RAUDHAH — Momentum Ramadhan kembali menjadi ruang pertemuan penuh makna antara ulama dan umara. Kali ini, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama para kiai, ulama, serta pimpinan pesantren dari berbagai daerah bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, di Widya Chandra, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Sekitar 75 pimpinan pesantren hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar organisasi, di antaranya Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), FKPM, RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah), pesantren salafiyah, pesantren ‘asriyah, hingga unsur Muhammadiyah.

Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi agenda berbuka puasa, tetapi juga ruang dialog strategis. Dalam diskusi yang berlangsung, para ulama menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara pesantren dan negara. Sejarah mencatat, berbagai persoalan kebangsaan kerap melibatkan pandangan ulama sebagai penentu arah kebijakan umat.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh isu pengembangan wakaf berjangka, peluang kerja sama pendidikan dan sosial, serta penguatan kepemimpinan forum pesantren ke depan.

Dalam kesempatan tersebut juga, KH. Miftakhuddin juga berkesempatan berbincang langsung dengan Ahmad Muzani. Beliau menyampaikan undangan agar Ketua MPR RI berkenan berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Medan. Alhamdulillah, undangan tersebut disambut positif dan akan diagendakan pada April mendatang.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan dan terjalinnya kerja sama yang lebih kokoh antara pesantren dan negara.

Chat Via WhatsApp