Ribuan Santri Raudhah Hidupkan Ramadan dengan Tadarus Al-Qur’an

Ribuan Santri Raudhah Hidupkan Ramadan dengan Tadarus Al-Qur’an

RAUDHAH – Ramadan 1447 H kembali menghadirkan suasana khidmat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Sekitar 3.400 santri dan santriwati menghidupkan tradisi tadarus Al-Qur’an dengan formasi melingkar yang memenuhi area Masjid Pesantren.

Dalam setiap lingkaran, 10 hingga 11 santri/wati duduk berhadapan, membaca dan menyimak ayat suci secara bergantian. Pola ini bukan sekadar kebersamaan simbolik, melainkan metode pembelajaran yang terstruktur. Setiap bacaan yang salah langsung dikoreksi, sehingga proses tadarus menjadi ajang perbaikan (ishlâh) sekaligus penguatan hafalan dan tajwid.

Salah seorang pengasuhan putra, Ust. Edi Sumardi, menjelaskan bahwa skema tadarus tahun ini dirancang bukan hanya berorientasi pada qira’ah (membaca), tetapi juga islahat atau perbaikan kualitas bacaan. “Di setiap kelompok ditempatkan satu santri kelas 6 KMI yang telah fasih membaca Al-Qur’an. Mereka berperan membimbing dan memastikan tajwid serta makhraj berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tradisi tadarus melingkar ini menarik perhatian publik dan mendapat liputan dari berbagai media nasional, seperti ANTARAFOTO, Detik.com, Kompas TV, Tribun Medan, serta sejumlah media daring lainnya. Dokumentasi visual dan pemberitaan yang tersebar luas memperlihatkan kekompakan ribuan santri dalam satu hamparan lingkaran tadarus yang rapi.

Setiap hari, para santri menargetkan membaca satu juz Al-Qur’an. Dengan ritme tersebut, mereka diharapkan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an satu hingga dua kali selama Ramadan. Edy Febrianto Gaja, salah satu peserta tadarus, mengaku metode ini sangat membantu menjaga konsistensi bacaan. Hingga memasuki hari ke-10 Ramadan, ia telah menyelesaikan 19 juz dan menyisakan 11 juz untuk menuntaskan khatam pertamanya.

Kegiatan tadarus ini berlangsung setiap hari selepas salat Zuhur. Melalui program yang terstruktur dan penuh semangat kebersamaan, Raudhah terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani—santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Wakil Direktur Menjadi Pembicara FGD Pengelolaan Sampah di Universitas Sumatera Utara

Wakil Direktur Menjadi Pembicara FGD Pengelolaan Sampah di Universitas Sumatera Utara

RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Multi Pihak Dalam Pengelolaan Sampah Menuju Sumut Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USU tersebut, Ust. Carles Ginting secara resmi diundang sebagai pemantik diskusi pada sesi paralel bertema “Potensi Pengembangan TPST di Kawasan Pendidikan.”

FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, akademisi dan peneliti, perwakilan sektor swasta, pengelola kawasan perumahan, asosiasi hotel dan restoran, komunitas lingkungan, hingga mitra internasional. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk merumuskan model sinergi multipihak dalam menghadapi persoalan persampahan yang semakin kompleks di Sumatera Utara.

Dalam sesi pembahasan, peserta menyoroti meningkatnya volume sampah, keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta masih dominannya pola kumpul–angkut–buang. Penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis kawasan dinilai sebagai salah satu solusi konkret yang dapat diterapkan, termasuk di lingkungan pendidikan.

Pada sesi paralel kawasan pendidikan, diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Kawasan pendidikan, termasuk pesantren, dipandang memiliki potensi besar dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri karena didukung struktur kelembagaan yang jelas, kedisiplinan warga, serta nilai-nilai pembinaan karakter yang kuat. Integrasi edukasi lingkungan ke dalam kurikulum dan budaya keseharian menjadi salah satu gagasan yang mengemuka.

