Tumbuhkan Literasi Media, Raudhah Gelar Workshop Pers dan Jurnalistik

Tumbuhkan Literasi Media, Raudhah Gelar Workshop Pers dan Jurnalistik

RAUDHAH — Dalam menumbuhkan budaya literasi dan keterampilan komunikasi santri/wati, Raudhah menyelenggarakan Workshop Pers dan Jurnalistik pada Ahad, 15 Februari 2026 bertepatan dengan 27 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh santri dan santriwati kelas 4 serta kelas 3 Intensif KMI sebagai bekal dasar memahami dunia jurnalistik sekaligus melatih kemampuan menulis dan peliputan peristiwa secara profesional.

 

Workshop dilaksanakan di dua lokasi terpisah, yakni Gedung Serbaguna untuk santri putra dan Gedung Hafsah lantai 3 untuk santri putri, guna menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

 

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang jurnalistik, yaitu Ika Rahmadani Br. Lubis dan M. Ifroh Hasyim. Keduanya menyampaikan materi secara bergantian sesuai dengan susunan kegiatan, mencakup pengenalan dasar jurnalistik hingga praktik penulisan berita.

Pada sesi awal, pemateri menjelaskan bahwa jurnalistik merupakan proses pengumpulan, penulisan, dan penyajian informasi kepada publik dengan tujuan menyampaikan berita yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ditekankan pula prinsip dasar jurnalistik seperti keakuratan, objektivitas, kecepatan penyampaian, keterbukaan, serta tanggung jawab sosial wartawan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada ragam produk jurnalistik, mulai dari berita faktual (news), opini (views), hingga feature yang mengangkat sisi human interest.

Materi berikutnya membahas teknik reportase dan wawancara jurnalistik. Pemateri menguraikan bahwa reportase merupakan proses meliput peristiwa secara langsung dari lapangan melalui observasi, wawancara, dan riset data. Peserta diajarkan bahwa wawancara bukan sekadar tanya jawab, melainkan upaya menggali fakta yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dari narasumber yang kompeten. Prinsip-prinsip seperti akurasi, objektivitas, keberimbangan informasi, serta etika dalam berkomunikasi menjadi penekanan utama dalam sesi ini.

Selanjutnya, peserta memperoleh pembekalan tentang teknik penulisan berita. Pemateri menjelaskan bahwa berita yang baik harus memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how), disusun secara ringkas, jelas, dan faktual. Struktur penulisan berita diperkenalkan menggunakan model piramida terbalik, di mana informasi terpenting ditempatkan pada bagian awal, diikuti informasi pendukung, dan diakhiri dengan keterangan tambahan. Peserta juga dilatih membuat judul serta teras berita yang mampu menarik perhatian pembaca tanpa mengabaikan akurasi informasi.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung. Para santri melakukan simulasi observasi dan wawancara, kemudian menyusun laporan berita berdasarkan hasil kegiatan tersebut. Pada sesi akhir, setiap peserta mempresentasikan tulisannya di hadapan pemateri untuk mendapatkan evaluasi dan masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas karya.

 

Raudhah Ikuti ASEAN Moslem Scout Jamboree

Raudhah Ikuti ASEAN Moslem Scout Jamboree

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut ambil bagian dalam perhelatan internasional ASEAN Moslem Scout Jamboree (AMSJ) 2026 yang digelar di kawasan Mega Wisata Ocarina, Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 21–25 Januari 2026/ 3-7 Sya’ban 1447. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi Pramuka Muslim se-ASEAN dalam rangka mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepemimpinan, serta memperkuat pengamalan nilai-nilai keislaman dan kepramukaan.

Jambore ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara anggota ASEAN, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Adapun kontingen Raudhah yang hadir berjumlah 41 peserta terdiri dari 21 santri dan 20 santriwati. Kehadiran ribuan Pramuka Muslim dari lintas negara tersebut menjadikan AMSJ sebagai ruang pertukaran budaya, pengalaman kepramukaan, sekaligus penguatan ukhuwah internasional.

Rangkaian kegiatan AMSJ 2026 diawali pada Rabu (21/1), dengan kedatangan peserta, registrasi, pendirian tenda, hingga gladi bersih dan upacara pembukaan resmi ASEAN Moslem Scout Jamboree pada malam harinya. Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan kebudayaan, seperti giat pagi, apel dan briefing, ice breaking, perlombaan antarregu, outbound, literasi digital, miniatur pionering, memanah, hingga pembuatan mading 3D.

Selain itu, peserta juga mengikuti agenda anjangsana nusantara dan internasional, kunjungan budaya ke LAM Batam, Museum Raja Ali Haji Nong Isa, serta Masjid Mahmud Riayat Syah. Kegiatan semakin semarak dengan acara jumpa tokoh, welcome party bersama Wali Kota Batam, tabligh akbar, Gilwell Reunion, brain storming, fun game, hingga outing bersama. Seluruh rangkaian dipadu dengan aktivitas ibadah harian, makan bersama, serta pembinaan karakter melalui disiplin kepramukaan.

Memasuki hari terakhir, Minggu (25/1), kegiatan ditutup dengan upacara penutupan ASEAN Moslem Scout Jamboree 2026, serta prosesi perpisahan sebelum para peserta kembali ke daerah dan negara masing-masing.

Melalui keikutsertaan dalam AMSJ 2026, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri dan santriwatinya memperoleh pengalaman internasional yang berharga. Dengan semangat ukhuwah, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempererat persatuan Pramuka Muslim se-Asean sekaligus memperkuat identitas pesantren di forum global.

Ujian Lisan Kelas 1-5 KMI: Potret Semangat dan Optimis Santri/wati

Ujian Lisan Kelas 1-5 KMI: Potret Semangat dan Optimis Santri/wati

RAUDHAH – Ujian lisan semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi dimulai pada Sabtu, 15 November 2025/24 Jumadal Ula 1447. Kegiatan akademik ini menjadi salah satu metode penilaian penting untuk mengukur kemampuan, pemahaman, serta ketajaman intelektual santri/wati melalui tanya jawab langsung bersama penguji.

Pelaksanaan ujian berlangsung selama enam hari, sejak 15 hingga 20 November 2025 atau bertepatan dengan 24–29 Jumadal Ula 1447. Adapun materi yang diujikan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ibadah, serta Qira’ah Al-Qur’anu-l-Karim. Seluruh materi disesuaikan dengan jenjang kelas masing-masing, sehingga santri/wati diuji berdasarkan capaian kompetensi yang telah dipelajari sepanjang semester.

Ujian lisan yang menjadi agenda rutin setiap semester ini tidak hanya ditujukan untuk menilai hasil belajar, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, serta karakter mental para santri/wati saat berhadapan langsung dengan para penguji di dalam ruangan. Para Ustadz dan Ustadzah memberikan pertanyaan dengan batas waktu tertentu, sehingga proses evaluasi berlangsung terarah dan objektif.

Setiap santri/wati dipanggil secara bergiliran untuk mengikuti ujian sesuai jadwal. Mereka memasuki ruangan ujian dengan kesiapan maksimal untuk menjawab berbagai pertanyaan yang menguji kecermatan, pemahaman materi, serta kelancaran penyampaian.

Dengan pelaksanaan ujian yang tertib dan terstruktur, diharapkan hasil yang diperoleh dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembelajaran sekaligus motivasi bagi para santri/wati untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Seminar Nasional dan Pelepasan Duta Asfa di Jakarta

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Seminar Nasional dan Pelepasan Duta Asfa di Jakarta

 

RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz H. Miftakhuddin menghadiri Seminar Nasional dan Pelepasan Duta ASFA yang digelar di ruang Nusantara V, Gedung DPR/MPR RI, Kamis, 23 Januari 2025/ 23 Rajab 1446.

