Hadirilah TABLIGH AKBAR Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Tema “Menjadikan Rasulullah Sebagai Contoh Tauladan di Kehidupan Akhir Zaman”
Raudhah (30/10). Nurani, akal, dan jasmani merupakan elemen terpenting manusia dalam mengarungi kehidupan di muka bumi mengabdi kepada Allah SWT. Ketiganya harus seimbang dengan mendapatkan nutrisi yang tepat dan perhatian yang berkelanjutan.
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memahami dengan benar bahwa proses pendidikan santri tidak hanya sebatas pada pemenuhan akal dengan beragam pengetahuan saja, namun lebih luas dari itu bahwa proses pendidikan diarahkan dapat membentuk jiwa santri menjadi insan yang berbudi tinggi dengan keikhlasan yang menjadi ruh amalnya, berpengetahuan luas, dan tak lupa badannya pun harus sehat.
Sore hari setelah shalat Ashar berjamaah merupakan waktu bagi santri untuk mengasah keterampilan dan seni serta bakat, dan menjaga kebugaran jasmani mereka melalui beragam kegiatan, di antaranya adalah latihan seni bela diri silat dan karate. Selain menjaga kebugaran tubuh, kedua seni bela diri ini juga memupuk nilai moral luhur, kemandirian, kesabaran, kesungguhan, konsentrasi, dan ukhuwah antar sesama teman.
Latihan seni bela diri diisi dengan latihan gerakan dan jurus serta latihan tanding antar sesama peserta, dan diakhiri dengan penyampaian evaluasi dan nasehat oleh santri senior yang menjadi pelatih harian bagi adik-adiknya.
Raudhah (26/10/19). Dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan santri terhadap Al-Quran, Seksi Jam’iyyatul Huffaz Wal Qurra’ (JHQ) dengan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kegiatan bertajuk Haflah Tilawah Santri dengan melibatkan bagian Takmir Masjid dan beberapa bagian organisasi santri (OPRH) lainnya dalam kepanitiaan.
Kegiatan ini diisi dengan eksibisi bacaan dan hafalan Al-Quran, dan berbagai perlombaan meliputi atas pemahaman Al-Quran, dan hafalan Al-Quran 1 juz untuk tingkat junior, serta 3 dan 5 juz untuk tingkat senior.
Haflah Tilawah Santri dilaksanakan di gedung serbaguna setelah shalat Isya selama 4 hari, santri putri pada tanggal 17 dan 18 Oktober 2019, sedangkan santri putra pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2019.
Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tampil dalam Haflah Tilawah Musabaqah Fahmil Quran di Gedung Serba Guna (17/10)
Berikut ini nama-nama santri putri berprestasi beserta kelasnya dalam perlombaan Haflah Tilawah 2019 secara berurutan dari juara 1;
Hafalan 1 juz; Adella Afrita (5E), Durratul Hayati Lubis (4A2), Fitri Azkia (1E), Mutia Azzahra (3XA2). Hafalan 3 juz; Eka Cahyati (3XA2) Ghina Raudhatul Jannah (1 Int C) A. Hafalan 5 juz; Nur Salsabila Annas (1XG) dan Lathifatun Nabila (6I).
Fahmil Quran Tingkat Junior; Inayah Khairani (3C), Aznina Khumaira (3C), Mita Risky (3C), Ulfa Dwi (2C), Nafisah Syafiqah (2C), Nadia Suci (2C), Nazwa Aqila (3K), Zaskia Nazirum (3E), Aida Riskani (3E), Nadyne Faiza (2C), Raisa Arbubini (2C), dan Hanisiya (1C).
Tilawah Tingkat Junior; Elsa Reqita Siregar (1C), Aldilla Khairani (1 INT C), Wafiq Azizah (1C), dan Cindy Awaliyah (3G).
Tilawah tingkat senior;Dian Tri Murwani (4A2), Huwaina Rabitha (5A2), Adisti Larasati (4A3), dan Dini Prawisti (4E).
Syarhil Quran Tingkat Junior;Fatihul Yadya (3C), Paula (3M), Ira Annisa (3E), Ayu Melisa (1 INT C), Alma Zahwa (1 INT E), Bayne Rise (1 INT C), Muzayyana (2C), Intan Nur Aini (2C), Sausan Rona (2C), Chairunnisa (1 INT C), Nina Annisa Cibro (1 INT C), Ardita Syahputri (1 INT C).