Sebagai pemantik diskusi, Ust. Carles Ginting mengarahkan pembahasan pada empat aspek utama, yakni potensi timbulan sampah di kawasan pendidikan, sistem pengelolaan yang telah berjalan, peluang pengembangan TPST mandiri, serta berbagai kendala teknis dan sosial yang perlu diantisipasi. Hasil diskusi diharapkan berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan serta penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha.

Kegiatan ini juga diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas TPST USU sebagai contoh implementasi pengelolaan sampah terpadu. Melalui partisipasi aktif tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menegaskan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara.

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa bersama Ketua MPR RI

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa bersama Ketua MPR RI

RAUDHAH — Momentum Ramadhan kembali menjadi ruang pertemuan penuh makna antara ulama dan umara. Kali ini, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama para kiai, ulama, serta pimpinan pesantren dari berbagai daerah bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, di Widya Chandra, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Sekitar 75 pimpinan pesantren hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar organisasi, di antaranya Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), FKPM, RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah), pesantren salafiyah, pesantren ‘asriyah, hingga unsur Muhammadiyah.

Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi agenda berbuka puasa, tetapi juga ruang dialog strategis. Dalam diskusi yang berlangsung, para ulama menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara pesantren dan negara. Sejarah mencatat, berbagai persoalan kebangsaan kerap melibatkan pandangan ulama sebagai penentu arah kebijakan umat.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh isu pengembangan wakaf berjangka, peluang kerja sama pendidikan dan sosial, serta penguatan kepemimpinan forum pesantren ke depan.

Dalam kesempatan tersebut juga, KH. Miftakhuddin juga berkesempatan berbincang langsung dengan Ahmad Muzani. Beliau menyampaikan undangan agar Ketua MPR RI berkenan berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Medan. Alhamdulillah, undangan tersebut disambut positif dan akan diagendakan pada April mendatang.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan dan terjalinnya kerja sama yang lebih kokoh antara pesantren dan negara.

Tarhib Ramadhan 1447 H, UPZ Raudhah Salurkan 435 Paket Sembako

Tarhib Ramadhan 1447 H, UPZ Raudhah Salurkan 435 Paket Sembako

RAUDHAH — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah menyelenggarakan Program Tarhib Ramadhan 1447 H yang dirangkaikan dengan pembagian paket sembako di Gedung Serba Guna, pada Selasa, 17 Februari 2025 bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini merupakan agenda sosial tahunan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

Program Tarhib Ramadhan 1447 H dilaksanakan oleh UPZ Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan dukungan penuh dari zakat, sedekah dan infak para muhsinin yang disalurkan melalui rekening resmi UPZ. Total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai Rp 168.599.401 sebagai bentuk amanah umat yang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

Sebanyak 435 orang menerima paket sembako dalam program ini. Penerima berasal dari kalangan internal, seperti karyawan, staf, pekerja bangunan, serta tenaga pendidik pada unit PAUD, MDTA, dan penitipan anak. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar pesantren, khususnya wilayah Gang Rimta, Jalan Paya Bundung, Pancur Siwah, dan kawasan Pokok Mangga.

Paket sembako yang diberikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yaitu beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, sarden, susu, kecap, serta teh. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga menjelang Ramadhan sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz H. Miftakhuddin, SS., S.Pd., M.M. kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.T.H., yang menekankan pentingnya peningkatan ibadah dan kepedulian sosial sebagai bekal menjalani bulan suci Ramadhan

Diharapkan setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang berlipat ganda, membawa keberkahan rezeki, kemudahan hidup, serta perlindungan Allah SWT bagi para muhasinin dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.

 

Tumbuhkan Literasi Media, Raudhah Gelar Workshop Pers dan Jurnalistik

Tumbuhkan Literasi Media, Raudhah Gelar Workshop Pers dan Jurnalistik

RAUDHAH — Dalam menumbuhkan budaya literasi dan keterampilan komunikasi santri/wati, Raudhah menyelenggarakan Workshop Pers dan Jurnalistik pada Ahad, 15 Februari 2026 bertepatan dengan 27 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh santri dan santriwati kelas 4 serta kelas 3 Intensif KMI sebagai bekal dasar memahami dunia jurnalistik sekaligus melatih kemampuan menulis dan peliputan peristiwa secara profesional.

