Persirah Cup 2024

Persirah Cup 2024

RAUDHAH- Musyrif Olahraga Putra menyelenggarakan kompetisi seni bela diri antar santri Ar-Raudlatul Hasanah. Kompetisi ini bertajuk Persirah Cup 2024. Persirah adalah akronim dari Persatuan Silat Ar-Raudlatul Hasanah, yang berfokus pada seni bela diri tapak suci.

Kejuaraan ini bertujuan mengevaluasi jalannya klub seni beladiri silat sekaligus memberikan apresiasi bagi santri yang berprestasi dalam mengikutinya. Kejuaraan Persirah Cup 2024 dilaksanakan di gedung Indonesia Lantai 3 pada tanggal 7-8 Maret 2024/ 26-27 Sya’ban 1445.

Peserta yang bersaing dalam perlombaan ini terdiri dari santri kelas 1-5 KMI yang berjumlahkan 69 orang. Sedangkan juri yang hadir merupakan guru dan alumni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Pertandingan didesain dengan mempertemukan pertarungan satu lawan satu yang dipisah menjadi 3 kategori. Tingkatan tersebut meliputi pra remaja, remaja, dan Dewasa.

“Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat santri dan mendapat pengalaman. Santri menjadi lebih kuat sebagaimana yang dianjurkan dalam agama Islam.” Ucap al-Ustadz Kautsar Adil Harahap.

Sharing Moment; Menelisik Lebih Dalam Dunia Jurnalistik

Sharing Moment; Menelisik Lebih Dalam Dunia Jurnalistik

RAUDHAH- Seksi Perpustakaan dan Kajian (PUSKAJI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan Sharing Moment Jurnalistik bersama Puji Santoso. Ia merupakan Jurnalis Senior dan Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Agenda kali ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Maret 2024/ 28 Sya’ban 1445, yang bertempatkan di Aula Pertemuan Gedung Zainab Lantai 1.

Acara yang bertemakan ‘menelisik lebih dalam dunia jurnalistik’ ini diikuti oleh sebagian santriwati. Mereka berjumlahkan 22 orang yang terdiri dari anggota Raudhah Pos, Iqra’ Club, dan peraih 10 besar pelatihan jurnalistik kelas 4 dan 3 Intensif.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah berbagi ilmu perihal jurnalistik bagi santriwati. Puji Santoso menyampaikan bahwa menulis berita merupakan salah satu cara untuk memperkuat lembaga sekaligus memperbaiki citra.

“Jangan puas diri, teruslah membaca tulisan orang lain. Karena menulis itu tidak bisa instan dan penulis berbeda dengan menulis.” Ucap Puji Santoso.

Selanjutnya, terdapat tiga sesi yang terlaksana dalam Sharing Moment tersebut. Dua di antaranya bersama santriwati, sedangkan satu sesi bersama Asatidzah yang memiliki minat dalam bidang kepenulisan.

Akhirnya, sesi penutup ditandai dengan pemberian cenderamata dan foto bersama. Tepat pukul 18.25 WIB, pemateri berpamitan dengan para peserta untuk meninggalkan bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Santriwati Berkunjung Ke Museum Gedung Arca Medan

Santriwati Berkunjung Ke Museum Gedung Arca Medan

RAUDHAH- Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan studi banding ke Museum Gedung Arca Medan, pada Jum’at, 8 Maret 2024/ 27 Sya’ban 1445. Museum ini merupakan museum terbesar di Sumatera Utara dengan berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari segala suku di Sumatera Utara.

Maka tak dapat dipungkiri, Pesantren menjadwalkan kunjungan tersebut guna menambah wawasan dan pengalaman.

Peserta kunjungan mulai berangkat pada pukul 08.00 WIB. Mereka merupakan santriwati kelas 4 dan 3 Intensif KMI bersama Asatidz yang bertugas dan para wali kelas.

Sesampainya disana, setiap santri harus mengamati apa yang ada disekitaran mereka dan bertanya dengan Ustadz/Ustadzah, dan berdikusi dengan teman-teman.

Tepat pukul 17.15 WIB, seluruh rombongan kembali ke Pesantren dengan membawa hasil pengamatan mereka selama berkunjung.