Syarhil Quran Tingkat Senior;Hafiza Zahra (4A2), Dian Tri Murwani (4A2), Monalusia (4A2), Rizkhotul Mawaddah Nst (6K), Siti Hajar Amanah (6C), Fathimah Nasution (6C), Khairan Nur (4G), Yasifa Hazkia (4A2), Dewi Fauziah (3 INT C), Annisa Aminullah (5E), Shoofy Jasmien (5E), Silvia Wati (5A2).
Para pemenang putra;
Tahfizh 1 Juz;Ibrahim Mahmud (5J), Abdul Haris As-Sauri (3B), Heru Budiansyah (3 INT A1), Muhammad Riski (3 INT A1).
Tahfizh 3 Juz; Khodri Azizi (1 INT B), Rahim Tahajjadan Zahir Haq (5B), Abdan Maulana (1 INT B), Mujahid Zinky (4A1).
Tahfizh 5 Juz;Sabiq Imaroh (3 INT B) dan Abdul Rizki (5A1).
Fahmil Quran tingkat junior dan senior;Alqan Syuraihan (6A1), Hafaz Assufy (6B), Akmal Al-Hasyimi (6B), Abil Arqom (5A1), Abdul Rizki (5A1), Evan Dana (5D), Syahrul Halim (6B), Safaruddin (6B), Hatta Lubis (6F), Fakhrurrazi (3H), Haris (3), Bintang (3B)
Tilawah Junior; Miftah Anwar (1 INT B), M. Alfarizi Siregar (3N), Abdul Haris As-Sauri (3B). Tilawah Senior; M. Ihsan kamil (6A1), Zulfan Siddik (3 INT B).
Syarhil Quran Tingkat Senior; M. Fauzan (6D), Sayyid Al-Umam (6B), Buchori (6A1), A. Zeni Azima (6A1), Roby Wanda (6B), Rayhan Azhari Sagala (6B), Rizki Pardomuan (4A1), M. Sarkawi (4H), Syaiful Reza (4D), Dikri Alba (5B), Evan Dana (5D), Putra Selian (5H).
Raudhah (25/10/19). Sejak awal pendirian, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tidak mengenal dikotomi antara kurikulum pengetahuan agama (dirasah islamiyah) dan pengetahuan umum (ilmu eksakta, IPA dan IPS), kurikuler (formal) dan ekstrakurikuler (nonformal), keduanya diberikan dan dilaksanakan secara seimbang.
Sudah menjadi rutinitas setiap hari Jumat seusai lari pagi di seputaran kampus Pesantren, seluruh santri melaksanakan kegiatan gotong royong dan kebersihan asrama dan lingkungan kampus. Akan mudah didapatkan pada pukul 07.00 setiap hari tersebut, para santri berkumpul di depan asrama masing-masing bersama pengurus asrama dari santri senior untuk mendapatkan pengarahan dan evaluasi seputar pelaksanaan disiplin sehari-hari dan pembagian tugas pembersihan.
Pendidikan kemandirian seperti ini tidak hanya berlaku di hari Jumat saja, tetapi setiap hari selama 24 jam. Secara bergiliran, setiap santri akan mendapatkan tugas menjadi petugas kebersihan dan keamanan kamar dan asrama. Bahkan ketika bertugas menjadi piket asrama, santri tersebut diberikan izin oleh wali kelas untuk meninggalkan kegiatan belajar di kelas selama satu hari penuh untuk melaksanakan seluruh tugas dan kewajibannya guna memastikan keamanan dan kebersihan asrama terjaga dengan baik.
Penanaman sikap bersosial, peka lingkungan, dan kemandirian tidak hanya diajarkan kepada santri di dalam ruang belajar saja, tetapi harus pula dilatih dan diwujudkan dalam prilaku sehari-hari.
Beginilah bagaimana usaha Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendidik santrinya dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang tangguh saat kembali mengabdikan dirinya di tengah keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.
