Langkah Menuju Kelulusan: Ujian Gelombang Pertama Resmi Dimulai

Langkah Menuju Kelulusan: Ujian Gelombang Pertama Resmi Dimulai

RAUDHAH – Suasana penuh semangat dan kesungguhan menyelimuti Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, saat ujian gelombang pertama bagi santri dan santriwati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) resmi dimulai. Momentum ini menandai tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka menuju penyelesaian studi di Pesantren.

Pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi utama: santri Akhir KMI mengikuti ujian di Gedung Serbaguna, sementara santriwati melaksanakan ujian di Gedung Zainab lantai 3 serta ruang kelas Fatimah.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian ujian berlangsung hingga 4 Desember 2025 / 14 Jumadil Akhir 1447 H. Selama periode ini, para peserta diwajibkan menjaga fokus dan kesungguhan belajar. Waktu belajar malam juga mendapat pendampingan dan pengawasan intensif dari para asatidzah guna memastikan kesiapan mereka menghadapi setiap mata pelajaran.

Setiap sesi ujian berdurasi sekitar dua jam, mencakup materi yang menilai kemampuan hafalan sekaligus pemahaman mendalam para santri/wati. Selain menjadi tolok ukur akademik, ujian ini juga menguji kedisiplinan, ketekunan, serta ketangguhan mental sebagai bagian dari proses pembinaan karakter di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Dengan ikhtiar yang maksimal dan doa terbaik, diharapkan seluruh peserta dapat menjalani ujian dengan lancar serta meraih hasil yang membanggakan.

Ujian Semester Ganjil T. P. 2025-2026

Ujian Semester Ganjil T. P. 2025-2026

RAUDHAH — Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan upacara pembukaan Ujian Tulis Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan berlangsung serentak di dua lokasi: halaman Masjid Pesantren untuk santri dan halaman Gedung Rabiah Adawiyah untuk santriwati.

Dalam amanatnya, Ustadz KH. Miftakhuddin menekankan kembali prinsip dasar pendidikan Islam, yaitu adab sebagai fondasi dalam menuntut ilmu. Pesan ulama yang masyhur, “Al-adabu qabla al-‘ilm” serta nasihat Imam Malik, “Pelajarilah adab sebelum engkau belajar ilmu,” menjadi pengingat bahwa kesuksesan akademik tidak dapat dipisahkan dari adab, akhlak dan kedisiplinan santri/wati.

Beliau juga menegaskan bahwa proses ujian bertujuan mengukur kesungguhan belajar, kejujuran, serta kemampuan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Para santri diimbau untuk memperbanyak doa, menjaga ibadah, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana firman-Nya, “Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”

Begitu juga dengan ungkapan Ustadz Carles Ginting yang menyampaikan bahwa setiap impian besar dan tujuan besar harus ditopang oleh persiapan yang baik dan kesungguhan.

Usai upacara, para santri dan santriwati memasuki ruang ujian yang diawasi oleh 2–3 ustaz/ustazah pada setiap kelas. Ujian tulis akan berlangsung selama dua pekan, yaitu 22 November hingga 4 Desember 2025 atau 1–14 Jumadil Akhir 1447 H, mulai pukul 07.30–11.00 WIB setiap hari.

Dengan persiapan yang matang serta adab yang terjaga, diharapkan seluruh peserta ujian memperoleh hasil terbaik dan semakin meningkat dalam kualitas ilmu maupun karakter.

Raudhah Sambut Hangat Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat, Banten

Raudhah Sambut Hangat Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat, Banten

RAUDHAH — Ahad, 23 November 2025, Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Dr. KH. Sulaiman Efendi, Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat Banten.

Kunjungan yang bertujuan untuk ramah tamah dan mempererat tali silaturahmi ini disambut hangat oleh Direktur Pesantren, Ust. Miftakhuddin SS., S.Pd.I., MM.; Wakil Direktur, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom.; Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Dr. KH. Rasyidin, MA.; serta beberapa Kepala Bidang Pesantren.

