Raudlah (23/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus salah satu gurunya, Ustad Atho’ Muhdhori untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Standar dan Aplikasi Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia (SANTRI) di Jakarta selama dua hari pada Kamis hingga Jumat (18-19 Juli 2019).
Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia dan diikuti oleh 47 pesantren dan 30 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dari seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan menyambung tali silaturahmi antara Bank Indonesia dengan pondok pesantren dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam hal ini Bank Indonesia bekerja sama dengan IAI membantu pesantren-pesantren dalam penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan sistem aplikasi SANTRI, sehingga pesantren mampu membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi.
Raudhah (20/7/19). Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyerahkan secara simbolis mesin produksi air minum kemasan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam kunjungannya ke Pesantren pada Sabtu pagi 20 Juli 2019 yang didampingi oleh Kepala Kantor Perwakilan BI wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Departemen Regional BI Dwi Pranoto, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, dan Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Suhaedi.
Kedatangan rombongan tamu disambut oleh Ketua Umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, Pimpinan Pesantren Ir. H. Prana Rulianto Tarigan, serta pengurus Bidang Usaha Milik Pesantren di kantor administrasi pusat. Acara ramah tamah dilanjutkan di aula Hafsah lantai 3 yang turut diikuti oleh santriwati kelas 6 KMI, sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis
Penyerahan bantuan sarana produksi air minum kemasan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerjasama Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan BI setelah sebelumnya pada tahun 2017 BI juga telah memberikan bantuan mesin suci untuk loundry dan pada tahun 2018 memberikan bantuan mesin pemanggang roti yang dinilai cukup berhasil dikelola dan dimanfaatkan oleh Pesantren. Acara ini merupakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai wujud dukungan bagi penguatan ekonomi syariah dengan kemandirian pesantren.
Dody Budi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian bantuan sarana produksi air minum kemasan ini diharapkan dapat menguatkan kemandirian pesantren sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat sekitar, serta menjadikan pesantren berkembang mandiri, memiliki usaha profesional, sehingga Pesantren dapat menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan dan pengangguran di tengah-tengah masyarakat.
Raudhah (19/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan Pekan Olah Raga Khutbatul Arsy selama seminggu dari tanggal 19 hingga 26 Juli 2019.
Selain menanamkan semangat berolahraga dan berkompetisi, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan seluruh cabang-cabang olah raga yang ada di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kepada santri baru.
Pembukaan POR Khutbatul ‘Arsy dilakukan di lapangan depan masjid yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati serta guru.
Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc,. berkesempatan menjadi inspektur pada upacara pembukaan PORSENI tahun. Dalam pesan dan amanatnya beliau menyampaikan bahwa kegiatan upacara pembukaan POR merupakan bagian dari proses pendidikan. Segala yang ada di dalamnya, mulai dari berbaris, komandan upacara, inspektur upacara, pengibaran bendera, semuanya memiliki nilai pendidikan yang tidak bisa diabaikan.
Di akhir amanatnya, bapak wakil direktur menyitir satu hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”. Dan POR merupakan wadah awal agar seluruh santri gemar berolahraga.
Upacara pembukaan diakhiri dengan penyalaan api POR sebagai bentuk simbolis dimulainya POR Khutbatul Arsy 2019 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Selama sepekan, seluruh asrama berkompetisi dalam POR melalui perwakilan mereka di setiap cabang olah raga, seperti badminton, futsal, bola kaki, takraw, voli, basket, dan atletik.
Raudhah (21/7/19). Salah satu muatan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah membekali santri dan santriwati dengan ilmu pendidikan, keguruan, dan praktek mengajar.
Ilmu pendidikan, keguruan, dan mengajar diberikan kepada seluruh santri dan santriwati yang duduk di kelas 5 mulai awal semester ganjil hingga akhir kelas 6.
Seluruh santri dan santriwati kelas 5 di awal semester genap telah mendapatkan tugas melakukan praktek mengajar di kelas 1, 2, dan 3 pada les kedelapan.
Ahad malam (20/7/19), santri kelas 6 mengikuti pembekalan mengajar pelajaran Bahasa Arab dan Fiqih. Pembekalan mengajar pelajaran bahasa Arab disampaikan oleh Ust. Amman Lingga di masjid, sedangkan materi fiqih oleh ustad H. Muhammad Mughni Siregar, Lc di aula multimedia gedung Mina 1 lantai 2.
Selanjutnya, seluruh santri yang akan bertugas mengajar setiap harinya harus mendapatkan pemeriksaan persiapan mengajar oleh guru pembimbing yang telah ditentukan oleh kantor KMI 2 hari sebelumnya.
Raudhah (20/7/2019). Dalam rangka membangun komunikasi dan memperkenalkan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Seluruh wali santri baru tahun ajaran 2019/2020 mengikuti kegiatan silaturahim bersama keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan yang dilaksanakan di gedung serbaguna pada Sabtu pagi 20 Juli 2019. Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif.
Selain memperkenalkan lebih jauh dan mendalam tentang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah beserta seluruh aturan yang berlaku di dalamnya, pertemuan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang intensif antara wali murid dengan wali kelas yang bertanggungjawab mengawal perkembangan santri dan santriwati yang ada di kelasnya baik dari sisi akademik maupun disiplin sehari-hari.
Dalam sambutannya di hadapan seluruh wali santri baru, Bapak Direktur K.H Solihin Adin, S.Ag., MM memaparkan sejarah dan perkembangan Pesantren. Beliau juga menjelaskan arah dan tujuan serta program pendidikan dan disiplin yang berlaku di Pesantren. Di akhir sambutannya, bapak direktur memperkenalkan satu per satu seluruh wali kelas 1 dan 1 intensif kepada wali santri baru.
Setelah pertemuan di gedung serbaguna, acara dilanjutkan dengan tatap muka dan silaturahim antara wali santri dengan wali kelas yang dilaksanakan di dalam ruang belajar, putra di gedung Al-Azhar dan putri di gedung Rabiah Adawiyah.