RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Multi Pihak Dalam Pengelolaan Sampah Menuju Sumut Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USU tersebut, Ust. Carles Ginting secara resmi diundang sebagai pemantik diskusi pada sesi paralel bertema “Potensi Pengembangan TPST di Kawasan Pendidikan.”
FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, akademisi dan peneliti, perwakilan sektor swasta, pengelola kawasan perumahan, asosiasi hotel dan restoran, komunitas lingkungan, hingga mitra internasional. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk merumuskan model sinergi multipihak dalam menghadapi persoalan persampahan yang semakin kompleks di Sumatera Utara.
Dalam sesi pembahasan, peserta menyoroti meningkatnya volume sampah, keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta masih dominannya pola kumpul–angkut–buang. Penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis kawasan dinilai sebagai salah satu solusi konkret yang dapat diterapkan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Pada sesi paralel kawasan pendidikan, diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Kawasan pendidikan, termasuk pesantren, dipandang memiliki potensi besar dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri karena didukung struktur kelembagaan yang jelas, kedisiplinan warga, serta nilai-nilai pembinaan karakter yang kuat. Integrasi edukasi lingkungan ke dalam kurikulum dan budaya keseharian menjadi salah satu gagasan yang mengemuka.
Sebagai pemantik diskusi, Ust. Carles Ginting mengarahkan pembahasan pada empat aspek utama, yakni potensi timbulan sampah di kawasan pendidikan, sistem pengelolaan yang telah berjalan, peluang pengembangan TPST mandiri, serta berbagai kendala teknis dan sosial yang perlu diantisipasi. Hasil diskusi diharapkan berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan serta penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas TPST USU sebagai contoh implementasi pengelolaan sampah terpadu. Melalui partisipasi aktif tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menegaskan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara.