by Ar-Raudlatul Hasanah | Nov 24, 2025 | Berita
RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menghadiri kegiatan Silaturrahim dan Tajammuk Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor Sumatera Utara pada Ahad, 23 November 2025, yang diselenggarakan di Pesantren Modern Baitussalam, Simalungun. Kehadiran beliau menjadi salah satu bagian penting dalam forum tersebut, khususnya melalui sambutan yang memaparkan konsep strategis mengenai kemandirian pesantren.
Dalam penyampaiannya di hadapan para asatidz yang berasal dari 39 pondok pesantren se-Sumatera Utara, Direktur menegaskan bahwa kemandirian merupakan ruh yang tidak dapat dipisahkan dari identitas pesantren. Ia menjelaskan bahwa kemandirian pesantren harus dibangun melalui empat fondasi utama yaitu kemandirian kelembagaan, kemandirian sistem pendidikan, kemandirian sumber daya insani, dan kemandirian ekonomi.
“Jika keempat kemandirian ini telah dimiliki, maka akan lahir kemandirian kelima, yaitu kemandirian sikap. Inilah empat sehat lima sempurna ala pesantren,” ujar Direktur dalam sambutannya.
Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi tidak boleh dimaknai sebatas penghematan pembiayaan. Sebaliknya, pesantren harus mampu memperbesar dan memperbanyak instrumen funding agar semakin kuat dan mandiri dalam menjalankan perannya.
Pandangan tersebut disambut baik para peserta, karena memberikan arah konkret dan visioner dalam penguatan lembaga pesantren di era modern.
Acara Silaturrahim dan Tajammuk FPA Gontor Sumut sendiri dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk sejumlah tokoh pesantren. Namun, gagasan yang disampaikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi salah satu poin yang paling mencuri perhatian, terutama terkait masa depan kemandirian dan pengembangan pesantren di Sumatera Utara.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Nov 24, 2025 | Berita
RAUDHAH – Suasana penuh semangat dan kesungguhan menyelimuti Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, saat ujian gelombang pertama bagi santri dan santriwati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) resmi dimulai. Momentum ini menandai tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka menuju penyelesaian studi di Pesantren.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi utama: santri Akhir KMI mengikuti ujian di Gedung Serbaguna, sementara santriwati melaksanakan ujian di Gedung Zainab lantai 3 serta ruang kelas Fatimah.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian ujian berlangsung hingga 4 Desember 2025 / 14 Jumadil Akhir 1447 H. Selama periode ini, para peserta diwajibkan menjaga fokus dan kesungguhan belajar. Waktu belajar malam juga mendapat pendampingan dan pengawasan intensif dari para asatidzah guna memastikan kesiapan mereka menghadapi setiap mata pelajaran.
Setiap sesi ujian berdurasi sekitar dua jam, mencakup materi yang menilai kemampuan hafalan sekaligus pemahaman mendalam para santri/wati. Selain menjadi tolok ukur akademik, ujian ini juga menguji kedisiplinan, ketekunan, serta ketangguhan mental sebagai bagian dari proses pembinaan karakter di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Dengan ikhtiar yang maksimal dan doa terbaik, diharapkan seluruh peserta dapat menjalani ujian dengan lancar serta meraih hasil yang membanggakan.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Nov 23, 2025 | Berita
RAUDHAH — Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan upacara pembukaan Ujian Tulis Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan berlangsung serentak di dua lokasi: halaman Masjid Pesantren untuk santri dan halaman Gedung Rabiah Adawiyah untuk santriwati.
Dalam amanatnya, Ustadz KH. Miftakhuddin menekankan kembali prinsip dasar pendidikan Islam, yaitu adab sebagai fondasi dalam menuntut ilmu. Pesan ulama yang masyhur, “Al-adabu qabla al-‘ilm” serta nasihat Imam Malik, “Pelajarilah adab sebelum engkau belajar ilmu,” menjadi pengingat bahwa kesuksesan akademik tidak dapat dipisahkan dari adab, akhlak dan kedisiplinan santri/wati.
