by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 17, 2026 | Berita
RAUDHAH – Seluruh santri dan santriwati kelas 3 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan selama empat hari, 13–16 April 2026. Kegiatan ini terbagi ke dalam dua gelombang, yakni Gelombang 3 dan Gelombang 4, yang diikuti secara terpisah oleh santri putra dan putri.
Untuk santri putra, jumlah peserta tercatat sebanyak 251 orang. Ujian dilaksanakan di dua ruang laboratorium putra, yaitu Lab 1 dan Lab 2, dengan kapasitas masing-masing 21 peserta per sesi. Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi setiap harinya, yakni sesi 2 (09.15–11.00 WIB), sesi 3 (11.20–13.15 WIB), dan sesi 4 (13.45–15.30 WIB).
Sementara itu, santri putri berjumlah 265 peserta dengan pelaksanaan ujian yang juga bertempat di dua ruang laboratorium putri, yakni Lab 1 dan Lab 2, masing-masing diisi 23 peserta per sesi. Adapun waktu pelaksanaan dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu sesi 1 (07.00–08.45 WIB), sesi 2 (09.15–11.00 WIB), dan sesi 3 (11.20–13.15 WIB).
Secara umum, pelaksanaan TKA pada kedua gelombang memiliki pola yang sama. Gelombang 3 dilaksanakan pada Senin–Selasa, 13–14 April 2026, dengan mata pelajaran Matematika pada hari pertama yang diawali 10 menit latihan, 75 menit pengerjaan soal, dan 20 menit survei karakter. Hari kedua diisi dengan ujian Bahasa Indonesia, dengan durasi yang sama serta ditutup dengan survei lingkungan belajar (Sulingjar).
Adapun Gelombang 4 berlangsung pada Rabu–Kamis, 15–16 April 2026, dengan susunan pelaksanaan serupa. Hari pertama diisi dengan ujian Matematika dan survei karakter, sedangkan hari kedua diisi dengan ujian Bahasa Indonesia serta survei Sulingjar.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini bertujuan untuk memperoleh data yang objektif dan terstandar mengenai capaian akademik santri sebagai dasar seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, TKA juga berfungsi sebagai validator nilai rapor, memetakan kualitas pendidikan, serta mendorong peningkatan kapasitas pendidik.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 15, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari Pondok Pesantren Qur’an Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Senin–Selasa, 13–14 April 2026/24–25 Syawal 1447 H.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program penguatan wawasan keorganisasian bagi santri/wati pengurus Organisasi Pelajar Pesantren Qur’an (OSPQ) kelas 5 (XI MA). Juga, bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang tata kelola organisasi sekaligus melatih kemampuan kerja sama (teamwork).
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 45 santri (27 putra dan 18 putri) serta 4 guru pendamping (3 ustadz dan 1 ustadzah). Rombongan tiba pada Senin pagi dan disambut oleh Ustaz/ah yang bertugas dengan rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan ramah tamah pada pukul 11.30 WIB bersama Wakil Direktur Pesantren, Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama. Usai itu, para peserta mengikuti sesi studi keorganisasian yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Dalam sesi tersebut, para santri memperoleh gambaran langsung mengenai sistem pengelolaan organisasi pelajar di lingkungan pesantren, termasuk pembagian tugas dan tanggung jawab setiap bagian. Struktur organisasi yang dipaparkan meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta berbagai seksi seperti keamanan, tahfiz, ibadah, bahasa, kebersihan, dan olahraga.
Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antarsantri sebagai sarana mempererat ukhuwah. Malam harinya dimanfaatkan untuk istirahat, sebelum keesokan paginya rombongan berpamitan untuk kembali.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antarpesantren sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi santri dalam mengelola organisasi secara efektif, terarah, dan penuh tanggung jawab.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 13, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Resepsi Khataman Santri/Wati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Angkatan ke-35 selama dua hari, Sabtu–Ahad, 11–12 April 2026, bertepatan dengan 22–23 Syawal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna pesantren ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan dan Direktur pesantren, para Ustaz dan Ustazah, Wali Santri/wati, Santri/wati kelas 5 KMI, serta tamu undangan.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube “Raudhah TV”, sehingga keluarga besar alumni dan masyarakat luas dapat turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Sebanyak 475 santri/wati resmi dikukuhkan sebagai alumni, terdiri dari 240 santri putra dan 235 santriwati. Angkatan ke-35 ini turut menorehkan prestasi membanggakan, dengan 38 santri/wati lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 53 lainnya diterima melalui jalur SPAN-PTKIN di berbagai perguruan tinggi negeri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, serta Mars Ar-Raudlatul Hasanah. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan-sambutan, pembacaan Khutbatul Wada’, prosesi serah terima pendidikan dari pihak pesantren kepada wali santri/wati, pembacaan Surat Keputusan beasiswa bagi santri berprestasi, penyerahan cendera mata, pembacaan janji alumni, hingga penutupan dengan nasihat dari Direktur Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, lima santri/wati dengan capaian akademik tertinggi menerima penghargaan beasiswa, yaitu:
1. Muhammad Fatih Riziq Zain (nilai 9,02)
2. Muhammad Alvino Rizky Nasution (nilai 8,87)
3. Izzati Alfi Nasution (nilai 8,68)
4. Nurul Anggraini Samosir (nilai 8,63)
5. Eka Aulia (nilai 8,61)
Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, MM., dalam nasihatnya menyampaikan pesan mendalam kepada para alumni. Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan.
