Rihlah Staff dan Karyawan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Rihlah Staff dan Karyawan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan Rihlah Staff dan Karyawan di kawasan wisata Danau Toba, Parapat, pada Kamis–Jum’at, 11–12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus sarana penyegaran bagi seluruh staff dan karyawan setelah menjalani rutinitas pelayanan dan pengabdian di pesantren.

Rihlah tersebut tidak sekadar bertujuan menikmati keindahan alam Danau Toba, namun juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan kekompakan antar sesama staff dan karyawan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang memberikan nasihat dan wejangan sebagai penguatan motivasi dan nilai pengabdian dalam bekerja.

Rangkaian agenda dalam rihlah ini tidak jauh berbeda dengan rihlah guru yang telah dilaksanakan sebelumnya. Berbagai kegiatan kebersamaan digelar, di antaranya perlombaan, ramah tamah bersama Direktur Pesantren, pembagian doorprize, serta kegiatan lain yang menambah keakraban dan suasana kekeluargaan.

Keindahan Danau Toba juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Menikmati kesejukan air dan panorama alam yang memanjakan mata menjadi bagian dari rangkaian rihlah. Sebagai penutup kegiatan Rihlah Staff dan Karyawan Tahun 2025, seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan dengan sesi foto bersama.

Raudhah Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Raudhah Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bekerja sama dengan ABI Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 8 Desember 2025/ 17 Jumadil Akhir 1447. Aksi ini merupakan bentuk hadirnya pesantren sebagai pusat pengabdian masyarakat yang tidak hanya fokus dalam pendidikan, tetapi juga aktif membantu umat di saat musibah.

Penyaluran bantuan dimulai dari Posko BM3 yang terletak di samping Masjid Taqwa, Desa Paya Bedi. Bantuan berupa sayur-sayuran dari Jamaah Masjid Baitul Makmur, Desa Kutambelin, Kecamatan Naman Teran, diserahkan langsung oleh Ketua Umum Badan Waqaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Drs. H. Mohd Ilyas Tarigan, dan diterima oleh Koordinator Posko BM3, Ustadz Aryanto Fathuddin.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, bersama Kepala Dusun, Bapak Johan, serta Ustadz Irfan dari Tim BM3. Perjalanan menuju desa tersebut terbilang sangat menantang karena akses jalan rusak berat dan jembatan gantung yang menjadi satu-satunya jalur masuk kini banyak papan pijakannya yang terlepas.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Ibu Agustina Sari, Datuk/Kepala Desa Pangkalan, yang didampingi masyarakat setempat. Ibu Agustina menjelaskan bahwa desa mereka dihuni oleh 170 kepala keluarga dengan jumlah 680 jiwa, dan hingga hari itu belum menerima bantuan dari pihak manapun akibat sulitnya akses menuju desa.

Aksi kemanusiaan berlanjut menuju RS Umum Aceh Tamiang, yang mengalami kelumpuhan total akibat banjir. Akses menuju rumah sakit pun sangat sulit dilalui, sehingga bantuan logistik dan dukungan moral menjadi kebutuhan mendesak bagi tenaga medis dan warga yang masih bertahan di sekitar area tersebut.

Melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa peran Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai lembaga yang peduli, responsif, dan siap turun langsung membantu masyarakat tanpa memandang jarak dan rintangan. Raudhah berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi dorongan bagi pihak lain untuk ikut bergerak membantu saudara-saudara di Aceh Tamiang.

Liburan Semester Dimulai, Santri/wati Raudhah Pulang Membawa Nilai dan Amanah

Liburan Semester Dimulai, Santri/wati Raudhah Pulang Membawa Nilai dan Amanah

RAUDHAH – Seluruh santri dan santriwati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memasuki masa liburan semester yang dimulai pada Ahad, 7 Desember 2025 bertepatan dengan 16 Jumadil Akhir 1447 H.

Semarak kepulangan mulai terasa sejak Sabtu malam (6/12). Sebagian santri/wati telah kembali lebih awal melalui rombongan konsulat sesuai mekanisme perpulangan yang telah ditetapkan. Pada gelombang pertama ini, beberapa konsulat daerah turut serta, di antaranya Tanah Karo, Labuhan Batu, Pematang Siantar, dan Tapanuli Selatan.

Pada Ahad pagi (7/12), halaman Pesantren kembali dipadati kendaraan para wali santri/wati dan bus rombongan yang menjemput para santri/wati. Meski sempat terjadi kepadatan, proses perpulangan berlangsung tertib dan lancar.