 

Workshop dilaksanakan di dua lokasi terpisah, yakni Gedung Serbaguna untuk santri putra dan Gedung Hafsah lantai 3 untuk santri putri, guna menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

 

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang jurnalistik, yaitu Ika Rahmadani Br. Lubis dan M. Ifroh Hasyim. Keduanya menyampaikan materi secara bergantian sesuai dengan susunan kegiatan, mencakup pengenalan dasar jurnalistik hingga praktik penulisan berita.

Pada sesi awal, pemateri menjelaskan bahwa jurnalistik merupakan proses pengumpulan, penulisan, dan penyajian informasi kepada publik dengan tujuan menyampaikan berita yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ditekankan pula prinsip dasar jurnalistik seperti keakuratan, objektivitas, kecepatan penyampaian, keterbukaan, serta tanggung jawab sosial wartawan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada ragam produk jurnalistik, mulai dari berita faktual (news), opini (views), hingga feature yang mengangkat sisi human interest.

Materi berikutnya membahas teknik reportase dan wawancara jurnalistik. Pemateri menguraikan bahwa reportase merupakan proses meliput peristiwa secara langsung dari lapangan melalui observasi, wawancara, dan riset data. Peserta diajarkan bahwa wawancara bukan sekadar tanya jawab, melainkan upaya menggali fakta yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dari narasumber yang kompeten. Prinsip-prinsip seperti akurasi, objektivitas, keberimbangan informasi, serta etika dalam berkomunikasi menjadi penekanan utama dalam sesi ini.

Selanjutnya, peserta memperoleh pembekalan tentang teknik penulisan berita. Pemateri menjelaskan bahwa berita yang baik harus memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how), disusun secara ringkas, jelas, dan faktual. Struktur penulisan berita diperkenalkan menggunakan model piramida terbalik, di mana informasi terpenting ditempatkan pada bagian awal, diikuti informasi pendukung, dan diakhiri dengan keterangan tambahan. Peserta juga dilatih membuat judul serta teras berita yang mampu menarik perhatian pembaca tanpa mengabaikan akurasi informasi.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung. Para santri melakukan simulasi observasi dan wawancara, kemudian menyusun laporan berita berdasarkan hasil kegiatan tersebut. Pada sesi akhir, setiap peserta mempresentasikan tulisannya di hadapan pemateri untuk mendapatkan evaluasi dan masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas karya.

 

Raudhah Kids Fest 2026 Sukses Digelar

Raudhah Kids Fest 2026 Sukses Digelar

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menyelenggarakan ajang kompetisi pelajar bertajuk Raudhah Kids Fest 2026 tingkat MI/SD dan MTs/SMP se-Sumatera Utara. Penyelenggaraan RKF 2026 ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas serta potensi peserta didik, menumbuhkan rasa percaya diri dan sportivitas, serta memperkenalkan lingkungan dan nilai pendidikan di bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

RKF 2026 dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 12–14 Februari 2026 / 24–26 Sya’ban 1447 H, dengan rangkaian kegiatan yang tersusun sistematis. Sebelum pelaksanaan lomba, panitia terlebih dahulu mengadakan technical meeting mini soccer pada 7 Februari 2026 serta technical meeting umum secara daring pada 10 Februari 2026 guna memastikan kesiapan seluruh peserta dan keseragaman pemahaman terhadap ketentuan perlombaan.

Pembukaan resmi dilangsungkan pada Jumat pagi, 13 Februari 2026 / 25 Sya’ban 1447 H di Gedung Serbaguna. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pesantren, Direktur dan Wakil Direktur Pesantren, para Kepala Bidang, panitia pelaksana, Asatidzah, serta ratusan peserta dari berbagai SD dan MI di Sumatera Utara. Kehadiran peserta yang berasal dari beragam latar belakang sekolah—baik negeri, swasta, madrasah, maupun sekolah Islam terpadu—mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung tertib, khidmat, sekaligus semarak. Para peserta hadir dengan penuh antusias, didampingi para guru dan orang tua, membawa semangat untuk berkompetisi secara sehat serta menampilkan kemampuan terbaik mereka. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antar lembaga pendidikan dari berbagai wilayah, seperti Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Batang Kuis, dan daerah lainnya di Sumatera Utara.

