Musyawarah Kerja OPRH dan Rapat Kerja Koordinator Pramuka: Evaluasi, Revisi, dan Proyeksi Program

Musyawarah Kerja OPRH dan Rapat Kerja Koordinator Pramuka: Evaluasi, Revisi, dan Proyeksi Program

RAUDHAH – Dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen organisasi santri, Bidang Pengasuhan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menyelenggarakan Musyawarah Kerja Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Rapat Kerja Gugus Depan Koordinator Kepramukaan pada Sabtu hingga Kamis, 5–10 Juli 2024/ 9–14 Muharram 1446 H. Kegiatan tahunan ini dilangsungkan di dua tempat terpisah, yakni Gedung Serbaguna untuk santri dan Aula Hafshah untuk santriwati

Muker dan Raker ini diikuti oleh seluruh santri dan santriwati kelas 6 KMI, baik yang tergabung dalam struktur kepengurusan maupun yang tidak. Selain menjadi ajang evaluasi, kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan kepemimpinan yang bersifat aplikatif dan partisipatif di lingkungan pesantren.

Rangkaian sidang dimulai dengan sidang pleno, di mana setiap bagian dari OPRH maupun Gugus Depan menyampaikan laporan serta pemaparan program kerja mereka. Dalam forum ini, peserta sidang diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, dan masukan terhadap program yang dianggap kurang maksimal atau belum terlaksana dengan baik.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sidang komisi yang membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami, mengevaluasi, serta menyusun rancangan program kerja ke depan. Dalam sidang ini, peserta tidak hanya mengusulkan program baru, namun juga berhak melakukan revisi atau bahkan menghapus program kerja sebelumnya yang dianggap sudah tidak relevan.

Tahapan terakhir adalah sidang paripurna, yaitu sidang pemutus dari seluruh hasil dan usulan sidang komisi. Dengan dipimpin oleh pimpinan sidang dan diawasi oleh steering committee, seluruh usulan kemudian diputuskan apakah akan diterima, direvisi, atau ditolak. Segala keputusan dalam sidang paripurna bersifat final dan mengikat bagi setiap bagian yang terkait.

Muker dan Raker ini tidak hanya berfungsi sebagai media evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan keterampilan berorganisasi. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Direktur Pesantren, jajaran Bidang Pengasuhan, serta para guru pembimbing, sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan yang terus berkelanjutan.

Sebagaimana ditegaskan oleh pihak pengasuhan, kegiatan ini merupakan bentuk amanah sekaligus latihan tanggung jawab bagi santri/wati akhir KMI dalam mengelola organisasi dengan cermat, jujur, dan profesional. Dengan demikian, Muker dan Raker menjadi langkah nyata Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh, bijaksana, dan siap berkiprah di tengah masyarakat.

Menanam Cinta Pondok Sejak Dini: Santri Baru Pelajari Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah

Menanam Cinta Pondok Sejak Dini: Santri Baru Pelajari Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Memasuki pekan perkenalan Khutbatul ‘Arsy di tahun pelajaran 2025-2026, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menunjukkan komitmennya dalam membina karakter dan jiwa kepondokan para santri sejak dini. Salah satu bentuk pembinaan tersebut tampak dalam kegiatan pengenalan lagu Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah kepada santri dan santriwati baru kelas 1 dan 1 Intensif KMI.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dalam jadwal pembelajaran pada les ke-6 dan ke-7, yang berlangsung mulai pukul 11.35 WIB hingga menjelang waktu shalat zuhur. Meski terlihat sederhana, momen ini sarat dengan nilai-nilai kepondokkan, kebersamaan, penguatan identitas, dan kecintaan terhadap pesantren sebagai rumah kedua mereka.

