Cross Country Pramuka 06-196: Santriwati Raudhah Asah Mental dan Kepedulian Sosial Lewat Tadabur Alam

Cross Country Pramuka 06-196: Santriwati Raudhah Asah Mental dan Kepedulian Sosial Lewat Tadabur Alam

RAUDHAH — Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar agenda tahunan berupa kegiatan cross country bagi seluruh adika pramuka santriwati, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter yang terintegrasi dengan nilai kedisiplinan dan kepedulian sosial.

Cross country merupakan aktivitas kepramukaan yang dilaksanakan di luar lingkungan utama pesantren. Para peserta diajak menyusuri rute yang telah ditentukan, meliputi kawasan kompleks pesantren hingga perkampungan di sekitarnya. Tidak sekadar berjalan kaki, kegiatan ini dirancang sebagai sarana tadabur alam latihan bersosialisasi dengan masyarakat.

Sejak siang hari, para santriwati telah dibagi ke dalam beberapa regu yang masing-masing terdiri dari 8–9 orang. Setiap regu dipersiapkan untuk menempuh rute secara bergiliran. Untuk menentukan urutan keberangkatan, pengurus koordinator kepramukaan memberikan pertanyaan kepada perwakilan tiap kelompok. Regu yang mampu menjawab dengan tepat dan tercepat berhak memulai perjalanan lebih dahulu.

Skema ini tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, tetapi juga menguji kesiapan mental serta daya tanggap peserta. Di sepanjang perjalanan, para adika pramuka belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menjaga adab, serta menunjukkan sikap santun sebagai representasi santriwati Raudhah.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Cross country tahun ini diharapkan semakin memperkuat mental dan membentuk kepribadian tangguh dalam diri setiap santriwati.

Raudhah Sambut Hangat Kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Raudhah Sambut Hangat Kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

RAUDHAH — Alhamdulillah, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali dipercaya sebagai tujuan studi organisasi pelajar. Pada Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026 bertepatan dengan 22–23 Sya’ban 1447 H, Raudhah menerima kunjungan Pesantren Modern Maqamam Mahmuda, Aceh Tengah, dalam rangka memperdalam sistem pengelolaan pengasuhan dan organisasi santri.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 22 santri, 22 santriwati, 4 ustadz, dan 2 ustadzah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari satu malam. Sejak tiba di lingkungan pesantren, rombongan langsung merasakan suasana nan islami dan disiplin yang menjadi ciri khas bumi wakaf ini.

Kegiatan resmi diawali dengan penyambutan dan ramah tamah bersama Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., di Gedung Hafsah lantai 3. Dalam suasana hangat dan komunikatif, dipaparkan perjalanan sejarah Raudhah dan perkembangannya, hingga peran strategis Pengasuhan serta Organisasi Pelajar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).

Tidak berhenti pada pemaparan teori, Ar-Raudlatul Hasanah membuka ruang observasi langsung. Para pengurus Organisasi Santri/wati Maqamam Mahmuda berdialog dengan OPRH, menyimak sistem kerja, pola koordinasi, hingga praktik lapangan yang berjalan dalam keseharian.

Sore harinya, kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan riyadhah (olahraga) bersama. Malamnya, sesi temu ramah dengan bidang pengasuhan menjadi momentum pendalaman wawasan tentang pentingnya organisasi sebagai sarana pendidikan karakter dan kepemimpinan santri/wati.

Rangkaian kunjungan ditutup pada Rabu pagi dengan penyerahan cinderamata. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga dan mempererat tali silaturahmi. Aamiin.

 

Grand Final Raudhah Art Expo dan Penutupan Porseni 2026

Grand Final Raudhah Art Expo dan Penutupan Porseni 2026

RAUDHAH – Suasana Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berubah menjadi lautan semangat pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Gemuruh tepuk tangan dan sorak dukungan para santri mengiringi gelaran Grand Final Raudhah Art Expo yang dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2026.

Malam puncak tersebut menjadi klimaks dari rangkaian panjang kompetisi yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Para finalis tampil penuh totalitas, menampilkan harmoni suara, kekompakan gerak, serta penghayatan yang matang. Setiap penampilan seolah menjadi pernyataan bahwa seni dan sportivitas tumbuh subur di lingkungan pesantren.