Beliau juga menegaskan bahwa proses ujian bertujuan mengukur kesungguhan belajar, kejujuran, serta kemampuan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Para santri diimbau untuk memperbanyak doa, menjaga ibadah, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana firman-Nya, “Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”
Begitu juga dengan ungkapan Ustadz Carles Ginting yang menyampaikan bahwa setiap impian besar dan tujuan besar harus ditopang oleh persiapan yang baik dan kesungguhan.
Usai upacara, para santri dan santriwati memasuki ruang ujian yang diawasi oleh 2–3 ustaz/ustazah pada setiap kelas. Ujian tulis akan berlangsung selama dua pekan, yaitu 22 November hingga 4 Desember 2025 atau 1–14 Jumadil Akhir 1447 H, mulai pukul 07.30–11.00 WIB setiap hari.
Dengan persiapan yang matang serta adab yang terjaga, diharapkan seluruh peserta ujian memperoleh hasil terbaik dan semakin meningkat dalam kualitas ilmu maupun karakter.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Nov 23, 2025 | Berita
RAUDHAH — Ahad, 23 November 2025, Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Dr. KH. Sulaiman Efendi, Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat Banten.
Kunjungan yang bertujuan untuk ramah tamah dan mempererat tali silaturahmi ini disambut hangat oleh Direktur Pesantren, Ust. Miftakhuddin SS., S.Pd.I., MM.; Wakil Direktur, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom.; Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Dr. KH. Rasyidin, MA.; serta beberapa Kepala Bidang Pesantren.
Acara ramah tamah dilaksanakan di ruang kedirekturan, di mana suasana berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai perkembangan pesantren serta pentingnya menjaga hubungan antarlembaga pendidikan Islam.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Ponpes Manhijussadat Banten dalam memajukan pendidikan di Indonesia
by Ar-Raudlatul Hasanah | Nov 18, 2025 | Berita
RAUDHAH — Sejumlah santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Kimia Indonesia (OKI) yang berlangsung di Bandung. Kompetisi ini berlangsung pada 15-17 November 2025/ 24-26 Jumadal Ula 1447, dengan diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai daerah se-Indonesia, yang menjadi arena uji kemampuan dalam memahami konsep dan riset kimia tingkat lanjut.
Dalam kategori utama, tiga santriwati meraih medali perunggu, yakni Azzura Ginting, Syifa Nadin, dan Aviya Sabrina. Selain itu, sejumlah peserta lain memperoleh penghargaan Honorable Mention dalam kategori study kasus A, B, dan C.
Pada Study Kasus A, penghargaan diberikan kepada Raisya Almira Harahap, Rafifah Zahra, Fahira Alhusna, dan Syafa Alya. Pada Study Kasus B, penghargaan diraih oleh Atiqah Khairiyah, Jelita Arira, Nadila Zega, dan Balqis Mahira. Sementara pada Study Kasus C, penerima penghargaan adalah Laura Zaskya, Alya Ameelia , Aidah Liyana, dan Alya Mahira.
Menurut Ush. Dr. Hazna Sartiva, M.Si., prestasi ini menunjukkan kesiapan para santriwati dalam menghadapi materi kimia berbasis riset yang menjadi ciri kompetisi OKI. Ia menjelaskan bahwa OKI tahun ini mengacu pada standar International Chemistry Olympiad (IChO), sehingga soal-soalnya bersumber dari jurnal ilmiah, termasuk yang berkategori SINTA 2. Tingkat kesulitan tersebut menuntut peserta memahami teknik analisis kimia modern seperti NMR, MS, dan FTIR, yang umumnya dipelajari di tingkat perguruan tinggi.
Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta dan menilai pencapaian ini sebagai dorongan untuk memperkuat pembinaan sains di lingkungan Raudhah.