Yang menarik, pengajaran lagu-lagu kebanggaan pesantren ini tidak hanya melibatkan para guru. Para santri kelas 6 KMI, yang merupakan santri senior, mendapatkan amanah istimewa untuk menjadi pengajar langsung bagi adik-adik kelasnya. Mereka membimbing, mengarahkan, dan memberi contoh dengan penuh kesabaran dan semangat, di bawah arahan langsung dari para Ustaz dan Ustazah yang turut mendampingi proses kegiatan ini.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, suasana kelas dan ruang pertemuan diwarnai semangat belajar yang antusias dari para santri baru yang masih dalam masa adaptasi. Banyak dari mereka yang belum hafal lirik maupun nada lagu, namun tetap menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti arahan. Sementara itu, para santri kelas 6 KMI menjalankan tugasnya dengan telaten, menjadi jembatan awal dalam proses pembiasaan budaya pesantren yang sarat akan nilai pondok.

Kegiatan ini bukan semata-mata sesi hafalan lagu, melainkan merupakan bagian dari proses pembentukan jatidiri santri. Hymne dan Mars tersebut bukan hanya akan dinyanyikan dalam kegiatan resmi, melainkan juga menjadi simbol kedisiplinan, kecintaan, dan pengabdian santri kepada pesantren. Setiap bait yang diucapkan, setiap nada yang dinyanyikan, mengandung makna dan harapan agar para santri baru tumbuh menjadi pribadi tangguh, berilmu, dan berakhlak.

Seiring berjalannya waktu, para santri baru diharapkan mampu menghayati makna dari setiap lirik hymne dan mars tersebut, menjadikannya motivasi untuk terus berjuang, belajar, dan beribadah di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang penuh berkah ini.

Pelantikan Direktur Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut: Komitmen Baru, Semangat Bersama

Pelantikan Direktur Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut: Komitmen Baru, Semangat Bersama

RAUDHAH – Pelantikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Tapanuli Tengah berlangsung khidmat pada Kamis, 3 Juli 2025/7 Muharram 1447. Dalam acara tersebut, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, secara resmi melantik Ustaz Hardiansyah Syahputra, S.Pd. sebagai Direktur baru menggantikan Ustaz Marnang Saing, S.Pd.I.

Turut hadir dalam pelantikan ini Ketua Umum Badan Wakaf, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, Sekretaris Umum, serta para ustaz dan ustazah.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur sebelumnya, Ustaz Marnang Saing, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang dalam membina Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut serta memberikan semangat dan doa kepada pemimpin baru untuk meneruskan amanah dengan penuh dedikasi.

Dalam arahannya, Ketua Umum Badan Wakaf, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, menekankan pentingnya integritas dan keteladanan bagi para pendidik. “Tiga hal yang harus selalu diwaspadai oleh pemimpin adalah harta, tahta, dan wanita. Karena itu, penting untuk saling mengingatkan dan menjaga diri,” ujarnya. Beliau juga mendorong pentingnya membangun tim kerja yang solid, menjalin komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta mengadakan kajian-kajian rutin sebagai upaya membesarkan dan memperkuat eksistensi pesantren di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren, Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, dalam nasehatnya menyampaikan bahwa perubahan dalam kepemimpinan adalah sesuatu yang wajar, dan setiap pemimpin memiliki gaya tersendiri. Oleh karena itu, beliau mengimbau kepada seluruh guru dan staf untuk bersikap adaptif dan mendukung gaya kepemimpinan Direktur selanjutnya. “Ar-Raudlatul Hasanah Lumut bukanlah entitas yang ditinggalkan oleh Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Justru bimbingan akan terus diberikan, karena kita akan berjalan bersama menuju cita-cita besar pendidikan Islam,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momen penting dalam perjalanan Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut untuk semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan pesantren.

Tahun Pelajaran Baru Resmi Dimulai

Tahun Pelajaran Baru Resmi Dimulai

RAUDHAH – Sabtu, 7 Juli 2025/9 Muharram 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi membuka Tahun Pelajaran 2025–2026 dengan penuh khidmat dan semangat. Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan secara serentak di dua tempat terpisah; santri dan para ustaz berkumpul di Masjid lantai 2, sementara santriwati dan ustazah berkumpul di Gedung Fatimah lantai 3.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana kekhusyukan dan membuka hati para santri/wati dan ustaz/ah untuk memulai perjalanan ilmu di tahun pelajaran baru ini. Dalam suasana penuh harapan dan semangat, agenda dilanjutkan dengan pengumuman dan perkenalan wali kelas baru untuk setiap jenjang pendidikan.