Pada hari pembukaan, sejumlah cabang lomba tahap seleksi dilaksanakan di berbagai lokasi dalam kompleks pesantren. Lomba Pildacil berlangsung di Gedung STIT, lomba Adzan di Gedung Al-Azhar lantai dua, serta lomba Tahfidz Juz 30 di Gedung Al-Azhar lantai satu. Sementara itu, pertandingan Mini Soccer dilaksanakan di lapangan utama pesantren dan turut menyemarakkan suasana kompetisi.

Memasuki hari terakhir, Sabtu (14/2), kegiatan mencapai puncaknya dengan pelaksanaan babak final serta cabang lomba lainnya. Olimpiade Matematika dan Imla’ diselenggarakan di Gedung Al-Azhar lantai satu, final Pildacil dan Adzan di Gedung Serbaguna, serta final Tahfidz di ruang multimedia STIT. Pada waktu yang sama, lomba Tari Daerah digelar di Gedung Fatimah lantai tiga, sementara Fashion Show berlangsung di Gedung Hafsah lantai tiga. Penataan venue yang tersebar di berbagai gedung menunjukkan kesiapan sarana dan prasarana pesantren dalam mendukung kegiatan pendidikan berskala besar.

Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Sabtu siang dengan suasana penuh kebahagiaan. Panitia secara resmi mengumumkan para pemenang di setiap cabang lomba, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada peserta terbaik. Ekspresi bangga dan haru tampak dari para pemenang, sementara peserta lainnya tetap menunjukkan sikap sportif dan apresiatif. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian Raudhah Kids Fest 2026.

Dalam cabang Adzan, Juara I diraih oleh Fariq Al Fathan Ramadhon dari SDIT Khairurrahman, disusul Alif Fathi Azmi Nasution dari SDN 064981 Medan sebagai Juara II dan Nail Arifatih dari SD Tahfidz Qur’an Karimah sebagai Juara III. Cabang Pildacil menempatkan Alifa Dita Iolana dari MIS Istiqomah Al Ulya sebagai Juara I, Refan Alfaiz Zulfadli Tanjung dari MIS Sabilal Muhtadin Plus sebagai Juara II, dan Nabila Nurvita Sari Daulay dari MIN 9 Medan sebagai Juara III.

Pada cabang Tahfizh Putra, Muhammad Irfan Prayoga dari SD Surya Bakti berhasil meraih Juara I, diikuti Muhammad Alif Ar Rayyan dari SDS Islam An Nizam Medan sebagai Juara II dan Fathur Raziq Musyafa dari MIS Nurussalam sebagai Juara III. Sementara pada cabang Tahfizh Putri, Juara I diraih Khannisa Syifa Adistha dari UPT SD Negeri Percobaan Medan, Juara II Naura Syahqila dari SDIT Mawaddah Warahmah Medan, dan Juara III Annisa Aqila Tanjung dari SDIT Tahfizil Qur’an YIC Sumatera Utara.

Dalam Olimpiade Matematika, Juara I diraih M. Ammar Tamir Khafid dari SDS Tunas Harapan Islam, Juara II Alifiandra Adyatama Agra dari UPT SDN Percobaan Medan, dan Juara III Annisa Rizqi Zam-Zam dari SD Islam Namira. Pada cabang Imla’, Juara I diraih Hunaifa Mursyida Hana dari MIS Amal Shaleh, Juara II Jihan Maritsa Nasution dari Al Azhar As Syarif Sumatera Utara, dan Juara III Muhammad Baqir Fayyadh dari MIS Amal Saleh.

Cabang Fashion Show dimenangkan oleh Dzakira Putri NST dari SD Islam Al-Ulum Terpadu Medan sebagai Juara I, Nabila Ashifa dari MIS Ar-Raudlatul Hasanah sebagai Juara II, dan Arini Pelangi dari SDS Muhammadiyah 03 sebagai Juara III. Adapun pada lomba Tari Daerah beregu, SD Nasional Plus Jabal Noor berhasil meraih Juara I, disusul MIS Nurul Ikhwan sebagai Juara II dan MIS Ar-Raudlatul Hasanah sebagai Juara III.

