Raudhah (31/10/2023). Alhamdulillah, para santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Prestasi kali ini diraih dalam kegiatan Olimpiade Biologi Indonesia (OBI 2023) yang diselenggarakan di Gedung Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Bandung, Jawa Barat.
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengutus 4 santri untuk mengikuti perlombaan Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) yang dibimbing oleh Ustadz Muhammad Ilyas, S. Pd., M. Si. Olimpiade Biologi Indonesia 2023 ini diikuti oleh 120 peserta yang menjadi finalis pada ajang tersebut dan dilaksanakan pada Kamis-Ahad, 26-29 Oktober 2023, yang mana diawali dengan kedatangan seluruh peserta dan pembukaan secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan sesi babak final olimpiade, serta diakhiri dengan pengumuman para pemenang.
Berikut daftar para santri yang berhasil meraih prestasi pada Olimpiade tersebut:
Fauzan Hawari (kelas 5B): Medali Perak
Rayhan Hafiz Saragih (kelas 6B): Medali Perunggu
M. Yusuf Anshori (kelas 5J): Medali Perunggu
M. Fiqh Adya Mecca (kelas 6F): Honorable Mention
Semoga dengan hasil ini dapat memberikan motivasi lebih kepada seluruh santri/wati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kedepannya. Aamiin.
Raudhah (26/10/2023). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menggelar kegiatan perlombaan kepramukaan yang disebut dengan pesta penggalang/ penegak. Kegiatan kali ini diikuti oleh seluruh santriwari kelas 1-4 KMI yang terdiri dari tingkat penggalang maupun penegak. Perlombaan kepramukaan santriwati tersebut dilaksanakan pada Kamis (26/10) hingga Jum’at (27/10), di depan gedung Rabiah Al-adawigah, gedung Ruqayyah, gedung Zainab, lapangan, dan di depan Santrimar dan Toko Pelajar.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan, diantaranya; Pionering, P3K, Karikatur, Semaphore, Morse, Sandi, LKBB, Membangun Tenda, Yel-Yel, Miss Scouting, Tarik Tambang, Acapela, Pidato dan lain-lain.
Adapun tujuan dari kegiatan tersebut yaitu memperkenalkan kegiatan pramuka kepada santriwati baru dan menambah ketertarikan mereka dalam mengikuti kegiatan pramuka, menguji dan melatih mental peserta, mengajarkan untuk bekerja sama dalam setiap unit, dan mencari kaderisasi yang akan melanjutkan kepengurusan koordinator gugus depan 06-196.
Raudhah (26/10/2023). Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh santri di pesantren untuk bisa memahami dan menguasai kitab kuning. Di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pembelajaran kitab kuning merupakan bagian dari pembelajaran harian yang diterapkan di dalam kurikulum Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyyah (KMI), seperti kitab Bulughul Maram, Bidayatul Mujtahid, dan lainnya. Selanjutnya, untuk memperdalam dan mengembangkan wawasan para santri dalam mempelajari kitab kuning, pesantren mengadakan kegiatan khusus untuk santri kelas 5 KMI yang disebut dengan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy.
Fath Kutub santri kelas 5 KMI diadakan di semester pertama. Pada tahun ini, acara Fath Kutub santri kelas 5 KMI berlangsung selama 6 hari, dimulai pada hari Sabtu (21/10) hingga hari Kamis (26/10). Kegiatan ini diikuti oleh 276 santri kelas 5 KMI yang terbagi menjadi 32 kelompok.
Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Wakil Direktur Pesantren, Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., dan dilanjutkan dengan pengarahan beberapa materi Fathul Kutub seperti: Aqidah/Tauhid, Hadits, Fiqh, dan Tafsir.