Keceriaan tampak dari wajah para santri dan santriwati saat nama-nama wali kelas dibacakan. Momen ini menjadi awal interaksi antara Ustaz/ah dan santri/wati dalam menapaki perjalanan pendidikan satu tahun ke depan.

Usai acara pembukaan, setiap wali kelas mengarahkan para santri/wati ke kelas masing-masing untuk sesi perkenalan dan pengarahan. Selain membangun kedekatan, sesi ini juga bertujuan mempersiapkan santri/wati menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Ahad, 6 Juli 2025.

Dalam momen tersebut, Ustaz KH. Solihin Adin, S.Ag., M.M. (Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah) menyampaikan pesan penuh makna kepada para santri:

“Belajar atau menuntut ilmu tidak akan pernah selesai hingga akhir hidup. Di Raudhah, kamu akan mendapatkan banyak pendidikan.”

Pernyataan ini sejalan dengan filosofi pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, bahwa apa yang engkau lihat, apa yang engkau dengar, dan apa yang engkau rasakan—semuanya adalah pendidikan.

Pembagian Kelas dan Perkenalan Wali Kelas Santri/Wati Baru T. P. 2025-2026

Pembagian Kelas dan Perkenalan Wali Kelas Santri/Wati Baru T. P. 2025-2026

RAUDHAH – Rabu, 2 Juli 2025/6 Muharram 1447 H, seluruh santri dan santriwati baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Tahun Pelajaran 2025–2026 mengikuti kegiatan penting awal tahun berupa pembagian kelas dan perkenalan wali kelas. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah: santri putra bertempat di Gedung Serbaguna, sementara santriwati berkumpul di Gedung Fatimah Lantai 3.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan, Ustaz H. Dermawan, SE, MM., Wakil Kepala Bidang Pendidikan – Ustaz Muhammad Ilyas, S. Pd., M. Si., serta seluruh wali kelas 1 dan 1 Intensif. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari para santri baru yang mulai mengenal lingkungan dan sistem pendidikan pondok.

Sejak awal berdirinya, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerapkan sistem pembagian kelas unik, yakni menggunakan abjad berurutan ganjil untuk putra (B, D, F, H, dst.) dan genap untuk putri (C, E, G, I, dst.). Sistem ini dirancang untuk mempermudah pelaksanaan proses belajar-mengajar dan memfasilitasi administrasi akademik yang lebih efisien.

Kepala Bidang Pendidikan, Ustaz H. Dermawan, dalam nasihatnya kepada para santri baru menekankan pentingnya mensyukuri kesempatan belajar di pesantren ini. Ia juga mengingatkan bahwa abjad kelas bukanlah tolak ukur kecerdasan atau keberhasilan. “Santri yang duduk di kelas dengan abjad rendah atau tinggi, semuanya memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi, tergantung usaha, disiplin, dan doa yang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga menjadi momentum perkenalan antara santri baru dengan wali kelas masing-masing, yang akan menjadi pendamping dan pembimbing mereka selama proses pendidikan berlangsung.

Kegiatan ini menjadi awal langkah bagi para santri baru dalam menapaki perjalanan ilmu, adab, dan Pendidikan yang akan mereka jalani di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

 

Semangat Baru! Hasil Seleksi Santri/wati Baru T.P. 2025/2026 Telah Diumumkan

Semangat Baru! Hasil Seleksi Santri/wati Baru T.P. 2025/2026 Telah Diumumkan

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi mengumumkan hasil seleksi penerimaan santri dan santriwati baru Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Selasa, 1 Juli 2025/5 Muharram 1447. Acara pengumuman ini digelar di Gedung Serbaguna dan dihadiri oleh Direktur Pesantren, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, para kepala bidang, para asatidz/asatidzah, serta seluruh calon santri/wati.

Dalam sambutan pembukaannya, Ustaz KH. Solihin Adin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya proses seleksi yang telah dilalui oleh para calon santri/wati. Ia mengajak seluruh peserta, baik yang lulus maupun yang belum berhasil, untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan dalam mengikuti proses pendidikan singkat selama masa mukim di pesantren.

