RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menghadiri kegiatan Silaturrahim dan Tajammuk Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor Sumatera Utara pada Ahad, 23 November 2025, yang diselenggarakan di Pesantren Modern Baitussalam, Simalungun. Kehadiran beliau menjadi salah satu bagian penting dalam forum tersebut, khususnya melalui sambutan yang memaparkan konsep strategis mengenai kemandirian pesantren.
Dalam penyampaiannya di hadapan para asatidz yang berasal dari 39 pondok pesantren se-Sumatera Utara, Direktur menegaskan bahwa kemandirian merupakan ruh yang tidak dapat dipisahkan dari identitas pesantren. Ia menjelaskan bahwa kemandirian pesantren harus dibangun melalui empat fondasi utama yaitu kemandirian kelembagaan, kemandirian sistem pendidikan, kemandirian sumber daya insani, dan kemandirian ekonomi.
“Jika keempat kemandirian ini telah dimiliki, maka akan lahir kemandirian kelima, yaitu kemandirian sikap. Inilah empat sehat lima sempurna ala pesantren,” ujar Direktur dalam sambutannya.
Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi tidak boleh dimaknai sebatas penghematan pembiayaan. Sebaliknya, pesantren harus mampu memperbesar dan memperbanyak instrumen funding agar semakin kuat dan mandiri dalam menjalankan perannya.
Pandangan tersebut disambut baik para peserta, karena memberikan arah konkret dan visioner dalam penguatan lembaga pesantren di era modern.
Acara Silaturrahim dan Tajammuk FPA Gontor Sumut sendiri dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk sejumlah tokoh pesantren. Namun, gagasan yang disampaikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi salah satu poin yang paling mencuri perhatian, terutama terkait masa depan kemandirian dan pengembangan pesantren di Sumatera Utara.