Raudhah (14/12). Menjelang berakhirnya masa tugas pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan koordinator kepramukaan 2019-2020 pada pertengahan Januari 2020, Bidang Pengasuhan Santri melaksanakan pemilihan calon ketua periode 2020-2021.

Proses pengangkatan pengurus baru OPRH dan Koordinator Kepramukaan yang dilaksanakan setiap tahun diawali dengan penyaringan calon ketua dari santri kelas 5 melalui seluruh konsulat daerah asal santri.

Setiap konsulat melaksanakan pemilihan 2 utusan yang akan diajukan sebagai bakal calon ketua OPRH dan Koordinator Kepramukaan pada Kamis siang (12/12) setelah Zuhur di ruang belajar dengan arahan guru pembimbing konsulat.

40 santri utusan dari 20 konsulat terpilih putra selanjutnya berkumpul di aula Mina 1, sedangkan putri di aula Hafsah lantai 3, guna mengikuti seleksi calon ketua bersama bapak direktur, kepala-kepala bidang, wali kelas 5, dan ketua OPRH dan koordinator kepramukaan yang sedang menjabat.

Bapak Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ust. Carles Ginting, B.HSc memberikan pengarahan kepada santriwati terpilih dari konsulat masing-masing terkait OPRH dan Koordinator Kepramukaan (12/12).

Setelah dilakukan tahap penyaringan melalui pemilihan oleh seluruh utusan konsulat, sebanyak 5 santri yang mendapatkan suara terbanyak mengikuti uji kelayakan satu persatu dengan menjawab pertanyaan dari bapak direktur dan guru lainnya hal-hal yang berkenaan dengan kepemimpinan, keorganisasian, dan disiplin.

Seusai proses uji kelayakan, bapak direktur bersama seluruh kepala bidang dan wali kelas 5 bermusyawarah guna mendengarkan pandangan atas setiap calon ketua yang sudah diuji kelayakannya. Berdasarkan beberapa hasil pandangan dalam musyawarah, akhirnya bapak direktur menentukan calon ketua OPRH dan Koordinator Kepramukaan masa amanah 2020-2021.

Selanjutnya, ketua yang sedang menjabat dan ketua terpilih bersama-sama akan menyusun formatur pengurus OPRH dan koordinator kepramukaan yang baru dengan bimbingan Bidang Pengasuhan Santri.

Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah yang terdiri atas 22 bagian dan telah terbentuk sejak tahun 1993 mempunyai peran cukup penting dalam pelaksanaan seluruh program Pesantren setiap hari. OPRH dan koordinator kepramukaan berhubungan langsung dengan seluruh santri dalam pelayanan kebutuhan dan kehidupan mereka di Pesantren.