by Ar-Raudlatul Hasanah | Jul 7, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memulai agenda Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026-2027 pada Senin, 6 Juli 2026 yang bertepatan dengan 21 Muharram 1448 H. Mengawali tahun ajaran baru ini, seluruh santri dan santriwati berkumpul di lokasi yang telah ditentukan, yakni di Masjid untuk santri putra dan Gedung Fatimah Lantai 3 untuk santriwati.
Pertemuan ini digelar khusus guna menyimak arahan, motivasi, serta nasehat. Kehadiran para Ustadz dan Ustadzah di tengah-tengah forum turut menjadi suntikan semangat dan pendampingan nyata bagi para pejuang muda tersebut dalam mengarungi dinamika pembelajaran ke depan.
Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, salah satu poin krusial yang ditekankan kepada para santri/wati adalah pentingnya kembali memperbaharui niat dalam menuntut ilmu secara utuh, baik lahiriah maupun batiniah.
Rangkaian acara sendiri diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian arahan, pengenalan wali kelas baru, dan diakhiri dengan pembacaan do’a bersama.
Tidak berhenti pada agenda formal semata, sesaat setelah pertemuan ditutup, setiap wali kelas langsung mengemban tanggung jawab untuk melakukan penertiban kelas sekaligus pengecekan absensi demi memastikan kesiapan berkas dan kehadiran para santri/wati.
Menyusul suksesnya agenda pembukaan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi dilaksanakan secara penuh mulai Selasa, 7 Juli 2026 atau 22 Muharram 1448 H. Seluruh aktivitas akademis ini berjalan sesuai dengan jam pelajaran yang telah disepakati dan berlaku serentak bagi santri/wati kelas 1 hingga kelas 6 KMI.
Dengan dimulainya KBM ini, semoga seluruh proses pendidikan di Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026-2027 dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses selaras dengan apa yang telah direncanakan pesantren.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 29, 2026 | Berita, Blog
RAUDHAH – Tepat pukul 24.00 WIB pada Ahad, 28 Juni 2026/14 Muharram 1448 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi menutup rangkaian pendaftaran calon santri dan santriwati Tahun Pelajaran 2026–2027. Prosesi penutupan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna sebagai penanda berakhirnya masa penerimaan peserta didik baru yang telah dibuka sejak 1 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pesantren Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, Direktur Pesantren Al-Ustadz KH. Miftakhuddin, M.M., Wakil Direktur Pesantren Al-Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Al-Ustadz Dr. KH. Rasyidin, M.A., seluruh kepala bidang, para ustadz dan ustadzah, serta panitia yang berasal dari santri dan santriwati kelas 6 KMI.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih Ar-Raudlatul Hasanah sebagai tempat pendidikan putra-putrinya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh orang tua dan wali calon santri atas dukungan serta kerja sama yang terjalin selama proses pendaftaran berlangsung.
Di sisi lain, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pelayanan pendaftaran terdapat kekurangan maupun kekhilafan. Seluruh masukan yang diberikan oleh masyarakat akan menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun mendatang.
Memasuki tahapan berikutnya, seluruh calon santri dan santriwati akan mengikuti seleksi masuk yang dilaksanakan selama dua hari. Ujian tulis dijadwalkan pada Senin, 29 Juni 2026/15 Muharram 1448 H dengan materi menulis Arab, Matematika, dan Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, pada Selasa, 30 Juni 2026, para peserta akan mengikuti ujian lisan yang meliputi membaca Al-Qur’an, praktik ibadah harian, serta wawancara.
Melalui rangkaian seleksi tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap dapat menjaring calon santri dan santriwati yang memiliki kesiapan akademik, kemampuan dasar keislaman, serta semangat untuk menempuh pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan pesantren.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 27, 2026 | Berita
RAUDHAH – Selasa-Ahad, 23-28 Juni 2026, Para calon santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mulai menjalani masa mukim sebagai persiapan intensif menjelang ujian seleksi masuk. Selama masa mukim ini, para peserta digembleng dengan serangkaian aktivitas terstruktur yang dirancang khusus untuk membentuk kedisiplinan, kebersamaan, dan kesiapan menyeluruh.
Untuk memastikan kesiapan mental dan fisik, pihak panitia telah menyusun jadwal kegiatan yang komprehensif bagi seluruh peserta, meliputi: Kewajiban shalat berjama’ah lima waktu dan tadarus Al-Qur’an bersama untuk memperkuat fondasi spiritual, pendalaman materi ujian seleksi, seperti Imla’ (dikte bahasa Arab), Matematika, dan Bahasa Indonesia, pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi setiap calon santri/wati di klinik internal Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, dan makan bersama untuk memupuk persaudaraan, serta olahraga rutin demi menjaga stamina.
Suasana positif dan semangat membara tampak jelas di wajah para calon santri. Salah satu bentuk antusiasme tersebut datang dari Muhammad Farid Fathullah, peserta yang berasal dari Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.