“Bagi yang dinyatakan lulus, ini adalah awal dari perjuangan panjang. Kalian harus siap belajar, siap berjuang, dan bersungguh-sungguh dalam menapaki jalan menuju masa depan yang gemilang. Sementara bagi yang belum lulus, jangan berkecil hati. Pesantren senantiasa mendoakan agar kalian mendapatkan tempat pendidikan terbaik di tempat lain,” pesan beliau dengan penuh empati.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil seleksi oleh Wakil Direktur dan para Kepala Bidang secara bergantian. Adapun rincian kelulusan santri/wati baru T.P. 2025-2026 adalah sebagai berikut:

Lulusan SD Putra: 337 santri

Lulusan SD Putri: 313 santriwati

Lulusan SMP Putra: 51 santri

Lulusan SMP Putri: 53 santriwati

Total: 754 santri/wati

Dengan diumumkannya hasil seleksi ini, maka seluruh calon santri/wati yang lulus diharapkan dapat segera mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan kehidupan pesantren yang disiplin dan terpadu. Semoga para santri/wati yang diterima menjadi generasi yang unggul dalam ilmu, amal, dan akhlak.

Ujian Masuk Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah T. P. 2025-2026 Diikuti 816 Calon Santri/wati

Ujian Masuk Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah T. P. 2025-2026 Diikuti 816 Calon Santri/wati

RAUDHAH – Setelah pendaftaran resmi ditutup pada Jumat malam, 27 Juni 2025/1 Muharram 1446 H, proses penerimaan calon santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlanjut ke tahap penting berikutnya, yakni pelaksanaan ujian masuk Tahun Pelajaran 2025–2026. Ujian ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 28–29 Juni 2025 bertepatan dengan 2–3 Muharram 1447 H.

Kegiatan ujian dibuka secara resmi melalui upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pesantren, Ustaz KH. Solihin Adin, Wakil Direktur Ustaz Carles Ginting dan Ustaz H. Miftakhuddin, para kepala bidang, serta para ustaz dan ustazah.

Sebanyak 816 peserta turut ambil bagian dalam seleksi ini. Dalam sambutannya, Ustaz KH. Solihin Adin menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta untuk tetap yakin, berusaha maksimal, dan memohon pertolongan Allah melalui doa agar cita-cita menjadi santri/wati Ar-Raudlatul Hasanah dapat terwujud. Beliau juga menambahkan bahwa selepas ujian ini para calon santri akan dikenalkan lebih dekat dengan kehidupan pesantren melalui kegiatan Khutbatul ‘Arsy.

Adapun materi yang diujikan meliputi pelajaran Imla’, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Selain ujian tulis, peserta juga menjalani tes praktik ibadah serta wawancara/interview sebagai bagian dari proses seleksi menyeluruh.

InsyaAllah, hasil kelulusan akan diumumkan pada hari Selasa, 1 Juli 2025. Semoga seluruh peserta diberikan hasil terbaik dan menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Raudhah Gelar Ikhtibar Tahdid Mustawa bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo

Raudhah Gelar Ikhtibar Tahdid Mustawa bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi Islam bertaraf internasional.

Kali ini, bekerjasama dengan Pesantren Mawaridussalam, Pesantren Darul Arafah Raya, dan Pesantren Ubay bin Ka’ab, diselenggarakan kegiatan Ikhtibar Tahdid Mustawa (ITW) – ujian penentuan level kemampuan bahasa Arab bagi para calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Sebanyak 47 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam se-Sumatra Utara mengikuti ujian ini. ITW merupakan syarat wajib bagi seluruh camaba yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar.

Ujian ini mencakup berbagai aspek utama dalam keilmuan bahasa Arab, yaitu: Ilmu Nahwu (Tata Bahasa Arab), Ilmu Shorf (Morfologi Arab), Ilmu Adab & Balaghah (Sastra dan Retorika), Maharah Qiraah & Kitabah (Keterampilan Membaca dan Menulis), dan Maharah Istima’ (Keterampilan Mendengar). Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian soal tulis, para peserta juga mengikuti ujian wawancara (interview) guna melengkapi proses penilaian.

