by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 21, 2026 | Berita
RAUDHAH – Sebanyak 479 santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengikuti yudisium dan pengumuman hasil evaluasi belajar Tahun Pelajaran 2025–2026. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 234 santri putra dan 245 santriwati.
Kegiatan yudisium dilaksanakan pada Kamis malam, 21 Juni 2026 bertepatan dengan 6 Muharram 1448. Untuk santri putra, kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Gedung Indonesia Lantai 3, sedangkan santriwati mengikuti yudisium di Aula Pertemuan Gedung Hafsah Lantai 3. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Pesantren, para Kepala Bidang, serta wali kelas 5 KMI.
Yudisium merupakan tahapan penting dalam proses evaluasi pendidikan yang menentukan kelayakan santri untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sebelum pelaksanaan yudisium, seluruh wali kelas telah melaksanakan sidang hasil evaluasi belajar semester genap selama tiga hari guna membahas capaian akademik, kedisiplinan, dan perkembangan masing-masing santri.
Dalam pelaksanaannya, santri dan santriwati dipanggil secara bergantian berdasarkan kelompok untuk menerima hasil evaluasi akhir. Suasana berlangsung tertib dan penuh perhatian, mengingat hasil yang diumumkan menjadi penentu langkah mereka menuju kelas akhir di jenjang Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).
Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pesantren menyampaikan arahan dan nasihat kepada seluruh peserta yudisium. Beliau menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan muhasabah dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek akademik, ibadah, maupun kedisiplinan. Selain itu, para santri juga diingatkan agar mempersiapkan diri dengan lebih sungguh-sungguh dalam menghadapi tantangan dan amanah yang lebih besar di tahun pelajaran mendatang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh santri dan santriwati yang dinyatakan naik ke kelas 6 menandatangani surat permohonan untuk dapat duduk di kelas 6 serta surat pernyataan kesiapan menaati seluruh aturan dan disiplin pesantren. Melalui penandatanganan tersebut, mereka juga menyatakan komitmen untuk menjadi teladan yang baik bagi adik-adik kelas serta menjaga nama baik Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 21, 2026 | Berita
RAUDHAH – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antarpendidik, guru-guru Pendidikan Luar Pesantren (PLP) yang terdiri dari guru MIS Tiga Binanga, MDTA, dan PAUD Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kegiatan rihlah ke Parapat pada 19–20 Juni 2026/4-5 Muharram 1447.
Mengusung tema “Keberkahan dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para guru untuk memperkuat ukhuwah dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Rombongan berangkat pada Jumat pagi menuju Parapat. Setibanya di lokasi, para peserta menikmati berbagai kegiatan kebersamaan yang telah disiapkan panitia. Pada sore hari, suasana semakin meriah dengan pelaksanaan berbagai permainan dan perlombaan yang melibatkan seluruh peserta. Gelak tawa dan semangat kebersamaan tampak menghiasi setiap rangkaian acara.
Menjelang malam, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat berjamaah dan makan malam bersama. Momen yang paling berkesan adalah sesi silaturahmi bersama Wakil Direktur Pesantren yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Dalam kesempatan tersebut, para guru mendapatkan arahan, motivasi, serta penguatan tentang pentingnya menjaga semangat pengabdian dalam dunia pendidikan.
Keesokan harinya, Sabtu pagi, kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah dan sarapan bersama. Setelah itu, para peserta menikmati agenda family time yang memberikan kesempatan untuk mempererat hubungan antar guru dan keluarga besar Pendidikan Luar Pesantren melalui berbagai aktivitas santai dan penuh keakraban.
Menjelang siang, seluruh peserta melakukan proses check out sebelum kembali ke tempat masing-masing dengan membawa kesan dan pengalaman yang berharga. Rihlah ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga wahana untuk memperkuat sinergi, meningkatkan semangat kerja, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kebersamaan yang Allah SWT anugerahkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru Pendidikan Luar Pesantren semakin solid dalam menjalankan amanah pendidikan dan terus menghadirkan keberkahan melalui kebersamaan yang terjalin erat di lingkungan Ar-Raudlatul Hasanah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 19, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah melalui kegiatan sosialisasi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para petugas yang telah ditetapkan pada Kamis, 11 Juni 2026. Pembentukan UPZ tersebut menjadi langkah strategis pesantren dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih terorganisir, transparan, dan amanah.
Kegiatan yang berlangsung tidak hanya menjadi momentum administratif, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para santri mengenai pentingnya peran UPZ Raudhah dalam kehidupan bermasyarakat. Para santri diajak memahami bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjadi salah satu solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi umat.
Lebih dari sekadar pengelolaan dana, UPZ Raudhah Lumut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada seluruh warga pesantren. Pendidikan karakter melalui praktik filantropi Islam ini menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi santri yang dermawan, empati terhadap sesama, dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan pentingnya membangun budaya berinfak secara rutin di kalangan guru dan santri. Kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak masa pendidikan di pesantren diharapkan dapat terus melekat dan menjadi bekal berharga ketika para santri terjun ke tengah masyarakat nantinya.