“Saya merasa sangat senang dan siap untuk mengikuti seluruh rangkaian ujian masuk ini. Harapan besar saya adalah bisa diterima dan resmi santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah,” ungkap Farid penuh optimisme.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, para calon santri/wati kini siap melangkah melewati gerbang seleksi, membawa harapan besar untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berakhlak mulia.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 23, 2026 | Berita
RAUDHAH – Ketua Umum Badan Wakaf dan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadiri Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan Muballigh Alumni Gontor yang digelar dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada 19–21 Juni 2026.
Kegiatan yang mempertemukan para kiai, pimpinan pesantren, akademisi, dan tokoh pendidikan Islam dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, mempererat jejaring antarpesantren, serta merumuskan arah pengembangan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.
Sarasehan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., bersama Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. Dalam sambutannya, Wamenag menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Gontor yang mampu bertahan dan berkembang selama satu abad.
Wamenag menambahkan, bahwa Gontor telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang melahirkan kader-kader umat di berbagai bidang pengabdian. Ia berharap Gontor terus berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia dan dunia.
Memasuki sesi utama yang mengangkat tema Membedah Peta Jalan Pesantren untuk Masa Depan Bangsa, para peserta mendapatkan berbagai gagasan strategis mengenai pengembangan pesantren di abad kedua. Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Dr. K.H. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pesantren modern memiliki tiga kekuatan besar, yaitu pendidikan yang holistik dan berimbang, kemampuan membangun perguruan tinggi berbasis pesantren, serta keberhasilan melahirkan tiga pilar peradaban: pemimpin (ulul amri), cendekiawan (ulul albab), dan wirausahawan (ulul amwal).
Pada hari berikutnya, peserta juga mengikuti sosialisasi dan deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Pesantren yang membahas pengembangan universitas berbasis wakaf sebagai model pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.
Salah satu pesan yang paling menginspirasi dalam sarasehan ini disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Beliau menegaskan bahwa perjalanan satu abad Gontor bukanlah momentum untuk berbangga diri, melainkan sarana untuk mensyukuri nikmat Allah sekaligus memperkuat komitmen dalam melayani umat melalui pendidikan.
“Gontor bukan melayani konsumen, tetapi membangun dan menawarkan sistem pendidikan yang dirintis hingga bertahan selama 100 tahun,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan agar para kiai dan pengelola pesantren agar senantiasa menjaga nilai keikhlasan dalam setiap perjuangan.
“Kiai harus ikhlas apa adanya. Jangan terlalu takalluf. Takalluf adalah memaksakan yang tidak penting. Kiai harus lillah, karena lillah itu tinggi,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Hasan Abdullah Sahal turut mengisahkan perjalanan panjang Gontor yang bertransformasi dari sebuah kawasan yang dahulu dipandang sebelah mata menjadi salah satu pusat pendidikan Islam modern yang berpengaruh di Indonesia. Menurutnya, peringatan 100 tahun Gontor bukanlah perayaan semata, melainkan pengingat agar seluruh keluarga besar pesantren tidak melupakan nikmat Allah dan tetap menjaga amanah perjuangan para pendiri.
Keikutsertaan delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam forum bersejarah ini menjadi kesempatan berharga untuk menyerap berbagai pemikiran strategis, memperluas jejaring kerja sama antarpesantren, serta memperkuat komitmen dalam mengembangkan pendidikan pesantren yang unggul dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian.
Di sela-sela rangkaian kegiatan, Ketua Umum Badan Wakaf dan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga bersilaturahmi dengan salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan di kantor Pimpinan PMDG, sekaligus menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan kelembagaan, mengambil nasihat, serta memperkuat sanad perjuangan pendidikan pesantren yang telah diwariskan para pendiri Gontor.
“Do the best → Kerjakan setiap amanah dengan sungguh-sungguh dan profesional. Be the best → Terus memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang unggul dalam akhlak, ilmu, dan amal. You have the best → Sadari bahwa Allah telah memberikan banyak nikmat, potensi, dan kesempatan yang berharga; jangan merasa rendah diri atau putus asa.” Nasihat K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Melalui keikutsertaan dalam Sarasehan Nasional 100 Tahun Gontor ini, diharapkan semangat perjuangan, keikhlasan, dan visi besar para pendiri Gontor dapat terus menginspirasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat untuk umat, bangsa, dan agama.

by Ar-Raudlatul Hasanah | Jun 22, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Pesantren Darunnajah Panipahan, Riau, pada Senin, 22 Juni 2026 bertepatan dengan 7 Muharram 1448 H.
Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut terdiri dari 7 santri dan 4 ustaz, dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Haris Yusuf selaku pimpinan pesantren yang juga merupakan alumni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tahun 2013.
Kehadiran rombongan disambut dengan hangat oleh keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Kunjungan tersebut juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman serta memperkuat jalinan komunikasi antarlembaga pendidikan Islam.
Bagi Ustadz Muhammad Harus Yusuf, kunjungan ini memiliki makna tersendiri. Sebagai alumni tahun 2013, beliau berkesempatan kembali mengunjungi almamater yang telah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter dirinya.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara serta memberikan manfaat dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarlembaga pendidikan pesantren.