke-6 (ISEF 6th) di Jakarta. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mengundang 110 pondok pesantren se-Indonesia untuk ambil peran di ISEF 6th. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah merupakan salah satu pesantren dari wilayah Sumatera Utara. ISEF 6th berlangsung 12–16 November 2019 di JCC Jakarta yang diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan ekonomi syariah dan pengembangannya.
Menjelang pembukaan ISEF 6th dilakukan pertemuan para Kiyai dan pimpinan pondok pesantren di Hotel Sultan Jakarta dan melahirkan kesepakatan untuk membentuk holding bisnis pesantren yang dipimpin oleh KH. Moh Hasib Wahab Chasbullah dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang. Holding bisnis pesantren tersebut dideklarasikan pada 11 Nopember 2019 dan dinamai dengan Deklasasi Jakarta. Isi dari pada deklarasi tersebut untuk membangun sinergi bisnis antar pondok pesantren sebagai wujud kontribusi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri undangan BI dalam acara ISEF 6th (Indonesia Sharia Economic Festival ke-6) di Jakarta
Dalam kepengurusan holding bisnis pesantren di bawah pimpinan KH. Moh Hasib Wahab Chasbullah tersebut, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ir. H. A. Prana Rulianto Tarigan mendapat amanah mewakili wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Pada hari berikutnya Pimpinan mengikuti pembukaan ISEF 6th yang dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dilanjutkan dengan kunjungan pameran produk-produk syariah dan produk-produk pesantren di JCC Jakarta.
Raudlah, (29/11). Seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kampus 1 Medan dan kampus 2 Lumut Tapanuli Tengah malam ini (29/11) melakukan persiapan akhir guna menghadapi ujian tulis semester ganjil yang akan dilaksanakan mulai tanggal 30 November hingga 12 Desember 2019.
Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan belajar malam di bawah pengawasan Asatidzah sebelum Ujian Tulis Semester 1
Sebelumnya, selama seminggu mulai tanggal 23 hingga 28 November 2019, mereka telah menyelesaikan ujian lisan yang terdiri atas 3 materi dengan hari pelaksanaan yang berbeda, yaitu; bahasa Arab, bahasa Inggris, dan Ibadah.
Di waktu yang bersamaan, sebanyak 197 putra dan 262 putri santri kelas akhir KMI juga menghadapi ujian akhir KMI termin 1.
Semoga Allah SWT memudahkan seluruh santri dan guru dalam melaksanakan dan mengikuti seluruh pelaksanaan ujian dengan baik.
Hadirilah TABLIGH AKBAR Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Tema “Menjadikan Rasulullah Sebagai Contoh Tauladan di Kehidupan Akhir Zaman”
Raudhah (24/10/19). Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat meresmikan program elektronifikasi pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Bank Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Mandiri.
Peluncuran program elektronifikasi dan digitalisasi pembayaran ini dilaksanakan di gedung serbaguna kampus 1 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan pada Rabu pagi (23/10/19) yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Drs. M. Ayub, SE, pejabat kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara, seluruh pimpinan bank wilayah Sumatera Utara baik negeri maupun swasta, pimpinan pesantren se-Sumatera Utara, dan guru serta santri kelas akhir KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Dalam sambutannya, ketua umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai pilot project pelaksanaan elektronifikasi pembayaran dan digitalisasi pondok pesantren luar Jawa. Ia juga menyatakan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Pesantren terutama dalam hal pengembangan ekonomi, keamanan dan kemudahan transaksi, serta manajemen keuangan Pesantren.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Drs. M. Ayub, SE., mengalungkan E-Money kepada Guru-guru dan Santri dalam Launching Elektronifikasi Pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (23/10)
Elektronifikasi pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah direalisasikan dalam bentuk peralihan sistem pembayaran di seluruh unit usaha Pesantren dari bentuk tunai menggunakan uang kartal kepada pembayaran menggunakan kartu uang elektronik atau dikenal dengan istilah e-money.
Secara bertahap, kartu e-money digunakan sebagai alat pembayaran wajib oleh 4000 santri, guru, dan staf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam melakukan transaksi di santrimart, toko pelajar, kantin, warung telekomunikasi, dan unit usaha Pesantren lainnya. Kartu ini juga dipersiapkan sebagai kartu identitas, akses, dan absensi di lingkungan Pesantren karena di dalamnya memuat nama dan foto pemilik kartu, nomor stambuk santri, dan nomor induk guru dan staf.
Wiwiek Sisto Widayat selaku Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara dalam sambutannya di hadapan seluruh undangan dan santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada peluncuran program elektronifikasi dan transformasi Pesantren di gedung serbaguna mengapresiasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada Pesantren yang merupakan lembaga pertama yang ditunjuk untuk elektronifikasi pesantren di luar Jawa.
Seusai seremoni launching program di gedung serbaguna, Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara beserta Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan tamu undangan meninjau beberapa unit usaha Pesantren yang merupakan binaan dan penerima bantuan Bank Indonesia seperti usaha pembuatan roti dan loundry, serta melakukan simulasi transaksi menggunakan kartu e-money di santrimart Putri.
Selain peluncuran program elektronifikasi pembayaran, kegiatan ini juga diisi dengan seminar interaktif bertajuk Pengembangan Ekonomi Digital Pesantren Menyongsong Era Digital yang diikuti oleh tamu undangan, guru, dan santri kelas akhir KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang dilaksanakan di gedung serbaguna mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB
Raudlah (22/9/19). Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1441 dan Milad Pesantren ke-38, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan seminar internasional dengan tema “Ketika Sukses Berawal dari Rumah” yang diisi oleh Prof. Dr. Hamid Arsyat (Director General of the National Population and Family Development of Malaysia) pada sabtu 21 September 2019.
Seminar yang diadakan di aula Hafsah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini dihadiri oleh Pimpinan, Pengurus Badan Wakaf, serta seluruh Ustadz dan Ustadzah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Dalam sambutan pembukanya, ketua umum badan wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah H. M. Ilyas Tarigan menekankan pentingnya pelaksanaan seminar ini bagi para guru dalam memperdalam wawasan seputar teknik mendidik.
Di antara hal penting yang disampaikan oleh pemateri adalah bahwa anak merupakan karunia agung Allah SWT serta amanah besar yang harus dijaga dengan baik. Oleh sebab itulah, seorang pendidik harus mengerti seluruh kewajibannya serta mampu melaksanakannya dengan baik. Lebih lanjut pemateri menyatakan bahwa pendidikan anak dimulai dari diri kedua orang tuanya, keluarga, dan lingkungan.
Seminar diakhiri dengan dialog dari seluruh peserta dengan pemateri.