Cabang Minisoccer Tingkat SD/MI dimenangkan oleh SDIT Al-Munadi, Marelan (Juara 1) dan MIS Az-Zuhri, Tj. Morawa (Juara 2), sedangkan Tingkat MTS/SMP dimenangkan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Juara 1) dan Mts Al-Washliyah (Juara 2).

Keberhasilan penyelenggaraan Raudhah Kids Fest 2026 menjadi bukti nyata komitmen Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mendukung pengembangan potensi pelajar sejak dini melalui kegiatan yang konstruktif, kompetitif, dan bernilai edukatif. Diharapkan ajang ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai kontribusi nyata dalam melahirkan generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Semarak Haflah Tilawah Jelang Ramadhan 1447 H

Semarak Haflah Tilawah Jelang Ramadhan 1447 H

RAUDHAH — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Haflah Tilawah Tahun 2026 dengan suasana yang khidmat. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pesantren dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan ibadah.

Haflah Tilawah dilaksanakan pada Jumat malam, 14 Februari 2026 M bertepatan dengan 26 Sya’ban 1447 H, mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Serba Guna. Acara berlangsung tertib dan lancar, diikuti dengan antusias oleh para santri serta didampingi para asatidz.

Pada tahun ini, perlombaan mempertandingkan empat cabang utama, yaitu Azan, Musabaqah Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Tilawah Al-Qur’an, serta Musabaqah Hifzhul Qur’an. Para peserta tampil dengan penuh penghayatan, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan ketepatan tajwid, kekuatan hafalan, serta keindahan irama yang memukau. Lantunan merdu yang bergema sepanjang malam menghadirkan suasana tenang, haru, sekaligus menyejukkan hati seluruh hadirin.

Adapun para pemenang Haflah Tilawah 2026 adalah sebagai berikut:

Cabang Tilawah

Juara 1: Aq Miranda (3XB)

Juara 2: Ihsan Al Fariq (2D)

Juara 3: Rais Al Muzakki (1B)

Harapan 1: Akbar Hammina (4D)

Harapan 2: Aiman Hariri (2D)

Harapan 3: Rofiq Wafiy (3L)

 

Cabang Tahfiz 1 Juz

Juara 1: Rizky Al Khawarizmy (1XB)

Juara 2: Jodie Aftah (2B)

Juara 3: Bayu Erlangga (2F)

Harapan 1: Rehan Tsaqib (2B)

Harapan 2: Ihsan Noorsy (1N)

Harapan 3: Hilmi Asyraf

 

Cabang Tahfiz 3 Juz

Juara 1: Salman Hadi (5B)

Juara 2: Fahri Khairi (3XB)

Juara 3: Ikmal Adam (3XB)

Harapan 1: Hisan Hamzah (3XB)

 

Cabang Azan

Juara 1: Khalis Akhdan (1H)

Juara 2: Raja Syahfaisya (3XD)

Juara 3: Alfath Qodri (1F)

Juara 4: Mhd Naszri (5F)

Juara 5: M. Irhamullah (1XB)

Juara 6: M. Daffa Zuhair (1)

 

Cabang Tartil

Juara 1: Abdul Nasir (1XB)

Juara 2: M. Rizky Pratama (3XD)

Juara 3: Alif Ibrahim (3XD)

Harapan 1: Habibul Ammar (3B)

Harapan 2: Sigit Abdul Muttaqin (5J)

Harapan 3: M. Risky (1B)

 

Rayon Terbaik dalam Menjalankan Disiplin Ta’mir

Terbaik 1: Rayon Makkah (3A)

Terbaik 2: Rayon Saudi (3)

Melalui ajang ini, diharapkan para santri semakin istiqamah dalam membaca, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi wadah kompetisi, Haflah Tilawah juga menjadi momentum muhasabah dan penguatan ruhiyah menjelang Ramadhan.