Sorot mata penuh bangga dari para asatidz turut menguatkan mental para peserta. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para finalis untuk memberikan performa terbaik. Ghirah yang terpancar dari panggung menjalar ke seluruh penjuru ruangan, menciptakan atmosfer yang hidup dan berkesan.

Penampilan yang paling menyita perhatian malam itu adalah lomba folksong antarasrama. Empat asrama—Ramadan 1, Saudi 3, Makkah B, dan Makkah A—tampil memukau dengan lagu-lagu sarat makna yang dibalut aransemen apik dan harmonisasi yang kuat. Nuansa haru, bangga, bahagia, hingga kagum menyatu dalam hati para penonton, menjadikan sesi ini sebagai salah satu momen paling emosional sepanjang acara.

Dalam kompetisi tersebut, Saudi 3 berhasil meraih Juara 1, disusul Makkah B sebagai Juara 2, Makkah A di posisi Juara 3, dan Ramadhan 1 sebagai Juara Harapan 1. Penghargaan Best Manager Folksong among Hostels diraih oleh M. Zahid Zuhair Lubis, atas kontribusinya dalam mengoordinasikan tim secara maksimal.

Tak hanya seni, Porseni 2026 juga menghadirkan persaingan sengit di berbagai cabang olahraga. Pada cabang sepak bola, Syuhada FC keluar sebagai Juara 1, sementara Imtiyaz FC harus puas di posisi kedua. Di cabang basket, Tim Intifadhah meraih gelar juara, disusul Tim Executive sebagai runner-up. Cabang voli dimenangkan Tim Snowbear, dengan Tim Farewolf di posisi kedua. Sementara pada takraw, Tim Mujahid tampil sebagai Juara 1 dan Tim Galaxy sebagai Juara 2.

Di cabang tenis meja junior, Guna Rizky (1XB) berhasil meraih Juara 1 dan Rifky Astilla (1P) sebagai Juara 2. Untuk kategori senior, Ibnu Munthe (4B) keluar sebagai Juara 1 dan Dimas Sutanto (4B) sebagai Juara 2.

Persaingan tak kalah menarik terjadi di cabang badminton. Pada kategori Strongknight, pasangan Abdullah Umar (3F) dan M. Adin Al-Farizi (3B) meraih Juara 1, sementara Muhammad Azzam Afandi (4J) dan M. Zidan Zhakwan (3XB) menempati posisi kedua. Pada kategori Strombreaker, Juara 1 diraih Al-Aslam Ali (4F) dan Daffa Baha (3XD), sedangkan Juara 2 diraih Hanif Sukri (2D) dan Nusantara Ikhwanul (2B).

Sementara itu, dalam ajang Raudhah Art Expo 2026, kreativitas santri juga mendapat panggung apresiasi. Pada lomba sketsa, Juara 1 diraih Hafiz Yuhan, Juara 2 Dzaki Adli, Juara 3 M. Fahkrezi Ramadhan, dan Harapan 1 M. Alif .

Pada kategori handicraft, Juara 1 diraih Rizvan Syah dan Lutfi El Zain, Juara 2 M. Boriq Osama dan Khalil Amal, Juara 3 Hanif Khadafi dan Muhaimin, serta Harapan 1 Ar-Ridho Alifta dan Rafa Dartana .

Di cabang kaligrafi kontemporer, Fasjan Afrello meraih Juara 1, disusul Muhammad Reda sebagai Juara 2, Angga Tri sebagai Juara 3, dan Mustaqim Sihotang sebagai Harapan 1. Adapun pada kaligrafi naskah, Juara 1 diraih Ridho Aulia, Juara 2 Hanafi Ansari Pangat, Juara 3 Guna Rizky, dan Harapan 1 Ray Naufal Gayo .

Grand Final Raudhah Art Expo sekaligus penutupan Porseni 2026 bukan sekadar seremoni penghujung acara. Lebih dari itu, ia menjadi ruang aktualisasi potensi, ajang mempererat ukhuwah, serta panggung pembuktian bahwa pesantren merupakan ladang tumbuhnya kreativitas, sportivitas, dan jiwa kompetitif yang sehat.

Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah Santri/wati Akhir KMI ke Malaysia

Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah Santri/wati Akhir KMI ke Malaysia

RAUDHAH – Sebanyak 146 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ke Malaysia. Kegiatan yang merupakan bagian dari kurikulum KMI ini berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jum’at, 3–6 Februari 2026, dengan peserta terdiri dari 66 santri dan 80 santriwati.

Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada santri di luar lingkungan pesantren, sekaligus memperluas wawasan pendidikan, keislaman, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan ini, santri diarahkan untuk memahami praktik pendidikan Islam di tingkat internasional serta dinamika kehidupan masyarakat modern.

Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini merupakan bagian penting dari pembinaan santri Akhir KMI sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kemandirian, kedewasaan, serta kesiapan santri dalam melanjutkan studi maupun pengabdian di tengah masyarakat.

Selama di Malaysia, santri dan santriwati melaksanakan kunjungan akademik ke sejumlah lembaga pendidikan Islam, di antaranya Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai sistem pendidikan Islam modern, manajemen perguruan tinggi, serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Yayasan Al-Hijrah (Perkampungan Al-Hijrah) untuk mempelajari integrasi pendidikan Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan.

Rangkaian rihlah turut diisi dengan kunjungan ke berbagai situs keislaman dan bersejarah, seperti Masjid Negara Kuala Lumpur dan Masjid Putrajaya. Di tempat-tempat tersebut, santri/wati memperoleh pemahaman mengenai sejarah pembangunan masjid, fungsi sosial-keagamaan, serta perannya sebagai pusat peradaban Islam. Kunjungan ke Nashrul Qur’an atau Percetakan Al-Qur’an Malaysia juga memberikan wawasan tentang proses pencetakan Al-Qur’an, mulai dari penulisan hingga distribusinya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap Al-Qur’an.

Selain itu, santri dan santriwati mengunjungi kawasan bersejarah Melaka, termasuk Gedung Merah (Red Square), guna mengenal sejarah penyebaran Islam dan dinamika sosial masyarakat. Destinasi wisata edukatif seperti Menara Kembar Petronas dan Genting Highlands turut menjadi bagian dari kegiatan, memberikan pengalaman tentang kemajuan teknologi, pengelolaan pariwisata, serta keteraturan sistem kota modern.

Aspek iqtishadiyyah diperkenalkan melalui kunjungan ke pusat-pusat UMKM dan produk lokal, sehingga santri memperoleh pemahaman tentang kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan inovasi. Pengalaman edukatif lainnya diperoleh melalui pembelajaran penggunaan transportasi umum, seperti Light Rail Transit (LRT), yang melatih kedisiplinan, kemandirian, serta kepatuhan terhadap aturan publik.

Selama seluruh rangkaian kegiatan, santri dan santriwati tetap dibina dalam aspek tarbiyah, meliputi kedisiplinan waktu, tanggung jawab, adab, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah. Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini diharapkan mampu memperluas cara pandang santri, memperkaya pengalaman pendidikan, serta membentuk kesiapan santri Akhir KMI untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Santri/Wati Akhir KMI Jalani Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah di Medan dan Samosir

Santri/Wati Akhir KMI Jalani Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah di Medan dan Samosir

RAUDHAH – Sebanyak 330 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah di Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 ini diikuti oleh 170 putra dan 160 putri sebagai bagian dari kurikulum pendidikan KMI.

Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan program pendidikan dalam sistem Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah yang dirancang untuk memperluas wawasan santri, sekaligus melatih mereka mengintegrasikan nilai ilmu, adab, dan pengalaman hidup sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan santri Akhir KMI.

“Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan bagian dari kurikulum Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah. Tujuannya adalah menambah wawasan santri serta membawa mereka terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan di Medan diawali dengan kunjungan edukatif ke Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan. Kunjungan ini bertujuan membuka wawasan santri tentang dunia pendidikan tinggi serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi akademik dan keilmuan.

