SKETCH UP KELOMPOK DESAIN GAMBAR PERTAMA DI AR- RAUDLATUL HASANAH

SKETCH UP KELOMPOK DESAIN GAMBAR PERTAMA DI AR- RAUDLATUL HASANAH

Hasil Karya Kelompok sketch up

Salah Satu Hasil Karya Kelompok Sketch Up

   Raudlah. Sketch up merupakan kelompok yang di dalamnya menggambarkan sebuah desain wajah manusia, hewan, tumbuhan dan bangunan. Kelompok yang terbentuk pada Desember 2016 ini sudah beranggotakan 15 orang yang terdiri dari kelas 2-5 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 23/03.

  Kelompok yang sudah berjalan 4 bulan ini, awalnya terbentuk dari hasil perbincangan bagian kesenian dengan tujuan untuk mencari bakat santri yang suka mendesain akan suatu hal. “Kelompok ini terbentuk pada awalnya dari hasil ngomong-ngomong dan akhirnya terbentuklah sepert ini”. Ungkap Humam Prayuda, pengurus Sketch Up. Untuk bisa masuk dalam kelompok ini  tidak diharuskan lulus syarat khusus, hanya saja diutamakan bagi siapa yang memiliki kepiawaian dalam menggambar, dan gravity. (more…)

Membaca Saja Tidak Cukup

Membaca Saja Tidak Cukup

Santri/wati Pesanen Ar-Raudhatul Hasanah membiasakan diri untuk Menulis dan membaca

Santri/wati Pesanen Ar-Raudhatul Hasanah membiasakan diri untuk Menulis dan membaca

   Membaca adalah hal yang sangat bermanfaat. Karena dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Jika kita banyak tahu maka kita akan jauh dari yang namanya kebodohan dan kemiskinan. Tapi ada baiknya disamping membaca kita juga menulis. Karena ilmu bagaikan binatang buruan yang harus di ikat dengan kuat. Nah, bagaimana cara mengikatnya? Ikatlah ilmu dengan menulisnya.

   Afkar Study Club adalah klub kajian keislaman yang didirikan lewat kerjasama seksi perpustakaan dengan balitbang, terkhusus dalam mengembangkan pola pikir ilmiyah dan pola pikir kritis dalam menyikapi permasalahan terkini. (more…)

Ala Bisa Karena Ikhlas

Ala Bisa Karena Ikhlas

ikhlas menerima kesalahan dan belajar dari setiap kesalahan, karna itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani hidup di Pesantren ar-Raudhatul Hasanah.

ikhlas menerima kesalahan dan belajar dari setiap kesalahan, karna itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani hidup di Pesantren ar-Raudhatul Hasanah.

Raudlah. Pesantren adalah lembaga pesantren Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Di Pesantren kita di didik untuk tidak menggantungkan diri kepada orang lain, belajar mencukupi, dan menolong diri sendiri. Seperti mencuci sendiri, bertanggung jawab terhadap alat-alat sendiri, memegang keuangan sendiri, bangun cepat, serta mandi & makan tepat waktu, dan lain sebagainya. Itu semua harus mereka lakukan sendiri. Jika tidak pandai mengatur semuanya maka hidup di Pesantren akan sedikit kesulitan.

Ada sedikit kekhawatiran tampak di wajah orang tua santri dan santriwati anak baru, ketika mereka mencoba ikhlas melepaskan anaknya hidup di Raudlah sedang mereka belum terbiasa hidup mandiri dan mengatur diri sendiri. Tidak jarang keluhan keluhan sang anakpun menguji ketabahan hari orang tua Seperti kesulitan mencuci baju, kebingungan merapikan lemari, bahkan ketidak cocokan dalam berpakaian pun sering di keluhkan sang anak pada orang tuanya ketika menelpon. Namun, di Raudlah inilah yang dikatakan pendidikan. “Apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka rasakan, semuanya adalah pendidikan.” Seiring berjalannya waktu, insya Allah mereka akan terbiasa dengan semua kegiatan dan kedisiplinan pesantren dengan sendirinya.

(more…)

Pembukaan Ulangan Umum di RH; Ulangan Untuk Belajar.

