by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 20, 2026 | Berita
RAUDHAH — Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi santri dan santriwati, Seksi Perpustakaan dan Kajian Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Dasar pada Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026, bertepatan dengan 7–8 Rabi’ul Akhir 1448 H.
Kegiatan ini diikuti oleh santri dan santriwati kelas 4 serta kelas 3 Intensif KMI. Workshop tersebut menjadi wadah bagi mereka untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam menulis, melakukan peliputan, serta menyajikan informasi secara baik dan bertanggung jawab.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Para santri mengikuti workshop di Gedung Cordova lantai 3, sementara santriwati bertempat di Gedung Hafsah lantai 3.
Raudhah menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang jurnalistik, yakni Rahmat Utomo, jurnalis Kompas.com, serta Adelina Savitri Lubis, jurnalis sekaligus editor Harian Analisa. Keduanya menyampaikan materi mulai dari pengenalan dasar jurnalistik, teknik peliputan dan wawancara, hingga praktik penulisan berita.
Pada sesi awal, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar jurnalistik. Dijelaskan bahwa jurnalistik merupakan proses pengumpulan, pengolahan, penulisan, dan penyajian informasi kepada publik dengan mengedepankan akurasi, objektivitas, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.
Peserta juga diperkenalkan pada sejumlah prinsip dasar jurnalistik, seperti keakuratan, objektivitas, kecepatan, keterbukaan, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, pemateri menjelaskan berbagai produk jurnalistik, mulai dari berita faktual (news), opini (views), hingga feature yang mengangkat kisah dan sisi human interest.
Materi kemudian berlanjut pada teknik reportase dan wawancara jurnalistik. Peserta diajak memahami bahwa reportase bukan sekadar kegiatan mencari informasi, tetapi merupakan proses peliputan peristiwa secara langsung melalui observasi, wawancara, serta riset dan verifikasi data.
Dalam sesi wawancara, pemateri menekankan pentingnya menggali informasi dari narasumber yang kompeten dengan tetap memperhatikan akurasi, objektivitas, keberimbangan, dan etika komunikasi. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara menyusun pertanyaan yang efektif agar informasi yang diperoleh dapat mendukung sebuah berita secara utuh.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan berita. Pemateri menjelaskan pentingnya memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how) dalam sebuah berita. Penulisan berita juga harus dilakukan secara ringkas, jelas, faktual, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan struktur berita menggunakan konsep piramida terbalik, yakni menempatkan informasi paling penting pada bagian awal, kemudian diikuti informasi pendukung dan keterangan tambahan. Peserta juga dilatih menyusun judul dan teras berita yang menarik perhatian pembaca tanpa mengesampingkan ketepatan serta akurasi informasi.
Tidak hanya berhenti pada teori, workshop juga diisi dengan praktik langsung. Para santri dan santriwati melakukan simulasi observasi serta wawancara, kemudian mengolah hasil temuan tersebut menjadi sebuah tulisan berita.
Pada sesi akhir, peserta mempresentasikan hasil tulisan mereka di hadapan pemateri. Setiap karya kemudian mendapatkan evaluasi dan masukan konstruktif sebagai bahan perbaikan.
Melalui kegiatan ini, para santri dan santriwati diharapkan agar tidak hanya memahami dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan literasi, menulis, dan berkomunikasi secara lebih baik. Bekal tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya santri dan santriwati yang mampu mengolah serta menyampaikan informasi secara kritis, akurat, dan bertanggung jawab.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 20, 2026 | Berita
RAUDHAH – Kompleks Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendadak riuh oleh aroma rempah yang menggugah selera pada Jum’at, 18 September 2026. Di halaman depan Gedung Rabiah Adawiyah, Pengasuhan Putri menggelar lomba memasak antarpengurus asrama (Mudabbiroh), Organisasi Pelajar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH), dan Gugus Depan (GUDEP) 2026.
Ajang yang bertepatan dengan 7 Rabi’ul Akhir 1448 H ini menjadi panggung kreativitas bagi santriwati kelas 5 dan 6 KMI. Berbekal bahan-bahan wajib yang telah ditentukan panitia, mereka berlomba-lomba meracik hidangan terbaik demi memukau dewan juri.
Suasana kian kompetitif tatkala para peserta menyajikan aneka menu mulai dari hidangan utama, sayur, hingga minuman segar. Para peserta berhasil menyajikan ikan arsik, bubur kacang ijo, bahan rebusan, terasi, hingga es jeruk kasturi.