Raudhah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diundang dalam acara tersebut bersama ratusan lembaga pendidikan lainnya yang berasal dari Pesantren Ashriyah (modern), Salafiyah, dan Muhammadiyah.

Pertemuan ini juga dihadiri Ketua dan Wakil Ketua MPR RI, para duta besar negara-negara Islam, beberapa rektor perguruan tinggi, pimpinan-pimpinan ormas Islam, cendekiawan, dan beberapa pengusaha nasional.

Forum tersebut membahas berbagai isu nasional dan tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Dimana diantara permasalah besar bangsa saat ini adalah merebaknya judi online dan narkoba. Selain itu, pembahasan juga mengarah kepada hubungan kerjasama sinergis antara Lazis ASFA dengan pesantren-pesantren se-Indonesia terkhusus dalam penguatan dan pengembangan SDM.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang turut hadir, mengapresiasi peran besar ASFA Foundation dalam memberikan ribuan beasiswa kepada pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Hal ini diperkuat dengan adanya 508 sarjana dari jenjang S1, S2, dan S3 dilepas untuk kembali mengabdi di lembaga masing-masing.

Ahmad Muzani juga menyampaikan, bahwa keberadaan pesantren dapat menguatkan dan senantiasa mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa kini dan masa depan. Apalagi dengan adanya kontribusi ASFA Foundation yang terus menunjukkan dan melakasanakan visi besarnya terhadap penguatan SDM Indonesia Emas 2045.

Kemudian, acara ini juga dirangkai dengan pelepasan duta ASFA. Para penerima beasiswa ASFA yang resmi dilepas sebagai Duta ASFA diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

MoU Pesantren dengan Universitas IPB

MoU Pesantren dengan Universitas IPB

Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz H. Miftakhuddin bersama Majelis Pengurus Pusat Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) berkunjung ke Universitas IPB pada Senin, 6 Januari 2025/6 Rajab 1446. Diantara Majelis Pengurus Pusat P2I yang hadir dalam kunjungan tersebut adalah Pimpinan Pesantren Darunnajah – Jakarta, Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Kuningan – Jawa Barat, Pimpinan Pesantren Tazakka Batang – Jawa Tengah, Pimpinan Pesantren Kun Karima Lebak – Banten, Rektor Universitas Darunnajah – Jakarta, dan Ketua Umum Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG).

Kedatangan rombongan diterima dan disambut hangat oleh Rektor Universitas IPB, Prof. Dr. Arif Satria beserta para civitas akademika lainnya. Ramah tamah yang diiringi dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) antara para pengasuh pesantren tersebut dan para civitas akademika Universitas IPB dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC) Bogor. Selama forum diskusi, terdapat beberapa hasil kesepakatan yang dapat berguna untuk perkembangan pesantren-pesantren yang tergabung di dalam FPAG, P2I, dan Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM).

Di antara hasil pertemuan tersebut adalah terjalinnya kerjasama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penelitian. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran terkonsep dalam beberapa skema beasiswa kader pesantren, guna penguatan SDM internal dan institusi, khususnya di bidang STEM, ekonomi, manajemen, dan sebagainya. Dalam bidang pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam bentuk KKN tematik Universitas IPB di pesantren-pesantren, program magang mahasiswa dan dosen, dan pendampingan project pesantren di bidang pertanian, pangan, peternakan, teknologi, IT, ekonomi, bisnis, dan sebagainya.

Sedangkan dalam bidang penelitian dirancang melalui dua arah; pertama, hasil-hasil riset Universitas IPB akan diaplikasikan di pesantren sesuai dengan kebutuhannya. Kedua, Universitas IPB membantu dan mendampingi pesantren untuk melakukan riset potensi yang dimiliki, khususnya di bidang pangan, pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi, bisnis, dan sebagainya.

Hal-hal yang disepakati di atas tertuang dalam MoU yang dilaksanakan di hari berikutnya, pada Selasa, 7 Januari 2025.

Chat Via WhatsApp