by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 31, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Museum Negeri Medan pada Jumat, 23 Januari 2026/3 Sya’ban 1447 (Putri) dan 30 Januari 2026/ 12 Sya’ban 1447 (Putra). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para santri/wati, yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di Pesantren.
Peserta studi banding terdiri dari seluruh santri kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery pada pagi hari dan dilanjutkan ke trip berikutnya.
Museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan dan mengusung konsep konservasi dengan pemanfaatan, sebagaimana yang diterapkan oleh Safari Club International.
Setelah dari kunjungan di trip pertama, para santri melanjutkan perjalanan ke Museum Negeri Medan. Museum yang terletak di jalan H.M. Jhoni No. 51 Medan ini merupakan museum terbesar di Sumatera Utara dengan berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku Provinsi Sumut.
Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada April 1982. Maka tak dapat dipungkiri, Pesantren juga menjadwalkan kunjungan tersebut bagi para santri kelas 4 dan 3 intensif guna menambah wawasan dan pengalaman.
Dalam kunjungan ini, santri didorong untuk mengamati lingkungan sekitar, membaca informasi mengenai berbagai pengetahuan, memahami nama-nama ilmiah, serta aktif bertanya kepada pembimbing dan berdiskusi dengan sesama teman.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 31, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan atas kehadiran tamu istimewa, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Ibu Deva Rachman, yang disambut hangat oleh para Ustaz/ah dan seluruh santriwati selepas shalat Subuh berjamaah. Kehadiran beliau menjadi momen penuh makna bagi para santriwati dalam memperkuat keimanan sekaligus menata masa depan.
Dalam nasehatnya di hadapan seluruh santriwati, Ibu Deva Rachman menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang peran generasi muda sebagai masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa para santriwati merupakan generasi penerus umat dan bangsa yang diharapkan mampu membawa kebaikan di tengah masyarakat dengan bekal iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, serta akhlak yang mulia.
Beliau mengajak para santriwati untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan.
“Saat galau, bacalah Al-Qur’an. Jika masih sedih, bacalah ta’awudz. Dan apabila hati belum tenang, dirikanlah shalat,” pesan beliau, seraya menekankan pentingnya menjadikan ibadah sebagai sandaran hidup.
Ibu Deva juga memberikan arahan mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Santriwati diharapkan mampu membaca potensi diri dan menentukan arah karier yang sesuai dengan bakat serta nilai-nilai Islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut berbagi pengalaman hidupnya sejak masa kuliah hingga dunia kerja, sebagai motivasi bahwa keberhasilan diraih melalui proses panjang, kesungguhan, dan keikhlasan.
Ibu Deva Rachman merupakan putri tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. dan istri almarhum Syekh Ali Jaber, ulama kharismatik yang dikenal luas di Indonesia. Selain aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah, beliau memiliki latar belakang pendidikan di bidang sosiologi dan kebijakan publik, serta pengalaman panjang di dunia profesional, khususnya dalam bidang komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia. Perjalanan hidupnya menjadi teladan bahwa perempuan muslimah dapat berkiprah luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sebagai penutup, Ibu Deva Rachman mengajak seluruh santriwati untuk memedomani Surah Al-Baqarah ayat 1–5 sebagai landasan hidup agar meraih keberhasilan di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.
Alhamdulillah, para santriwati tampak antusias menyimak setiap nasehat yang disampaikan. Kehadiran Ibu Deva Rachman diharapkan dapat menambah semangat belajar serta memperkuat tekad santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk senantiasa menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 30, 2026 | Berita
RAUDHAH — Raudhah menyambut kunjungan ulama besar dunia Islam, Prof. Dr. Shalah Mahmud Al-Bajuri, Wakil Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada Senin hingga Kamis, 26–29 Januari 2026 bertepatan dengan 7–10 Sya’ban 1447 H. Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Salah satu agenda utama adalah penyampaian nasehat kepada para santri dan santriwati pada Selasa, 27 Januari 2026/ 8 Sya’ban 1447 H, yang berlangsung dari pagi hingga siang hari.
Dalam tausiyahnya, Prof. Al-Bajuri menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pendiri pesantren, Direktur, Wakil Direktur serta seluruh civitas akademika Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan filosofi nama pesantren sesuai pemahamannya dari tafsir Al-qur’an. Ar-Raudhah berarti taman, sedangkan Al-Hasanah bermakna ruh kesempurnaan. Menurut beliau, nama tersebut mencerminkan harapan agar pesantren menjadi taman ilmu dan akhlak, tempat lahirnya generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama ilmu. Ini ditegaskan dengan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca, Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq, yang diterima Rasulullah ﷺ di Gua Hira. Dari sini, Prof. Al-Bajuri mengajak para santri untuk menjadikan ilmu sebagai jalan utama dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selanjutnya, Prof. Al-Bajuri menekankan pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu. Beliau menyampaikan, “السر في العلم هو الإخلاص” yang berarti bahwa rahasia keberkahan ilmu terletak pada keikhlasan. Selain itu, beliau juga menegaskan prinsip utama Universitas Al-Azhar dengan mengatakan, “السر في بقاء المنهج الأزهري : الوسطي”, yakni bahwa kunci keberlangsungan manhaj Universtas Al-Azhar adalah sikap wasathiyah atau moderat, seimbang antara akal dan dalil, serta antara tradisi dan pembaruan.
Beliau juga mengutip ayat, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Prof. Al-Bajuri menjelaskan bahwa iman dan ilmu akan mengangkat derajat seseorang, baik di dunia melalui kemuliaan kedudukan, maupun di akhirat melalui tingginya tingkatan surga.
Pada hari yang sama, pukul 14.00 WIB, Prof. Al-Bajuri melanjutkan agenda dengan memberikan nasehat dan kuliah umum kepada para ustaz dan ustazah. Mereka tampak antusias menyimak penyampaian beliau yang sarat hikmah. Dalam arahannya, Prof. Al-Bajuri menghimbau agar para guru senantiasa menjadi teladan yang baik, terus menyampaikan ilmu dengan penuh keikhlasan, serta mengamalkannya dalam seluruh aktivitas kehidupan.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di pesantren, Prof. Dr. Shalah Mahmud Al-Bajuri melanjutkan perjalanan dakwahnya menuju kawasan Parapat dan Samosir untuk bertemu dengan para da’i yang ada di daerah minoritas tersebut.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat semangat keilmuan di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, sekaligus menjadi inspirasi bagi para santri dan pendidik untuk terus menapaki jalan ilmu dan amal.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 30, 2026 | Berita
RAUDHAH — Suasana Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tampak semarak pada Kamis malam, 29 Januari 2026 bertepatan dengan 11 Sya’ban 1447 H. Seksi Bahasa dan Muhadharah pesantren kembali menggelar grand final perlombaan pementasan drama antarasrama putra dalam bahasa Inggris, yang menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus penguatan kemampuan berbahasa santri.
Empat asrama terbaik yang lolos dari babak penyisihan tampil bergantian sejak pukul 20.50 WIB. Setiap tim menghadirkan pementasan dengan konsep cerita yang berbeda, dipadukan dengan penguasaan dialog bahasa Inggris, penghayatan karakter, serta kerja sama tim yang solid. Sehingga, penampilan para finalis berhasil menarik perhatian para penonton yang memadati lokasi acara.
Tidak sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan bahasa dan karakter santri. Melalui pementasan drama, para peserta dilatih untuk tampil percaya diri di depan publik, mengasah kreativitas, serta membangun kekompakan antarasrama. Ajang ini juga mempererat ukhuwah sekaligus menumbuhkan kecintaan santri terhadap seni dan budaya.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan Asrama Makkah 1B sebagai Juara I, disusul Asrama Makkah 3A di posisi Juara II. Sementara itu, Asrama Ramadan 1 meraih Juara III dan Asrama Ramadan 3 menempati Juara IV.
Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah santri berprestasi. Ahmad Roihan dinobatkan sebagai The Best Director, Jihad Islam El-Salam meraih The Best Support Character, Muhammad Reda terpilih sebagai The Best Narrator, dan Zayidan Al-Farizqy memperoleh penghargaan The Best Main Character.
Perlombaan ini menjadi salah satu sarana pembinaan terpadu yang diterapkan Raudhah yakni menggabungkan penguatan bahasa, pembentukan karakter, dan pengembangan bakat seni.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 29, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanaht turut ambil bagian dalam Olimpiade Matematika Indonesia (OMI) Tahun 2026, sebuah kompetisi matematika tingkat nasional yang diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada ajang tersebut, Raudhah mengirimkan sebanyak 11 peserta yang terdiri atas 9 santriwati dan 2 santri. Seluruh peserta merupakan santri terpilih yang telah melalui proses seleksi serta pembinaan intensif sebelum mengikuti kompetisi.
Partisipasi Raudhah membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam Olimpiade Matematika Indonesia 2026 ini, para santri berhasil meraih 1 medali perak, 2 medali perunggu, serta 8 penghargaan Honorable Mention. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan akademik santri sekaligus keseriusan pesantren dalam membina prestasi di bidang sains dan matematika.
Pembimbing tim Raudhah, Ustadz Azmi Rauf Hasibuan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan para santri. Ia menilai hasil yang diraih merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi.
Olimpiade Matematika Indonesia sendiri merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif para pelajar melalui soal-soal yang menuntut pemahaman konsep secara mendalam serta ketelitian dalam pemecahan masalah.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan berani berkompetisi di berbagai ajang nasional. Juga, memperkuat peran Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai lembaga pendidikan yang mendorong penguasaan ilmu pengetahuan serta prestasi akademik.