Bagi sebagian orang, mungkin sabar bukanlah hal yang mudah. Tapi jika saja setiap orang mengetahui manfaat dari sabar, mungkin semua orang di dunia ini akan berlomba-lomba untuk menjadi manusia penyabar. Diantara manfaat sabar adalah, dapat mendatangkan keberuntungan juga dapat menaklukan orang sekeras apapun. Seperti kisah Muawiyah, Khalifah pertama di Bani Umawiyyah dengan Abdullah bin Zubair r.a. yang merupakan salah satu musuh sengitnya.

Hasil gambar untuk sabar    Ibnu Zubair memiliki ladang tepat di samping ladang Muawiyah. Suatu hari, beberapa pekerja Muawiyah memasuki ladang milik Ibnu Zubair. Ibnu Zubair marah dan menulis surat untuk Muawiyah yang saat itu berada di Damaskus. “Dari Abdullah Az-Zubair kepada Muawiyah bin Hind, pemakan hati. Amma Ba’du. Para pekerjamu masuk ke dalam ladangku. Suruh mereka keluar darinya. Atau, demi Zat yang tiada Tuhan selain dia, aku akan membuat perhitungan denganmu.”

            Surat tersebut sampai kepada Muawiyah. Ia termasuk orang yang paling sabar. Setelah membaca surat yang diterimanya ia berkata pada anaknya ,Yazid, “Bagaimana pendapatmu tentang Ibnu Az-Zubair? Ia mengirim surat ancaman padaku.” Sang anak menjawab, “ Menurutku sebaiknya bapak kirim satu pasukan yang di depannya berada di sisinya dan bagian akhirnya di sisimu. Agar pasukan itu membawa kepalanya kepadamu,” aku akan melakukan hal yang lebih mulia dari itu.

Muawiyah membalas surat dari Ibnu Zubair, “ Dari Muawiyah bin Abi Sufyan kepada Abdullah bin Az-Zubair (putra Asma binti Abu Bakar). Amma Ba’du. Demi Allah apabila dunia memisahkan antara diriku dan dirimu, kuserahkan dunia itu padamu. Andaikan ladangku dari Madinah hingga Damaskus akan kuserahkan semuanya padamu. Karena itu jika suratku ini sampai, ambillah ladangku untukmu dan ambillah pekerjaanku. Semuanya untukmu surga Allah seluas langit dan bumi,” ketika Ibnu Zubair membaca surat itu beliau merasa sangat terpukul hingga meneteskan air mata. Beliau tak menyangka surat ancaman yang dikirimnya akan dibalas dengan surat penuh kedamaian dari Muawiyah. Ia pergi ke Damaskus untuk menemui Muawiyah dan berkata “ Allah selalu menjaga sikap sabarmu sehingga engkau mendapat posisi ini ditengah-tengah kaum Quraisy.”

Dari penggalan cerita di atas tak diragukan lagi kesabaran merupakan salah satu hal yang dapat mendamaikan pihak yang bermusuhan hingga mendapakan keberuntungan. Jadi apa lagi alasan Anda untuk tidak menyikapi hidup dengan sabar setelah mengetahui bahwa kesabaran memiliki buah yang sangat menakjubkan. Ed. Icha Chery.