by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 12, 2026 | Berita
RAUDHAH – Menjelang masa liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar acara khusus bertajuk “Pesan dan Nasihat Menjelang Liburan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1447 H”.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Selasa – Rabu (10-11 Maret 2025/20-21 Ramadan 1446 H), ini bertujuan membekali para santri dan santriwati dengan pedoman hidup bermasyarakat selama masa liburan.
Kegiatan ini diadakan sebagai persiapan bagi seluruh santri kelas 1-6 KMI yang akan menjalani liburan selama dua puluh hari di rumah masing-masing setelah menyelesaikan ulangan umum dan ujian gelombang termin kedua.
Lebih dari sekadar liburan, masa ini juga menjadi ajang pengabdian bagi santri dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di pesantren ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam nasihat yang disampaikan, para santri diingatkan untuk selalu menjaga akhlak dan nilai-nilai keislaman di mana pun mereka berada.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam acara ini antara lain pentingnya menjaga ibadah, etika dalam bermedia sosial, adab bertamu dan menerima tamu, serta bagaimana mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 11, 2026 | Berita
RAUDHAH – Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat kunjungan Syaikh Bilal Al-Habil, dalam rangkaian kegiatan ilmiah dan silaturahmi keilmuan yang berlangsung pada 6–7 Maret 2026 di Ruang Zainab, Lantai 1, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Kunjungan Syaikh Bilal Al-Habil menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi keilmuan di lingkungan pesantren. Dalam kesempatan itu, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bersama ABII Foundation menggelar rangkaian Forum Group Discussion (FGD) serta Seminar Nasional Pendidikan.
Forum diskusi yang digelar mengangkat tema “Masa Depan Perguruan Tinggi Pondok Pesantren: Peluang dan Tantangan.” Dalam forum ini, dibahas berbagai persoalan strategis terkait perkembangan lembaga pendidikan pesantren, termasuk bagaimana para alumni dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional Pendidikan bertajuk “Penguatan Kompetensi dan Growth Mindset Alumni Pesantren dalam Berkiprah di Masyarakat dengan Bekal Ilmu Agama, Teknologi, Kreativitas, dan Manajerial.” Seminar ini menghadirkan berbagai materi yang menyoroti pentingnya penguatan kompetensi alumni pesantren, pembentukan pola pikir berkembang (growth mindset), serta integrasi ilmu agama dengan teknologi dan kreativitas dalam menjawab tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Bilal Al-Habil menyampaikan argumennya yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Menurutnya, pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi bermula dari lingkungan keluarga.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari pencapaian akademik, melainkan dari kualitas akhlak yang tertanam dalam diri seorang anak.
“Ilmu adalah cahaya, tetapi akhlak adalah penjaganya. Tanpa akhlak, ilmu tidak akan membawa keberkahan. Karena itu, orang tua maupun guru memiliki peran besar dalam menanamkan adab dan nilai-nilai keislaman.” ujar Syaikh Bilal.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi. Dialog yang berlangsung tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan tentang bagaimana pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 5, 2026 | Berita
RAUDHAH – Ujian gelombang ke-2 bagi santri dan santriwati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) telah dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026/10 Ramadan 1447 H.
Pembukaan ujian tersebut dilaksanakan bersamaan dengan ulangan umum semester genap. Kemudian, pelaksanaan ujian dipusatkan di Gedung Serbaguna untuk santri, sementara santriwati menempati Gedung Hafsah lantai 3 serta ruang kelas Gedung Zainab. Ujian gelombang ini diikuti 476 peserta dari angkatan ke-35 yang terdiri atas 235 santri dan 240 santriwati akhir KMI.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, ujian berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, seluruh peserta diwajibkan memaksimalkan persiapan dan menjaga fokus belajar. Kegiatan belajar malam mendapat perhatian khusus melalui pendampingan dan pengawasan intensif dari para Ustaz dan Ustazah guna memastikan kesiapan menghadapi setiap mata pelajaran.
Setiap sesi ujian berlangsung sekitar dua jam per mata pelajaran. Materi yang diujikan tidak hanya menuntut kekuatan hafalan, tetapi juga pemahaman yang komprehensif dan kemampuan analisis. Sejumlah mata pelajaran inti yang diuji meliputi Fiqih, Hadis, Tafsir, Nahwu, Balaghah, Muthala’ah, serta Reading serta Grammar, dan mata pelajaran lainnya sesuai kurikulum KMI.
