Raudhah Tuan Rumah Sarasehan Nasional Undang-Undang Pesantren

Raudhah Tuan Rumah Sarasehan Nasional Undang-Undang Pesantren

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menjadi tuan rumah pelaksanaan Sarasehan Nasional Undang-Undang Pesantren di Indonesia yang digelar pada Ahad, 19 Oktober 2025 bertepatan dengan 26 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara yang berlangsung di Gedung Hafsah lantai 3 ini menghadirkan para tokoh pesantren nasional dari berbagai daerah dan lembaga, yang membahas tema besar “UU Pesantren: Peluang dan Tantangan” serta “Satuan Pendidikan Muadalah dan Prospeknya di Masa Depan.”

Sarasehan ini menghadirkan sejumlah pemateri nasional, antara lain Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M. (Ketua Umum FPAG; Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas, NTB), KH. Lukman Hakim, M.A. (Pengasuh PP Assalafie Babakan Ciwaringin; Jabar), Dr. KH. M. Tata Taufik, M.A. (Presiden P2I; Pimpinan PP Al-Ikhlas, Jabar), serta KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. (Pimpinan Ponpes Darunnajah, Jakarta). Adapun moderator acara ialah KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. (Sekjen FPAG; Pimpinan PM Tazakka).

Turut hadir pula para tokoh penting dunia pesantren seperti Drs. KH. Noor Syahid, M.Pd. (Ketua Umum PP IKPM), Drs. KH. Rif’at Husnul Ma’afi (Ketua PP IKPM), Assoc. Prof. Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si. (Wakil Ketua Umum FPAG; Pimpinan Ponpes Darunnajah, Jakarta) serta sejumlah pimpinan pondok pesantren dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., selaku Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional ini di Raudhah. Beliau menegaskan bahwa milad pesantren bukan hanya perayaan usia, melainkan momentum syukur dan muhasabah atas nikmat perjuangan dan keistiqamahan dalam mengelola amanah umat.

“Pesantren ini berdiri atas dasar wakaf umat, sebagaimana Gontor, Darunnajah, dan Tazakka. Sejak 1982, Ar-Raudlatul Hasanah tumbuh dari tanah seluas 4.000 meter persegi yang diikrarkan untuk kepentingan pendidikan umat. Dari awal, para perintis seperti almarhum H. Hasan Tarigan, H. Arsyad Tarigan, dan Ust. Usman Husni telah meletakkan prinsip bahwa pesantren ini bukan milik pribadi atau keluarga, melainkan milik umat,” ungkapnya.

KH. Miftakhuddin juga menuturkan bahwa semangat keterbukaan dan kolektivitas menjadi nilai penting dalam perjalanan Raudhah. Hal ini dibuktikan melalui penyusunan AD/ART bersama antara Badan Wakaf dan Pengurus Pesantren, yang menegaskan batas peran individu dan menjaga agar pesantren tetap berorientasi pada kepentingan umat. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga kultur wakaf, agar pesantren ini tetap murni menjadi lembaga pendidikan, dakwah, dan pengabdian,” tambahnya.

Sarasehan ini menjadi wadah dialog konstruktif untuk meneguhkan peran pesantren sebagai pilar pendidikan. Para narasumber menyoroti perlunya penguatan satuan pendidikan muadalah, penyusunan kurikulum adaptif, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat keilmuan, diakhiri dengan doa bersama dan penegasan komitmen untuk terus memperjuangkan kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat apresiasi tinggi atas kiprahnya sebagai tuan rumah yang suskes dalam mewujudkan pagelaran tersebut.

Tabligh Akbar bersama KH. Syamsul Arifin Nababan: Semarakkan Milad ke-43 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Tabligh Akbar bersama KH. Syamsul Arifin Nababan: Semarakkan Milad ke-43 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyemarakkan milad ke-43 dengan menggelar Tabligh Akbar bersama KH. Syamsul Arifin Nababan, Pimpinan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia (PMDII), Bogor, pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan dalam rangka kesyukuran 43 tahun berdirinya Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Kedatangan KH. Syamsul Arifin Nababan pada pukul 08.00 WIB disambut hangat oleh Keluarga Besar Pesantren. Hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Umum Badan Wakaf, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT, serta para Kepala Bidang. Rombongan kemudian menuju ke makam di bumi wakaf Raudhah untuk berziarah dan mendoakan para pendiri, Badan Wakaf, Asatidz, serta keluarga besar Pesantren yang telah berpulang ke rahmatullah.

Usai ziarah, rombongan bersama KH. Syamsul Arifin Nababan menuju Gedung Serbaguna, tempat berlangsungnya Tabligh Akbar. Ribuan santri dan santriwati telah menanti kehadiran beliau untuk menyimak tausiyah yang penuh hikmah dan inspirasi. Acara juga diisi dengan pembacaan takhtim, tahlil dan do’a bersama untuk keberkahan pesantren.

Dalam tausiyahnya, KH. Syamsul Arifin Nababan menekankan peran penting pesantren dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan beramal saleh, sekaligus mencetak pemimpin hebat di masa depan. Beliau juga berbagi pengalaman selama 11 tahun berdakwah di Amerika Serikat.

“Selama 11 tahun saya keliling di Amerika Serikat, saya melihat banyak pembangunan masjid yang telah ada. Ini merupakan langkah menuju kebangkitan Islam kembali,” ungkapnya.

KH. Syamsul juga mengisahkan perjalanan dakwahnya dalam mengislamkan ratusan orang, yang membuat para hadirin terpukau dan terharu bangga atas keteguhan dan semangat beliau dalam menyebarkan cahaya Islam ke berbagai penjuru dunia.

