Raudhah (4/1/2020). Seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan laporan pertanggungjawaban pengurus organisasi pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 4 hingga 7 Januari 2019.
Kegiatan keorganisasian ini merupakan salah satu program pendidikan yang wajib yang diikuti oleh seluruh guru dan santri pada pagi dan malam hari.
Dalam sambutannya pada pembukaan LPJ OPRH di hadapan santriwati, Direktur Pesantren K.H. Solihin Adin, S.Ag., M.M menegaskan bahwa organisasi memiliki nilai pendidikan yang sangat besar antara lain menanamkan rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah dan berkomunikasi sebagaimana motto Pesantren ‘siap memimpin dan siap dipimpin’.
Selama 4 hari, seluruh guru dan santri mendengarkan pembacaan laporan kerja tiap-tiap bagian pengurus OPRH lama yang dijabat oleh santri kelas 6 KMI yang sebelumnya telah diperiksa oleh guru pembimbing yang meliputi atas formatur bagian, program kerja, keuangan, inventaris, dan evaluasi.
Di setiap akhir pembacaan laporan bagian, Direktur Pesantren menyampaikan evaluasi kepada seluruh santri untuk dapat disempurnakan oleh pengurus OPRH yang baru yang akan dijabat oleh santri kelas 5 KMI.
Bapak Wakil Direktur Ust. Carles Ginting, B.HSc., menerima laporan pertanggungjawaban dari bagian kesehatan OPRH Periode 2019-2020 (4/1).
OPRH terdiri dari 22 bagian antara lain; ketua, sekretaris, bendahara, keamanan, pengajaran, ta’mir masjid, bahasa, penerangan, toko pelajar, warung pelajar, santri mart, studio photo, laundry, tata lingkungan, sosial, penerimaan tamu, logistik, keseneian, olahraga, air dan listrik, perpustakaan, dan kesehatan.
LPJ OPRH putra dilaksanakan di gedung serbaguna, dan putri di halaman gedung Rabiah Adawiyah dan Zainab.
Raudhah, 22/12/09. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mendapatkan kunjungan ulama kharismatik dan pemimpin tertinggi tarekat Naqsabandiyah sekaligus anggota dewan fatwa Suriah Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb pada Ahad pagi 22 Desember 2019 setelah sebelumnya pada tahun 2013 orang tua beliau almarhum Syeikh Rajab Dieb juga telah melakukan kunjungan yang sama. Dalam kunjungannya, Syekh Dr. Muhammad Rajab Dieb didampingi Syeikh Mahmud Syahadah dan Syeikh Umar Muhammad Dieb.
Kedatangan para tamu mulia tersebut disambut oleh Ketua Umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, Direktur Pesantren K.H. Solihin Adin, S.Ag., MM., dan beberapa guru senior di ruang direktur. Selanjutnya Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb menyampaikan ceramah umum di hadapan guru serta santri dan santriwati kelas akhir di masjid.
Dalam ceramahnya, Syeikh Dr. Muhammad Rajab Dieb menyampaikan; “Kita harus dapat merealisasikan ilmu dengan dunia dan akhirat, dan semua guru kita adalah pewaris Nabi Muhammad SAW, dan Rasulullah SAW adalah sosok yang diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi seluruh makhluk di dunia ini”. Beliau juga menegaskan; “Anda semua adalah seorang pengajar yang dinanti oleh para generasi yang akan datang, seorang guru harus memiliki sifat kasih sayang kepada muridnya karena semua muridnya harus dilihat seperti anaknya sendiri.” Dr Syekh Muhammad Rajab Dieb menuturkan, tasawuf itu sebenarnya akhlak Rasulullah SAW. Agama hakikatnya dalam tasawuf adalah akhlak Nabi Muhammad SAW. Salah satu indikasi orang sudah merasakan kedekatan akhlak dalam dirinya adalah selalu merasa dilihat Allah dan takut serta cinta kepadaNya baik dalam segala kondisi.
Guru-guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berfoto bersama Syeikh Muhammad Rajab Dieb, ulama tertinggi Tareqat Naqsabandiyah usai menyampaikan ceramah di Masjid Pesantren (22/12/19).
Di akhir tausiahnya beliau berpesan kepada seluruh guru dan santri dan santriwati kelas akhir yang berjumlah 459; “Kalian semua adalah guru-guru yang gagah, dan tujuan kita semua adalah mencari ridho Allah Ta’ala”.
Seusai pertemuan dengan seluruh guru dan santri di masjid, para tamu mulia bersama ketua umum Badan Wakaf, Direktur, dan guru senior bersantap siang bersama di kantor direktur sebelum akhirnya meninggalkan bumi wakaf Ar-Raudlatul Hasanah.
Raudhah (14/12). Menjelang berakhirnya masa tugas pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan koordinator kepramukaan 2019-2020 pada pertengahan Januari 2020, Bidang Pengasuhan Santri melaksanakan pemilihan calon ketua periode 2020-2021.
Proses pengangkatan pengurus baru OPRH dan Koordinator Kepramukaan yang dilaksanakan setiap tahun diawali dengan penyaringan calon ketua dari santri kelas 5 melalui seluruh konsulat daerah asal santri.
Setiap konsulat melaksanakan pemilihan 2 utusan yang akan diajukan sebagai bakal calon ketua OPRH dan Koordinator Kepramukaan pada Kamis siang (12/12) setelah Zuhur di ruang belajar dengan arahan guru pembimbing konsulat.
40 santri utusan dari 20 konsulat terpilih putra selanjutnya berkumpul di aula Mina 1, sedangkan putri di aula Hafsah lantai 3, guna mengikuti seleksi calon ketua bersama bapak direktur, kepala-kepala bidang, wali kelas 5, dan ketua OPRH dan koordinator kepramukaan yang sedang menjabat.
Bapak Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ust. Carles Ginting, B.HSc memberikan pengarahan kepada santriwati terpilih dari konsulat masing-masing terkait OPRH dan Koordinator Kepramukaan (12/12).
Setelah dilakukan tahap penyaringan melalui pemilihan oleh seluruh utusan konsulat, sebanyak 5 santri yang mendapatkan suara terbanyak mengikuti uji kelayakan satu persatu dengan menjawab pertanyaan dari bapak direktur dan guru lainnya hal-hal yang berkenaan dengan kepemimpinan, keorganisasian, dan disiplin.
Seusai proses uji kelayakan, bapak direktur bersama seluruh kepala bidang dan wali kelas 5 bermusyawarah guna mendengarkan pandangan atas setiap calon ketua yang sudah diuji kelayakannya. Berdasarkan beberapa hasil pandangan dalam musyawarah, akhirnya bapak direktur menentukan calon ketua OPRH dan Koordinator Kepramukaan masa amanah 2020-2021.
Selanjutnya, ketua yang sedang menjabat dan ketua terpilih bersama-sama akan menyusun formatur pengurus OPRH dan koordinator kepramukaan yang baru dengan bimbingan Bidang Pengasuhan Santri.
Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah yang terdiri atas 22 bagian dan telah terbentuk sejak tahun 1993 mempunyai peran cukup penting dalam pelaksanaan seluruh program Pesantren setiap hari. OPRH dan koordinator kepramukaan berhubungan langsung dengan seluruh santri dalam pelayanan kebutuhan dan kehidupan mereka di Pesantren.
Raudhah (13/12/19). Jum’at pagi (13/12/19) seluruh santri putra dari kelas 1 hingga 6 berkumpul di gedung serbaguna, dan santriwati di masjid lantai dua guna mendengarkan arahan etiket dari Bapak Direktur dan wakil direktur.
Sudah menjadi sunnah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjelang liburan, santri-santriwati diberikan kuliah umum tentang etiket terkait liburan.
Etiket merupakan bahasa serapan yang telah dibakukan dari Bahasa Inggris yaitu etiquette, yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah tata cara atau adat sopan santun dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia.
Dalam arahannya, Bapak Direktur KH. Solihin Adin, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa santri harus mampu menjaga etika selama masa liburan, baik kepada keluarga, masyarakat, dan juga lingkungan, serta tidak menjadi tamu di kampung halaman dan rumah sendiri.
