RAUDHAH — Raudhah menyambut kunjungan ulama besar dunia Islam, Prof. Dr. Shalah Mahmud Al-Bajuri, Wakil Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada Senin hingga Kamis, 26–29 Januari 2026 bertepatan dengan 7–10 Sya’ban 1447 H. Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Salah satu agenda utama adalah penyampaian nasehat kepada para santri dan santriwati pada Selasa, 27 Januari 2026/ 8 Sya’ban 1447 H, yang berlangsung dari pagi hingga siang hari.
Dalam tausiyahnya, Prof. Al-Bajuri menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pendiri pesantren, Direktur, Wakil Direktur serta seluruh civitas akademika Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan filosofi nama pesantren sesuai pemahamannya dari tafsir Al-qur’an. Ar-Raudhah berarti taman, sedangkan Al-Hasanah bermakna ruh kesempurnaan. Menurut beliau, nama tersebut mencerminkan harapan agar pesantren menjadi taman ilmu dan akhlak, tempat lahirnya generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama ilmu. Ini ditegaskan dengan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca, Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq, yang diterima Rasulullah ﷺ di Gua Hira. Dari sini, Prof. Al-Bajuri mengajak para santri untuk menjadikan ilmu sebagai jalan utama dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selanjutnya, Prof. Al-Bajuri menekankan pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu. Beliau menyampaikan, “السر في العلم هو الإخلاص” yang berarti bahwa rahasia keberkahan ilmu terletak pada keikhlasan. Selain itu, beliau juga menegaskan prinsip utama Universitas Al-Azhar dengan mengatakan, “السر في بقاء المنهج الأزهري : الوسطي”, yakni bahwa kunci keberlangsungan manhaj Universtas Al-Azhar adalah sikap wasathiyah atau moderat, seimbang antara akal dan dalil, serta antara tradisi dan pembaruan.
Beliau juga mengutip ayat, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Prof. Al-Bajuri menjelaskan bahwa iman dan ilmu akan mengangkat derajat seseorang, baik di dunia melalui kemuliaan kedudukan, maupun di akhirat melalui tingginya tingkatan surga.
Pada hari yang sama, pukul 14.00 WIB, Prof. Al-Bajuri melanjutkan agenda dengan memberikan nasehat dan kuliah umum kepada para ustaz dan ustazah. Mereka tampak antusias menyimak penyampaian beliau yang sarat hikmah. Dalam arahannya, Prof. Al-Bajuri menghimbau agar para guru senantiasa menjadi teladan yang baik, terus menyampaikan ilmu dengan penuh keikhlasan, serta mengamalkannya dalam seluruh aktivitas kehidupan.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di pesantren, Prof. Dr. Shalah Mahmud Al-Bajuri melanjutkan perjalanan dakwahnya menuju kawasan Parapat dan Samosir untuk bertemu dengan para da’i yang ada di daerah minoritas tersebut.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat semangat keilmuan di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, sekaligus menjadi inspirasi bagi para santri dan pendidik untuk terus menapaki jalan ilmu dan amal.