RAUDHAH — Sejumlah santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Kimia Indonesia (OKI) yang berlangsung di Bandung. Kompetisi ini berlangsung pada 15-17 November 2025/ 24-26 Jumadal Ula 1447, dengan diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai daerah se-Indonesia, yang menjadi arena uji kemampuan dalam memahami konsep dan riset kimia tingkat lanjut.
Dalam kategori utama, tiga santriwati meraih medali perunggu, yakni Azzura Ginting, Syifa Nadin, dan Aviya Sabrina. Selain itu, sejumlah peserta lain memperoleh penghargaan Honorable Mention dalam kategori study kasus A, B, dan C.
Pada Study Kasus A, penghargaan diberikan kepada Raisya Almira Harahap, Rafifah Zahra, Fahira Alhusna, dan Syafa Alya. Pada Study Kasus B, penghargaan diraih oleh Atiqah Khairiyah, Jelita Arira, Nadila Zega, dan Balqis Mahira. Sementara pada Study Kasus C, penerima penghargaan adalah Laura Zaskya, Alya Ameelia , Aidah Liyana, dan Alya Mahira.
Menurut Ush. Dr. Hazna Sartiva, M.Si., prestasi ini menunjukkan kesiapan para santriwati dalam menghadapi materi kimia berbasis riset yang menjadi ciri kompetisi OKI. Ia menjelaskan bahwa OKI tahun ini mengacu pada standar International Chemistry Olympiad (IChO), sehingga soal-soalnya bersumber dari jurnal ilmiah, termasuk yang berkategori SINTA 2. Tingkat kesulitan tersebut menuntut peserta memahami teknik analisis kimia modern seperti NMR, MS, dan FTIR, yang umumnya dipelajari di tingkat perguruan tinggi.
Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta dan menilai pencapaian ini sebagai dorongan untuk memperkuat pembinaan sains di lingkungan Raudhah.