“Para alumni bukan sekadar pemilik ijazah, melainkan pewaris nilai dan semangat perjuangan pesantren. Pesantren ini didirikan bukan hanya untuk mencetak orang pandai, tetapi untuk melahirkan pemimpin umat yang mampu memberi manfaat dan arah bagi masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada para santriwati agar menjadi perempuan yang utuh—memiliki kekuatan iman, keluasan ilmu, kebermanfaatan dalam karya, serta kemandirian dalam kehidupan. Santriwati diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh dan tidak bergantung, serta senantiasa memberi kontribusi nyata bagi umat.
Selain itu, beliau mengingatkan seluruh alumni agar senantiasa menjaga hubungan dengan almamater, serta berperan aktif dalam membesarkan pesantren melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berdiri dan berkembang di atas sistem wakaf, sebagai lembaga filantropi yang berorientasi pada pemberdayaan umat.
Pada kesempatan yang sama, alumni Angkatan ke-35 turut menyerahkan wakaf kepada pesantren berupa uang tunai sebesar Rp77.500.000 dan RM403. Wakaf tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, dan Wakil Direktur pesantren.
Pada hari yang sama, tepat pukul 14.00 WIB, para alumni Angkatan ke-35 juga melaksanakan prosesi yudisium sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan kelulusan mereka.
Dengan terselenggaranya resepsi khataman ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang unggul secara intelektual, kokoh dalam moral, serta berakhlak mulia.


by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 8, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan dan silaturahmi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., pada Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan ramah tamah berlangsung di ruang kedirekturan dalam suasana hangat. Rombongan disambut oleh Direktur Pesantren Ust. KH. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur Ust. Carles Ginting, B.HSc., M.I.Kom., Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin, M.A., serta para asatidz.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Medan menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan santri di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Ia menilai para santri mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kebutuhan dan nilai yang semestinya.
“Santri di Raudhah tidak gaptek, artinya tetap sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perbedaan karakter generasi saat ini dibandingkan generasi sebelumnya, serta pentingnya peran pesantren dalam pembinaan generasi muda.
“Gen-Z sekarang sudah berbeda. Zaman kita berbeda dengan zaman anak kita, sehingga dititipkan di pondok agar terjamin keamanannya dan tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Medan turut menyerahkan bantuan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berupa 500 kilogram beras, 100 sak semen, serta bantuan tunai sebesar Rp20 juta.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dan pesantren dalam mendukung lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 7, 2026 | Berita
RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) Sumatera Utara yang diselenggarakan pada Sabtu, 4 April 2026 di Pesantren Modern Al-Hasyimiah Darul Ulum (Pemadu), Kabupaten Padang Lawas Utara.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari pimpinan Pesantren Pemadu, Ust. Dr. H. Awaluddin Habibi Siregar, MA yang memaparkan sejarah singkat berdirinya pesantren tersebut. Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa agenda silaturahmi FPAG Sumut dilaksanakan secara rutin setiap empat bulan sekali sebagai upaya mempererat ukhuwah antar pesantren alumni Gontor di wilayah Sumatera Utara.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan santri Pesantren Pemadu yang menampilkan hadrah untuk menghibur para peserta yang hadir. Selain itu, penampilan drum band yang memukau turut menyemarakkan acara dengan mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne Oh Pondok, sehingga menambah khidmat sekaligus semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ust. H. Miftakhuddin, MM, selaku Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan juga Ketua Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) Sumatera Utara, mengangkat tema penting terkait tantangan yang dihadapi pesantren. Ia membagi problematika yang dihadapi pesantren ke dalam tiga kategori, yaitu problem masa lalu, masa kini, dan masa depan. Menurutnya, pesantren yang telah lama berdiri tentu tidak lepas dari berbagai persoalan, seperti kelembagaan, serta status kepemilikan tanah pada masa lalu.
Sementara itu, tantangan yang dihadapi saat ini meliputi aspek pendidikan, keuangan, kepengasuhan, serta sarana dan prasarana. Adapun tantangan di masa depan yang perlu menjadi perhatian serius adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
Sebelum acara ditutup, dilaksanakan juga sesi perkenalan utusan dari masing-masing pesantren yang hadir, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dan sinergi antar pesantren di Sumatera Utara.