Pada hari yang sama, santri juga mengikuti kunjungan ke Rumah Produksi Roti Ris One dan UMKM Kripik Iwan sebagai bagian dari rihlah iqtishadiyyah. Melalui kegiatan ini, santri diperkenalkan pada konsep kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan produktivitas dalam dunia usaha.

Selain menambah wawasan, rihlah di Medan juga menekankan pembinaan tarbiyah. Santri dilatih untuk menjaga disiplin, kemandirian, serta adab dalam setiap aktivitas, baik selama perjalanan maupun saat mengikuti agenda kunjungan.

Rangkaian Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlanjut ke Kabupaten Samosir pada Rabu hingga Jum’at, 4–6 Februari 2026.

Perjalanan menuju Samosir ditempuh melalui Pelabuhan Ajibata menuju Ambarita. Setibanya di Samosir, santri/wati mengikuti kunjungan edukatif ke Huta Siallagan dan Tomok. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan sejarah dan budaya lokal, tetapi juga mengajak santri mengambil ibrah dari nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pada malam hari, agenda diisi dengan ramah tamah bersama alumni. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan tarbiyah, di mana santri Akhir KMI mendapatkan motivasi, nasihat, serta gambaran nyata tentang kehidupan dan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Salah satu pembimbing rihlah, Ustadz Doko Prasetyo, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan rihlah berjalan dengan baik. Para santri juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap agenda, baik kegiatan tarbiyah, edukasi, maupun pembelajaran lapangan,” tuturnya.

Agenda rihlah dilanjutkan pada Kamis (5/2) dengan kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif dan alam, di antaranya Ulos Huta Raja, Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung, serta Waterfront City Pangururan. Dalam setiap kegiatan, santri tetap dibiasakan menjaga disiplin, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah sebagai bagian dari pembinaan ruhiyah.

Pada hari terakhir, Jum’at (6/2), rombongan mengunjungi kawasan Tomok sebelum kembali menyeberang menuju Parapat dan melanjutkan perjalanan pulang ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada malam hari.

Melalui Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini, santri dan santriwati Akhir KMI diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu, pengalaman lapangan, serta nilai-nilai kehidupan sebagai bekal penting dalam melanjutkan pengabdian di tengah umat dan masyarakat.

Kunjungan Studi Organisasi Pesantren Nur Asri Abadan, Binjai Langkat

Kunjungan Studi Organisasi Pesantren Nur Asri Abadan, Binjai Langkat

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan pesantren pada Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya’ban 1447 H. Kali ini, rombongan berasal dari Pesantren Nur Asri Abadan, Binjai Langkat, yang datang untuk mempelajari sekaligus mengamati secara langsung sistem organisasi pelajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Sebanyak 38 orang turut hadir dalam kunjungan tersebut, terdiri dari 29 santri dan 9 guru. Rombongan disambut dengan hangat oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., bersama sejumlah asatidzah. Kegiatan ramah tamah berlangsung di Gedung Hafsah lantai 3 dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Carles Ginting menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Ia kemudian menjelaskan secara singkat profil Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mulai dari sejarah pendirian, perkembangan pesantren, hingga peran Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dalam membina kepemimpinan dan tanggung jawab santri.

“Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah lapangan perjuangan, bukan tempat pencari penghidupan,” ujar Wakil Direktur. Ia juga berpesan kepada para santri agar senantiasa berbuat dan memberikan kontribusi terbaik untuk pondok sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua Rombongan Pesantren Nur Asri Abadan, Ustadz H. Zubir, S.Sos.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan santri dan guru, khususnya dalam memahami pola kepesantrenan serta sistem organisasi pelajar yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Usai kegiatan ramah tamah, rombongan diajak berkeliling lingkungan pesantren bersama para pengurus OPRH. Dalam sesi tersebut, para peserta terlibat diskusi langsung mengenai dinamika organisasi pelajar di pesantren, mulai dari peran pengurus hingga tata kelola kegiatan, sebagai bekal dalam membangun kepemimpinan santri yang disiplin dan bertanggung jawab.

