RAUDHAH — Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Ujian Semester Genap Tahun Pelajaran 2025–2026, santri dan santriwati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memasuki masa liburan semester. Masa liburan tersebut dimulai pada Ahad, 14 Juni 2026/28 Dzulhijjah 1447.

Suasana kepulangan para santri sebenarnya telah terasa sejak Sabtu malam (13/6). Sebagian santri dan santriwati lebih dahulu kembali ke kampung halaman melalui rombongan konsulat daerah, sebagaimana sistem perpulangan yang telah diterapkan pada liburan Ramadhan sebelumnya. Gelombang pertama ini melibatkan beberapa konsulat, di antaranya Asahan, Labuhan Batu, Aceh Tenggara, Tapanuli Selatan, Aceh, Aceh Singkil, Dairi, dan Siantar.

Pada keesokan harinya, Ahad (14/6), halaman Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dipadati oleh kendaraan para wali santri yang datang untuk menjemput putra-putri mereka. Meskipun terjadi peningkatan arus kendaraan, proses perpulangan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, diiringi suasana penuh kebahagiaan dari para santri dan keluarga.

Pihak pesantren juga telah menetapkan jadwal kembalinya santri dan santriwati untuk memulai aktivitas pendidikan pada semester berikutnya. Santri kelas 5 KMI dijadwalkan kembali pada 20 Juni 2026. Sementara itu, santri yang akan naik ke kelas 5 akan kembali pada 1 Juli 2026. Adapun santri yang naik ke kelas 2, 3, 3 Intensif, dan 4 dijadwalkan masuk kembali ke pesantren pada 5 Juli 2026.

Lebih dari sekadar masa beristirahat, liburan semester merupakan bagian dari proses pendidikan di pesantren. Momentum ini diharapkan menjadi sarana bagi para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mempererat hubungan dengan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam etiket liburan yang telah disampaikan oleh pihak pesantren, seluruh santri dan santriwati diingatkan agar senantiasa menjaga ibadah, menghormati orang tua dan keluarga, berakhlak mulia, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang bernilai positif dan bermanfaat.

Sebagaimana pesan para asatidz, liburan bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan kesempatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepesantrenan, memperkuat karakter, dan menunjukkan jati diri sebagai santri Ar-Raudlatul Hasanah yang senantiasa menjadi teladan dan menebarkan kebaikan di mana pun berada.

Chat Via WhatsApp