Pembukaan Ulangan Umum di RH; Ulangan Untuk Belajar.

Pembukaan Ulangan oleh  Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ust. H. Solihin Adin, S. Ag

Pembukaan Ulangan oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ust. H. Solihin Adin, S. Ag

   Raudlah. Hari perdana pembukaan ulangan dibuka di dua tempat, untuk putra di lapangan basket depan masjid oleh Wakil Direktur Ust. H. Solihin Adin, S. Ag dan untuk putri di halaman depan gedung Rabiah baru oleh Ust. Carles Ginting B.Hsc. Adapun peserta yang mengikuti upacara ulangan tersebut adalah seluruh santri/wati dari kelas 1 sampai kelas 5 berjumlah 2745 santri/wati. Sabtu, 18/03. (more…)

SANTRI RAUDHAH RAIH JUARA II OLIMPIADE EKONOMI ISLAM NASIONAL  DI STEI TAZKIA BOGOR

SANTRI RAUDHAH RAIH JUARA II OLIMPIADE EKONOMI ISLAM NASIONAL DI STEI TAZKIA BOGOR

Miftahul Fahmi (VB), Abdul Ghafar Abdillah (VD), dan Rizki Hanif Hulu (VD), serta didampingi Ustadz Mhd. Handika Surbakti sebagai pembina

Miftahul Fahmi (VB), Abdul Ghafar Abdillah (VD), dan Rizki Hanif Hulu (VD), serta didampingi Ustadz Mhd. Handika Surbakti sebagai pembina

    Raudlah. Melanjutkan tradisi dalam berkompetisi di tingkat nasional, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengirimkan delegasi untuk mengikuti Olimpiade Ekonomi Islam tingkat nasional di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA Bogor, mereka adalah Miftahul Fahmi (VB), Abdul Ghafar Abdillah (VD), dan Rizki Hanif Hulu (VD), serta didampingi Ustadz Mhd. Handika Surbakti sebagai pembina. 16/03/2017

     Mereka dapat mengikuti olimpiade di Bogor setelah lolos seleksi online yang diikuti oleh 50 tim dari seluruh Indonesia, dan hanya 10 tim terbaik yang mendapatkan undangan untuk mengikuti tahapan berikutnya di kampus STEI TAZKIA.

       Di STEI TAZKIA mereka mengikuti tahapan perempat final yaitu tes tulis, dilanjutkan dengan semi final bagi 6 tim terbaik yaitu cerdas cermat dan grand final yaitu studi kasus dan presentasi bagi 4 tim terbaik.

       Pada grand final, tim dari Raudlah mendapatkan peringkat II terbaik, dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, piala dan beasiswa untuk berkuliah di STEI TAZKIA Bogor. Ini merupakan kali kedua tim dari Raudlah menjuarai perlombaan serupa, tahun sebelumnya mendapatkan juara III. “Alhamdulillah ada peningkatan, tahun lalu kita mendapatkan juara III dan tahun ini juara II, ini merupakan suatu kemajuan dan kita jadikan sebagi pemicu semangat untuk meraih hasil yang lebih maksimal di tahun depan, insya Allah” Ujar Ust. Khairuddin Hasibuan, ketua pembina Raudhah Islamic Economics Study Club yang turut serta membimbing peserta sebelum berangkat.

      Direktur pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Rasyidin Bina menyampaikan apresiasi bagi seluruh tim dan pembina ketika penyerahan piala dan piagam penghargaan di kantor direktur dan dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pesantren Ahmad Prana Rulianto Tarigan dan Kepala Bidang Pendidikan Carles Ginting. Selain itu beliau juga berharap agar minat-minat santri/wati terhadap ekonomi Islam ini dapat diakomodir dengan baik oleh tim Raudhah Islamic Economic Study Club.

     “Kegiatannya sangat menyenangkan dan menantang, membuat saya lebih termotivasi dalam mendalami ilmu ekonomi Islam, selain itu kami sangat senang dapat bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain” Ujar Miftahul Fahmi atas kesannya terhadap kegiatan ini. Ed. Handika

Chat Via WhatsApp