 

Cross Country Pramuka 06-196: Santriwati Raudhah Asah Mental dan Kepedulian Sosial Lewat Tadabur Alam

Cross Country Pramuka 06-196: Santriwati Raudhah Asah Mental dan Kepedulian Sosial Lewat Tadabur Alam

RAUDHAH — Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar agenda tahunan berupa kegiatan cross country bagi seluruh adika pramuka santriwati, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter yang terintegrasi dengan nilai kedisiplinan dan kepedulian sosial.

Cross country merupakan aktivitas kepramukaan yang dilaksanakan di luar lingkungan utama pesantren. Para peserta diajak menyusuri rute yang telah ditentukan, meliputi kawasan kompleks pesantren hingga perkampungan di sekitarnya. Tidak sekadar berjalan kaki, kegiatan ini dirancang sebagai sarana tadabur alam latihan bersosialisasi dengan masyarakat.

Sejak siang hari, para santriwati telah dibagi ke dalam beberapa regu yang masing-masing terdiri dari 8–9 orang. Setiap regu dipersiapkan untuk menempuh rute secara bergiliran. Untuk menentukan urutan keberangkatan, pengurus koordinator kepramukaan memberikan pertanyaan kepada perwakilan tiap kelompok. Regu yang mampu menjawab dengan tepat dan tercepat berhak memulai perjalanan lebih dahulu.

Skema ini tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, tetapi juga menguji kesiapan mental serta daya tanggap peserta. Di sepanjang perjalanan, para adika pramuka belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menjaga adab, serta menunjukkan sikap santun sebagai representasi santriwati Raudhah.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Cross country tahun ini diharapkan semakin memperkuat mental dan membentuk kepribadian tangguh dalam diri setiap santriwati.

Raudhah Sambut Hangat Kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Raudhah Sambut Hangat Kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

RAUDHAH — Alhamdulillah, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali dipercaya sebagai tujuan studi organisasi pelajar. Pada Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026 bertepatan dengan 22–23 Sya’ban 1447 H, Raudhah menerima kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda, Aceh Tengah, dalam rangka memperdalam sistem pengelolaan pengasuhan dan organisasi santri.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 22 santri, 22 santriwati, 4 ustadz, dan 2 ustadzah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari satu malam. Sejak tiba di lingkungan pesantren, rombongan langsung merasakan suasana nan islami dan disiplin yang menjadi ciri khas bumi wakaf ini.

Kegiatan resmi diawali dengan penyambutan dan ramah tamah bersama Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., di Gedung Hafsah lantai 3. Dalam suasana hangat dan komunikatif, dipaparkan perjalanan sejarah Raudhah dan perkembangannya, hingga peran strategis Pengasuhan serta Organisasi Pelajar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).

Tidak berhenti pada pemaparan teori, Ar-Raudlatul Hasanah membuka ruang observasi langsung. Para pengurus Organisasi Santri/wati Maqamam Mahmuda berdialog dengan OPRH, menyimak sistem kerja, pola koordinasi, hingga praktik lapangan yang berjalan dalam keseharian.

Sore harinya, kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan riyadhah (olahraga) bersama. Malamnya, sesi temu ramah dengan bidang pengasuhan menjadi momentum pendalaman wawasan tentang pentingnya organisasi sebagai sarana pendidikan karakter dan kepemimpinan santri/wati.

Rangkaian kunjungan ditutup pada Rabu pagi dengan penyerahan cinderamata. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga dan mempererat tali silaturahmi. Aamiin.

 

Grand Final Raudhah Art Expo dan Penutupan Porseni 2026

Grand Final Raudhah Art Expo dan Penutupan Porseni 2026

RAUDHAH – Suasana Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berubah menjadi lautan semangat pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Gemuruh tepuk tangan dan sorak dukungan para santri mengiringi gelaran Grand Final Raudhah Art Expo yang dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2026.

Malam puncak tersebut menjadi klimaks dari rangkaian panjang kompetisi yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Para finalis tampil penuh totalitas, menampilkan harmoni suara, kekompakan gerak, serta penghayatan yang matang. Setiap penampilan seolah menjadi pernyataan bahwa seni dan sportivitas tumbuh subur di lingkungan pesantren.