Dewan juri yang terdiri atas para ustadzah berpengalaman pun harus bekerja cermat menilai berbagai kategori, mulai dari cita rasa Arsik oleh Ush. Khairul Akmal dan Ush. Kasyuliani, hingga kreativitas platting (penataan makanan) di bawah penilaian Umi Eka dan Ush. Faizun Fahmi.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya mengumumkan para juara dari kategori OPRH dan Mudabbiroh:
Kategori OPRH
Juara 1: Koordinator 1
Juara 2: OPRH 6 (Bidang Air & Listrik, Penerimaan Tamu, Kesehatan)
Juara 3: OPRH 1 (Ketua, Sekretaris, Keamanan, Pengajaran)
Kategori Mudabbiroh (Pengurus Asrama)
Juara 1: Asrama Khadijah 1
Juara 2: Asrama Ruqayyah 2B
Juara 3: Asrama Ruqayyah 2C
Perlombaan ini tidak sekadar mencari siapa yang paling mahir di dapur, melainkan wadah mempererat kebersamaan serta melatih kemandirian para santriwati sebelum terjun mengabdi di tengah masyarakat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 19, 2026 | Berita
RAUDHAH – Bahasa tidak hanya diuji di ruang kelas. Di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kemampuan berbahasa Arab dan Inggris diuji melalui berbagai perlombaan yang menuntut keberanian berbicara, ketepatan menyusun kata, hingga kreativitas menyampaikan gagasan.
Suasana itu terlihat dalam Raudhah Language Championship (RLC) 2026 yang digelar oleh Pembimbing Bahasa Santri melalui Language Advisory Council (LAC) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kompetisi berlangsung secara bertahap sejak 9 September dan ditutup pada Kamis, 17 September 2026/6 Rabi’ul Akhir 1448 di Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
RLC 2026 mempertemukan santri dalam beragam cabang perlombaan. Mulai dari Whispering Challenge, Fathul Qamus, Fathul Munjid, Choral Speaking, Scrabble, Singing Like a Star, Insya’, Spelling Bee, Language Adventure, Ma Huwā, Wall Magazine, Washlul Kalimah, hingga Language Quiz. Sejumlah perlombaan berlangsung di asrama, kelas, maupun secara personal, sebelum beberapa cabang memasuki babak final.
Pada malam penutupan, kemampuan bahasa para santri tidak sekadar terlihat dari hasil akhir perlombaan. Mereka juga ditantang untuk tampil percaya diri, bekerja sama, berpikir cepat, dan menggunakan bahasa asing dalam situasi yang kompetitif. RLC menjadi bagian dari pola pembinaan bahasa di pesantren yang menempatkan praktik penggunaan bahasa sebagai bagian dari keseharian santri.
Sejumlah nama dan kelompok berhasil menempati posisi teratas. Pada Whispering Challenge, Ramadhan 2 menjadi juara pertama kategori asrama, disusul Ramadhan 3 dan Saudi 3. Fathul Qamus kategori junior dimenangi Rifqi Afkar dari kelas 3B, diikuti Bismar Thohir (3N) dan Ibrahim Marpaung (1IntD). Sementara Fathul Munjid kategori senior menempatkan Class 4B sebagai juara pertama, Class 6D di posisi kedua, dan Class 3IntB di posisi ketiga.
Pada Choral Speaking, Makkah 2B meraih juara pertama dan Makkah 2A juara kedua. Cabang Scrabble kategori junior dimenangi Wildan Iq (1B), disusul Faiq Rayyan (3B), sedangkan kategori senior menempatkan Muhaimin Arsyad (6F) sebagai juara pertama dan Iqrima Sabri Kasman (6F) sebagai juara kedua.
Cabang Singing Like a Star menempatkan Rafiq Wafi (4H) sebagai juara pertama, Arkana Efendi (4F) sebagai juara kedua, dan Akhtar Suwardana (4B) sebagai juara ketiga. Dalam lomba Insya’, Fadlan Nur menjadi juara pertama kategori junior, disusul Muhammad Syauqi. Pada kategori senior, Rafi Anwar menempati posisi pertama dan Hafiz Alfarizi posisi kedua.
Adapun Spelling Bee dimenangi Khairul Azril (5H), dengan Hibrizirafi (5D) dan Alif Ibrahim (5D) masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Language Adventure menempatkan Al-Jihad 3 sebagai juara pertama dan Makkah 3B sebagai juara kedua.
