Raudhah (20/1/23). Pramuka adalah salah satu ekstrakulikuler wajib bagi santri-santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, di setiap hari Kamis seluruh santri diwajibkan mengikuti kegiatan kepramukaan yang dikoordinir oleh organisasi kepramukaan santri dan guru-guru Majelis Pembimbing Kepramukaan.
Setiap tahun di semester genap, para santri kelas 4 dan 3 intensif diikutsertakan dalam Perkemahan Kamis-Jumat (Perkajum) sebagai salah satu bagian dari syarat kecakapan umum kenaikan tingkat bagi Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana.
Sebagaimana biasanya, tahun ini kegiatan Perkajum diselenggarakan di Bumi Perkemahan Raudhah di desa Sugau Pancur Batu Deli Serdang selama dua hari, dari tanggal 19 hingga 20 Januari 2023.
Selain sebagai kelengkapan syarat kecakapan umum, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan kemampuan bertahan hidup di alam bebas serta kerjasama tim, oleh karena itu santri-santriwati dibagi ke beberapa regu.
Perkajum diisi dengan beragam kegiatan, seperti materi-materi kepramukaan, teknik bertahan hidup di alam bebas, permainan, perlombaan antar regu, dan penampilan seni dan malam unggun gembira.
Raudhah (15/01/2023). Pesantren Al-Falah Abu Lam U, Aceh Besar berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan tepatnya Minggu siang, (15/01) Pukul 13.00 WIB. Kehadiran sejumlah 47 santri/wati beserta 5 guru pendamping yang tiba di Pesantren disambut oleh Sekretaris Umum Pesantren Ustadz H. Habibie Sembiring Meliala, Lc. M.Pd.I., dan beberapa Asatidzah di Masjid Lt.2
Para santri/wati dan guru Pesantren Al-Falah Abu Lam U datang ke Raudhah untuk bersilaturrahmi dan bersama berbagi ilmu, sebagai sesama lembaga pendidikan Islam, insyaallah mempunyai cita-cita yang sama.
Tujuan kunjungan ini adalah ingin melihat secara langsung serta observasi terkait pola, sistem, dan kepesantrenan yang berlaku di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, berdiskusi, sharing, dan belajar khususnya oleh para santri/wati yang menjabat sebagai pengurus organsasi santri.
Kegiatan ini diawali dengan berkeliling sekitaran Pesantren dan dilanjutkan dengan ramah tamah antara Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan rombongan di Masjid Lt.2.
Raudhah (15/01/23). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah semenjak berdirinya hingga saat ini menggunakan sistem Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) pondok Modern Darussalam Gontor sebagai kurikulumnya. Dalam bahasa Indonesia KMI berarti persemaian guru-guru Islam. Salah satu konsekuensi dari kurikulum tersebut adalah memastikan setiap santri-santriwati memiliki jiwa pendidik dan kemampuan untuk melakukannya yang tidak terbatas hanya dalam kelas saja, akan tetapi pendidik dalam artian yang lebih luas.
Setiap santri-santriwati yang telah duduk di kelas lima hingga kelas enam dibekali dengan ilmu mendidik dan menjadi seorang pendidik. Di penghujung masa studi kelas akhir KMI, setiap santri/wati wajib mengikuti ujian praktek mengajar (amaliyah tadris) sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari Pesantren.
Santri/wati kelas enam dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 12 orang. Setiap harinya satu orang santri/wati melakukan praktek mengajar di kelas dan materi yang telah ditentukan oleh kantor KMI tiga hari sebelum pelaksanaan praktek. Selain menentukan hari dan materi yang akan diajarkan, kantor KMI juga menentukan guru pembimbing. Selama tiga hari, santri yang akan melaksanakan ujian praktek mengajar mendapatkan bimbingan mulai dari pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP) hingga bagaimana menjalankan seluruh proses mengajar mulai dari awal hingga akhir.
