Gladi Bersih Apel Tahunan 2019

Gladi Bersih Apel Tahunan 2019

Raudhah (13/7/19). Seluruh guru beserta santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengikuti geladi bersih apel tahunan pada Sabtu pagi (13/7/19) mulai pukul 07.30 WIB.

Apel Tahunan yang dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru tahun ini akan digelar di halaman depan masjid dan gedung serbaguna pada Ahad pagi (14/7/19).

Geladi bersih sebagai persiapan akhir sebelum pelaksanaan apel tahunan.

Seluruh guru diberi tugas mencatat segala kekurangan yang harus disempurnakan pada upacara keesokan harinya.

Kemah Santri Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy 2019

Kemah Santri Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy 2019

Raudhah (8/7/19). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan Menggelar kegiatan Kemah Santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unit kepramukaan Pesantren yang terdiri atas 8 unit pramuka santri dan 8 unit pramuka santriwati. Setiap unit mengikutsertakan 10 peserta tingkat penggalang dan 10 penegak. Total keseluruhan peserta pada kemah santri 2019 mencapai 320 santri.

Pembukaan kemah santri putra dilaksanakan di depan masjid dan putri di halaman gedung Ruqayyah yang diikuti oleh seluruh peserta kemah dan santri baru.

Kemah santri berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 8 sampai dengan 10 Juli 2019.

Kemah santri diisi dengan berbagai perlombaan kelompok, jelajah alam, dan bakti lingkungan.

Selain sebagai wadah pendidikan kepemimpinan dan kaderisasi, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada santri dan santriwati baru seluruh kegiatan yang ada di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, salah satunya adalah kepramukaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pekan perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang dilaksanakan di setiap awal tahun ajaran.

Perkemahan santri putra dilaksanakan di lapangan depan dapur masak dan putri di lapangan lama sebelah timur gedung Ruqayyah.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Khadijah Baru

Wakil Gubernur Sumatera Utara Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Khadijah Baru

Raudhah (5/7/19). Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajeckshah, M.Hum berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan pada Jumat pagi (5/7/19). Kunjungan kali ini dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan asrama santriwati.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengunjungi Pesantren dalam kondisi cuaca yang cukup baik berharap hal tersebut merupakan berkah dan karunia Allah SWT bagi Pesantren.

Lebih lanjut ia menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh keluarga besar Pesantren karena baru dapat bersilaturahim ke Pesantren dikarenakan tugas yang cukup padat, sekaligus memohon doa baginya dan juga gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk dapat melaksanakan amanah masyarakat Sumatera Utara.

Di penghujung sambutannya, ia berpesan kepada seluruh santriwati kelas 5 dan 6 yang juga menghadiri acara agar dapat lebih baik dari generasi sebelumnya dan meraih keberhasilan dengan cara-cara yang baik dan benar dengan tidak lupa patuh dan taat kepada orang tua dan guru.

Proyek ini merupakan pembangunan asrama santriwati beserta kamar mandinya pengganti gedung Khadijah yang berbahan kayu yang telah digunakan sejak tahun 1990. Gedung Khadijah baru ini dibangun di atas lapangan bola kaki lama sebelah utara, sementara sisanya di sebelah selatan tetap dijadikan area terbuka untuk kegiatan santriwati.

Pemasangan bowplank bangunan telah dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan 1440.

Sesuai rencana, gedung asrama santriwati baru ini akan dibangun 3 lantai terdiri dari 11 kamar berukuran 7x8m setiap lantainya, dengan bangunan kamar mandi dan jemuran 3 lantai tepat berada di belakang asrama berukuran 6x57m.

Direncanakan, insyaallah pembangunan gedung ini dapat dirampungkan pada bulan Februari 2020, untuk selanjutnya dapat dihuni oleh santriwati yang saat ini menempati gedung lama Khadijah dan Fatimah.

Adapun taksasi dana kegiatan pembangunan ini adalah sebagai berikut: Biaya pembangunan asrama Rp. 5.673.726.500,00, biaya pembangunan kamar mandi asrama Rp. 2.126.596.860,00, dan total biaya pembangunan keseluruhan Rp. 7.800.323.360,00.

Tasyji’u-l-lughah; Mendorong Peningkatan Bahasa Santri

Tasyji’u-l-lughah; Mendorong Peningkatan Bahasa Santri

Raudhah (5/7/19). Setelah melewati masa liburan yang cukup panjang, seluruh santri diharapkan dapat mengikuti dan menjalankan sepenuhnya seluruh disiplin yang berlaku di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, tak terkecuali disiplin bahasa.

Dalam rangka mengefektifkan jalannya disiplin dan memotivasi santri untuk berbahasa Arab dan Inggris, Seksi Bahasa dan Muhadharah memberikan pengarahan di hadapan seluruh santri pada Jumat pagi (5/7/19) pukul 05.30 WIB setelah shalat Subuh. Pengarahan ini disampaikan dalam bahasa Inggris mengingat Jumat ini merupakan minggu berbahasa Inggris.