Pada Ma Huwā, pasangan Abrar Fajar dan Khusnul Fikri meraih juara pertama, sedangkan Rafa Afghani dan Kawkibie berada di posisi kedua. Wall Magazine menempatkan Al-Jihad 2 sebagai juara pertama, Al-Jihad 3 sebagai juara kedua, dan Saudi 3 sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Washlul Kalimah kategori kelas 1 dan 1 Intensif dimenangi Class 1IntB, diikuti Class 1B dan Class 1T. Untuk Language Quiz kategori senior, Class 4B keluar sebagai juara pertama, Class 6B di posisi kedua, dan Class 6A1 di posisi ketiga.
Bagi LAC Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, rangkaian kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan bahasa yang tidak berhenti pada kemampuan menghafal kosakata atau memahami kaidah. Bahasa ditempatkan sebagai keterampilan yang perlu dipraktikkan secara langsung, baik melalui percakapan, penulisan, permainan, maupun penampilan di hadapan orang lain.
Raudhah Language Championship 2026 pun berakhir dengan daftar juara. Namun, yang dibawa pulang para peserta bukan hanya gelar dan pengalaman berkompetisi. Di balik perlombaan itu, ada latihan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam suasana yang lebih hidup—sebuah proses yang berlangsung seiring dengan kehidupan santri di pesantren.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 13, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan Silaturrahim Wali Santri/wati Kelas 6 KMI Tahun Pelajaran 2026–2027 di Gedung Fatimah Lantai III, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada hari Ahad, 12 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi sarana silaturrahim antara pihak pesantren dengan wali santri dan santriwati kelas akhir KMI, sekaligus memberikan pemahaman mengenai berbagai persiapan dan kegiatan yang akan dijalani para santri dan santriwati selama menempuh masa pendidikan di tahun terakhir mereka.
Acara diawali dengan kata sambutan dari Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – KH. Miftakhuddin, M.M., yang menekankan pentingnya dukungan dan kerja sama antara pihak pesantren dan wali santri/wati dalam mengantarkan para santri dan santriwati menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sesi Bimbingan dan Arahan yang disampaikan oleh Walil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa seluruh santri dan santriwati kelas 6 KMI wajib mengikuti seluruh rangkaian proses pendidikan di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) hingga tuntas.
Masa pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menurut beliau, belum dapat dianggap selesai apabila santri dan santriwati belum mengikuti seluruh proses dan kegiatan pendidikan hingga tahap akhir, termasuk penyelesaian seluruh rangkaian kegiatan sampai dengan pelaksanaan wisuda.
Melalui kegiatan silaturrahim ini, diharapkan terjalin kesamaan pemahaman serta sinergi yang semakin kuat antara pihak pesantren dan wali santri/wati dalam mendampingi santri dan santriwati kelas 6 KMI. Dengan dukungan dan kerja sama yang baik, para santri dan santriwati diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pendidikan hingga akhir serta menyelesaikan masa studinya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 12, 2026 | Berita
RAUDHAH — Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz KH. Miftakhuddin, M.M., bersama Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin, MA., dengan penuh khidmat menghadiri forum internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.
Acara bergengsi ini diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 5–6 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian momentum satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).
Menghadirkan pesantren sebagai model pendidikan global, mengangkat tema utama “Exploring and Revealing the Pesantren Education System” dengan sub-tema “Saat dunia belajar dari pesantren: Pesantren tidak hanya perlu belajar dari dunia, tetapi dunia juga perlu belajar dari pesantren”, forum ini mempertemukan lebih dari 300 tokoh penting, mulai dari pimpinan lembaga pendidikan, praktisi, akademisi, pemikir, pembuat kebijakan, hingga mitra internasional dari berbagai negara.
Kehadiran Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah dalam summit ini menegaskan komitmen kuat untuk mengkaji, mengadopsi, dan mengembangkan sistem pendidikan Islam holistik yang berakar pada tradisi pesantren, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman global.
Berdasarkan materi dan pembahasan mendalam dalam GIHES 2026, sistem pendidikan pesantren dinilai memiliki kekhasan unik yang mampu menjawab krisis kompetensi global masa kini—dimana banyak lulusan institusi modern unggul secara akademik namun lemah dalam soft skills (kepemimpinan, etos kerja, kolaborasi, dan karakter).