Bagi para santri dan santriwati Akhir KMI, ujian ini bukan sekadar evaluasi akademik. Lebih dari itu, ia menjadi momentum pembuktian kedisiplinan, ketekunan, serta ketangguhan mental setelah menempuh proses pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh serta doa yang terus dipanjatkan, diharapkan seluruh peserta mampu menjalani rangkaian ujian ini dengan lancar dan menorehkan hasil terbaik sebagai penutup perjalanan studi mereka, Aamiin.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 3, 2026 | Berita
RAUDHAH – Mulai Sabtu, 28 Februari 2026 bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Ulangan Umum Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026.
Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung di dua lokasi terpisah. Upacara untuk santri putra dilaksanakan di halaman depan masjid pesantren, sementara santri putri mengikuti upacara di halaman Gedung Rabi’ah Adawiyah.
Dalam pelaksanaan ulangan umum ini, para peserta didik diuji dalam dua hingga tiga mata pelajaran setiap harinya. Setiap ruang ujian diisi oleh 38 hingga 40 santri dari berbagai jenjang kelas, dengan pengawasan ketat dari dua sampai tiga ustadz atau ustadzah.
Setiap sesi ujian berlangsung selama satu jam. Pengaturan ini dirancang untuk menjaga efektivitas pengerjaan soal sekaligus melatih kedisiplinan waktu para santri dalam menyelesaikan tugas akademik.
Guna mendukung kelancaran dan kekhusyukan pelaksanaan ujian, setiap malam para santri diwajibkan mengikuti sesi belajar terstruktur di zona yang telah ditentukan oleh Bidang Pendidikan. Dalam sesi tersebut, para guru hadir memberikan bimbingan dan pendampingan, sehingga santri dapat langsung mengajukan pertanyaan apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
InsyaAllah, rangkaian ulangan umum ini akan berlangsung selama sembilan hari, terhitung sejak Sabtu, 28 Februari 2026/10 Ramadan 1447 H hingga Senin, 9 Maret 2026/19 Ramadan 1447 H. Melalui pelaksanaan ujian ini, diharapkan para santri dapat menunjukkan capaian akademik terbaik, Aamiin.

by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 28, 2026 | Berita
RAUDHAH – Ramadan 1447 H kembali menghadirkan suasana khidmat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Sekitar 3.400 santri dan santriwati menghidupkan tradisi tadarus Al-Qur’an dengan formasi melingkar yang memenuhi area Masjid Pesantren.
Dalam setiap lingkaran, 10 hingga 11 santri/wati duduk berhadapan, membaca dan menyimak ayat suci secara bergantian. Pola ini bukan sekadar kebersamaan simbolik, melainkan metode pembelajaran yang terstruktur. Setiap bacaan yang salah langsung dikoreksi, sehingga proses tadarus menjadi ajang perbaikan (ishlâh) sekaligus penguatan hafalan dan tajwid.
Salah seorang pengasuhan putra, Ust. Edi Sumardi, menjelaskan bahwa skema tadarus tahun ini dirancang bukan hanya berorientasi pada qira’ah (membaca), tetapi juga islahat atau perbaikan kualitas bacaan. “Di setiap kelompok ditempatkan satu santri kelas 6 KMI yang telah fasih membaca Al-Qur’an. Mereka berperan membimbing dan memastikan tajwid serta makhraj berjalan dengan baik,” ujarnya.
Tradisi tadarus melingkar ini menarik perhatian publik dan mendapat liputan dari berbagai media nasional, seperti ANTARAFOTO, Detik.com, Kompas TV, Tribun Medan, serta sejumlah media daring lainnya. Dokumentasi visual dan pemberitaan yang tersebar luas memperlihatkan kekompakan ribuan santri dalam satu hamparan lingkaran tadarus yang rapi.
Setiap hari, para santri menargetkan membaca satu juz Al-Qur’an. Dengan ritme tersebut, mereka diharapkan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an satu hingga dua kali selama Ramadan. Edy Febrianto Gaja, salah satu peserta tadarus, mengaku metode ini sangat membantu menjaga konsistensi bacaan. Hingga memasuki hari ke-10 Ramadan, ia telah menyelesaikan 19 juz dan menyisakan 11 juz untuk menuntaskan khatam pertamanya.
Kegiatan tadarus ini berlangsung setiap hari selepas salat Zuhur. Melalui program yang terstruktur dan penuh semangat kebersamaan, Raudhah terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani—santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.