Sorot mata penuh bangga dari para asatidz turut menguatkan mental para peserta. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para finalis untuk memberikan performa terbaik. Ghirah yang terpancar dari panggung menjalar ke seluruh penjuru ruangan, menciptakan atmosfer yang hidup dan berkesan.

Penampilan yang paling menyita perhatian malam itu adalah lomba folksong antarasrama. Empat asrama—Ramadan 1, Saudi 3, Makkah B, dan Makkah A—tampil memukau dengan lagu-lagu sarat makna yang dibalut aransemen apik dan harmonisasi yang kuat. Nuansa haru, bangga, bahagia, hingga kagum menyatu dalam hati para penonton, menjadikan sesi ini sebagai salah satu momen paling emosional sepanjang acara.

Dalam kompetisi tersebut, Saudi 3 berhasil meraih Juara 1, disusul Makkah B sebagai Juara 2, Makkah A di posisi Juara 3, dan Ramadhan 1 sebagai Juara Harapan 1. Penghargaan Best Manager Folksong among Hostels diraih oleh M. Zahid Zuhair Lubis, atas kontribusinya dalam mengoordinasikan tim secara maksimal.

Tak hanya seni, Porseni 2026 juga menghadirkan persaingan sengit di berbagai cabang olahraga. Pada cabang sepak bola, Syuhada FC keluar sebagai Juara 1, sementara Imtiyaz FC harus puas di posisi kedua. Di cabang basket, Tim Intifadhah meraih gelar juara, disusul Tim Executive sebagai runner-up. Cabang voli dimenangkan Tim Snowbear, dengan Tim Farewolf di posisi kedua. Sementara pada takraw, Tim Mujahid tampil sebagai Juara 1 dan Tim Galaxy sebagai Juara 2.

Di cabang tenis meja junior, Guna Rizky (1XB) berhasil meraih Juara 1 dan Rifky Astilla (1P) sebagai Juara 2. Untuk kategori senior, Ibnu Munthe (4B) keluar sebagai Juara 1 dan Dimas Sutanto (4B) sebagai Juara 2.

Persaingan tak kalah menarik terjadi di cabang badminton. Pada kategori Strongknight, pasangan Abdullah Umar (3F) dan M. Adin Al-Farizi (3B) meraih Juara 1, sementara Muhammad Azzam Afandi (4J) dan M. Zidan Zhakwan (3XB) menempati posisi kedua. Pada kategori Strombreaker, Juara 1 diraih Al-Aslam Ali (4F) dan Daffa Baha (3XD), sedangkan Juara 2 diraih Hanif Sukri (2D) dan Nusantara Ikhwanul (2B).

Sementara itu, dalam ajang Raudhah Art Expo 2026, kreativitas santri juga mendapat panggung apresiasi. Pada lomba sketsa, Juara 1 diraih Hafiz Yuhan, Juara 2 Dzaki Adli, Juara 3 M. Fahkrezi Ramadhan, dan Harapan 1 M. Alif .

Pada kategori handicraft, Juara 1 diraih Rizvan Syah dan Lutfi El Zain, Juara 2 M. Boriq Osama dan Khalil Amal, Juara 3 Hanif Khadafi dan Muhaimin, serta Harapan 1 Ar-Ridho Alifta dan Rafa Dartana .

Di cabang kaligrafi kontemporer, Fasjan Afrello meraih Juara 1, disusul Muhammad Reda sebagai Juara 2, Angga Tri sebagai Juara 3, dan Mustaqim Sihotang sebagai Harapan 1. Adapun pada kaligrafi naskah, Juara 1 diraih Ridho Aulia, Juara 2 Hanafi Ansari Pangat, Juara 3 Guna Rizky, dan Harapan 1 Ray Naufal Gayo .

Grand Final Raudhah Art Expo sekaligus penutupan Porseni 2026 bukan sekadar seremoni penghujung acara. Lebih dari itu, ia menjadi ruang aktualisasi potensi, ajang mempererat ukhuwah, serta panggung pembuktian bahwa pesantren merupakan ladang tumbuhnya kreativitas, sportivitas, dan jiwa kompetitif yang sehat.