Di pesantren, pendidikan tidak terbatas pada transfer ilmu formal di dalam ruang kelas saja. Seluruh ekosistem kehidupan santri selama 24 jam adalah kurikulum nyata. Mulai dari kelas, perpustakaan, masjid, asrama, disiplin, bahasa, organisasi, olahraga, seni, hingga pengabdian.
Puncak dari rangkaian acara GIHES 2026 ini menghasilkan Deklarasi GIHES 2026, yang menyoroti beberapa poin krusial bagi transformasi pendidikan Islam global. Pertama, pusat pada manusia dan batasan AI: di tengah disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI), deklarasi menegaskan bahwa AI harus ditempatkan sekadar sebagai alat pendukung (tools) pendidikan, bukan sebagai penentu utama kepribadian dan nilai moral peserta didik. Kedua, integrasi ilmu dan adab: mendorong keterpaduan antara sains modern, ilmu keagamaan, dan pembentukan adab (integrasi disiplin ilmu dan integrasi kehidupan), sehingga lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi. Ketiga, penguatan ekosistem karakter: menjadikan lingkungan hidup berasrama sebagai model unggulan pembentukan manusia seutuhnya (complete human being).
Sepulangnya dari forum internasional ini, keikutsertaan Direktur bersama Ketua STIT diharapkan menjadi momentum akselerasi strategis bagi pengembangan lembaga, sehingga menjadikan Ar-Raudlatul Hasanah sebagai institusi yang terus melahirkan generasi berilmu luas, berakhlak mulia, mandiri, berjiwa pemimpin, serta bermanfaat bagi masyarakat luas dan peradaban dunia.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 10, 2026 | Berita
RAUDHAH — Perhelatan akbar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kota Medan resmi berlabuh dan berpusat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kompleks pesantren ini didapuk sebagai tuan rumah utama yang menjadi saksi berkumpulnya ratusan pelajar dari berbagai penjuru kota.
Berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 September 2026, kegiatan ini menjadi panggung besar bagi para pelajar dari lintas jenjang pendidikan—mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA. Seluruh rangkaian kegiatan di kompleks pesantren ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan khidmat.
Sebagai tuan rumah, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat para kontingen yang hadir. Acara pembukaan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, M. Nur Edy, M.Si., yang memaparkan kesiapan matang pelaksanaan kegiatan serta harapan agar seluruh rangkaian OMI dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Suasana khidmat kian terasa tatkala sambutan dari Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Di hadapan para peserta dan tamu undangan, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai tempat pelaksanaan OMI Tahun 2026 tingkat Kota Medan. Kepercayaan ini menempatkan pesantren sebagai kawah candradimuka yang menaungi pertarungan akademik pelajar.
Puncak acara pembukaan ditandai dengan bimbingan dan arahan, sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dr. Nursyamsiah, M.A., Ketua Tim Kerja Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Selepas upacara pembukaan di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selesai, denyut kompetisi langsung terasa nyata. Para peserta kemudian bergerak menuju ruangan masing-masing untuk mengikuti ujian dan kompetisi sesuai jadwal serta sesi yang telah ditetapkan panitia.
Berdasarkan data panitia, OMI Tahun 2026 tingkat Kota Medan ini diikuti oleh 847 peserta dari 130 madrasah dan sekolah. Mereka beradu kemampuan dalam 11 cabang bidang kompetisi. Antusiasme luar biasa dari para peserta yang tumpah ruah di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini mencerminkan semangat dan tingginya minat pelajar untuk berprestasi melalui ajang kompetisi akademik.
Melalui pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini, diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi para peserta untuk mengembangkan potensi, meningkatkan semangat belajar, serta menumbuhkan budaya berkompetisi secara sehat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 10, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyemarakkan peringatan Hari Literasi Dunia (HLD) 2026 melalui rangkaian Lomba Literasi Santri yang dilaksanakan di Perpustakaan Putra dan Putri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi santri dan santriwati untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, serta menghasilkan karya.
Rangkaian lomba dimulai pada Sabtu, 5 September 2026, dengan perlombaan Menulis Cerpen, Esai, Resensi dan Review Buku, serta Cerdas Cermat Literasi babak penyisihan. Kegiatan tersebut diikuti 69 santri putra dan 79 santriwati. Selanjutnya, pada Ahad malam, 6 September 2026, perlombaan dilanjutkan dengan Cerdas Cermat Literasi, Desain Cover Canva, dan Menggambar Sketsa bagi santri putra di Perpustakaan Putra, serta Cerdas Cermat Literasi dan Menggambar Sketsa bagi santriwati di Perpustakaan Putri.