Pembahasan kitab dan diskusi permasalahan-permasalahan tiap materi akan dimulai pada Rabu (25/10). Maka untuk mempermudah pelaksanaannya, seluruh peserta dibagi dalam 4 unit atau syukbah, tiap unit terdiri dari 8 kelompok, dan setiap kelompok memiliki 8-10 peserta.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuannya, terutama dalam Kutub At-Turats, sehingga saat menghadapi problematika furu’iyah (cabang) dalam kehidupan sehari-hari, para santri tidak fanatik terhadap satu madzhab, namun mampu meneliti keabsahan madzhab sesuai dengan petunjuk dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Raudhah (23/10/2023). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mengadakan nonton bareng (Nobar) film “Kejarlah Janji” di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan sebagai salah satu upaya edukasi dan sosialisasi terhadap pemilih pemula dalam pemilihan umum (pemilu) 2024. Kegiatan ini diadakan pada Ahad siang (22/10).
Kedatangan rombongan anggota KPU Kota Medan disambut hangat oleh sekretaris umum Pesantren Ustadz H. Habibie Sembiring Meliala, Lc. M. Pd. I., di Gedung pertemuan Hafshah Lt. 3. Kegiatan nobar film “kejarlah janji” diikuti oleh santriwati kelas 6 KMI sebagai pemilih pemula dalam pemilu 2024 yang akan datang.
Film Kejarlah Janji ini diproduksi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengisahkan tentang pendidikan tentang pemilu dan pemilih cerdas. Semoga dengan menonton film ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemilih pemula yaitu dalam menentukan pilihan secara cerdas.
Raudhah (22/10/2023). Bapak wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz Carles Ginting, BHSc., menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional 2023 tingkat Kota Medan pada Ahad pagi (22/10). Upacara peringatan Hari Santri Nasional pada tahun ini diadakan di Pesantren Ulumul Qur’an, Medan.
Upacara ini dihadiri oleh Wali Kota Medan, Bapak Muhammad Bobby Afif Nasution, S. E., M.M., dan seluruh pimpinan pesantren se-Kota Medan serta diikuti oleh para tamu undangan dan utusan santri/wati tiap Pesantren. Alhamdulillah, upacara berjalan dengan lancar dan khidmat.
Pada tahun ini tema yang diangkat pada peringatan Hari Santri Nasional 2023 adalah “Jihad Santri Jayakan Negeri”.
Raudhah (19/10/2023). Selepas dari acara peringatan 41 tahun Pesantren di masjid lt. 2, kegiatan beralih dengan pemberian wejangan dan nasehat oleh Ustadz H. Bachtiar Nasir, Lc, MM, kepada seluruh ustadz/ah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada Rabu Siang (18/10/23). Ihwal ini berlangsung mulai pukul 14.00 s/d 16.00 Wib di aula pertemuan Hafshah lt. 3.
Pandangan yang amat menghayati terlihat dari wajah-wajah asatidzah tatkala mendengarkan untaian nasehat nan indah tersematkan ke dalam jiwa raga. Komunikatif dan interaktif mewarnai sesi ini pula antara Ustadz H. Bachtiar Nasir, Lc, MM, dan para hadirin. Sehingga terlihat kegembiraan dan ketenteraman terkhusus pada saat sesi tanya jawab.
“Orang yang mengajar di pesantren mendapatkan kemuliaan, mempunyai akses membentuk peradaban, dan membentuk karakter di masa emas anak-anak. Syukurilah apa yang ada, nikmatilah proses yang ada, pun tazkiyah nafs sangatlah penting. Ingatlah sebuah lembaga pesantren tergantung oleh pemimpinnya dan guru-gurunya. Untuk itu menjadi ustadz/ah tidaklah cukup paham materi, tapi harus mempelajari tentang tarbiyah secara lebih dalam. Terakhir, pastikan kehadiran kita, setiap kata-kata kita yang diucapkan akan memberikan perubahan karakter bagi santri menjadi yang lebih baik, dan ajarilah mereka dengan penuh kasih sayang.” Sebagian nasehat yang tertuangkan oleh Ustadz Bachtiar Nasir, Lc, MM.
Bagian akhir dari momen tersebut adalah sesi foto bersama para guru. Dimana terlihat senyuman dan ghirah yang terpancar dari seluruh ustadz/ah, seraya berharap semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, melindungi, dan memudahkan segala urusan mereka yang selalu memberikan yang terbaik buat pondok tercinta. Selamat ulang tahun Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke-41 tahun.