Pengarahan disiplin bahasa dilaksanakan secara terpisah antara santri lama dan baru, santri lama dari kelas 2 hingga 6 di depan gedung Al-Jihad, dan santri baru di depan gedung Al-Azhar.

Pengarahan bagi santri baru ditekankan kepada pemberian motivasi dan arahan agar mereka tidak malu dalam mempraktekkan dan menggunakan kosa kata dalam bahasa Arab dan Inggris yang telah mereka dapatkan dari asrama yang diberikan oleh para pengurus asrama, serta apa yang telah disampaikan oleh guru ketika belajar di kelas.

Setiap santri lama dari kelas 2 hingga 6 sudah harus berbahasa resmi, Arab dan Inggris setiap saat. Bagi mereka yang berbahasa selain dua bahasa tersebut akan mendapatkan sanksi mulai dari membuat karangan berbahasa Arab dan Inggris ataupun mencari dan menulis kosa kata melalui kamus.

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai mahkota Pesantren yang harus tetap dijaga dan dikembangkan.

Pemilihan Ketua Konsulat dan Asrama

Pemilihan Ketua Konsulat dan Asrama

Raudhah (4/7/19). Seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengikuti pemilihan ketua konsulat asal daerah masing-masing dan asrama periode 2019-2020. Pemilihan ketua konsulat dilaksanakan pada Kamis siang (4/7/19) pukul 14.00 WIB, santri putra di gedung Al-Azhar, dan putri di gedung Rabiah Adawiyah, sedangkan pemilihan ketua asrama digelar di hari yang sama setelah shalat Isya’ di asrama masing-masing.

Sistem pemilihan ketua konsulat adalah dengan memilih santri yang duduk di kelas 5 dan atau kelas 4 dan 3 intensif secara langsung dengan bimbingan dan pengawasan guru pembimbing konsulat, sedangkan ketua asrama hanya dikhususkan bagi santri kelas 5. Suara terbanyak 1 dan 2 diamanahi menjadi ketua dan wakil ketua konsulat dan asrama.

Kegiatan pemilihan ketua konsulat dan asrama ini merupakan bagian dari pendidikan kepemimpinan dan kaderisasi di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Setiap ketua konsulat berkoordinasi dengan guru pembimbing konsulat berkewajiban mendukung kesuksesan anggotanya dalam pendidikan dan disiplin selama menuntut ilmu di Pesantren, sedangkan ketua asrama bertanggungjawab dalam mengatur disiplin dan ketertiban santri di asrama masing-masing.

Berikut ini nama-nama ketua konsulat dan asrama terpilih periode 2019-2020:

Ketua konsulat putra; Aceh; Syawal Sitepu (5D) dan Muhammad Al Hafiz (5F), Aceh Singkil; Aditia Perdana (5F) dan Fahmi Ulyafi (5F), Aceh Tenggara; Putra Selian dan Khairul Akram (5H), Asahan; Maulia Rafli (5B) dan Abdi Karo Karo (5J), Belawan; Gilang Rama Ardhana (5F) dan Sultan Haikal (5H), Binjai-Langkat; Fadhil Alfarizi (5D) dan Sahrul Ananda (5A1), Dairi; Fahmi Capah (5H) dan Rahmat Hidayat (5J), Deli Serdang; Imam Ardhana (5F) dan Riki Novianto (5B), Labuhan Batu; Abdul Rizky (5A1) dan Evan Dana (5D), Medan Barat; Farhan Chery (5F), Medan Kota; Muhammad Taqwa Tarigan (5H) dan Fauzil Mahmudi (5B), Medan Sunggal; M. Gymnastiar (5B) dan Muafiy Rahmatullah (5B), Medan Tuntungan; Elfath Devgan (5D) dan Ridho Akbar (5D), Padang-Jambi-Riau; Wahyu Dimas Arif (5D) dan Arya Putra Pranata (5D), Pematang Siantar; Maulana Akhyar (5B) dan Bahma Kerti (5B), Percut Sei Tuan; Ibnu Imam Fathurrahman (5F) dan Rendi Efendi (5H), Serdang Bedagai; Luthfi Hakim (5F) dan M. Rafiul Anwar (5J), Tanah Karo; Zulfan Arif (5D) dan Nazwa An Nabil (5D), Tapanuli Selatan; Raja Amin (5A1) dan Hamdan Habibi 5H.