Pada kategori Cerdas Cermat Literasi putra, juara pertama diraih Muhammad Rizky Al Khawarizmi, Muhammad Wahyu Harahap, dan Adnan Mubarok dari kelas 3 Int B. Juara kedua diraih Muhammad Rifki Afkar Fadil, Fatih As Silmi, dan Mhd Fadhlan Nur dari kelas 3B, sedangkan juara ketiga diraih M. Reihan Tsaqib El-Mumtaz. B, Muhammad Darrel Athalah, dan Alfin Akbar Isak. Pada kategori putri, juara pertama diraih Marsha Asyiqin Lido, Nayla As Syifa, dan Mawarida Silmi Pulungan dari kelas 4G. Juara kedua diraih Zhura Arifa, Naiva Navila, dan Fatma Zahara, sedangkan juara ketiga diraih Azalea Natifa, Chaisa I.S Marbun, dan Maurisa Hayati Ms.
Untuk lomba Menulis Esai putra, juara pertama diraih Muhammad Fariz Dalwa (6B), juara kedua Rizqy Raditya (4B), dan juara ketiga Mahesa Rizky (6H). Pada kategori putri, juara pertama diraih Alya Ameelia Br Tampubolon (6C), juara kedua Rohismi Berutu (6A2), dan juara ketiga Siti Nuraini Br Ginting (6A2).
Sementara itu, lomba Resensi & Review Buku putra menempatkan Dzar Alghifari Ahmad (2B) sebagai juara pertama, Amiruzaky (6F) sebagai juara kedua, dan Dziban Al-Faiq (6B) sebagai juara ketiga. Kategori putri diraih Nazwa Fitria Salsabilla (6C) sebagai juara pertama, Nadia Syafa Safitri (3 INT C) sebagai juara kedua, dan Ersya Ramadani (3 INT E) sebagai juara ketiga.
Pada lomba Desain Cover Canva putra, juara pertama diraih Syauqi Abrar (6B), juara kedua Muhammad Raghib Irad (6A1), dan juara ketiga Muhammad Malik Putra Alfarizi (4D). Adapun kategori Pembuatan Logo HLD putri menempatkan Aura Hafizah (6K) sebagai juara pertama, Siti Nur Fadilah (3 INT C) sebagai juara kedua, dan Mesra Kezia Pardede (3 INT E) sebagai juara ketiga.
Lomba Menulis Cerpen Junior putra dimenangkan Fuad Khalis Pratama (3H) sebagai juara pertama, Zachry Febriano Subhakti (3B) sebagai juara kedua, dan Masirul Azam Naibaho (1 INT D) sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, juara pertama diraih Nadhifah Azizah Thihani (3C), juara kedua Kezia Azura (1INT C), dan juara ketiga Amirah Rifqi Hadini (1INT C).
Untuk kategori Cerpen Senior putra, Revanza Aghran Muzanni (5B) meraih juara pertama, Akhtar Suwardana Dzaky (4B) juara kedua, dan Zaky Fahriansya (3 Int B) juara ketiga. Sementara kategori putri diraih Alfa Aunillah (6C), Geyza Desifah (3 INT E), dan Salwa Salsabila Siregar (6E), masing-masing sebagai juara pertama, kedua, dan ketiga.
Adapun lomba Membuat Sketsa putra menempatkan Muhammad Ismail Arman Lubis (6J) sebagai juara pertama, Rizky Gebrina (6H) sebagai juara kedua, dan Muhammad Ersya Affandi (6N) sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, juara pertama diraih Syifa Nadin (6O), juara kedua Syarifah Zuhaira Arifah (6O), dan juara ketiga Adhwa Fajri Annada Siregar (4K).