Acara ramah tamah dilaksanakan di ruang kedirekturan, di mana suasana berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai perkembangan pesantren serta pentingnya menjaga hubungan antarlembaga pendidikan Islam.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Ponpes Manhijussadat Banten dalam memajukan pendidikan di Indonesia

Para Santriwati Raudhah Raih Prestasi di Olimpiade Kimia Indonesia, Bandung

Para Santriwati Raudhah Raih Prestasi di Olimpiade Kimia Indonesia, Bandung

RAUDHAH — Sejumlah santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Kimia Indonesia (OKI) yang berlangsung di Bandung. Kompetisi ini berlangsung pada 15-17 November 2025/ 24-26 Jumadal Ula 1447, dengan diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai daerah se-Indonesia, yang menjadi arena uji kemampuan dalam memahami konsep dan riset kimia tingkat lanjut.

Dalam kategori utama, tiga santriwati meraih medali perunggu, yakni Azzura Ginting, Syifa Nadin, dan Aviya Sabrina. Selain itu, sejumlah peserta lain memperoleh penghargaan Honorable Mention dalam kategori study kasus A, B, dan C.

Pada Study Kasus A, penghargaan diberikan kepada Raisya Almira Harahap, Rafifah Zahra, Fahira Alhusna, dan Syafa Alya. Pada Study Kasus B, penghargaan diraih oleh Atiqah Khairiyah, Jelita Arira, Nadila Zega, dan Balqis Mahira. Sementara pada Study Kasus C, penerima penghargaan adalah Laura Zaskya, Alya Ameelia , Aidah Liyana, dan Alya Mahira.

Menurut Ush. Dr. Hazna Sartiva, M.Si., prestasi ini menunjukkan kesiapan para santriwati dalam menghadapi materi kimia berbasis riset yang menjadi ciri kompetisi OKI. Ia menjelaskan bahwa OKI tahun ini mengacu pada standar International Chemistry Olympiad (IChO), sehingga soal-soalnya bersumber dari jurnal ilmiah, termasuk yang berkategori SINTA 2. Tingkat kesulitan tersebut menuntut peserta memahami teknik analisis kimia modern seperti NMR, MS, dan FTIR, yang umumnya dipelajari di tingkat perguruan tinggi.

Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta dan menilai pencapaian ini sebagai dorongan untuk memperkuat pembinaan sains di lingkungan Raudhah.

Direktur Hadiri International Waqf Conference 2025

Direktur Hadiri International Waqf Conference 2025

RAUDHAH — Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M. menghadiri International Waqf Conference 2025 yang berlangsung pada 15–16 November 2025 di Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat. Konferensi tahun ini mengusung tema “Waqf for Sustainable Development – Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan.”

Kegiatan berlevel internasional tersebut diikuti oleh ulama, akademisi, pakar ekonomi syariah, tokoh nasional, serta perwakilan lembaga riset luar negeri. Konferensi ini bertujuan memperkuat ekosistem wakaf sebagai instrumen pembangunan modern serta mendorong Indonesia menjadi pusat pengelolaan wakaf produktif dunia.

Pada sesi pembukaan, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi konferensi, disusul sambutan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, serta keynote speeches dari Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A (Menteri Agama RI), perwakilan Lembaga Riset Islam Al-Azhar, dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani.

Berbagai isu strategis dibahas, diantaranya rendahnya tingkat pemanfaatan aset wakaf di Indonesia yang baru mencapai 4%, pentingnya digitalisasi sertifikasi aset berbasis blockchain, penguatan peran nazhir profesional, serta pemetaan aset wakaf nasional menggunakan teknologi GIS. Para pembicara menegaskan bahwa wakaf memiliki potensi besar dalam pembangunan pendidikan, ekonomi produktif, dan kesejahteraan sosial.

Konferensi hari pertama juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi, termasuk Ketua BWI Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Pejabat Bank Indonesia, Wakil Ketua BWI, Komisioner BPKH, serta akademisi dari UNAIR dan UGM. Sesi-sesi lanjutan membahas integrasi zakat wakaf untuk kesejahteraan sosial, model pemberdayaan wakaf untuk pengembangan SDM, serta praktik terbaik pengelolaan wakaf di institusi pendidikan modern.

Hari kedua International Conference on Waqf menghadirkan sesi praktik wakaf dunia oleh para pakar internasional, dilanjutkan pembahasan wakaf dan investasi bersama Gubernur Sumbar H. Mahyeldi serta akademisi nasional, dan ditutup oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta Ketua BWI yang menegaskan komitmen penguatan ekosistem wakaf berkelanjutan.

Melalui partisipasi ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif, inovatif, dan profesional sebagai fondasi kemandirian umat. Konferensi ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem wakaf nasional menuju standar global.

Chat Via WhatsApp