Ketua konsulat putri; Aceh; Suci Ramadhani (5A1) dan Hairani (5C), Aceh Tenggara; Maulida Rahmi (5C) dan Dhea Salsabila, Aceh Singkil; Fahradilla (5E) dan Nellyani (5A3), Asahan; Dinda Azelia (5I) dan Natasya (5A2), Belawan; Fara Nabila Tania (5G), Cut Mutia Maharani (5G), Binjai-Langkat; Putri Latisya (5C) dan Fawaz Fattah Khair (5G), Deli Serdang; Rodhiatun Nazli (5E) dan Neysa Hadichintya (5A3), Medan Tuntungan; Annisa Fithri (5C) dan Yunita Dwi Oriza Saing (5C), Medan Sunggal; Azka Ramadhani (5E) dan Fatimah Azzahra (5A2), Medan Kota; Shoofy Jasmine (5I), Sya’adah (5G), Medan Barat; Via Azira Nasution (5I) dan Dhea Yosa Okmadani (5E), Medan Denai; Tahnia Fathin (5E) dan Khairinunnisa (5I), Pematang Siantar; Zarina Chairunnisa (5C) dan Adisty Aisyah Virajati (5I), Tapanuli Selatan; Yulianti Nasution (5C) dan Nasywa Aqila Nasution (5C), Tanah Karo; Rizka Pertiwi (5C) dan Najiah Sahar (5C), Padang-Jambi-Riau; Zulfatun Nikmah (5A2) dan Hafizah Diana (5I), Percut Sei Tuan; Putri Nadhira (5G) dan Assilatussaqifah (5G), Serdang Bedagai; Nurul Aini Azra Sidadolog (5C) dan Jihan Anita Anwar (5A3), Labuhan Batu; Sefrina Indrayani (5E) dan Sela Safitri (5A3).

Ketua Asrama Putra; Ramadhan 1; Maulana Akhyar (5B) dan Alfin Jimli (5J, Labuhan Batu), Ramadhan 2; Tri Nugroho Siddiq (5D) dan Raihan Asy’ari (5F, Labuhan Batu), Ramadhan 3; Bhama Kerti (5B, Pematang Siantar) dan Fandika Qomaruzzaman (5H, Aceh), Saudi 2; Sulthan Haikal (5H, Belawan) dan Aji Pramudya (5F, Medan Tuntungan), Saudi 3; Riki Novianto (5B, Deli Serdang) dan Ibnu Imam F (5F, Percut Sei Tuan), Al-Jihad 2; Ahmad Shobri Nasution (5B, Asahan) dan Mauli Rafly (5B, Asahan), Al-Jihad 3; Luthfi Hakim (5F, Serdang Bedagai) dan Muafy Rahmatullah (5F, Medan Sunggal), Mekkah 2A; Taqwa Tarigan (5H, Medan Kota) dan Fikri Zulwana (5H, Aceh Tenggara), Mekkah 3A; Raja Amin (5A1, Tapanuli Selatan) dan Frediansyah (5H, Labuhan Batu), Mekkah 1B; Rendi Evendi (Percut Sei Tuan) dan Azmi Mahmuda (Labuhan Batu), Mekkah 2B; Adriansyah Lubis (Percut Sei Tuan) dan Akhyar Hasibuan (Labuhan Batu), Mekkah 3B; Nadi Risky Telaumbanua (5D, Nias) dan Sawal Sitepu (5D, Aceh).

Ketua Asrama Putri: Ruqayyah 1; Yunita Dwi Oriza (5C, Medan Tuntungan) dan Ahya Dita (5A2, Aceh Tenggara), Ruqayyah 1B; Yulianti (5C, Tapanuli Selatan) dan Shoppyatul Amalia (5C, Medan Barat), Ruqayyah 1C; Dita Adinda (5I, Asahan) dan Luthyana (5I, Pajar). Ruqayyah 2A; Fara Nabila (5G, Belawan) dan Juli Khairani (5A3, Labuhan Batu). Ruqayyah 2B: Sefrima Indriyani (5G, Labuhan Batu). Ruqayyah 2C: Cut Mutia (5G, Belawan) dan Diva Amartya Rahim (5G, Serdang Bedagai). Ruqayyah 3A: Khulaishoh Fitri (5I, Aceh Tenggara) dan Winda Aidin (5A2, Asahan). Ruqayyah 3B: Darna S (5I, Asahan) dan Azka Ramadhani (5E, Medan Sunggal). Ruqayyah 3C: Radhika Nabila (5C, Medan Sunggal) dan Nurul Aulia (5A2, Belawan). Aisyah 2: Rizka Pertiwi (5C, Tanah Karo) dan Adisty Aisyah (5I, Pematang Siantar). Aisyah 3: Fitria Parmadani (Tapanuli Selatan) dan Cindy Sholeha (5I, Binjai). Khadijah 2: Nadhifa Nur Utami (5C, Medan Tuntungan) dan Nazwah Ghafirna (5C, Pematang Siantar). Khadijah 3: Noviqa Shauma (5C, Labuhan Batu) dan Syarifah Sri H Solin (5A2, Belawan).[

Chat Via WhatsApp