Raudlah (11/08/19). Kegiatan Idul Adha di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah diisi dengan penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban yang terkumpul pada Idul Adha 1440 mencapai 22 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari guru-guru, santri, wali santri, dan masyarakat sekitar Pesantren.
Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesudah shalat Idul Adha di lapangan depan dapur masak yang disaksikan oleh seluruh santri.
secara bersama-sama guru dan beberapa santri kelas akhir memotong hewan yang telah disembelih menjadi bagian kecil selanjutnya dikemas untuk didistribusikan kepada warga sekitar Pesantren dan sebagian lainnya dikonsumsi oleh santri dan guru.
Sebelumnya, pelaksanaan shalat Idul Adha dilaksanakan di masjid Pesantren, bertindak sebagai imam sekaligus khatib ustad Habibie Sembiring Meliala, Lc., M.Pd.I.
Raudlah (10/8/19). Guna menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Adha 1440 H, seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanahff melaksanakan takbiran bersama. Kegiatan takbiran pada tahun ini dilakukan dalam bentuk perlombaan antar rayon.
Perlombaan yang bertajuk “Takbir Akbar menyambut Hari Raya Idul Adha” ini diselenggarakan oleh Panitia Khutbatul Arsy dan digelar di depan lapangan masjid Pesantren.
Seluruh peserta dari tiap-tiap rayon menampilkan kekompakan, seni dan kreasinya dalam melantunkan takbir.
Selain perlombaan takbir, Idul Adha juga dimeriahkan dengan lomba menghias asrama. Dalam perlombaan ini, pengurus rayon dan anggotanya menghias asrama mereka dengan hiasan-hiasan kertas dan lampu.
Adapun pemenang lomba takbiran adalah; Juara 1 rayon Saudi 3, juara 2 rayon Al-Jihad 2, dan Juara 3 rayon Makkah 3.
Dan pemenang lomba hias asrama putra adalah; Juara 1 Al-Jihad 2, juara 2 Al-Jihad 3, dan juara 3 (Ramadhan 1). Sedangkan pemenang lomba hias asrama putri secara berturut adalah; Ruqoyyah 2A, Ruqoyyah 2B, dan Khadijah 3.
Raudlah (3/8/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kunjungan dari Dewan Muslimat PAS (Parti Islam Semalaysia) Negeri Kelantan. Rombongan yang dipimpin oleh Lajnah Penerangan Dewan Muslimat PAS Negeri Kelantan, Puan Nor Hashimah Binti Deraman berjumlah 29 orang.
Selain untuk mempererat ukhuwah islamiyah, kunjungan ini dimaksudkan untuk studi banding tentang manajemen pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Rombongan tamu disambut oleh Wakil Direktur Pesantren Ustadz Carles Ginting, B.HSc. di ruang guru gedung Zainab. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan suka cita yang mendalam atas kunjungan tamu. Hal senada juga disambut baik oleh Puan Nor Hashimah Binti Deraman karena telah diterima baik di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Beliau menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga yang saling mendukung sejak dulu.
Inti kunjungan ini adalah diskusi seputar dunia pendidikan Islam. Para peserta studi banding sangat antusias berdiskusi terkait metode pendidikan yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Raudlah (29/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah laksanakan penataran bagi guru dan staf baru tahun ajaran 2019-2020. kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Senin hingga Selasa (29-30 Juli 2019) di ruang pertemuan gedung Mina 1 dari pukul 07.30 hingga 15.30 WIB.
Adapun materi yang diberikan kepada 39 peserta penataran tahun ini antara lain; stadium general tentang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, norma dan nilai kehidupan di Pesantren, ilmu keguruan dan strategi belajar mengajar, pengajaran dirasah islamiyah, pengajaran bahasa, pengajaran ilmu eksakta dan sosial, dan teknik pembuatan RPP.
Penataran dilaksanakan selama dua hari dengan dengan tujuh materi yang berbeda yang setiap materinya diisi oleh bapak Direktur, Ketua STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah), serta bapak-bapak Kepala Bidang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Penataran guru dan staff baru merupakan sunnah pesantren yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya guna membekali guru-guru dan staff baru akan fungsi, hak dan kewajibannya di Pesantren.
Dalam materi perdananya, “Stadium General tentang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah”, Ketua STIT, Dr. KH. Rasyidin Bina, M.A., menyampaikan bahwa Raudlah bisa seperti sekarang ini dimulai dengan sebuah kegiatan majelis taklim kecil. Namun berkat kesungguhan para pendirinya serta guru-guru yang berjuang di dalamnya, tanah wakaf yang semula hanya 4000 M2, kini telah menjadi 11 hektar lebih.
Di akhir materinya, beliau berpesan agar setiap guru dan staf baru mengetahui potensi serta kelemahan yang dimiliki.
Raudlah (23/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus salah satu gurunya, Ustad Atho’ Muhdhori untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Standar dan Aplikasi Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia (SANTRI) di Jakarta selama dua hari pada Kamis hingga Jumat (18-19 Juli 2019).
Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia dan diikuti oleh 47 pesantren dan 30 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dari seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan menyambung tali silaturahmi antara Bank Indonesia dengan pondok pesantren dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam hal ini Bank Indonesia bekerja sama dengan IAI membantu pesantren-pesantren dalam penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan sistem aplikasi SANTRI, sehingga pesantren mampu membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi.