RAUDHAH — Mengusung tema “Dari Raudhah, Membina Insan, Mencerahkan Peradaban”, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sukses menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy pada Ahad (26/7/2026), yang bertepatan dengan 12 Safar 1448 H.
Perhelatan akbar ini dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf Bapak Drs. H. Muhammad Ilyas Tarigan beserta pengurus, Pimpinan Pesantren Bapak Ir. H. Ahmad Prana Rulianto Tarigan, Direktur Pesantren Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur Ust. Carles Ginting, M.I.Kom., Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Ust. Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin Bina, M.A., hingga para Kepala Bidang, ustaz, dan ustazah. Tak ketinggalan, seluruh mahasantri STIT, santri dan santriwati, murid PAUD serta MIS Tiga Binanga, hingga tamu undangan turut memadati lapangan, mempertegas kokohnya ukhuwah dan semangat kolektif di bumi wakaf tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., menyampaikan amanat mendalam mengenai pentingnya menjaga nilai, membangun budaya, dan mewariskan perjuangan. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy bukan sekadar seremoni pembukaan tahun ajaran baru, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan kembali jati diri serta cita-cita besar pesantren.
“Ar-Raudlatul Hasanah meyakini bahwa kekuatan sebuah pesantren tidak terletak pada megahnya bangunan, banyaknya santri, ataupun besarnya kekayaan, melainkan pada tegaknya nilai-nilai yang menjadi ruh perjuangan. Selama nilai-nilai tetap hidup, pesantren akan tetap hidup,” tegas Ustadz KH. Miftakhuddin di hadapan ribuan peserta apel.
Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi tiga prinsip fundamental yang menjadi pilar Ar-Raudlatul Hasanah: berdiri di atas dan untuk semua golongan (bebas dari afiliasi politik/ormas), murni diwakafkan kepada umat Islam tanpa ada kepentingan pribadi atau keluarga, serta menjadikan seluruh aktivitas santri selama 24 jam sebagai media pendidikan dan kaderisasi berbasis kurikulum KMI yang holistik. Untuk mewujudkan cita-cita mencerahkan peradaban, beliau memaparkan rumus formulasi 5K + 1P, yaitu Keteladanan, Kekuatan, Komunikasi, Konsisten, Keikhlasan, serta Panduan yang terwujud dalam tata tertib dan sistem yang baku.
Sebagai bentuk komitmen dalam memacu mutu pendidikan dan iklim kompetisi yang sehat, pihak pesantren memberikan penghargaan berupa beasiswa kepada santri dan santriwati berprestasi di setiap tingkatan kelas. Peraih peringkat pertama berhak atas pembebasan SPP selama 6 bulan, sedangkan peraih peringkat kedua mendapatkan pembebasan SPP selama 3 bulan. Apresiasi serupa juga dianugerahkan oleh STIT Ar-Raudlatul Hasanah kepada para mahasantri dengan capaian akademik terbaik.
Kemeriahan acara kian memuncak saat para santri dan peserta didik MIS Tiga Binanga menampilkan beragam atraksi spektakuler. Decak kagum penonton pecah menyaksikan kebolehan grup marching band, kolaborasi jurus seni bela diri pencak silat dan karate, hingga demonstrasi keterampilan dari berbagai cabang olahraga. Penampilan ini menjadi bukti nyata dari kedisiplinan, bakat, serta kebersamaan yang terpatri dalam diri para santri.
Sebagai penutup, perhelatan diakhiri dengan pawai barisan santri dan santriwati yang melangkah rapi dan penuh percaya diri. Pawai dikelompokkan berdasarkan daerah asal—mulai dari Belawan, Medan Kota, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Riau, Jambi, Jabodetabek, hingga Aceh — menegaskan kebhinekaan yang menyatu hangat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