Liburan kali ini bukan sekadar jeda dari rutinitas belajar, melainkan kesempatan membawa nilai-nilai pesantren ke tengah keluarga dan masyarakat. Melalui etiket liburan yang telah disampaikan, para santri/wati diingatkan untuk menjaga ibadah, berakhlak baik kepada orang tua dan masyarakat, serta aktif mengikuti kegiatan yang bermanfaat.

Sebagaimana pesan para asatidz, liburan bukanlah waktu untuk lalai. Ia adalah ruang untuk mengamalkan ilmu, memperkuat karakter, dan menampilkan jati diri sebagai santri Raudhah yang senantiasa menebarkan kebaikan di mana pun berada.

Raudhah Disambangi Wali Kota Medan: Silaturahmi, Nasehat, hingga Dukungan Renovasi Masjid

Raudhah Disambangi Wali Kota Medan: Silaturahmi, Nasehat, hingga Dukungan Renovasi Masjid

RAUDHAH — Suasana Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadil Akhir 1447 H, dipenuhi kekhidmatan saat Wali Kota Medan, Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan dan silaturahmi. Kehadiran beliau disambut oleh Direktur dan Wakil Direktur Pesantren, jajaran Badan Wakaf, para kepala bidang, serta ribuan santri yang memenuhi area masjid.

Dalam nasehatnya, Wali Kota menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin bangsa di masa depan. Ia berpesan agar para santri memanfaatkan masa muda secara bijak, termasuk dalam penggunaan teknologi yang kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Gunakan teknologi dan gadget untuk hal-hal yang bermanfaat, karena apa yang kalian konsumsi hari ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan kalian kelak,” pesan beliau.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang kaya adat, bahasa, dan budaya. Karena itu, para santri diajak untuk menanamkan kecintaan pada bangsa, menjaga kerukunan, serta memperkuat rasa persatuan—baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan fasilitas lembaga Pendidikan, Wali Kota Medan memberikan dana sumbangan sebesar 50 juta rupiah untuk mendukung renovasi Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Keluarga besar Pesantren menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian tersebut.

Kunjungan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, menandai momen silaturahmi yang penuh kehangatan antara Pemerintah Kota Medan dan keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

 

Direktur Raudhah Sampaikan Gagasan Kemandirian Pesantren pada Silaturrahim dan Tajammuk FPAG Sumut

Direktur Raudhah Sampaikan Gagasan Kemandirian Pesantren pada Silaturrahim dan Tajammuk FPAG Sumut

RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menghadiri kegiatan Silaturrahim dan Tajammuk Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor Sumatera Utara pada Ahad, 23 November 2025, yang diselenggarakan di Pesantren Modern Baitussalam, Simalungun. Kehadiran beliau menjadi salah satu bagian penting dalam forum tersebut, khususnya melalui sambutan yang memaparkan konsep strategis mengenai kemandirian pesantren.

Dalam penyampaiannya di hadapan para asatidz yang berasal dari 39 pondok pesantren se-Sumatera Utara, Direktur menegaskan bahwa kemandirian merupakan ruh yang tidak dapat dipisahkan dari identitas pesantren. Ia menjelaskan bahwa kemandirian pesantren harus dibangun melalui empat fondasi utama yaitu kemandirian kelembagaan, kemandirian sistem pendidikan, kemandirian sumber daya insani, dan kemandirian ekonomi.

“Jika keempat kemandirian ini telah dimiliki, maka akan lahir kemandirian kelima, yaitu kemandirian sikap. Inilah empat sehat lima sempurna ala pesantren,” ujar Direktur dalam sambutannya.

Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi tidak boleh dimaknai sebatas penghematan pembiayaan. Sebaliknya, pesantren harus mampu memperbesar dan memperbanyak instrumen funding agar semakin kuat dan mandiri dalam menjalankan perannya.

Pandangan tersebut disambut baik para peserta, karena memberikan arah konkret dan visioner dalam penguatan lembaga pesantren di era modern.

Acara Silaturrahim dan Tajammuk FPA Gontor Sumut sendiri dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk sejumlah tokoh pesantren. Namun, gagasan yang disampaikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi salah satu poin yang paling mencuri perhatian, terutama terkait masa depan kemandirian dan pengembangan pesantren di Sumatera Utara.

Chat Via WhatsApp