Tujuan utama dari pelaksanaan Tahdid Mustawa ini adalah untuk menentukan tingkat atau level kemampuan bahasa Arab setiap calon mahasiswa. Hasil dari ujian ini akan menjadi dasar dalam penempatan kelas bimbingan intensif, agar materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Calon Santri/wati Memulai Masa Mukim: Semangat dan Harapan Menyambut Ujian Masuk

Calon Santri/wati Memulai Masa Mukim: Semangat dan Harapan Menyambut Ujian Masuk

RAUDHAH – Sabtu, 21 Juni 2025/ 25 Dzulhijjah 1446, menandai dimulainya masa mukim bagi calon santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam proses penerimaan santri baru, yang bertujuan untuk membekali dan mempersiapkan mereka secara mental, spiritual, dan akademik menjelang ujian masuk, baik secara lisan maupun tulisan, yang akan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 28-29 Juni 2025.

Selama masa mukim, para calon santri/wati menjalani serangkaian aktivitas terstruktur yang telah disiapkan oleh pihak pesantren. Kegiatan tersebut meliputi shalat berjama’ah, tadarus Al-Qur’an, belajar materi ujian seperti Imla’, Matematika, dan Bahasa Indonesia, serta kegiatan penunjang lainnya seperti makan bersama dan olahraga. Semua kegiatan ini dirancang untuk membentuk kedisiplinan, kebersamaan, dan kesiapan menyeluruh sebelum menghadapi ujian seleksi.

Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh calon santri, salah satunya adalah Hajir Al-Khairil, peserta asal Mandailing Natal, Sumatera Utara. Ia mengungkapkan rasa senang dan kesiapan dirinya untuk mengikuti ujian masuk, seraya berharap dapat diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar Ar-Raudlatul Hasanah.

Dalam kesempatan ini, Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., turut memberikan motivasi. Ia menegaskan pentingnya menguatkan niat dalam menuntut ilmu di pesantren. “Niat mondok ataupun belajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah harus dikuatkan sehingga tatkala lulus menjadi santri dan kelak menjadi alumni dapat memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, maupun bangsa,” ujarnya.

Masa mukim ini tidak hanya menjadi ajang persiapan akademik semata, tetapi juga awal pembentukan karakter bagi calon santri/wati yang akan melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren. Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka siap melangkah menuju gerbang masa depan sebagai generasi penerus yang berintegritas dan berakhlak mulia.

 

Teguhkan Niat, Mantapkan Langkah: Santri Kelas 5 KMI Dinyatakan Lulus

Teguhkan Niat, Mantapkan Langkah: Santri Kelas 5 KMI Dinyatakan Lulus

RAUDHAH – Pada Jumat, 20 Juni 2025/24 Dzulhijjah 1446 H, 485 santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti prosesi yudisium kenaikan kelas ke tingkat akhir, kelas 6 KMI.

Dari total peserta, sebanyak 240 merupakan santri putra dan 245 santriwati. Mereka hadir secara bergiliran dan berkelompok, dipanggil berdasarkan hasil evaluasi akademik semester genap dan sidang kelulusan. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para santri yang akan menginjak tahun terakhir masa belajarnya di Pesantren.

Yudisium ini dihadiri langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur, para Kepala Bidang, serta para wali kelas 5 KMI. Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan pesan penting tentang makna tanggung jawab sebagai santri kelas akhir, serta pentingnya menjaga semangat belajar dan kedisiplinan. Wakil Direktur turut memberikan nasehat untuk menjadikan tahun ke-6 sebagai momentum memperkuat akhlak, kepemimpinan, dan keteladanan.

Di penghujung acara, seluruh santri/wati yang dinyatakan lulus menandatangani surat permohonan resmi untuk dapat duduk di kelas 6, disertai pernyataan kesiapan menaati seluruh aturan dan menjadi contoh yang baik bagi adik-adik kelas.

Yudisium ini bukan sekadar pengumuman kenaikan kelas, namun juga menjadi momen refleksi dan peneguhan niat, bahwa santri kelas 6 adalah wajah utama Pesantren—siap mendidik diri, mengabdi, dan menjadi tauladan dalam ilmu, amal, dan akhlak.