Rangkaian Semarak Hari Literasi Dunia 2026 kemudian dilanjutkan dengan Talk Show Literasi bersama Muhammad Ramadhan Batubara sebagai pemateri dan Ust. H. M. Yusuf Habibi Harahap, Lc., M.Ag. sebagai moderator. Agenda tersebut juga diisi dengan pengumuman para pemenang lomba, pemberian cendera mata kepada narasumber, serta penutupan.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus mendorong perpustakaan dan kegiatan literasi menjadi bagian dari kehidupan pendidikan santri, baik melalui aktivitas membaca dan menulis maupun melalui kreativitas, kompetisi, dan diskusi ilmiah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 9, 2026 | Berita
RAUDHAH — Suasana Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Senin malam, 7 September 2026, terasa hangat seusai ibadah Isya. Malam ke-26 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu menjadi momen berharga bagi para santri saat menyambut kehadiran tamu istimewa asal Timur Tengah: Guru Besar Universitas Damaskus Suriah, Syaikh Prof. Dr. Muhammad Mu’taz As-Subayni.
Syaikh Mu’taz tak datang sendiri. Ia hadir didampingi KH Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Langkah kaki sang ulama disambut pimpinan pesantren – Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, berdampingan dengan Wakil Direktur – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., dan Sekretaris Umum – Ustaz Mar’an Sabuqi Siregar, S.Fil.I., M.Pem.I. Tampak pula jajaran pengasuhan santri, Ustaz Mhd. Adiyani Sembiring, S.Pd.I dan Ustaz Azmi Rauf Hasibuan, M.Pd., turut menyalami hangat rombongan tamu.
Kehadiran Syaikh Mu’taz di kompleks pesantren ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung keilmuan. Di hadapan ratusan santri yang duduk bersila memenuhi ruang masjid, Syaikh menyampaikan tausyiah dan nasehatnya. Suasana khidmat menyelimuti ruang masjid saat ajakan menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai keislaman disampaikan secara mendalam.
Di sela-sela tausyiahnya, Syaikh Mu’taz juga mengisahkan tentang sejarah panjang peradaban Melayu Islam yang kaya akan tradisi keilmuan. Tak hanya itu, beliau memberikan dorongan motivasi yang kuat kepada para santri untuk terus meningkatkan penguasaan bahasa, khususnya bahasa Arab sebagai kunci utama dalam mendalami khazanah keislaman secara komprehensif.
Bagi Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan tradisi keilmuan. Kehadiran ulama Timur Tengah tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman santri, membakar semangat belajar, serta mendatangkan keberkahan ilmu.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 7, 2026 | Berita
RAUDHAH – Dalam upaya mencetak kader pembina kepramukaan yang berkualitas, tangguh, dan berkarakter, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka Penegak dan Penggalang tahun 2026.
Agenda pelatihan intensif ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Ahad, 30 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026, dengan pemusatan kegiatan di kampus Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah serta Bumi Perkemahan (Buper) Raudhah yang berlokasi di Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
Suksesnya penyelenggaraan KMD 2026 ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pembimbing Kepramukaan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Langkat, serta para santri dan santriwati kelas 6 KMI yang tergabung dalam Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195 dan 06-196.
Seluruh rangkaian KMD 2026 diikuti oleh sebanyak 564 santri dan santriwati kelas 5 KMI yang telah mencapai tingkat Pramuka Bantara. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para calon pembina dengan pemahaman mendalam mengenai pendidikan kepramukaan, tata kelola administrasi satuan di gugus depan, serta metode pengajaran dan pembinaan yang efektif.
Setelah menyelesaikan pendidikan KMD ini, para peserta akan resmi mengemban amanah baru sebagai pembina pramuka di pesantren untuk menggantikan tugas dan estafet kepemimpinan dari kakak-kakak kelas 6 KMI.
Proses pembekalan bagi peserta putra dan putri dilaksanakan secara terstruktur sesuai dengan golongan kepramukaan masing-masing. Pada golongan Penegak dan Penggalang Putra, kegiatan diawali dengan registrasi, upacara pembukaan, pre-test, dan dinamika kelompok. Memasuki hari-hari berikutnya, para peserta putra menerima pendalaman materi mengenai Jam Pimpinan, Kontrak Belajar, Fundamental Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan (PD & MK), Ragam Upacara, serta Orientasi Dunia Penegak dan Penggalang. Pembekalan dilanjutkan dengan materi Organisasi Administrasi Satuan, sistem SKU/SKK/SPG, penjelajahan (hiking), teknik penyusunan program latihan (Proglat), praktik membina, hingga perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Sementara itu, bagi golongan Penegak dan Penggalang Putri, jadwal kegiatan dikemas selaras namun disesuaikan dengan alur dinamika santriwati. Peserta putri dibekali materi Orientasi Kursus, Dinamika Kelompok, Jam Pimpinan, Kontrak Belajar, Fundamental Gerakan Pramuka, serta Pengenalan Dunia Penegak dan Penggalang.