Bapak Wakil Direktur bertanya pada santri kelas 6 KMI dalam etiket dan nasihat menjelang Liburan pertengahan semester
Kuliah umum etiket berlibur diisi dengan berbagai materi, antara lain; sikap bijak dalam menggunakan gawai elektronik (gadget) selama liburan, adab bertamu dan menerima tamu, adab berpergian serta cara melaksanakan shalat ketika safar, dan adab perpakaian dan bermasyarakat. Seluruh materi kuliah umum etiket ditutup dengan peragaan langsung di hadapan seluruh santri tata cara bertamu dan menyambut tamu.
Raudhah (10/12/19). Sejak awal pembelian pada tahun 2012, Tanah wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang terletak di Dusun Lau Macem, Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara terus mengalami perkembangan, perluasan serta pemerataan lahan masih terus dilakukan.
Alhamdulillah, setelah sebelumnya sejak pembelian Pesantren masih menggunakan lahan masyarakat sebagai akses masuk, pada pertengahan November 2019, Pesantren berhasil membebaskan lahan seluas kurang lebih 1,1 hektare seharga Rp.400.000.000,- yang dicicil pembayarannya selama 6 tahun. Tambahan lahan baru ini akan difungsikan sebagai akses masuk dari jalan lintas Medan-Berastagi ke dalam lahan Pesantren yang telah ada.
Saat ini, satu unit dozer, excavator, dan dumptruck sibuk bekerja merobohkan pohon-pohon sawit serta meratakan lahan yang konturnya berbukit-bukit.
Semenjak pembelian, lahan Sugau digunakan sebagai bumi perkemahan kepramukaan santri dan sebagian lainnya ditanami beberapa jenis sayuran dan buah-buahan.
Sebagai program jangka panjang, lahan Sugau merupakan aset penting bagi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Hal tersebut mengingat letaknya yang tepat berada di pinggir lintas Medan dan kota wisata dataran tinggi Berastagi, serta guna menampung kepercayaan dan amanah umat Islam dalam menyokong Kampus 1 Medan yang setiap tahun ajaran baru tak dapat menerima 500 hingga 700 calon santri disebabkan keterbatasan ruang asrama dan kelas.
Pesantren juga mengajak kaum muslimin dan para muhsinin untuk sama-sama berjuang dan turut ambil bagian mewakafkan hartanya di jalan Allah dalam pembebasan dan pelunasan lahan yang baru dibeli. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Raudlah (9/12/12). Salah satu institusi ekonomi Islam yang dahsyat selain zakat adalah wakaf (jamak: awqaf). Universitas Darussalam Gontor mengembangkan ICAST (International Center for Awqaf Studies), dan kali ini menyelenggarakan International Executive Training on Waqf Management selama dua hari (3-4 Desember 2019) dengan pelatih utama Prof. Dr. Monzer Kahf, guru besar pada Islamic Finance and Economics, Universitas Sabahattin Zaim University Istanbul, Turki.
Dalam rangka penguatan sistem wakaf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang telah berjalan semenjak diresmikannya wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada tahun 1986 hingga saat ini, Pesantren mengutus Ustad Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si guna mengikuti IETWM di Unida.
Guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si dalam Seminar International Executive Training Waqf Management with Prof. Dr. Monzer Kahf in UNIDA Gontor
Diharapkan, dengan keikutsertaan utusan Pesantren dalam pelatihan ini dapat mengembangkan gagasan dan lembaga wakaf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sehingga dapat lebih maju dan berkembang demi kejayaan Islam dan muslimin.
Adapun materi yang disampaikan pada training internasional ini antara lain; (1) Introduction to Fiqh and Awqaf Management; Overview of Islamic social finance, Introduction to the Fiqh on Awqaf, History of Waqf Civilization. (2) Management of Awqaf for Poverty Alleviation; Introduction to the Concept of Awqaf and its Importance, Awqaf Understanding and its Jurisprudence, Socio-Economic Impact of Awqaf on Poverty Alleviation, Developmental Aspects of Waqf, Experiences of some Muslim Countries in Implementing Awqaf Productive. (3) Risk Management in Awqaf Institution; An Overview of the Development of waqf, Good Nadzir Governance in Waqf Institution, Experience of Selected Nadzir in Waqf Institution.