Raudhah (19/10/2023). Tak terasa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang lahir pada tahun 1982 kini telah berumur 41 tahun, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2023. Dalam rangka memeriahkan hari milad tersebut, keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengundang salah satu ulama tanah air, yaitu Ustadz H. Bachtiar Nasir, Lc, MM, untuk memberikan wejangan dan tausiyah di bumi wakaf ini. Kehadiran beliau beserta rombongan sangat memberikan kehangatan bagi para ustadz/ah dan santri/wati, karena momentum tersebut dapat dikatakan menjadi suatu hal yang langka.
“Usia 41 tahun adalah usia yang matang, tidak muda dan tidak tua. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah aset umat yang harus dijaga dan dikembangkan. Ia juga memiliki tujuan untuk membentuk pemimpin-pemimpin di masa depan. Alhamdulillah, wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berkembang dari 0.4 ha (tahun 1982) menjadi 42 ha (tahun 2023), yang berada di Medan, Deli Serdang, Tapanuli Tengah, Tanah Karo, dan Subulussalam. Dalam jenjang pendidikan yang awalnya hanya Pesantren kini ada PAUD, MDTA, RA, MIS, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah. Dalam perkembangan ini seluruhnya berperan, mulai dari Badan Wakaf, asatidzah, hingga para santri/wati-nya.” Begitulah ungkapan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam sambutannya pada acara peringatan 41 tahun Pesantren yang dilangsungkan di masjid lt. 2, Rabu pagi (18/10/23). Dimana sebelumnya acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci al-qur’an, setelah sambutan dari Direktur Pesantren dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum Badan Wakaf, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz H. Bachtiar Nasir, Lc, MM. Tausiyah yang disampaikan begitu menggugah semangat jiwa raga seluruh santri/wati, asatidzah, serta undangan yang ikut hadir memeriahkan hari spesial tersebut.
“Kita semua sedang berjihad (menuntut ilmu di jalan Allah), maka jangan manja, jangan mengeluh, jadilah kita orang yang kuat dan tegar layaknya mujahid. Apa yang akan kita raih (di masa depan) tergantung pada niat di hati kita saat ini. Maka, belajarlah segala ilmu yang bermanfaat, jauhi ilmu yang tidak bermanfaat, dan isilah hati, akal, budi dengan ilmu dan iman serta ambillah inspirasi dari sejarah Islam.” Inilah wejangan yang disampaikan Ustadz H. Bachtiar Nasir, Lc, MM, yang tentunya sangat menggugah semangat para hadirin.
Diantara tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai pembelajaran bagi santri/wati dan asatidzah tentang pentingnya memahami sejarah pesantren, untuk mengukur kemampuan Pesantren, sebagai bahan evaluasi bagi Pesantren, serta merencanakan program ke depan yang harus diwujudkan.
Sebagai penutup, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan segala kekurangan dan kelebihannya yang ada telah melahirkan ribuan kader umat yang telah tersebar di berbagai tempat, berharap untuk selalu didoakan dan didukung agar bumi wakaf ini terus bermanfaat hingga akhir dunia.
Raudhah (19/10/2023). Untuk memperluas wawasan santri/wati Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan menggelar kegiatan pembekalan bagi seluruh santri/wati kelas akhir KMI yang dibuka oleh Wakil Direktur Pesantren, Ust. Carles Ginting, BHSc., untuk santri dan Ust. H. Miftakhuddin, S.S, S.Pd.I, MM., untuk santriwati pada Sabtu pagi (7/10), di Gedung Serbaguna (putra) dan Ruang Pertemuan Hafshah Lt.3 (putri).
Adapun jumlah santri/wati kelas 6 KMI yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai 538 orang. Seluruh santri/wati kelas 6 KMI diharuskan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, dan tidak diperkenankan seorangpun meninggalkan kegiatan ini.