 

Prakajum 2026, Sarana Pengembangan Karakter  dan Survival Skills Santri/wati

Prakajum 2026, Sarana Pengembangan Karakter dan Survival Skills Santri/wati

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar Perkemahan Rabu–Jumat (Prakajum) bagi santri/wati kelas IV dan III intensif di Bumi Perkemahan Raudhah, Sugau Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 28–30 Januari 2026 untuk santriwati dan 4–6 Februari 2026 untuk santri.

Beragam kegiatan mewarnai rangkaian Prakajum, mulai dari materi kepramukaan, senam pagi, pelatihan teknik survival, perlombaan antarregu, permainan edukatif, hingga penampilan seni yang berpuncak pada malam unggun gembira. Seluruh agenda dirancang untuk melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta tanggung jawab peserta.

Kegiatan perkemahan ini juga berdampak besar dalam pembinaan mental peserta didik agar terbiasa hidup di alam, mencintai lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu menjaga tata krama dan adab. Di alam terbuka, setiap langkah menuntut kesadaran, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap sesama serta lingkungan, karena peserta tidak dapat bertindak semaunya sendiri.

Sementara itu, Ust. Reza Pratama menjelaskan bahwa secara garis besar tujuan Prakajum mencakup pengembangan diri, sosial, hingga teknis. Hal tersebut meliputi pengembangan karakter dan kemandirian, keterampilan sosial dan kerja sama, edukasi alam dan lingkungan, serta keterampilan teknis berupa survival skills.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dampak positif dari kegiatan perkemahan biasanya terasa dalam jangka panjang, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Di antaranya mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, memperdalam komunikasi antar peserta, memperkuat solidaritas, menumbuhkan empati dan kepedulian, serta melatih keterampilan bertahan hidup.

Melalui kegiatan Prakajum ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri/wati tidak hanya siap secara teknis dalam kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, peduli lingkungan, serta memiliki semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Raudhah Dominasi Prestasi di Lomba Pramuka Santri se-Aceh dan Sumut

Raudhah Dominasi Prestasi di Lomba Pramuka Santri se-Aceh dan Sumut

RAUDHAH — Gelaran bergengsi Lomba Penggalang dan Penegak (LP3) Ke-V Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Gerakan Pramuka Santri Sumatera Utara resmi ditutup pada Minggu, 1 Februari 2026/13 Sya’ban 1447 di Pesantren Al-Kausar Simalungun, Kabupaten Simalungun. Dalam ajang tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memborong berbagai gelar juara, baik dari kontingen putra maupun putri.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pelita No. 8, Panei Tongah ini diikuti oleh lebih dari 350 santri dan santriwati dari 12 pesantren lintas provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Ajang ini menjadi wadah silaturahmi antarpesantren sekaligus sarana penguatan ukhuwah Islamiyah melalui gerakan kepanduan Pramuka Santri.

Kontingen putra Ar-Raudlatul Hasanah tampil dominan dengan menyabet gelar Juara Umum Penggalang Putra, disertai raihan Juara Utama 1 Penggalang dan Juara Utama 2 Penegak. Prestasi ini semakin lengkap dengan terpilihnya Kak Harry Shobari sebagai Bindamping Tergiat 2 Putra.

Sementara itu, kontingen putri juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih Juara Umum Penggalang Putri, Juara Utama 1 Penggalang, serta Juara Utama 3 Penegak. Selain itu, Sekar Tita dinobatkan sebagai Adika Teladan Penegak Putri, menegaskan kualitas karakter dan kepemimpinan santriwati Ar-Raudlatul Hasanah di tingkat regional. Kak Nazwa Fazira pun berhasil meraih penghargaan sebagai Bindamping Tergiat 1 Putri.

Kak Harry Shobari, selaku pembina pendamping, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan para santri. Ia mengapresiasi kesungguhan adika-adika kontingen yang telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Rasa bangga saya tujukan kepada adika-adika kontingen yang sudah berjuang hebat dan serius. Semoga perolehan ini dapat menumbuhkan serta menambah semangat juang dalam diri seluruh santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kak Nazwa Fazira. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya bangga kepada santriwati yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh. Semoga ke depan prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan kembali meraih hasil yang membanggakan,” tuturnya.

Keberhasilan ini semakin menegaskan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan sebagai salah satu pesantren dengan pembinaan kepramukaan yang aktif, solid, dan kompetitif di tingkat regional.

Field Trip Santri/wati Kelas 4 dan 3 Intensif

Field Trip Santri/wati Kelas 4 dan 3 Intensif

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Museum Negeri Medan pada Jumat, 23 Januari 2026/3 Sya’ban 1447 (Putri) dan 30 Januari 2026/ 12 Sya’ban 1447 (Putra). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para santri/wati, yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di Pesantren.

Peserta studi banding terdiri dari seluruh santri kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery pada pagi hari dan dilanjutkan ke trip berikutnya.

Museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan dan mengusung konsep konservasi dengan pemanfaatan, sebagaimana yang diterapkan oleh Safari Club International.

Setelah dari kunjungan di trip pertama, para santri melanjutkan perjalanan ke Museum Negeri Medan. Museum yang terletak di jalan H.M. Jhoni No. 51 Medan ini merupakan museum terbesar di Sumatera Utara dengan berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku Provinsi Sumut.

Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada April 1982. Maka tak dapat dipungkiri, Pesantren juga menjadwalkan kunjungan tersebut bagi para santri kelas 4 dan 3 intensif guna menambah wawasan dan pengalaman.

Dalam kunjungan ini, santri didorong untuk mengamati lingkungan sekitar, membaca informasi mengenai berbagai pengetahuan, memahami nama-nama ilmiah, serta aktif bertanya kepada pembimbing dan berdiskusi dengan sesama teman.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Kemenkop RI Sampaikan Nasehat dan Motivasi bagi Santriwati

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Kemenkop RI Sampaikan Nasehat dan Motivasi bagi Santriwati

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan atas kehadiran tamu istimewa, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Ibu Deva Rachman, yang disambut hangat oleh para Ustaz/ah dan seluruh santriwati selepas shalat Subuh berjamaah. Kehadiran beliau menjadi momen penuh makna bagi para santriwati dalam memperkuat keimanan sekaligus menata masa depan.

Dalam nasehatnya di hadapan seluruh santriwati, Ibu Deva Rachman menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang peran generasi muda sebagai masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa para santriwati merupakan generasi penerus umat dan bangsa yang diharapkan mampu membawa kebaikan di tengah masyarakat dengan bekal iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, serta akhlak yang mulia.

Beliau mengajak para santriwati untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan.

“Saat galau, bacalah Al-Qur’an. Jika masih sedih, bacalah ta’awudz. Dan apabila hati belum tenang, dirikanlah shalat,” pesan beliau, seraya menekankan pentingnya menjadikan ibadah sebagai sandaran hidup.

Ibu Deva juga memberikan arahan mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Santriwati diharapkan mampu membaca potensi diri dan menentukan arah karier yang sesuai dengan bakat serta nilai-nilai Islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut berbagi pengalaman hidupnya sejak masa kuliah hingga dunia kerja, sebagai motivasi bahwa keberhasilan diraih melalui proses panjang, kesungguhan, dan keikhlasan.

Ibu Deva Rachman merupakan putri tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. dan istri almarhum Syekh Ali Jaber, ulama kharismatik yang dikenal luas di Indonesia. Selain aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah, beliau memiliki latar belakang pendidikan di bidang sosiologi dan kebijakan publik, serta pengalaman panjang di dunia profesional, khususnya dalam bidang komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia. Perjalanan hidupnya menjadi teladan bahwa perempuan muslimah dapat berkiprah luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Sebagai penutup, Ibu Deva Rachman mengajak seluruh santriwati untuk memedomani Surah Al-Baqarah ayat 1–5 sebagai landasan hidup agar meraih keberhasilan di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Alhamdulillah, para santriwati tampak antusias menyimak setiap nasehat yang disampaikan. Kehadiran Ibu Deva Rachman diharapkan dapat menambah semangat belajar serta memperkuat tekad santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk senantiasa menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.