RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat kunjungan K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs, pada Selasa, 28 April 2026. Kehadiran beliau dalam rangka menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Tata Kelola Pesantren Berbasis Nilai dan Profesionalisme.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut diikuti oleh Direktur, para Kepala Bidang, dan Ustadz/ah lainnya. Dalam pemaparannya, K.H. Hadiyanto Arief yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, menekankan pentingnya tata kelola pesantren yang kokoh, adaptif, dan berorientasi pada nilai.
Beliau menjelaskan bahwa kestabilan pesantren bertumpu pada tiga inti utama, yaitu tujuan yang harus tetap sama dan tidak berubah, keterbukaan dalam pengelolaan, serta kepemimpinan yang konsisten. Ketiga aspek ini menjadi fondasi dalam menjaga arah dan keberlangsungan lembaga pendidikan pesantren
Lebih lanjut, beliau menyoroti bahwa Kurikulum KMI Pesantren Modern merupakan kurikulum yang sangat bernilai karena mampu membentuk karakter sekaligus kapasitas intelektual santri secara seimbang.
Dalam perspektif keilmuan, beliau menguraikan tiga pilar penting dalam membangun intelektual santri, yaitu:
Nahwu Shorof sebagai dasar memahami makna (grammar), Mantiq sebagai sarana berpikir lurus (logic), dan Balaghah sebagai kemampuan berkomunikasi secara elegan (rhetoric).
Selain konsep inti, beliau juga menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan melalui konsep “tepi”, yaitu faktor-faktor pendukung yang dinamis. Di antaranya adalah sumber daya manusia yang terus berganti dan membawa semangat baru, pertumbuhan organik yang terkontrol bukan ekspansi tanpa kendali, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan perubahan atau disruptive accident.
Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting dalam memperkuat wawasan dan komitmen pengelola pesantren terhadap tata kelola yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat menjadi pijakan dalam pengembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.