Sebagai bentuk legalitas dan penguatan kelembagaan, Surat Keputusan (SK) diserahkan kepada para petugas UPZ Raudhah Lumut yang akan mengemban amanah dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana umat. Dengan struktur kepengurusan yang jelas, pengelolaan dana ZIS diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, serta tepat sasaran sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dan tata kelola yang baik.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 15, 2026 | Berita
RAUDHAH — Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Ujian Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026, santri dan santriwati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memasuki masa liburan semester. Masa liburan tersebut dimulai pada Ahad, 14 Juni 2026/28 Dzulhijjah 1447.
Suasana kepulangan para santri sebenarnya telah terasa sejak Sabtu malam (13/6). Sebagian santri dan santriwati lebih dahulu kembali ke kampung halaman melalui rombongan konsulat daerah, sebagaimana sistem perpulangan yang telah diterapkan pada liburan Ramadhan sebelumnya. Gelombang pertama ini melibatkan beberapa konsulat, di antaranya Asahan, Labuhan Batu, Aceh Tenggara, Tapanuli Selatan, Aceh, Aceh Singkil, Dairi, dan Siantar.
Pada keesokan harinya, Ahad (14/6), halaman Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dipadati oleh kendaraan para wali santri yang datang untuk menjemput putra-putri mereka. Meskipun terjadi peningkatan arus kendaraan, proses perpulangan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, diiringi suasana penuh kebahagiaan dari para santri dan keluarga.
Pihak pesantren juga telah menetapkan jadwal kembalinya santri dan santriwati untuk memulai aktivitas pendidikan pada semester berikutnya. Santri kelas 5 KMI dijadwalkan kembali pada 20 Juni 2026. Sementara itu, santri yang akan naik ke kelas 5 akan kembali pada 1 Juli 2026. Adapun santri yang naik ke kelas 2, 3, 3 Intensif, dan 4 dijadwalkan masuk kembali ke pesantren pada 5 Juli 2026.
Lebih dari sekadar masa beristirahat, liburan semester merupakan bagian dari proses pendidikan di pesantren. Momentum ini diharapkan menjadi sarana bagi para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mempererat hubungan dengan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dalam etiket liburan yang telah disampaikan oleh pihak pesantren, seluruh santri dan santriwati diingatkan agar senantiasa menjaga ibadah, menghormati orang tua dan keluarga, berakhlak mulia, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang bernilai positif dan bermanfaat.
Sebagaimana pesan para asatidz, liburan bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan kesempatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepesantrenan, memperkuat karakter, dan menunjukkan jati diri sebagai santri Ar-Raudlatul Hasanah yang senantiasa menjadi teladan dan menebarkan kebaikan di mana pun berada.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 13, 2026 | Berita
RAUDHAH — Seluruh santri kelas 1–5 KMI berkumpul di Masjid Pesantren, sementara santriwati kelas 1–5 KMI mengikuti kegiatan di Gedung Fatimah Lantai 3 guna mendengarkan arahan etiket dari para ustaz dan ustadzah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 12–13 Juni 2026 M bertepatan dengan 26–27 Dzulhijjah 1447 H.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pesantren Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur Pesantren Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., para kepala bidang, seluruh ustadz/ustadzah, serta santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Kuliah umum etiket menjelang masa liburan ini merupakan sunnah dan tradisi yang senantiasa dijaga di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Melalui kegiatan tersebut, para santri/wati diberikan pembekalan berupa nilai-nilai akhlak, adab, serta tata krama islami sebagai bekal ketika kembali berinteraksi di tengah masyarakat.
Di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, istilah etiket merujuk pada pedoman perilaku, sopan santun, dan tata krama islami yang wajib diterapkan oleh setiap santri. Istilah ini juga erat kaitannya dengan “Etiket Perpulangan”, yaitu pembinaan akhlak dan adab yang diberikan kepada santri/wati sebelum memasuki masa liburan.
Secara bahasa, etiket merupakan kata serapan dari Bahasa Prancis, étiquette, yang telah dibakukan dalam Bahasa Indonesia. Istilah tersebut merujuk pada aturan sopan santun, tata cara pergaulan, serta perilaku yang baik, pantas, dan beradab dalam kehidupan sosial.
Adapun materi yang disampaikan dalam kuliah umum etiket liburan meliputi sikap bijak dalam menggunakan gawai elektronik (gadget) selama masa liburan, adab bertamu dan menerima tamu, adab bepergian serta tata cara melaksanakan shalat ketika safar, hingga adab berpakaian dan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri/wati tetap menjaga identitas dan akhlak kepesantrenan di mana pun berada, serta mampu menjadi teladan yang baik di tengah keluarga dan masyarakat selama masa liburan berlangsung.