Raudhah (24/10/19). Sebanyak 40 santri beserta guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti pelatihan pengenalan peraturan dan pembinaan wasit olah raga cabang sepak bola. Materi pelatihan diberikan langsung oleh instruktur wasit AFC dan PSSI Bapak Ngadiman Asri.
Instruktur yang telah mengantongi berbagai lisensi tingkat AFC dan FIFA ini bersedia meluangkan waktu guna membagikan ilmunya kepada santri dan guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam hal peraturan permainan dan pembinaan wasit sepak bola sebagai bentuk amal jariyah kepada lembaga pendidikan Islam seperti Ar-Raudlatul Hasanah.
Instruktur Wasit AFC/PSSI, Bapak Ngadiman Asri sedang memberikan pelatihan kepada santri-santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di lapangan hijau (24/10)
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Seksi Pengembangan Minat dan Bakat Santri Sub Olah raga dan Seni ini bergulir selama 2 hari mulai Kamis hingga Jumat (24-25 Oktober 2019) di Kampus 1 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Adapun bentuk materi yang diberikan selama pelatihan meliputi atas praktek lapangan yang dilaksanakan di lapangan sepak bola, dan pengenalan peraturan permainan dengan menggunakan tayangan video di aula Hafsah.
Diharapkan melalui pelatihan singkat ini, melahirkan santri-santri yang mengenal dan menguasai peraturan dalam permainan sepak bola, selanjutnya juga dapat membina santri lainnya sebagai bentuk kaderisasi yang berkelanjutan.
Raudhah (24/10/19). Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat meresmikan program elektronifikasi pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Bank Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Mandiri.
Peluncuran program elektronifikasi dan digitalisasi pembayaran ini dilaksanakan di gedung serbaguna kampus 1 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan pada Rabu pagi (23/10/19) yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Drs. M. Ayub, SE, pejabat kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara, seluruh pimpinan bank wilayah Sumatera Utara baik negeri maupun swasta, pimpinan pesantren se-Sumatera Utara, dan guru serta santri kelas akhir KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Dalam sambutannya, ketua umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai pilot project pelaksanaan elektronifikasi pembayaran dan digitalisasi pondok pesantren luar Jawa. Ia juga menyatakan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Pesantren terutama dalam hal pengembangan ekonomi, keamanan dan kemudahan transaksi, serta manajemen keuangan Pesantren.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Drs. M. Ayub, SE., mengalungkan E-Money kepada Guru-guru dan Santri dalam Launching Elektronifikasi Pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (23/10)
Elektronifikasi pembayaran di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah direalisasikan dalam bentuk peralihan sistem pembayaran di seluruh unit usaha Pesantren dari bentuk tunai menggunakan uang kartal kepada pembayaran menggunakan kartu uang elektronik atau dikenal dengan istilah e-money.
Secara bertahap, kartu e-money digunakan sebagai alat pembayaran wajib oleh 4000 santri, guru, dan staf di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam melakukan transaksi di santrimart, toko pelajar, kantin, warung telekomunikasi, dan unit usaha Pesantren lainnya. Kartu ini juga dipersiapkan sebagai kartu identitas, akses, dan absensi di lingkungan Pesantren karena di dalamnya memuat nama dan foto pemilik kartu, nomor stambuk santri, dan nomor induk guru dan staf.
Wiwiek Sisto Widayat selaku Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara dalam sambutannya di hadapan seluruh undangan dan santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada peluncuran program elektronifikasi dan transformasi Pesantren di gedung serbaguna mengapresiasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada Pesantren yang merupakan lembaga pertama yang ditunjuk untuk elektronifikasi pesantren di luar Jawa.
Seusai seremoni launching program di gedung serbaguna, Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara beserta Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan tamu undangan meninjau beberapa unit usaha Pesantren yang merupakan binaan dan penerima bantuan Bank Indonesia seperti usaha pembuatan roti dan loundry, serta melakukan simulasi transaksi menggunakan kartu e-money di santrimart Putri.
Selain peluncuran program elektronifikasi pembayaran, kegiatan ini juga diisi dengan seminar interaktif bertajuk Pengembangan Ekonomi Digital Pesantren Menyongsong Era Digital yang diikuti oleh tamu undangan, guru, dan santri kelas akhir KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang dilaksanakan di gedung serbaguna mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB