by Raudhah Hasanah | Apr 16, 2017 | Berita

Penyuluhan Khusus untuk Santriwati Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah
Raudlah. Bidang pengasuhan Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah mengadakan penyuluhan kesehatan khusus untuk santriwati (12/04). Penyuluhan mengenai Kanker Serviks oleh Ush. Susi yang merupakan Ahli Herbal itu dilksanakan di Masjid lantai 2. Dihadiri oleh seluruh santriwati kelas 1-5 KMI sebagai pengganti kegiatan belajar formal yang ditiadakan sementara waktu, dikarenakan pelaksanaan Ujian Nasional untuk santri/wati kelas 6 diadakan di sebagian besar kelas putri. (more…)
by Raudhah Hasanah | Apr 16, 2017 | Berita, Kegiatan Santri/wati dan Pesantren, Kunjungan Tamu

Seminar dari Prof. Suparman Syukur, M.A., Prof. Imam Suprayogo, di moderatori oleh Handika Surbakti, S.H.I di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Raudlah. Seminar Pendidikan Tinggi Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sedang berlangsung. Dengan semboyan sebagai “Prospek Perguruan Tinggi Yang Lahir Dari Rahim Pondok Pesantren” dihadiri oleh tamu istimewa Prof. Suparman Syukur, M.A, (Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang) Prof. Imam Suprayogo, MA (Guru Besar UIN Maliki Ibarahim Malang), Dr. Agus Sholih, MA (Kesubdit Dikti), Prof. Dr. Haidar Daulay, MA (Guru Besar UIN SU), DR. Abdul Hafiz Zeid, MA (UNIDA), dan Dr. Arifin Islamil, MA, disambut oleh bapak Badan Wakaf, Direktur, dan Civitas Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Kepala Bidang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ahad. 16/04/17.
(more…)
by Raudhah Hasanah | Apr 15, 2017 | Berita

Olympiade KMI Putri Ar-Raudlatul Hasanah
Raudlah. Olympiade KMI merupakan ajang bergengsi di kalangan santri/wati karena acara ini mengasah potensi mereka terhadap pelajaran yang dipelajari di kelas. Olympiade ini dapat diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1 sampai kelas 5. Olympiade untuk seleksi pertama dibuka langsung oleh Ust. Andi Wahyudi. Lc.MA setelah sholat isya di depan Gedung Rabiah Adawiyah Baru.(15/04) (more…)
by Raudhah Hasanah | Apr 15, 2017 | Blog
Raudlah. Banyak orang yang akan tersinggung ketika dinasihati. Saat ini nasihat menjadi hal yang paling tidak berharga di dunia bahkan sebagian orang mungkin akan langsung marah dan memendam dendam dalam hatinya. Tetapi nasihat bahkan kritik pedas akan terasa lebih hangat dan lebih manis bila diungkapkan dengan humor. Sebab orang yang dinasihati atau dikritik akan lebih dulu tertawa sebelum menyadari kekhilafannya. Seperti nasihat-nasihat dan kritik pedas Nasruddin bisa menjadi contoh yang pas. Contoh:
GELAR TIMUR LENK
Timur lenk mulai mempercayai Nasruddin dan kadang-kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaan.
“Nasruddin,” katanya suatu hari, “Setiap khalifah disini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwwaffiq Billah, Al-Mutawakkil ‘Alallah, Al-Mu’tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku?”
Cukup sulit bagi Nasruddin untuk menjawab, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tetapi tak lama kemudian Nasruddin menemukan jawabannya, “Saya kira, gelar yang pantas untuk paduka adalah Nau’dzu Billah saja.”

Nasruddin adalah seorang ulama turki dan merupakan seorang guru sufi yang arif dan kaya dengan humor.
Ada banyak hal yang bisa kita serap dari kisah-kisah Mullah Nasruddin, disamping tawa atau senyum simpul beliau tak hanya mengajak kita untuk memandang realitas dunia dengan kacamata canda & gelak tawa, tetapi juga (more…)
by Raudhah Hasanah | Apr 13, 2017 | Blog
Bagi sebagian orang, mungkin sabar bukanlah hal yang mudah. Tapi jika saja setiap orang mengetahui manfaat dari sabar, mungkin semua orang di dunia ini akan berlomba-lomba untuk menjadi manusia penyabar. Diantara manfaat sabar adalah, dapat mendatangkan keberuntungan juga dapat menaklukan orang sekeras apapun. Seperti kisah Muawiyah, Khalifah pertama di Bani Umawiyyah dengan Abdullah bin Zubair r.a. yang merupakan salah satu musuh sengitnya.
Ibnu Zubair memiliki ladang tepat di samping ladang Muawiyah. Suatu hari, beberapa pekerja Muawiyah memasuki ladang milik Ibnu Zubair. Ibnu Zubair marah dan menulis surat untuk Muawiyah yang saat itu berada di Damaskus. “Dari Abdullah Az-Zubair kepada Muawiyah bin Hind, pemakan hati. Amma Ba’du. Para pekerjamu masuk ke dalam ladangku. Suruh mereka keluar darinya. Atau, demi Zat yang tiada Tuhan selain dia, aku akan membuat perhitungan denganmu.” (more…)