Acara yang berlangsung selama 10 hari berturut-turut diawali dengan pembekalan materi pokok terlebih dahulu. Berikut materi-materi yang diberikan pada kegiatan pembekalan:
• Mengenal Terapi Bekam dan Manfaatnya
• Praktek Bekam
• Teori dan Praktek Fardhu Kifayah
• Teori dan Praktek Takhtim dan Tahlil
• Mengenal Ruqyah dan Manfaatnya
• Praktek Ruqyah
• Teori dan Praktek Manasik Haji
• Mengenal Bahaya Syi’ah, Liberalisme, Pluralisme
• Mengenal Metologi Dakwah
• Keputrian (Khusus Santriwati)
• Pengaadian
• Tentang IKRH (Ikatan Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah)
• Pendidikan Luar Negeri
• Pendidikan Dalam Negeri
• Pengetahuan Umum tentang Bahaya Narkoba
• Metodologi Membaca Iqra’
• Pelatihan Menulis Makalah
Pembekalan ini bertujuan agar para santri/wati mengetahui berbagai permasalahan dan wawasan yang ada di kehidupan mereka.
Raudhah (9/10/2023). Untuk kesekian kalinya, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali kedatangan tamu yang berkeinginan mempelajari sistem pendidikan dan organisasi santri di pesantren yang kini sudah berusia 40 tahun ini. Rombongan tamu yang berjumlah sebanyak 27 orang ini berasal dari pesantren Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumatera Barat. Mereka terdiri dari 23 santriwati dan 4 guru pembimbing. Kedatangan rombongan santriwati ini disambut dengan hangat oleh Direktur Pesantren Ustadz K.H. Solihin Adin, S.Ag., MM., di gedung pertemuan Hafsah Lt.3, Ahad (8/10).
Selama berada di pesantren, mereka diajak melihat-lihat dan mempelajari setiap kegiatan yang ada. Mereka sangat antusias ingin mempelajari sistem organisasi santriwati yang biasa disebut Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Kegiatan ini diawali dengan ramah tamah antara Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan rombongan di gedung pertemuan Hafsah Lt.3, kemudian diskusi antara santriwati pesantren Nurul Ikhlas dengan para santriwati kelas akhir KMI yang diamanahi di Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH), dan dilanjutkan dengan berkeliling disekitaran Pesantren pada Senin pagi (9/10).
Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan pengalaman santriwati pesantren Nurul Ikhlas dalam bidang keorganisasian. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai yang diinginkan.
Raudhah (7/9/2023). Salah satu bentuk evaluasi terhadap hasil kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih tiga bulan di kelas, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selalu menyelenggarakan ulangan umum di setiap tengah semester.
Ulangan umum semester ganjil T.P. 2023/2024 ini dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Direktur Ustadz Carles Ginting, BHSc., untuk santriwati yang dilaksanakan di depan Gedung Rabiah Al-Adawiyah dan Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., M.M., untuk santri yang dilaksanakan di depan Masjid Pesantren.
Pelaksanaan ulangan umum pada semester ini diikuti oleh seluruh santri dan santriwati dari kelas 1 hingga kelas 5 selama 10 hari, mulai dari tanggal 7-17 Oktober 2023.Dengan durasi waktu 60 menit setiap pelajaran, sebanyak 2 hingga 3 pelajaran diujikan setiap harinya. Dalam setiap satu ruang ulangan umum diisi 40 santri/wati dengan tingkat kelas yang beragam. Masing-masing ruang diawasi oleh dua hingga tiga guru dan di setiap lantai gedung diawasi oleh seorang guru senior pengawas zona.
Selama masa ulangan diberlangsungkan, seluruh kegiatan ekstrakurikuler diberhentikan sementara waktu agar santri bisa mempersiapkan dirinya dan fokus untuk menghadapi ulangan. Selain itu, di setiap malam seluruh santri-santriwati wajib belajar di zona yang telah ditentukan oleh Bidang Pendidikan di bawah pengawasan guru, sehingga jika ada hal-hal yang kurang difahami oleh mereka dapat langsung ditanyakan.