Kesyukuran milad ke-43 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tekad dalam melanjutkan perjuangan para pendiri. Dengan semangat ukhuwah dan pengabdian, pesantren terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berpegang teguh pada ilmu, iman, dan amal saleh demi kejayaan Islam dan kemajuan bangsa.

 

Kunjungan Pimpinan Ponpes Darunnajah Jakarta Perkuat Silaturahmi, Sinergi dan Manajemen Pesantren

Kunjungan Pimpinan Ponpes Darunnajah Jakarta Perkuat Silaturahmi, Sinergi dan Manajemen Pesantren

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kunjungan istimewa dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kehadiran beliau disambut hangat oleh segenap Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mulai dari Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, para Kepala Bidang, hingga Ustadz/ah lainnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpesantren, tetapi juga momentum berharga untuk memperkuat wawasan pengelolaan lembaga melalui kegiatan Capacity Building Manajemen Pesantren, yang berlangsung di Gedung Zainab.

Dalam paparannya, K.H. Sofwan Manaf menekankan pentingnya memahami posisi pesantren pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang memberikan pengakuan dan rekognisi negara terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Ia menjelaskan bahwa undang-undang tersebut menghadirkan peluang besar untuk peningkatan mutu, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan pemerintah, sekaligus tantangan dalam menjaga independensi dan kekhasan pesantren.

Beliau juga menguraikan konsep “Circle of Concern, Circle of Influence, and Circle of Control”, sebagai pendekatan manajerial dalam mengembangkan sikap proaktif dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. “Pemimpin pesantren harus memulai perubahan dari dalam — dari hal yang bisa dikontrol dan berpengaruh langsung terhadap lingkungan pesantren,” tegasnya.

Selain itu, K.H. Sofwan Manaf memperkenalkan gagasan Learning Organization, yaitu pesantren sebagai organisasi pembelajar yang terus beradaptasi, berinovasi, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan manajemen modern. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill, soft skill, dan knowledge bagi seluruh elemen pesantren.

Dalam konteks kepemimpinan, beliau menjabarkan fungsi pemimpin sebagai manager, administrator, leader, supervisor, inovator, motivator, dan evaluator, yang harus dijalankan dengan keluwesan, kejujuran, dan semangat kolektif demi kemaslahatan pesantren.

Tak kalah penting, beliau menutup materinya dengan penegasan tentang kaderisasi pesantren sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan keteladanan, pengarahan, pembekalan, serta pembinaan lahir dan batin, agar lahir generasi yang terlatih dan teruji dalam mengemban amanah dakwah dan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran berharga bagi civitas Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam memperkuat tata kelola dan kapasitas lembaga menuju pesantren yang adaptif dan unggul.

Kunjungan Rektor Lincoln University Malaysia

Kunjungan Rektor Lincoln University Malaysia

Selasa, 14 Oktober 2025 / 11 Rabiul Akhir 1447, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menerima kunjungan kehormatan dari Prof. Dr. Hjh. Bibi Florina binti Abdullah, Rektor Lincoln University College Malaysia, bersama rombongan. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam menjalin silaturahim sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan antara kedua lembaga.

Kedatangan delegasi Lincoln University disambut hangat oleh Wakil Direktur Pesantren, Asatidzah dan para santriwati kelas 6 KMI. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, yang membahas sosialisasi perguruan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Bibi Florina menyampaikan apresiasinya terhadap peran pesantren dalam membangun karakter dan kecakapan ilmu para santri. Menurutnya, model pendidikan pesantren memiliki nilai yang relevan dengan tantangan global saat ini.

Sementara itu, Wakil Direktur, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menyambut positif inisiatif apa yang telah dijelaskan oleh Rektor Lincoln University untuk memperkaya wawasan santri serta memperluas jejaring pendidikan Islam internasional.

Kunjungan ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama, menandai semangat kebersamaan serta komitmen kedua institusi dalam memperkuat hubungan edukatif antara Indonesia dan Malaysia.

Raudhah Terima Kunjungan Studi MAN 2 Model Medan

Raudhah Terima Kunjungan Studi MAN 2 Model Medan

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menjadi tujuan kunjungan lembaga pendidikan yang ingin memperdalam pembelajaran bahasa Arab. Kali ini, rombongan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan melakukan studi banding Bahasa Arab ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada Senin 13 Oktober 2025 / 20 Rabi’ul Akhir 1447 H.

Kunjungan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk mempelajari sistem penerapan bahasa Arab di lingkungan pesantren, baik dalam pembelajaran di kelas maupun dalam keseharian santri. Rombongan disambut hangat oleh keluarga besar pesantren dengan suasana penuh keakraban dan semangat berbagi ilmu.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengasuhan Putri, Ustadz H. Fathurrahman, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MAN 2 Model Medan yang menjadikan Raudhah sebagai tempat belajar bersama.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari MAN 2 Model Medan berkesempatan mengamati langsung penerapan bahasa Arab dalam interaksi santri. Mereka juga mengikuti sesi sharing terkait strategi pembiasaan bahasa Arab di lingkungan pesantren bersama para santri/wati Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).

Sebagai lembaga pendidikan yang terus berkomitmen mengembangkan budaya bahasa Arab, Raudhah memandang kunjungan seperti ini sebagai bagian dari dakwah keilmuan dan silaturahmi ukhuwah Islamiyah.

Chat Via WhatsApp