Karantina Santri Akhir KMI; Tingkatan Kebersamaan dan Intensitas Belajar

Karantina Santri Akhir KMI; Tingkatan Kebersamaan dan Intensitas Belajar

RAUDHAH- Seksi Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) bekerja sama dengan Pengasuhan melaksanakan karantina khusus terhadap Santri/wati Kelas Akhir KMI. Putra berada di Gedung Serbaguna sedangkan Putri berada di Gedung Hafsah Lt. 3 dan Gedung Zainab Lt. 3.

Langkah ini dilakukan bertujuan sebagai pemusatan ruang lingkup belajar Santri/wati Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah dan memudahkan pengawasan bagi para pembimbing serta menciptakan lingkungan belajar kondusif.

“Adanya karantina, diharapkan para santri/wati Akhir KMI untuk lebih fokus selama 24 jam dalam belajar, hafalan dan diskusi bersama teman maupun Asatidz. Selain itu pula, konsep yang telah dimodifikasi ini diharapkan berhasil 50 % sehingga tahun depan dapat dievaluasi agar tingkat keberhasilan menjadi 70% sampai 100%,” ujar al-Ustadz Zulfikri, S.Pd., selaku Kepala Bidang Pendidikan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Karantina ini dilaksanakan sejak Rabu, 6 Maret 2024/ 25 Sya’ban 1445 hingga Ahad, 10 Maret 2024/ 29 Sya’ban 1445. Dimana, seluruh santri/wati membawa peralatan secukupnya guna menetap di ruangan karantina dari pagi hingga menuju malam. Namun, tiap sore harinya para santri/wati diperbolehkan untuk kembali ke asrama sampai pukul 17.30 WIB.

Setiap harinya, para santri/wati begitu semangat untuk belajar secara serius. Hal ini mereka lakukan tentunya memiliki tujuan yang sama yakni menjadi alumni husnul khatimah.

Sehingga tidak heran setiap sesi karantina dibuka dan ditutup dengan do’a. Selain mengharapkan keberkahan, juga kemudahan dalam belajar menjadi harapan yang dimunajatkan kepada Sang Maha Pencipta.

Pengamatan Tumbuhan Rendah dan Proses Produk Olahan Susu Sapi

Pengamatan Tumbuhan Rendah dan Proses Produk Olahan Susu Sapi

Raudhah (9/3/2023). Santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan study tour ke Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Berastagi. Kunjungan ini dilaksanakan pada Jum’at 1 Maret 2024/ 20 Sya’ban 1445 dan Jum’at, 8 Maret 2024/ 27 Sya’ban 1445 dan mulai pukul 07.30 WIB hingga 18.00 WIB.

Kegiatan ini memiliki tema yang bernamakan “Pengamatan Tumbuhan Rendah & Proses Produk Olahan Susu Sapi”. Melihat dari tema yang tertulis sudah sangat menunjukkan bahwa adanya kegiatan ini untuk menggapai tujuan yang diingikan.

Beberapa tujuan tersebut adalah mengetahui bentuk morfologi tumbuhan Fungi, Lichenes, Briyophyta dan Pteridophyta, mengidentifikasikan bentuk spora pada tumbuhannya, sekaligus mengumpulkan masing-masing spesiesnya.

“Harapan diadakannya kegiatan ini, tentunya ya dapat menambah wawasan tentang keanekaragaman makhluk hidup khususnya tumbuhan tingkat rendah, menambah pengetahuan pendalaman secara objektif materi sekolah, mampu membedakan spesies setiap kelompoknya, dan mempererat hubungan antara sesama peserta dan guru.” Ujar al-Ustadz Irpan Khairuddin selaku Pembimbing Biology Study Club.

Kemudian, peserta yang mengikuti program ini tidak keseluruhan santri melainkan khusus yang menjadi bagian dari Biology Study Club (BSC). Mereka berjumlahkan 33 santri dan 36 santriwati.

Selama keberadaan santri disana, mereka senantiasa mengamati spesies tumbuhan tingkat rendah, pengambilan sample koleksi, dan sebagainya. Sampai pada akhirnya melihat secara langsung proses pemerasan sapi dan produk olahannya.

Chat Via WhatsApp