Pada tahap pertengahan kursus, para santriwati mendalami keterampilan kepramukaan melalui penjelajahan (hiking), dilanjutkan materi PD & MK, Metode Membina, Organisasi Administrasi Satuan, sistem SKU/SKK/SPG, dan penyusunan Proglat. Di penghujung kegiatan, peserta putri melaksanakan praktik membina mandiri, perumusan RTL, serta partisipasi aktif dalam Open Forum.
Malam puncak seluruh rangkaian KMD 2026 ditutup upacara Api Unggun, serta acara Renungan dan Ulang Janji yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh hikmat. Setelah melewati malam keakraban dan refleksi diri, seluruh peserta putra dan putri mengakhiri kegiatan dengan aksi pembersihan area buper.
Melalui penggemblengan teori dan praktik lapangan ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah optimistis melahirkan generasi pembina pramuka yang siap membimbing dan menginspirasi adika-adika di pesantren.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Sep 3, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi memulai rangkaian proyek renovasi masjid Pesantren yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan menara masjid pada Kamis, 21 Rabiul Awal 1448 H / 3 September 2026, tepat pukul 09.00 WIB.
Acara yang bertempat di kompleks pesantren ini dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf beserta jajarannya, Pimpinan, Direktur dan Wakil Direktur, para Kepala Bidang, asatidzah, serta para santri. Rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketakziman, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian laporan umum oleh panitia pembangunan, sambutan dan pengarahan dari Ketua Umum Badan Wakaf, doa bersama, serta dipuncaki dengan prosesi simbolis peletakan batu pertama.
Dalam laporan umumnya, Ketua Panitia Renovasi Masjid, Ustaz H. Habibie Sembiring Meliala, Lc., M.Pd., memaparkan detail teknis dan rencana tahapan pembangunan. Pekerjaan fisik tahap awal ini difokuskan pada area pondasi menara dengan mengaplikasikan metode bore pile, yaitu pembuatan pondasi dalam berbentuk silinder dengan cara mengebor tanah secara vertikal, memasukkan kerangka besi tulangan, lalu mengecornya dengan beton.
Pembangunan menara ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas jangkauan suara azan agar panggilan shalat terdengar semakin jelas oleh masyarakat sekitar serta menjadi mercusuar visual penanda simbol eksistensi komunitas muslim, tetapi juga dirancang secara multifungsi. Di dalam struktur menara tersebut akan dibangun sarana transportasi vertikal berupa fasilitas lift guna memudahkan mobilitas jamaah maupun pengangkutan barang dari lantai dasar menuju area utama ibadah di lantai dua.
Lebih lanjut, panitia melaporkan gambaran anggaran serta perolehan donasi yang telah terhimpun untuk mendukung keberlangsungan proyek ini. Dana yang dibutuhkan khusus untuk pembangunan menara masjid diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, sedangkan estimasi biaya untuk seluruh rencana pekerjaan renovasi masjid adalah sebesar Rp.15.922.000.000.
Hingga tanggal 2 September 2026 ini, dana infak, sedekah, dan wakaf dari para muhsinin yang berhasil terkumpul melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah telah mencapai Rp.1.040.281.073 (satu milyar empat puluh juta dua ratus delapan puluh satu ribu tujuh puluh tiga rupiah). Panitia menyampaikan rasa syukur mendalam dan berharap aliran dukungan serta donasi dari para muhsinin dapat terus mengalir secara berkelanjutan demi terselesaikannya seluruh tahapan renovasi rumah Allah ini.
Momen haru dan khidmat menyelimuti lokasi acara ketika Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, menyampaikan sambutannya. Beliau mengajak seluruh keluarga besar pesantren dan jamaah untuk menata kembali niat dalam melaksanakan amanah besar ini. Beliau mendoakan agar seluruh agenda peletakan batu pertama dan proses pembangunan yang dimulai pada hari ini senantiasa dilimpahi keberkahan dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk memohon kelancaran, keamanan, serta kemudahan dari Allah SWT selama proses konstruksi berlangsung. Usai pembacaan doa, seluruh ustaz dan ustazah yang hadir melakukan prosesi peletakan batu pertama secara langsung. Peletakan batu tersebut secara resmi menandai dibukanya tahap renovasi Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.