Di hari pelaksanaan ujian praktek, selama mengajar, santri/wati yang bertugas dinilai oleh 11 orang teman-temannya dan guru pembimbing. Seluruh kesalahan dan kekurangan dari unsur metode, materi, sikap, dan kaidah bahasa Arab atau Inggris yang dilakukan oleh pelaksana ujian praktek akan dicatat untuk selanjutnya akan dipaparkan oleh masing-masing pengoreksi di bawah arahan guru pembimbing sebagai evaluasi bagi yang bertugas di hari itu dan juga santri lainnya di kelompok tersebut.
Sebelum pelaksanaan ujian praktek mengajar di kelompok-kelompok kecil, seluruh santri/wati mengikuti praktek mengajar perdana di kelompok besar yang terdiri dari 110 santri dan 15 guru pembimbing selama dua hari. Adapun praktek mengajar perdana dilaksanakan di beberapa tempat yang telah ditentukan yaitu Putra: Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Masjid Lt. 2, sedangkan Putri: Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Ummi Kulsum.
Seluruh kegiatan yang ada sama seperti dengan ujian praktek mengajar di kelompok kecil di kelas-kelas. Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi seluruh santri dan guru dalam pelaksanaan ujian praktek mengajar dan evaluasinya.
Selain membekali santri dengan skil mendidik, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun mentalitas yang kuat, sikap tolong-menolong, dan kejujuran.
Raudhah (12/01/23). Salah satu sunnah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah memberi pembekalan terhadap santri/wati akhir KMI dengan berbagai kegiatan dan salah satunya adalah ‘Amaliyatu At-Tadriisi (Praktek Mengajar).
Juga sudah menjadi tradisi dan sunnah pesantren pula yaitu memberi pengarahan setiap sebelum diselenggarakannya kegiatan tersebut. Untuk itu Pesantren mengadakan pengarahan serta ujian materi Tarbiyah guna mematangkan persiapan santri/wati kelas 6 KMI sebelum dilaksanakannya kegiatan ‘Amaliyatu At-Tadriisi di pesantren, yang diselenggarakan pada Rabu pagi (11/01) secara terpisah, untuk santri berada di Gedung Serbaguna dan santriwati di Gedung Fatimah Lt. 3.
Dalam kesempatan ini Bapak Ditektur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz Solihin Adin, S.Ag., M.M menyampaikan beberapa arahan dan nasehat kepada seluruh santri kelas 6 KMI, sedangkan untuk santriwati, beberapa araha dan nasehat disampaikan langsung oleh Bapak Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz Carles Ginting, BHSc., dan ditutup dengan do’a. Setelah pengarahan tersebut kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek mengajar yang akan dilaksanakan dari tanggal 14-31 Januari 2023.
Raudhah (12/1/23). Untuk kesekian kalinya, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali kedatangan tamu yang bertujuan untuk mempelajari sistem pendidikan dan organisasi santri di pesantren yang kini telah menduduki usia 40 tahun ini. Rombongan tamu yang berjumlah sebanyak 93 orang ini berasal dari Pesantren Darul Ma’arif, Labuhan Batu Selatan yang terdiri dari 35 santri, 48 santriwati dan 10 guru pembimbing. Kedatangan rombongan santri/wati ini disambut dengan hangat oleh Bapak Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., di gedung pertemuan Hafsah Lt.3, Rabu (11/1).
Selama berada di pesantren, Bapak Wakil Direktur beserta jajarannya membersamai mereka dalam mempelajari setiap kegiatan yang ada. Mereka sangat antusias dalam mempelajari sistem organisasi santri/wati yang biasa disebut dengan Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) yang diterapkan di Pesantren ini.
Kunjungan ini pun diisi dengan berbagai kegiatan seperti pertandingan persahabatan Bola Kaki antar santri dan pertandingan pecah piring antar santriwati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Pesantren Darul Ma’arif, serta ramah tamah antara Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan rombongan di Gedung Pertemuan Hafsah Lt.3, kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara santri/wati Pesantren Darul Ma’arif dengan para santri/wati kelas 5 KMI yang diamanahi di Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).
Alhamdulillah kunjungan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan pengalaman santri/wati Pesantren Darul Ma’arif, Labuhan Batu Selatan dalam bidang keorganisasian pun berjalan dengan lancar dan sesuai yang diinginkan.