RAUDHAH – Dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen organisasi santri, Bidang Pengasuhan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menyelenggarakan Musyawarah Kerja Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Rapat Kerja Gugus Depan Koordinator Kepramukaan pada Sabtu hingga Kamis, 5–10 Juli 2024/ 9–14 Muharram 1446 H. Kegiatan tahunan ini dilangsungkan di dua tempat terpisah, yakni Gedung Serbaguna untuk santri dan Aula Hafshah untuk santriwati
Muker dan Raker ini diikuti oleh seluruh santri dan santriwati kelas 6 KMI, baik yang tergabung dalam struktur kepengurusan maupun yang tidak. Selain menjadi ajang evaluasi, kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan kepemimpinan yang bersifat aplikatif dan partisipatif di lingkungan pesantren.
Rangkaian sidang dimulai dengan sidang pleno, di mana setiap bagian dari OPRH maupun Gugus Depan menyampaikan laporan serta pemaparan program kerja mereka. Dalam forum ini, peserta sidang diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, dan masukan terhadap program yang dianggap kurang maksimal atau belum terlaksana dengan baik.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sidang komisi yang membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami, mengevaluasi, serta menyusun rancangan program kerja ke depan. Dalam sidang ini, peserta tidak hanya mengusulkan program baru, namun juga berhak melakukan revisi atau bahkan menghapus program kerja sebelumnya yang dianggap sudah tidak relevan.
Tahapan terakhir adalah sidang paripurna, yaitu sidang pemutus dari seluruh hasil dan usulan sidang komisi. Dengan dipimpin oleh pimpinan sidang dan diawasi oleh steering committee, seluruh usulan kemudian diputuskan apakah akan diterima, direvisi, atau ditolak. Segala keputusan dalam sidang paripurna bersifat final dan mengikat bagi setiap bagian yang terkait.
Muker dan Raker ini tidak hanya berfungsi sebagai media evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan keterampilan berorganisasi. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Direktur Pesantren, jajaran Bidang Pengasuhan, serta para guru pembimbing, sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan yang terus berkelanjutan.
Sebagaimana ditegaskan oleh pihak pengasuhan, kegiatan ini merupakan bentuk amanah sekaligus latihan tanggung jawab bagi santri/wati akhir KMI dalam mengelola organisasi dengan cermat, jujur, dan profesional. Dengan demikian, Muker dan Raker menjadi langkah nyata Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh, bijaksana, dan siap berkiprah di tengah masyarakat.